The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Mantan Bad Girl


__ADS_3

Saat ditengah perjalanan,gadis yang tenang duduk dikursi mobil itu,dia yang membungkam akhirnya membuka suara.Unek-unek yang menggangu fikiriannya dia keluarkan.


"Ngomong-ngomong pak,bapak ini sopir siapa?terus bapak diperintahkan siapa?"tanya gadis itu,mentap tajam wajah sopir itu.


"...."tak bersuara dia hanya mentap lurus kedepan melihat jalan dengan pokus.


Diam pak sopir membuat gadis itu agak kesal,dia sedikit mendumel."Tuh, sopir tuli kali,gue nanya dianggurin dasar pria semuanya menyebalkan kaya Yohan!ets kenapa gue kefikiran tuh anak?"gumam Aira sekilas langsung teringat akan yang namanya Yohan.


"Ukh...nyebelin ngapain gue kefikiran anak itu"ucap Aira jijik sampai menggidik.


Pak sopir hanya menoles sekilas dan terkekeh kecil tatapannya ia pokuskan membawa mobil.


"Mba ini lucu juga,ternyata tuan muda nggak salah pilih."batin pak sopir disertai senyuman.


15 menit diperjalanan.


Akhirnya gadis itu telah sampai didepan gerbang asrama wanita...yaa...kurang lebih 3 meter dari sekolahannya.Gadis itu keluar mobil dengan wajah datar,tak sekali senyuman yang terlintas diwajahnya,walaupun jarang tersenyum Aira lah idaman para pria disekolah,wajahnya yang judes yang membuat sangat jarang ada pria yang berani mentap apalagi berbicara.


Mobil yang dinaiki Aira melaju sangat cepat meninggalkan tempat itu.


~Welcome Asrama~


Gadis itu terus melangkah maju menyusuri koridor asrama,dia melangkah dengan kehati-hatian agar tak ketahuan monster asrama,hari ini adalah hari kesialan bagi gadis mungil itu dia tak sengaja bertemu dengan ibu asrama wanita yang jangan dibilang lagi killernya.


"AIRA!!"teriak ibu asrama yang mengundang semua siswa keluar kamar.


Tatapan tertuju kepada gadis itu yang berdiri menundukkan kepalanya.


"Kalian semua masuk kamar!!"bentakan ibu asrama membuat semua siswa menggidik ketakutan dan mereka memilih masuk kedalam kamar.


Sedangkan Ibu Bibah melangkah maju menuju gadis yang masih menundukkan kepala,tatapan yang tajam dan sepertinya ingin marah.


"Dari mana kamu?sudah tiga hari kamu nggak keasrama.JAWAB!!"ucap bu Bibah dengan menekan kata terakhir.


"Anu...anu..bu say--"

__ADS_1


"Anu...Anu saja,kalau bicara jangan terbelit-belit bikin nggak paham,yaa sudah kamu masuk asrama ingat jangan keluyuran lagi!"ucap Bu Bibah meminta gadis itu pergi tak lupa dia menyodorkan sebuah kunci


Gadis itu mengangguk saja dan juga menagambil kunci tersebut,dia berjalan melanjutkan langkahnya dengan wajah yang sedikit lega dan tangannya mengusap dadanya,"Gue fikir monster laut mau marah sama gue...Astagfirullah Aira lo itu bilang kaya gitu mau dosa?"ucap Aira yang bertanya kepada diri sendiri.


Gadis telah sampai didepan pintu kamar asramanya,dia tak butuh lama untuk membuka kamar asramanya.


saat telah masuk didalam kamar gadis itu langsung menjatuhkan badannya di bedstead,"Siapa yaa orang yang udah bayarin biaya rumah sakit gue?"gumam kecil Aira.


Asrama Yohan.


Yohan yang sangat cepat mendapat kabar jika Aira sudah kembali keasramanya.Wajahnya langsung sumbringat mengetahui kabar itu dan juga tersirat senyuman penuh misteri diwajahnya.


"Bagus"


hanya satu kata itu yang keluar dari mulut pria yang savege banget.


*****


Dipagi harinya Aira kalah lebih cepat dengan Annisa yang biasanya tidur kaya orang mati lama bat bangunnya.


Tokk....tokk....


Terdengar suara sahabatnya gadis itu langsung membangunkan tubuh yang menolak bangun,pasang mata yang masih sayup dan berkali-kali gadis itu menguap.Dia berjalan menuju pintu.


Ceklek~~~


"Ada apa?"


"Astoge,lo bukannya buruan mandi!!ini udah jam 07:00 Wib mau kapan lagi coba mandinya!!"dumel Annisa melihat raut wajah Aira sangat kumel.


Karna tak percaya akan kata-kata Annisa,gadis itu kemudian menoleh kearah jam.Dia dibuat terkejut,"Omg,lo kok nggak bilang sih!yaudah lo masuk aja gue mau mandi...Oh ya siapin buku gue..."ucap Aira yang langsung berlari menuju kamar mandi.


"What!!kok gue juga sih yang repot.Dasar mulai kambuh lagi Childish...Frtt"cetus Annisa.dengan berat hati dia mau melakukan yang diperintahkan Aira.


15 menit kemudian

__ADS_1


gadis itu sudah bersiap-siap berangkat sekolah,ia kemudian pergi dengan sahabatnya.Saat sudah sampai didepan gerbang sekolah yang sudah ditutup 30 menit lalu,gadis itu kebingungan bahkan sangat khawatir.


"Waduh,udah masuk lagi."ucap Aira.


"Ra masa kita panjat gerbang?kan kita pakai rok?!"balas Annisa.


Aira kemudian menarik tangan Annisa etah membawa kemana.


"Ayo panjat"suruh Aira saat ia sedang berada dibelakang sekolah yang terhalang benteng yang menujulang tinggi.


"Ya kali gue panjat benteng ini yang tingginya 2 meter lebih,gue mana bisa panjat eoh..."ucap Annisa protes namun ucapannya tak digubris oleh Aira.


"Tuh...ada bangku"tunjuk Aira kesisi lain.


"Ngomong dong dari tadi"ucap Annisa menggrutu sedari tadi.


BRUKK....!


"Issh...Sakit tahu!"ucap Annisa meringis kesakitan,karna Aira mendorongnya dari belakang sampai tersungkur keatas tanah disaat belum siap meloncat.


"Kamu sih lemot"


"Ngomong-ngomong kok kamu tahu tempat ini?"


"Yaelah gini-gini gue juga mantan bad girl!"


Tiba-tiba...


"AIRA!!ANNISA!!KALIAN BERDUA IBU HUKUM KARNA DATANG TERLAMBAT!!"


"Aaaa...macan betina datang!!"teriak Annisa repleks dan langsung dihadiahi cubitan dari Aira sahabatnya.


"Apa kamu bilang?!!"tanya bu Fatimah bernada emosi.Ia sudah siap dengan rotan-nya sambil berkacak pinggang.


"Eh...anu itu bu,maksud saya ibu hari ini sangat cantik.hee.."ucap Annisa sambil memberikan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Oke kalian semua ikut ibu kelapangan dan sebagai hukumannya kalian harus hormat kebendera sampai istirahat pertama berakhir."ucap Bu Fatimah mengakhiri suasana mencekam ini.Ia pun meninggalkan Annisa dan Aira.


Akhirnya kedua gadis itu terpaksa berdiri selama beberapa menit dan menghadapi terik matahari yang semakin menyengat kulit.


__ADS_2