The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
-meminta maaf-


__ADS_3

Padil sicowok playboy penggemar para wanita mau jenis apapun,melihat Amara yang jalan sendirian sambil ngomel-ngomel sendiri dengan cepat langsung mendekati Amara.


"cewek cantik!!"ujar Padil yang muncul dibelakang Amara kaya jin iprit.


Amara langsung menengokkan wajahnya kearah Padil dengan tatapan yang sinis,"Apaan sih lo,jangan ganggu gue!!"balas Amara jutek.


"Jangan marah-marah mulu nanti cantiknya hilang aja!"ujar Padil sambil tersenyum.


Mendengar perkataan Padil,Amara tersenyum tipis,"Makasih lo udah puji gue,Tapi...maaf aja gue gak suka sama lo gue hanya suka sama Kak Yohan si pangeran hati gue"ujar Amara.


Kemudian padil mengerutkan dahinya mendengar perkataan Padil,"Hh...masa sih Yohan suka sama lo!"balas Padil terkekeh sendiri.


"Ih benci banget gue denger nya gak lo gak yang lainnya bilang sama"ujar Amara kesal sambil memanyunkan bibirnya,kemudian langsung pergi meninggalkan Padil.


"Hh..seru banget gue kompor-komporin cewek kaya Amara bikin gue makin happy!"ujar Padil sambil tersenyum.


Tak lama kemudian anggota geng bigos,Mimin,Mayu dan Ririn yang masih mencari kemana perginya Amara.Tak disengaja ketiga cewek alay melihat anggota most wanted iya Padil tak jauh didepan mereka.


Kemudian Mimin menghentikan langkahnya yang membuat Mayu dan Ririn menabrak tubuhnya.


BRUKKK!!


"Mimin....."teriak kedua teman nya yang kesal.


"Ngapain sih lo berhenti ditengah jalan,sebel!!"ujar Mayu.


"Iya ngapa coba?"sahut Ririn.

__ADS_1


"Jangan berisik,Omg hari ini keberuntungan gue ketemu anggota most wanted yang populer disekolah,tampan betul dia"ujar Mimin menunjukan wajah yang alay,sumpah alay berul.


"Lo halu apa gila!mana ada most wanted disini?kan tempat ini gak begitu bayak disukai!!"balas Ririn.


"Gue gak halu dan gak gila,lo lihat aja didepan kita ada Kak Padil anggota most wanted yang populer"ujar Mimin yang langsung pergi menuju Padil yang masih berdiri bengong.


"Omg iya Mimin gak halu didepan ada kak Padil"sahut kedua teman Mimin yang menyusul Mimin pergi menuju Padil.


Mimin dengan cepat membenarkan makeup nya dicermin yang selalu dibawa kemana-mana,setelah itu Mimin langsung menepuk pundak Padil.


BUKK!!


Karena terkejut Padil menolehkan wajahnya menuju yang menepuknya,"Eh kamu Min"ujar Padil.


Melihat padil sangat dekat dengannya wajah Mimin langsung merah merona terpukau akan tatapan Padil yang mengundang cinta.


Padil aneh melihat kelakuan Mimin,kemudian dia melambai-lambai kan tangan diwajah Mimin yang masih bergumam sendiri,"Hei lo gak apa-apa?"tanya Padil.


"Mimin,Mimin..."teriak teman-temannya yang datang tiba-tiba.


"Iya apa?aku gak apa-apa kok kak Padil"ujar Mimin.


"Ih..kalian jangan berisik napa!ngangu orang pacaran aja"ujar Mimin.


Kedua temannya saling memasang wajah bingung dengan apa yang dikatakan Mimin yang lagi dimabuk Halu.


"Lama-lama gue stress,ngomong sama Si Mimin walaupun dia cantik tapi gue mau tobat dulu godain cewek"batin Padil melihat kelakuan Mimin yang makin gila.

__ADS_1


"Gue mau cabut dulu ya,jangan rindu.By cewek cantik"ujar Padil memainkan mata kepada ketiga gadis yang masih menetapnya.kemudian dia langsung cabut dari situ.


Dilain tempat Annisa yang kesal melihat temannya yang begitu dekat dengan Yohan bukan karna cinta melainkan tak rela bila temannya jauh dari dirinya.


"Nis gue mau minum,minta dong air minumnya"pinta Aira.


Annisa sedikit pun tak menggubris perkataan Aira malah membuang muka dari Aira.


"Cuy kenapa sih sama lo?lo gak kesambet kan?!"ujar Aira.


"Gak!gue itu kesel sama kamu yang sedari tadi sama kak Yohan aja sedangkan gue disini sendiri.Jadi gue gak mau ngomong sama lo"ujar Annisa.


Aira yang tahu kelemahan Annisa dengan makanan yang manis iya coklat dengan langsung mengeluarkan dari tas nya,"Yakin gak mau bicara sama gue?"ujar Aira yang meletakkan coklat dimeja belajar.


Annisa hanya sedikit melirik melihat coklat yang paling disukanya,"Coklat gu--gak mau,gue gak mudah disogok!!"ujar Annisa yang terpaksa mengatakan begitu.


Kemudian Aira langsung mengambil kembali coklat yang ia letakkan dimeja,"Mira lo mau cok--"ujar Aira.


"Ini buat gue aja"ujar Annisa yang memotong pembicaraan Aira dan mengambil coklat dari tangan Aira.


Mira yang merasa ada yang memanggilnya langsung menolehkan kearah Aira dan Annisa,"Ada apa Ra?"ujar Mira.


Aira dan Annisa saling memandang hendak menjawab apa kepada Mira.


"Gak jadi Mir,maaf aja ganggu lo"ujar Annisa.


"Ooh"balas Mira menaikkan satu alisnya sambil mentap bingung.

__ADS_1


__ADS_2