The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Yohan & Aira.


__ADS_3

Tak terasa hari mulai gelap,dan jam berputar sangat cepat,jam 19:00 Wib dan Aira baru membuka matanya.


Yang pertama dia cari adalah Yohan,karena dia masih berada disofa tapi Yohan sudah tidak ada.


"Yohan"Panggil Aira serak,khas orang yang baru saja bangun tidur,tidak ada sahutan.Kemudian dia memejamkan matanya lagi.


Gadis itu kembali membuka matanya kala ada yang duduk di sofa,matanya terbelalak,bangun tidur pertama yang dia lihat adalah sosok pria yang baru selesai mandi,dan rambut basah dan acak-acakan karena habis keramas,pria itu memakai kaos hitam dan celana jeans selutut,sedang menatap Aira tajam.


Gadis itu tak percaya,lalu dia mengerjapkan matanya,"Gila aja kalau setiap bangun tidur lihatnya kaya gini,ukk damai tuh hati"Batin Aira terharu.


"Apa"Tanya Yohan menata Aira heran,kenapa bangun tidur saja masih terlihat cantik.


"Emm,jam berapa?"


"Tujuh malam"


"Hah,kok gak bangunin gue sih"Kaget Aira,dia bangkit dari sofa dan menarik tas ranselnya.


Niatan gadis ini adalah pergi dari Apartemen Yohan,belum sempat dia melangkah,Yohan lebih cepat menarik tangan Aira hingga membuatnya jatuh kedada bidang Yohan.


"Ngapain narik tangan gue?"Ucap Aira,dia tak biasa dekat dengan pria tapi aneh saat tubuhnya mendarat didada bidang milik Yohan,serasa dia tengah kena serangan jantung dan tak ingin menjauh.


Yohan tersenyum miring pada Aira,"Ternyata lo betah dipeluk sama gue!"Ucap Yohan terkekeh.


Mendengar perkataan Yohan,gadis itu refleks langsung memukul keras perut Yohan hingga pria itu meringis kesakitan dan jatuh tersungkur.

__ADS_1


Bugh!


"Aww"Ringis Yohan dengan memegangi perutnya.


"Makanya jangan kurang aja!"Datar Aira dengan melipat tangannya menatap sinis Yohan.


"Aduh duh,kayanya tulang gue patah nih,dipukul sama cewek galak kaya lo"Ucap Yohan meringis bahkan wajahnya sedikit pucat.


Aira yang membuang muka,dia menoleh menatap Yohan yang meringis kesakitan"Tolongin gak ya?apa bener pukulan gue sampe bikin tulang dia patah?serasa gue gak kenceng-kenceng amat deh"Batin Aira melihat iba Yohan.


"Halah paling juga lo bohong!"Ucap Aira penuh selidik dan memalingkan wajahnya.


"Aaa... tolong tulang saya potong,Aira tolong bawa gue kerumah sakit"Teriak Yohan membuat Aira makin panik.


Kemudian gadis itu membantu Yohan yang tersungkur dengan wajah yang pucat,Yohan tersenyum jahil saat tubuhnya dibantu bangun oleh Aira,tentu saja Aira tidak mengetahuinya.


"Maaf ya gak sengaja"Kahawatir Aira,dia membantu Yohan untuk duduk disofa.


"Yaudah gue panggil pengawal lo aja ya,biar bawa lo keRS"Ucap Aira sangat panik,bahkan berkeringat.


"AAAAAA"Teriak Yohan makin menjadi jadi,membuat Aira makin panik.


Gadis itu menghampiri Yohan dan duduk disampingnya,"Apa yang sakit?dimana yang sakit?"Tanya Aira seperti dokter diklinik.


"Coba gue lihat"Ucap Aira.

__ADS_1


"Aaaa apanya yang mau lo lihat?"Ringis Yohan.


"Tadi yang gue Tonjok"


Saat Yohan membuka bajunya,terlihat roti sobek diperut Yohan,gadis itu menggidik melihatnya"Tapi kok gak memar atau luka?"Tanya Aira aneh.


"Gue gak luka hanya saja ada yang hilang!"Ucap Yohan.


Gadis itu mengangkat satu alisnya,dia tak paham apa yang baru saja dikatakan Yohan"Maksud lo?"Tanya Aira polos.


"Lo mau tahu apa yang ilang dari gue?"Tanya Yohan.


Gadis itu mengangguk.


"Sini mendekat"Perintah Yohan.


Aira mengerutkan dahinya menatap aneh pria didepannya,"Mau apa!"Ketus Aira penuh selidik.


"Mau tahu gak?ya udah kalau gak mau tahu!"Ucap Yohan.


"Iya gue mau tahu"Ucap Aira,dia mendekatkan wajahnya karena Yohan akan membisikkan sesuatu pada telinganya.


Yohan membisikkan sesuatu pada telinga gadis itu hingga terasa hembusan nafas Yohan,Aira merinding dan bulunya seketika langsung meremang."Tulang rusuk gue hilang karena dicuri oleh Lo"Bisik Yohan.


Setelah membisikan itu,Yohan menjauh dan terkekeh kecil,karena Aira seketika membatu dengan Pipi yang seketika langsung berubah seperti kepiting rebus.

__ADS_1


__ADS_2