The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Aira pov


__ADS_3

Melihat perlakuan kasar Amara pada Aira,Annisa sangat geram ingin sekali melaporkan kejadian itu kepada Kepsek,namun ditahan oleh Aira.


"Sad si Amara,biarin gue laporkan dia kekepsek biar diskor atau sekalian dikeluarin dari sekolah!"grutu Annisa yang hendak pergi menuju kantor kepsek.


"Jangan!"ucap Aira yang langsung menarik pergelangan tangan sahabatnya Annisa dan menghentikan langkah Annisa.


Sontak saja Annisa dibuat kaget,apalagi Aira menolak dia melaporkan kepada kepsek,"Why??."


"Gue nggak mau libatkan orang lain dalam masalah pribadi gue!"jawab Aira yang langsung melangkahkan kaki menuju kelas X1 Ips 1.


Annisa hanya menggidik saja mendengar keputusan Aira,"Herman gue lihat lo."ucap Annisa.


"Heran kali..."sahut Aira ngegas tanpa ngerem.


Saat ditengah perjalanan menuju kelas mereka,Aira yang berjalan dengan menundukkan kepala hingga tak melihat siapa yang didepannya.Tiba-tiba saja tubuh mungilnya menabrak tubuh seseorang.


BRUKK....


"Aw...sakit beg*!"teriak Aira meringis kesakitan diarea kepalanya,untung saja dibelakangnya ada Annisa yang menahan tubuh Aira yang hendak terjatuh.


"Aira berat juga badan lo."bisik Annisa pada Aira yang belum bangun dari senderan Annisa.

__ADS_1


Saat mata bulatnya menoleh kearah orang didepannya,gadis itu dibuat kaget.Karna dia bertemu pria yang menyebalkan baginya.


"Kamu!!gue rasa hidup gue selalu sial kalau ketemu lo!!"teriak Aira sebari menunjuk wajah pria itu,dia adalah Yohan.


"..."tak ada jawaban dari Yohan,dia tak bergeming mengenai kata-kata Aira yang masih memgomel.


"Mba,jalan pake mata dong!."sahut Andy


"Menurut gue jalan itu pake kaki kale...!"cetus Annisa yang juga tak ingin kalah dari Andy.


"Stop!!"teriak Aira dan Yohan yang tanpa sengaja berbarengan,yaa...tentu membuat kedua manusia yang sedang berdebat terkejut bukan main.


"Ciee...barengan!"ledek Padil menampakkan senyuman yang imut tapi menyebalkan bagi Aira dan Yohan.


"Bisa nggak kalau ngomong nggak usah samaan!!"teriak Aira dan Yohan yang ketiga kalinya serempak.


Andy,Annisa dan Padil hanya terkekeh geli melihat keduanya,apalagi kalau bicara serempak kaya saudara kembar.


"Hmm...Aira kayanya lo ketemu saudara kembar lo deh,yang sudah dipisahkan oleh Allah"ucap Annisa yang menggoda sahabatnya


"Cih,ogah banget gue punya saudara kembar kaya dia!!"cetus Aira sambil menujuk wajah Annisa.oke Fiks mood Aira dihancurkan oleh Annisa lagi.

__ADS_1


"Apalagi gue!!"cetus Yohan yang tak ingin kalah dari Aira.


"Oke Fiks,Mood gue ancur gara-gara ketemu lo!"ucap Aira yang langsung get out dari tempat itu,diikuti pula Annisa dari belakang.


Begitu pula Yohan yang juga pergi meninggalkan tempat itu,yang diikuti kedua temannya dari belakang.Wajah pria itu selalu tanpa ekpresi hingga tak mudah ditebak.


"Hee...gue heran sama Yohan kenapa dia selalu berdebat kalau ketemu tuh cewek galak?"tanya Padil kepada Andy.


Andy hanya mengangkat bahunya,yang artinya tidak tahu.


"Tenang bro!cewek mah awalnya sok jual mahal nanti-nanti balakan luluh!!"ujar Andy sambil menepuk pelan punsak milik Yohan.


****


Teng....teng...teng...


Bel berbunyi kembali pertanda akan segera dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar dikelas yang biasa disingkat KBM.


"Hadeeuuhh....bu Dina kapan selesainya sih ngasih tugasnya?banyak benget.Udah mulai bosen gue nulis mulu nggak ada habis-habisnya!"ucap Annisa memonolog sendiri.dan merengut kesal,ia sangat tak suka pelajaran Sosiologi.Apalagi yang mengajarnya.Karna Bu Dina kalau ngasih tugas nggak main-main.Tugasnya nggak bisa dihitung.


"Sabar napa Nis,gue juga kesel sama bu Dina"ternyata monolog Annisa terdengar oleh Mira.

__ADS_1


Sedangkan Aira hanya mendengar ocehan unfaedah teman-temannya,ia pokus mengerjakan tugas yang diberikan bu Dina.


__ADS_2