The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.70


__ADS_3

Setelah beberapa lama berada di kantor,Yohan akhirnya memutuskan meninggalkan tempat itu.Di dalam mobil fikirannya memang sedari siang sudah tak tenang.Ia menyesal berkata kasar pada Aira,ingin sekali memutar balik mobil pergi menuju rumah Aira tapi kemungkinan Aira tak ingin bertemu dengannya.


Setelah beberapa waktu di perjalanan akhirnya Yohan menghentikan mobilnya di garasi rumah,ia keluar dari mobil.Sungguh pemandangan yang kurang mengenakan pertama kali datang harus melihat mama-nya dan gadis itu.


Yohan tak memperdulikan kehadiran mereka,ia hanya melintas tanpa membalas senyuman yang di lontarkan oleh gadis di samping mama-nya.


Belum sempat melangkah masuk kedalam rumah langkahnya terintrupsi oleh panggilan seseorang,"Dari mana saja kamu!"Ucap Maryana terdengar sangat menyebalkan untuk didengar oleh pria itu.


Yohan memutar balik badannya menatap tajam mama-nya itu,"Anda tak perlu peduli!"Datar Yohan.setelah itu melanjutkan melangkah maju masuk kedalam rumah.


Mendengar tuturan Yohan yang terdengar kurang mengenakkan,membuat Maryana tambah kesal"Anak ini lama kelaman ngelunjak!"Kesal Maryana.


Meliya yang memperhatikan dari belakang badan Maryana,kemudian berkata"Tante jangan marah-marah,kasian kak Yohan baru saja sampai"Ucap Meliya sambil memeluk tubuh Maryana dari belakang.


Memdengar tutur kata gadis itu,ia memutar balik tubuhnya menatap pasang mata bulat dan lengkungan indah yang terukir di bibir sang gadis itu,Maryana tersenyum dan berkata"Kamu memang gadis baik,tenang saja tante akan membuat kamu bertunanga dengan Yohan"Ucap Maryana sambil menggengam tangan Meliya.


Meliya semakin mengembangkan senyumannya setelah mendengar perkataan wanita paruh baya yang juga mendukung perasaannya,ia tak akan takut lagi akan cinta sepihaknya dan membuat Meliya makin yakin akan meluluhkan hati keras Yohan.

__ADS_1


Di lain tempat Yohan tengah berada di dalam kamarnya,ia berdiri di balkon kamar sambil menikmati hembusan angin malam yang menusuk sampai pori-pori.Kedua tangannya memegang pagar besi balkon dan wajahnya ia dongakkan menatap lagit hitam,niatannya hanya untuk menenangkan fikiran.


"Arghh..."Kesal Yohan sambil mengusap kasar wajahnya.


"Untuk apa kamu marah hanya karena seorang gadis miskin itu!"Ucap seseorang dari belakang terdengar sangat menusuk dan menyakitkan walau tidak menggunakan senjata tajam.


Yohan yang mendengar perkataan tersebut,ia memutar balik badannya menatap oramg itu.Wajahnya langsung berubah seketika,rahangnya yang tegas,mengras.Menunjukkan betapa tidak sukannya mendengar suara itu.


"Mau apa mama kesini!"Ketus Yohan menatap tajam wanita paruh baya yang tengah berdiri diambang pintu kamar.


"Memangnya seorang ibu tidak boleh melihat kondisi anaknya?"Maryana melangkah menghampiri Yohan"Kamu ini jadi anak susah banget di aturnya!!"


Tok... tok..


Terdengar suara ketukan pintu yang langsung membuyarkan suasana menakitkan itu.Terlihat sosok wanita paruh baya dan terlihat ditangnnya membawa nampan yang berisikan makanan dan minuman.


"Maaf nyonya,tuan muda bibi mengganggu"Ucap bi Ami,"Ini makanan yang tuan muda tadi pesan"Jelas bi Ami.

__ADS_1


Maryana menatap tajam bi Ami,ia memang tak suka kehadiran bi Ami pada saat ia sedang berduaan dengan putranya,"Simpan saja,dan kemudian tinggalkan kami!"Datar Maryana.


"Baik nyonya"Ucap bi Ami sambil meletakkan makanan tersebut di nakas kamar Yohan,"Kalau begitu bibi pamit,permisi"Ucap bi Ami sambil mendekap nampan tersebut,kemudian melenggang pergi meninggalkan keduannya.


Setelah beberapa waktu Yohan dan Maryana mengobrol didalam dengan pintu yang tertutup rapat,kemudian terbuka menampakkan wanita paruh baya yang melenggang keluar dari kamar itu.


Entah apa yang di bicarakan oleh Maryana sampai membuat Yohan membatu tanpa merubah posisinya,mungkin saja hati Yohan saat ini sangat tertekan.


Yohan yang membatu tiba-tiba memukul tembok kamarnya berkali-kali hingga terluka demi meluapkan emosinya,nafasnya memburu "Arrgh!!"Umpat Yohan mengusap kasar wajahnya.


****


Setelah semalaman Yohan terjaga dari malamnya,hingga pagi menjelang dan menaburkan cahaya putih ke seluruh jagat raya menelan kegelapan.


"Tuan muda apakah makanan semalam tidak di makan?"Tanya bi Ami,dia sangat peduli akan tuan mudanya walaupun bukan siapa-siapa tapi bi Ami menganggap Yohan seperti anak kandungnya.Ia akan selalu memberikan perhatian dan kasih sayang seperti pada anaknya sendiri.


"Bi saat ini jam berapa?"Tanya Yohan yang masih merebahkan tubuhnya di kasur dan sangat enggang untuk bangun.

__ADS_1


"Jam 06:00"Balas bi Ami sambil membereskan barang-barang yang telah diberantakkan oleh Yohan.


__ADS_2