The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.69


__ADS_3

"Ternyata benar ini yang gak mau diganggu,berduaan dengan pria lain."


Langkah Aira terinterupsi saat hendak masuk kedalam rumah karena mendengar perkataan orang dibelakangnya.


Dia menegok kebelakang dan menatap orang itu yang tengah berdiri disamping motornya,tatapan pria itu sangat tajam menatap wajah Aira.


Pria itu berjalan maju menghampiri Aira yang tengah mematung,dia menarik kasar tangan Aira hingga lebam.


Gadis itu menggibaskan tangannya dan menatap tajam pria yang tengah menarik kasar tangannya,"Lepaskan tangan gue"Datar Aira.


Pria itu tersenyum Devil dan mendekatkan wajahnya tepat ditelinga Aira,"Yang sudah ada ditangan gue tak akan pernah bisa dilepaskan"Bisik pria itu.


Bulu gadis itu meremang kala mendengar perkataan pria itu,dia berusaha menahan perasaannya pada pria itu.


"Tahan Aira,tahan... jantung,pipi ayo dong kondisikan jangan bikin malu"Batin Aira.


Kekesalannya langsung hilang pada gadis itu,dia terkekeh kecil melihat wajah gadisnya yang mulai seperti kepiting rebus.


Aira yang memalingkan wajah berusaha menutupi perasaan,kini dia malah makin Deg Degan kala tangan Yohan mengapit pipi.


"Kalau pake blus on jangan kebanyakan"Ucap pria itu.


Aira melepaskan tangan Yohan dari pipinya ia teringat akan perkataan wanita paruh baya kemarin,"Yoha--"Ucap Aira dipotong kala jari Yohan menempel dibibir mungil gadis itu.


"Jangan ngomong,biar gue yang ngomong sekarang,gue udah nyerah dan sekarang lo boleh bebas mau pergi dengan siapapun."Ucap Yohan.


Deg!


Gadis itu hanya bungkam dan tak terasa butiran bening meluncur mulus dipipi sang gadis.

__ADS_1


Yohan pun tak tega mengatakan perkataan seperti itu pada Aira,apakah ini terbaik untuknya dan Aira?atau malah sebaliknya?


Pria itu pergi melesat begitu saja,tanpa mengatakan sepatah kata lagi pada Aira.Mungkin ia sebegitu kecewanya pada Aira.


Gadis itu menghapus jejak bekas Air mata,ia sudah pasrah dengan perjalanan cintanya.Menghirup udara lalu tersenyum dan kemudian langsung masuk kedalam,dia tak mau terlalu bersedih hanya karena itu semua.


_________ __________


Yohan kini melajukan mobilnya menuju perusahaan yang telah dipindah tangankan oleh Alexander Derto MU kepada dirinya.


Beberapa menit diperjalanan,akhirnya Yohan datang dengan disambut oleh Managernya sendiri.


Scurity langsung membukakan pintu mobil Yohan,Yohan turun dengan mengenakan kaca mata hitamnya dan menghampiri Managernya dia Riski Mangku Alam.


Kedua pria itu langsung bersalaman dengan gerakan tangan.


Yohan hanya mesem lalu melanjutkan langkahnya kedalam,disana para karyawan berjejer menyapa sambil membungkukkan badan pada Yohan.


Dia langsung menuju ruangan pribadi miliknya ditemani oleh Riski.


Yohan mengedarkan padangan keseluruh ruangan,jika ada yang kurang atau sebagainya Yohan tak segan-segan memecat semua karyawan dikantornya.


Riski yang was was kala ada kesalahan yang dilihat oleh Yohan,dia bisa-bisa Get Out dari Kantor ini.


Yohan kemudian duduk disofa dan juga Riksi,mereka berdua berbincang-bincang banyak.


"Lo mau cewek Sexi gak?"Ucap Riski dengan menampilkan beberapa poto wanita cantik dan Sexi pada Yohan diHpnya.


Pletakk...

__ADS_1


Jitakan keras mendarat didahi milik Riski,tentu saja Riski meringis kesakitan dan mengusap dahinya.


"Sakit Anjirr!"


"Lain kali jangan pernah menampilakn gambar wanita dengan pakian yang kurang bahan!"Ucap Yohan.


Riski menggeleng tak percaya dengan apa yang keluar dari mulut Yohan yang begitu bijaksana,padahal dulu mereka berdua selalu bermain wanita tapi tidak macam-macam.


"Masyallah Doi gue udah insyaf"Puji Riski pada Yohan.


"Tapi ada yang aneh nih dari gelagat lo,pastinya Lo udah punya pacar yang cantik ya."Ucap Riski berusaha menggoda Yohan.


"Mana gue mau lihat potonya"Pinta Riski,saat tangannya hendak meraih ponsel milik Yohan,tapi Nihil sudah didahului oleh Yohan.


"Ya elah Bro gue mau lihat doang,kalau cantikkan bisa ditikung"


"Apa lo bilang!"Ketus Yohan yang sudah mengepalkan tangan diwajah Riski.


"Gak jadi"Ucap Riski menggidik ketakutan.


"Han,tumben Lo datang kesini?"Tanya Riksi.


Yohan yang menyenderkan tubuhnya kesofa,"Emangnya gak boleh!"Dingin Yohan.


"Bukan gitu bro,hanya saja aneh gitu."Ucap Riski.


"Maksud lo gue aneh datang kekantor sendiri gitu!"Dingin Yohan dan memberikan tatapan pembunuh pada pria disampingnya itu.


Riski hanya bisa berdoa pada Tuhan agar Yohan tak main kekerasan,dia memilih bungkam dan sangat ketakuan melihat tatapan Yohan yang menyeramkan.

__ADS_1


__ADS_2