
Andika menenangkan istrinya yang semakin histeris dan membawanya menjauh.
"Arghh..shit!!"Umpat Yohan.
"Pokoknya saya gak mau tahu!Aira harus selamat!"Ucap Yohan memggebu dan emosi.
Padil dan Wira membawa Yohan pergi menjauh,sedang Andy memeluk Annisa dan menenangkannya.
"Gua gak akan biarin lo pergi jauh!!"Ucap Yohan dia melampiaskan emosinya dengan memukul tembok rumah sakit.
****
"Kami akan memindahkan pasien keruang ICU"
"Jika ingin menemui pasien harap bergantian."Ucap sang Dokter.
"Nak,kamu masuk terlebih dahulu saja."Ucap Sandra.
Yohan memakai pakaian khusus dan masuk kedalam ruangan itu.
Membuka pintu perlahan,tatapannya tertuju pada gadis yang terbaring dengan berbagai alat medis.Suasana sangat hening,hanya terdengar suara EKG.
Pria itu berdiri disamping tempat tidur Aira,dan kemudian duduk.
"Aira,Lo jangan diem kaya gini"
"Jangan hukum gue kaya gini,gue benar-benar hancur."
"Bangun sayang..."
Suara itu sangat lirih dan juga memilukan.
Yohan menelungkupkan wajahnya,dia sungguh rapuh.
"Gue gak mau kehilangan orang yang gue sayang,Aira bangun..."
"Gue denger kabar ini,semuanya telah hancur."Ucap Yohan menatap sendu wajah pucat itu,bahkan senyuman yang Aira berikan terakhir kali masih ia ingat.
"Gue bakal selalu nunggu Lo"Ucap Yohan mendekatkan wajahnya pada telinga Aira.
"Tetaplah berdetak,setiap detakan jantung lo,itu sama saja detakan jantung gue."Yohan kemudian mengecup kening Aira.
Dia keluar dan bergantian dengan Sandra,sedang Andika ada urusan dengan Dokter.
Tatapan pria itu sangat kosong dan terbayang akan kenangan bersama Aira.
Annisa yang terus memerus menangis,"Hiks... Hiks... Dy,Andy Aira pasti selamat kan?."Tangis Annisa kembali pecah.
Andy menoleh pada Annisa yang menundukkan wajahnya.Dia mendekat dan menariknya dalam dekapannya.
__ADS_1
"Aira pasti selamat."
"Co-coba aja gue maksa buat nemenin waktu itu,mungkin ini semua gak akan terjadi."
"Denger Annisa,gak ada yang bisa lawan takdir.Walaupun lo ikut kecelakaan itu akan tetap terjadi,karna memang sudah rencana Tuhan."Jelas Andy.
"Udah jangan nagis lagi,Aira pasti gak suka lihat lo nangis."Bujuk Andy.
*Diruangan Dokter*
"Bagaiman Dok?"Tanya Andika kahawatir.
"Jadi begini pak,bapak Tahu kan itu kecelakaan maut,bahkan sang supir tak bisa diselamatkan."Ucap Dokter.
Andika menatap kosong detak jantungnya semakin kencang.
"Putri bapak masih bisa ditangani,itu mukjizat Tuhan."
"Tapi kami dan seluruh Dokter sudah berusaha semaksimal mungkin... pendarahan pada kepalanya sangat berbahaya,dan juga benturan keras yang membuat pembulu otaknya terguncang."Jelas sang Dokter.
"Dan anak bapak belum terbebas dari masa kritisnya,hanya Tuhan yang tahu."Ucap Dokter menunduk.
"Tapi Dok,anak saya akan sadarkan?"Tanya Andika.
"Hanya kemungkinan kecil."
"Ada satu lagi pak... Putri bapak masih bisa diselamatkan walau keadaan kritis,karna pendonor darah datang tepat waktu."Ucap Sang Dokter.
"Seandainya dia tak datang,entah apa yang akan terjadi..."
Andika mendongak menatap wajah sang Dokter."Saya ingin bertemu orangnya."
Kemudian Dokter menunjuk orang yang berdiri didepan pintu,Andika mengerutkan dahinya.Seperti mengenali tapi dia lupa.
"Terima kasih banyak nak."Ucap Andika menyatukan tangannya dan menunduk.
"Saya akan bayar berapa pun yang kamu minta."Ucap Andika menatap anak itu yang tersenyum tipis.
"Om saya ikhlas"
"Saya hanya ingin orang yang saya sayang kembali ceria dan membuka matanya."
"Walau bukan gue orang pertama yang bakal dia cari."Batinnya.
"Maaf om hanya ini yang bisa saya lakukan."
Andika menatap haru."Kamu sangat luar biasa,saya sangat berterima kasih."
"Saya permisi Om."Ucap orang itu pergi.
__ADS_1
Andika mengangguk.
*Didepan ruangan ICU*
Semua orang masih duduk dengan wajah yang kacau,Annisa masih terisak tangis.
"Dokter... Dokterr...!!"Teriak Sandra panik dalam ruangan Aira.
"Dokter tolong anak saya,hiks..."
Semua orang terkejut dan langsung berlari masuk,Andika yang baru datang membelalak terkejut.
Yohan membuka pintu kasar dan langsung masuk.
"Ada apa?."Tanya Andika.
"Jantung Aira semakin melemah.Hiks... Hiks..."Tangis Sandra tumpah.
Yohan menatap mesin EKG yang angkanya semakin menurun,dadanya terasa sesak.
"Nggak!!"
Pria itu menghampiri Aira,"Nggak Aira,gue mohon bangun."
"Tuhan Yohan mohon,Jangann!."
Yohan tak kuasa menahan Air matanya,ia menggenggam tangan Aira erat."Gue udah bilang,terus berdetak.Setiap detakan jantung lo sangat berharga bagi gue."Ucap Yohan tangannya gemetar mengusap lembut kepala Aira.
"Permisi biar kami tangani pasien,semuanya tolong keluar."Ucap Dokter yang datang dengan beberapa perawat.
Pria itu masih memeluk Aira,wira dan Padil menarik tubuh Yohan keluar.
"Han,ayok keluar jangan sampai Aira telat ditangani."Bujuk Padil.
"Gue sayang lo lebih dari apapun."Bisik Yohan pada telinga Aira,dan meneteskan Air mata.
"Ini bukan Akhir cerita kita,Lo bakal balik.Gue yakin."Gumam Yohan.
****
Diluar Yohan terisak kecil yang memilukan,membuat semua orang tak tega.Padil,Wira dan Andy pun ikut bersedih melihat sahabatnya.
"Gue mohon terus bertahan,sshabat lo selalu nunggu lo balik."Batin Annisa.
Tak disangka semua orang tahu,ujung mata Aira mengeluarkan Air mata.
Dari jauh seseorang menatap ruang ICU itu sendu.
"Gue harap darah gue yang mengalir ditubuh lo gak sia-sia,banyak yang sayang lo.Gue mohon bangun tetap bernafas."
__ADS_1