The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Eps.122


__ADS_3

"Deg"


Entah kenapa Jantung Yohan berdegup sangat kencang.


"Aira pastinya sudah take off."Gumam Yohan.


"Yohan kamu sudah bertemu Aira?."Tanya Maryana.


"...."Tak ada jawaban dari Yohan dan Dia memilih kembali kekamarnya.


Tiba-tiba saja ponsel disaku celana menghentikan langkahnya.Dia berdiri di tangga.


Drtt..drtt...drtt...


"Wira,ngapain dia malam-malam telpon gue?."Gumam Yohan dan menggeser tombol hijau.


"Hallo"


"Han,Aira...Han."


"Iya gue tahu dia udah take off."


"Bahkan gue gak sempat mengucapkan selama tinggal dan juga permintaan Maaf."


"Dengerin Gue Dulu!"Teriak Wira dan suaranya sedikit serak.


"Aira korban dari kecelakaan mau itu!Mobilnya terpental dan sekarang dia dibawa kerumah sakit."


"Deg"

__ADS_1


Detak jantung Yohan berdegup sangat kencang,tubuhnya tiba-tiba bergetar.


"Hh... lo bercanda kan sama gue?"Ucap Yohan tak percaya bahkan tertawa hambar.


"Gue masih dalam mimpi kan?Udah lo jangan bikin lelucon kek gini!gak lucu tahu."Ucap Yohan yang merasa jika perkataan Wira hanyalah omong kosong belakang dan dia juga merasa bahwa ini masih dalam Mimpi.


Keadaanya saat itu bak orang gila.


Plakk...


Sebuah tamparan keras yang dilayangkan Maryana pada Yohan,demi membangunkan putranya yang saat ini bak orang gila.


Ia mati rasa bahkan tak merasakan tamparan keras dari mamahnya,tubuhnya bergetar dan ponsel genggam ditangannya seketika jatuh begitu saja.


"Aira sudah di Jerman,gak mungkin,Yohan baru saja bertemu dia tadi dalam mimpi Yohan,Dia sangat cantik seperti seorang malaikat."Ucap Yohan menatap mamahnya,Matanya mulai berkaca-kaca dan sedikit memerah.


Maryana tak tega melihat keadaan putranya saat ini,Dia menghampiri dan langsung memeluk tubuh putranya.


"Mah,mengapa Aira menghukum Yohan kaya gini.Hiks....hiks..."Tangis Yohan begitu memilukan.


Pria itu berlari mengambil kunci motor,Tetapi dihentikan oleh Maryana.


"Mama antar kamu."Ucap Maryana.


Beberapa menit kemudian Yohan dan Maryana sampai dirumah sakit Citra lestari,yang alamatnya dikirim Wira.


Pria itu berlari mengahmpiri resepsionis dan bertanya dengan tidak sabar,Sampai diujung lorong,Yohan tertegun melihat Sandra dan Annisa yang menangis sesenggukan.


Pria itu berjalan dengan tubuh yang lemas,menghampri mereka semua.

__ADS_1


"Om,Tante."


"Yohan."Ucap Wira.


"Andy,Annisa Lo nggak bohong kan?"Ucap Yohan dengan nafas tercekat serasa menelan pil pahit.


"Aira gimana pah?"Tangis Sandra.


Yohan melihat ruangan didepannya,UGD.


"Aira masih ditangani dokter,Nak."Ucap Andika pada Yohan.


Kemudian mata Yohan beralih kepada Andy dan Annisa yang duduk berjauhan.


"Nis,lo lihat gimana keadaan Aira?dia gak apa-apa kan?."Tanya Yohan.


Annisa menggeleng dengan nafas tersenggal-senggal,dia menyembunyikan wajahnya.Teringat setelah mendapat kabar saat dibandara,dan mereka langsung meluncur kerumah sakit Citra Lestari,bersamaan dengan Ambulance yang membawa korban datang.


Keadaan Aira terlihat jelas oleh mata telanjang Annisa,Darah,dia sangat terpukul melihatnya.


Tiba-tiba Dokter keluar ruangan dengan wajah yang panik,sekilas mengalihkan semua orang.


"Dok bagaimana keadaan putri saya?."


"Suster,Suster!panggil beberapa dokter Ahli,Cepat!!."Ucap sang Dokter.


"Maaf pak,bu kami sedang berusaha semaksimal mungkin,sisanya kita berdo'a pada Tuhan yang maha Esa."Ucap sang Dokter,setelah itu Dokter masuk kedalam ruangan itu.


Yohan mengacak-acak rambutnya,tubuhnya merosot,duduk menelungkupkan Wajahnya.Andika dan Andy memalingkan wajahnya,tangisan Yohan memilukan dan menyakitkan.

__ADS_1


*Bersambung*


Voment yaa jangan lupa :)


__ADS_2