The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.66


__ADS_3

Ternyata Yohan tidak tidur dirumahnya melainkan tidur di Apartemen nya,pagi-pagi sekali Yohan bangun lalu mengambil Hp dinakas kamarnya,hanya untuk melihat Jam.


Dia buru-buru bangun dan keluar dari Apartement nya,melajukkan mobil dengan cepat.Bahkan Yohan tak mandi terlebih dulu.


Ternyata tujuan Yohan adalah rumah gadis yang telah mencuri hatinya,beberapa menit dia sampai dirumah Aira.


Meminggirkan mobilnya,lalu keluar dengan wajah yang Cool walau belum mandi juga.


Dilihatnya pintu rumah didepannya terkunci rapat bahkan tak ada pergerakan sedikit pun.Tepat sekali Wanita paruh baya melintas didepannya yang membawa beberapa kantung sayuran.


Yohan tak menyia-nyiakan kesempatannya,dengan cepat Yohan mengintrupsi langkah wanita paruh baya itu.


"Maaf bu,pemilik rumah ini kemana ya?"Tanya Yohan sambil menunjuk kearah rumah didepannya.


Wanita itu pun ikut menengok kearah telunjuk Yohan,"Oh Pemiliknya?Aira pastinya sudah berangkat mas."Ucap Wanita itu.


"Terima kasih kalau begitu"


Wanita paruh baya itu mengangguk lalu melenggang pergi meninggalkan Yohan.


Yohan yang mengetahui jika Aira sudah berangkat sekolah,dia melenggang pergi dari depan rumah Aira.


Sedang gadis didalam sana hanya memperhatikan Yohan dari jendela yang tidak tembus pandang"Sorry gue bohong,gue hanya ingin hidup damai seperti dulu."Gumamnya sendiri.


Pria didalam mobil masih saja tak percaya akan perkataan wanita paruh baya tadi,dia membawa mobil tetapi fikirannya tertuju pada Aira seorang.


"Apa Aira berangkat sama Harby?"Gumam Yohan.


Flasback On.


Ternyata pria yang mengawasi Aira dan Harby dari jauh adalah Yohan.Niatannya datang kerumah Aira hanya ingin menenangkan fikiran,namun bukan mengobati melainkan semakin terluka.


"Ternyata kalah juga gue sama Kutu beras itu"Grutu Yohan dengan menjuluki Harby sebagai kutu beras.


"Gak bisa dibiarin,tapi Aira lagi kesel sama gue,nanti takutnya dia bukan kesel malah benci sama gue."Ucap Yohan mempertimbangkan lagi keinginannya.

__ADS_1


"Kali ini gue kalah tapi lihat besok-besok gue bakal menang dari kutu Beras!"Ucap Yohan,lalu pergi mengendarai mobilnya kembali.


Flasback OFF.


Sekarang tujuannya adalah pulang kerumah,bukan hatinya sudah damai melainkan seragam sekolahnya ia tinggalkan dirumah.


Bukan Yohan gak ada ide cemerlang dengan tinggal Telpon para pelayan dan mengantarkan pakaiannya,hanya saja ia hanya ingin pulang kerumah.


Saat sampai dia memarkirkan mobilnya digarasi rumah,keluar dari mobil dan langsung masuk dan tujuannya saat ini adalah Kamar.


"Nyonya tuan muda telah kembali"Ucap pelayan.


Mendengar perkataan pelayan disampingnya,dia yang sedang membaca Majalah langsung ditutup.Lalu pergi mencari putranya itu.


Yohan yang sudah siap mengenakan pakaian sekolah dan berniat pergi dari rumah lagi,namun langkahnya terintrupsi kala mendengar ada yang memanggil namanya.


Dia berhenti lalu menoleh kebelakang,mimik wajahnya berubah total.


"Kamu udah pulang?"Kini ucapan Maryana terdengar sangat lembut tidak seperti kemarin malam yang kaya kaleng rombeng.


Yohan hanya nyengir kuda,"Gak pantes mama bicara lembut pada Yohan"Ucap Yohan.


Pria itu menghindari tangan Maryana menyentuh tubuhnya,"Bagus deh,Yohan akan semakin betah tinggal diluar rumah"Ucap Yohan.


"Pagi kak Yohan"Sapa Meliya yang melihat Yohan tengah berdiri dengan Tantenya.


Yohan menoleh sekilas lalu berfokus pada wanita paruh baya didepannya ini,"Jangan urusi hidup Yohan"Ucap Yohan.


"Mama akan terus urusi hidup kamu karena kamu adalah putra mama Yohan."Ucap Maryana.


"Kak Yohan hari ini meliya akan bersekolah disekolahnya kak Yohan,karena Meliya hanya kenal kak Yohan saja.Meliya ingin kakak tak keberatan mengantar Meliya"Pinta Meliya dengan mimik wajah sedikit melas tapi tetap terlihat cantik.


Yohan yang langsung keluar rumah tanpa membalas perkataan Meliya.


Tentu saja Meliya tertunduk sedih melihat pria itu tampak cuek dan selalu berkata dingin padanya.

__ADS_1


"Buruan!"Teriak Yohan disambut baik oleh Meliya,gadis itu berpamitan pada Maryana tak lupa mencium punggung tangan Maryana.


Maryana hanya mengelus dada menatap punggung gadis yang kini tengah bahagia.


_______ ________


Yohan yang melesat pergi bersama dengan Meliya,sepanjang jalan keheningan menerpa kedua manusia itu.


Meliya yang biasanya banyak bicara kini dia hanya diam,karena tahu jika sedang marah Yohan tak ingin diganggu apalagi dibecandain.


Selang beberapa menit mereka sampai tepat waktu kesekolah,Yohan memarkirkan mobilnya,lalu keluar dari mobil diikuti pula oleh Meliya.


Mereka berdua menyusuri koridor sekolah,karena yang melintas sitampan dan sicantik semua pandangan tertuju pada kedua manusia itu.


Yohan yang cuek balik natap dengan tatapan tajam sedang Meliya yang judes hanya membalas dengan membuang muka.


Tepat sekali ditengah perjalanan,dia bertemu dengan Mira dan langsung menginterupsi langkah Mira.


"Mira,tolong lo bantu dia mencari kelasnya dan ajak dia berkeliling"Ucap Yohan menunjuk dengan dagunya pada Meliya.


Terasa sesak sekali dada Meliya kala mendengar kata 'Dia'yang dilontrakan pada dirinya.


Mira yang masih tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat,dia hanya melongo dan mengangguk.


"Tapi kak"Protes Meliya tapi tak dijamah oleh Yohan yang malah fokus berjalan keluar koridor sekolah.


Mira langsung menarik tangan Meliya dan menjelaskan sedatail-detailnya semua yang ada disekolahnya itu.


Ternyata Yohan tertuju pada Satpam sekolah yang tengah duduk dikursi depan gerbang.


Dia menghampiri dan langsung mengeluarkan unek-eneknya,"Pak tadi lihat Aira gak?"Tanya Yohan.


Pak Satpam mencoba mengingat-ingat nama Aira,lalu menggeleng"Gak ada Den,neng Aira yang biasanya tampil berangkat sebelum jam masuk sekolah tapi hari ini bapak gak lihat"Jelas pak Satpam.


"Yang bener?"

__ADS_1


"Suerr gak bohong"Ucap Pak Satpam.


Kemudian Yohan pergi begitu saja,dia bingung pada jalan fikir Aira dan pertama kalinya Yohan tak bisa membaca jalan fikir Aira.


__ADS_2