
Mereka berdua sudah berada di dalam mobil.Entah kenapa Aira tidak bisa menahan rasa kantuknya,walaupun ia sudah tidur berjam-jam di Apartemen Yohan.Tiba-tiba matanya terasa berat untuk terbuka pada akhirnya ia terlelap.
Pandangan Yohan tetap kedepan dan harus konsentrasi membawa mobil,tak ada suara yang keluar dari mulut pria itu.Yohan menolehkan kepalanya menatap gadis yang kini tertidur lelap dan tersenyum sendiri entah sedang bermimpi apa.
"Pantes gak ada suara dasar kebo"Gumam Yohan kembali menatap kedepan.
Di tengah perjalanan mobil hitam itu berhenti dipinggir jalan.Yohan memasang seat-belt Aira,karena gadis itu memang pelupa.
"Cantik"Gumam Yohan saat wajahnya hanya berjarak 5 cm dari wajah Aira.Lalu bibir Yohan mendarat di dahi Aira,ia sangat sadar dengan apa yang baru saja dilakukannya.
"Apaan si gue"Ucap Yohan berusaha mengusir Aira dari fikirannya.Karena ia sendiri belum tahu selain ada rasa sayang ada rasa apalagi untuk Aira,yang paling penting ia akan selalu menjaganya.
Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur setelah mengantar Aira pulang.Saat sudah sampai di depan rumah Aira pun belum terbangun dengan terpaksa ia harus membangunkan gadis mungil itu.
"Ra,udah sampe"Ucap Yohan mengoyangkan tubuh gadis itu.
Karena ada sesuatu yang menggoyangkan tubuhnya kemudian mata bulat Aira perlahan terbuka dan berusaha mengumpulkan nyawanya kembali."Udah sampe ya?"Ucap Aira serak sambil mengaruk tekuknya yang tidak gatal,dan masih menguap.
"Udah dari tadi makanya tidur jangan kaya kebo!"Ketus Yohan.
"Dasar pria balok es!"Grutu Aira sambil membuka kasar pintu mobil tanpa mengucapkan terima kasih untuk Yohan.
"Butuh bantuan gak?"Tanya Yohan saat melihat gaya jalan gadis itu sempoyongan seperti orang yang habis minum alkohol.
Langkahnya terhenti dan memutarkan tubuhnya menatap pria yang masih duduk di kursi setir sambil melontarkan tatapan aneh,"Brisik banget sih!udah sana pulang!"Usir Aira.
"Gak bilang makasih sama gue?"Tanya Yohan sambil tersenyum kecil dan tentunya Aira tak mengetahuinya.
"Ihh yudah makasih!!"Ketus Aira mengusir Yohan dengan mengibaskan tangannya,baru bangun tidur udah emosi kaya gini kaya yg lagi PMS.Setelah berucap seperti itu,ia melanjutkan langkahnya yang terinterupsi oleh Yohan tadi.Tapi tiba-tiba...
"Aira"
__ADS_1
Karena ada yang memanggil namanya kembali,ia sangat malas untuk menengok kembali apalagi ngantuk yang sudah tak bisa di kondisikan.
"Yohan!!"Teriak Aira menatap siapa yang memanggilnya,"Lo itu mau apa sih!kan ini udah malem buruan pulang!mau kita dinikahin sama pak Rt gara-gara lo belum pulang juga!!"Cerocoh Aira dengan nada sangat sebal.
Pria itu menaikkan satu alisnya menatap bingung gadis yang tengah emosi itu,"Udah"Ucap Yohan tiba-tiba berdiri di depan Aira sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir Aira,hingganya Aira terdiam tak bersuara.Gadis yang marah-marah sekali tak berkutik membatu.
"Apaan sih!"Ketus Aira membuang muka menolak menatap wajah tampan Yohan.
Yohan menarik tangan kanan Aira,membuat gadis itu menatap tajam dan beronta."Jangan pegang-pegang!gue tau gue cantik tapi gue gak suka sama lo!"Ucap Aira terlalu yakin dengan ucapannya.Ya begitulah Aira sukanya PD nya selangit.
Yohan tersenyum kemudian meletakkan sebuah tas ransel di tangan Aira,lalu melenggang pergi meninggalkan tempat itu dan tak peduli dengan reaksi Aira yang membantu.
Gadis itu masih bengong antara dia sangat malu atau sangat terkejut.Bahkan Yohan pergi pun ia tak sadar.
"Ya ampun Aira..."Teriak Aira tak percaya,"Mahkota yang selama ini gue pertahankan seketika tumbang hanya karena Yohan..."Ucap Aira prustasi.
****
Saat fajar sudah tiba menaburkan cahayanya keseluruh permukaan bumi,membangunkan semua elemen makhluk hidup di bumi.Mengubah zona dari zona nyaman ke Zona aktivitas.
Handphone Aira bergetar ada panggilan.Gadis itu menatap layar ponselnya,"Jawab gak ya"Gumam Aira terlihat panik setelah melihat nama yang penelponnya sepagi ini.
"Angkat ajalh"Setelah berfikir panjang akhirnya Aira memutuskan menjawab panggilan tersebut.
"Hallo mau ngapain?!"
"Gue jemput"
"Gak us--"Ucap Aira terpotong kala melihat jika panggilan tersebut telah di akhiri.
"Yohan!dasar pria egois nyebelin"Grutu Aira.
__ADS_1
Tiba-tiba ponselnya bergetar kembali ada notifikasi lewat whatsapp,dia menatap layar ponselnya"Mau apa lagi coba!"Ucap Aira menyetuh pesan dari Yohan.
Yohan:
"Gue udah ada di depan rumah lo"
Setelah membaca pesan dari Yohan,gadis itu kemudian mengintip lewat jendela kamarnya tetnyata benar Yohan sudah berada di depan rumahnya dan juga menatap ke arah jendela kamarnya dengan cepat Aira menutup gordeng tersebut.
"Gue mau nolak tapi kasian,kalo gue ikut malu banget inget kejadian waktu malem"Gumam Aira,Ia kemudian berjalan menuju pintu utama rumah.Saat sampai dipintu,Aira segera membuka pintu sambil menghela nafas dalam-dalam.
Pria itu menatap gadis itu diambang pintu rumah sambil menundukkan wajahnya,Yohan tak mempermasalahkan omongan Aira waktu malam walau terdengar sangat lucu.
Saat Aira mendongakkan wajahnya,saat yang berbarengan Yohan pun tengah terkekeh.Entah apa yang Yohan tertawakan pokoknya Aira makin malu,"Lo kenapa ketawa?jangan bilang mau ledek gue soal waktu malem!nyebelin banget!!iya walau gue juga yang gak tahu malu"Selidik Aira tanpa menatap wajah Yohan.
"Hhh jangan geer,orang gue bukan ketawain kejadian waktu malem kok,yaa walau itu terdengar memalukan sih!"Sindir Yohan tak menghilangkan ekpresi ingin tertawanya.
Mendengar sindiran Yohan barusan,Aira merasa sangat terpojokkan.Sangking malunya ingin sekali ia pergi dari hadapan Yohan bahkan dari dunia ini,tapi gak bisa dia mau pergi kemana coba?
"Terus ketawain apa?"
Yohan berjalan menghampiri gadis yang masih menundukkan wajahnya,saat sampai dia memegang bahu Aira dengan kedua tangannya hingga membuat Aira terperanjat kaget."Gue ketawa karena--"Ucap Yohan menggantung kata terakhirnya.
"Apa?"Tanya Aira polos.
"Karena... lo pake kaos kaki beda Hhhh..."Ucap Yohan,dia sudah menahan agar tak tertawa dan akhirnya tak bisa.
"Hhh..."
"Hhh"
"Hhh"
__ADS_1
Wajah gadis itu berubah total,ia sudah malu atas kejadian waktu malam dan sekarang di tambah kejadian pagi ini. mana hal yang memalukan selalu bersama Yohan lagi.ukh sungguh kesialan Aira.
"Aira lo jadi cewek bege banget sih!bisa-bisanya mempermalukan diri sendiri,mana di depan si Yohan lagi!hancur sudah!!"Batin Aira menjerit-jerit.