The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
aps.6l


__ADS_3

Yohan menahan tawanya kala melihat wajah Aira yang seperti kepiting rebus,rasanya ingin sekali membawa Aira pulang dan menjadikannya guling di kasur, karna gadis ini benar-benar menggemaskan.


Saat mata bulat Aira menatap kearah Yohan,dia sangat kesal karna Yohan mentertawakan wajahnya.


"Apaan sih lihat-lihat!"Ketus Aira pada Yohan.


Yohan terkekeh sambil menaikkan satu alisnya menatap gadis dihadapannya itu,"Sumpah nih cewek Limited edition!gampang berubah-ubah."Batin Yohan.


Karna sudah merasa bosan,Aira memilih pergi menuju kelasnya dan meninggalakan pria itu.


"Airaa... Airaa..."Gumam Yohan sambil melihat punggung Aira yang mulai menjauh.


❄❄❄


Teng... teng... teng...


Bel istirahat berbunyi,semua murid berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing.Tapi tidak bagi Aira dan Annisa yang memilih tinggal dikelas,mereka malas jika hanya mondar mandir dikantin saja.Jadinya mereka sudah pesan pada Mira.


Selang beberapa menit,Akhirnya pesanan Aira dan Annisa sampai,mie ayam lengkap dengan porsi seperti biasa sudah tergeletak di meja Aira dan Annisa.


"Thanks Mira bunny"Ucap Annisa yang bisa dikatakan alay banget.


"Thanks Mira."Ucap Aira tersenyum manis.


"Iya iya,gue cabut dulu ya girls."Balas Mira tak lupa kissbye nya.


Mira yang sudah kenyang,dia melenggang pergi dari kelas,karena sudah di tungggu gebetannya.

__ADS_1


Selang beberapa menit Aira sudah menyantap makanannya,dia kemudian berjalan menuju perpustakaan sendirian,karena Annisa tidak mau ikut.


Cuaca hari ini tidak secerah kemarin,awan mendung menutupi telak sang matahari.Tetapi Aira yakin hujan akan turun tengah malam nanti,sudah seperti peramal cuaca saja.


Ia masuk ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang dua hari lalu ia pinjam.


Setelah mengembalikan buku itu,Aira berniat untuk meminjam Novel,karena menurut pemberitahuan dimading perpustakaan.Novel-Novel baru akan hadir sebulan sekali.


Ia beralih keRak buku yang berada disebelah lemari besar.Aira segera mengambil Novel yang di Rak dan langsung bergegas keluar dari perpustakaan.


Ia berjalan keluar sambil mendekap Novelnya,sedari ia hanya bergeming,karena sejak tadi pagi fikirannya memang terus saja di penuhi oleh seorang yang bernama Yohan.


"Kenapa ya si Yohan itu selalu berubah-ubah sikapnya sama gue,kadang dingin kadang perhatian."Gumam Aira.


Fikirannya Yohan Yohan dan Yohan saja.


Gadis itu menoleh kebelakang untuk mencari sumber suara berasal.


"Harby"Ucap Aira tersenyum ketika mengetahui bahwa Harby lah yang baru saja memanggilnya.


"Habis dari perpustakaan"Tanya Harby melihat Novel yang di dekap oleh Aira.


Aira mengangguk.


"Andai saja gue jadi Novel itu yang di dekap hangat oleh Aira,bukan Novel sialan itu."Batin Harby kesal.


"Iya,lo dari mana?"

__ADS_1


"Nih,dari UKS"Ucap Harby yang memperlihatkan sikunya yang terbalut plester.


"Jangan bilang terjatuh karena main basket"Ucap Aira yang mengernyitkan dahinya.


"Gue terjatuh dari pohon"Balas singkat Harby sambil terkekeh.


"Dasar pembohong!"Ucap Aira menggeleng heran.


"Tadi katanya gak boleh bilang kalau jatuh karena main basket!"Ucap Harby membuat Aira kikuk.


"Hee... jadi gue salah nih?"Ucap Aira nyengir sampai memperlihatkan sederet giginya.


"Yang bantu ngobati siapa?"Tanya Aira sesekali melihat plester di siku Harby.


"Cewek gue dong"Ucap Harby dengan bangganya sedang Aira langsung menatap kedepan.


"Pantesan rapi."Ucap Aira


Harby tahu yang di maksud Aira adalah plester yang rapi di sikunya itu.


"Ya gak lah,gue mana ada cewek,ini gue sendiri yang nempel."Ucap Harby.


"Hmm..."


"Kalau saja waktu itu lo gak nolak gue,pastinya yang bantu mengobati luka ini lo."Ucap Harby sedikit murung.


"Semoga cepat sembuh ya,gue duluan."Ucap Aira sambil tersenyum.

__ADS_1


Ternyata kelas Harby hampir terlewat,Harby pun baru sadar setelah namanya di panggil oleh salah satu teman sekelasnya.Lalu Harby tersenyum sambil melihat punggung Aira sampai tak terlihat lagi.


__ADS_2