The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.59


__ADS_3

Sebelumnya~~~


Ternyata waktu tadi Yohan sedang berkomunikasi ditelpon dengan mamah nya akan kembali keindonesia dini hari.


Dia membawa laju mobil sangat cepat,karna mengejar waktu kebandara yang sangat jauh.


Tiba-tiba ditengah perjalanan dia ditelpon lagi oleh pelayan dirumahnya.


"Hallo."


"Tuan muda nyonya sudah tiba dirumah lima menit yang lalu"


"Oh."


Dia memutar balik mobil menuju rumahnya,8 menit kemudian Yohan sampai dirumah.Entah apa ia sama sekali tak ada kegembiraan diraut wajahnya,dia selalu menatap sinis kepada siapa didepannya terutama Mamanya.


Maryana adalah mama dari Yohan,wanita itu berdiri didepan pintu menunggu datang Yohan,"Sayang kamu dari mana?."tanya wanita itu.


"...."Tak ada jawaban dari Yohan,dia memilih membuang muka dan berjalan terus menuju kamarnya.


"Darimana Yohan!"tanya Maryana pada pelayan dibelakangnya.


"Maaf Nyonya,saya tidak tahu."balas Bi Ami menundukkan wajahnya.


Maryana hanya mendengus dan menghela nafas,dia menggeleng melihat tingkah Yohan yang sudah biasa sejak kejadian bertahun-tahun lalu.


Beberapa menit dirumah Yohan langsung bergegas pergi,dia mulai tak betah berada dirimah ini.

__ADS_1


Dia berjalan keluar menuju mobilnya dan langsung meningalkan rumah itu tanpa pamit kepada Maryana.


"Yohan."teriak Maryana.


"..."Tak ada jawaban dari Yohan langsung melesat meninggalkan rumah.


Tak lama kemudian telpon genggam Maryana berdering.


Drtt...drtt...drtt...


Dia langsung mengangkat panggilan tersebut


"hallo"


"...."


"oh,apa kabar meliya?,kapan kamu berkunjung keindonesia?."


"iya mamah, meliya akan segera berkunjung keindonesia,hmm...kak yohan bagaimana kabarnya?,pastinya kak yohan sangat tampan dan tinggi,oh ya mah kak yohan lupa tidak ya...dengan meliya?"


"aduh meliya kamu bukannya menanyakan kondisi mamah,malah langsung bertanya tentang yohan!,hmm...yohan baik baik saja dia sangat tampan dan tinggi"kata maryana


"heeee,oh ya mah meliya ada keperluan dulu,tolong sampaikan salam meliya kepada kak yohan.satu lagi mah meliya ingin ketika datang keindonesia kak yohan yang menjemput Meliya."


"iya sayang"


Setelah telponan Maryana langsung bergegas pergi kesupermarket belanja.

__ADS_1


Plasback off~~~


"Mang..."panggil Aira sambil melambaikan tangan keangkot tersebut.


"Angkot neng?"Ucap supir angkot.


"Iya mang,buruan ya."balas Aira,dia langsung menaiki angkutan umum itu.


Sedang Yohan yang melihat Aira menaiki angkutan,dia dengan cepat mengejar dan membawa laju mobil itu cepat.


"Neng itu temennya ngejar mulu."


"Bukan teman saya,dia musuh saya."cetus Gadis itu.


"Eleh eleh si Eneng ngomongnya kaya gitu bener."gumam Pak supir.


"Pak bisa cepat gak sih!"


"Ok neng siap."


Mobil angkutan biasa pasti kalah cepatnya dengan mobil yang dikendarai oleh Yohan dengan cepat mengejar angkot itu.


Yohan menghimpit dan juga membuka kaca mobil,"Woy Aira turun."teriak Yohan.


Karna mibilnya yang berhimpitan dengan angkot itu,banyak bunyi klakson yang berhamburan dan terikan kejam yang dilontarkan para pengemudi.


"Neng itu pacarnya gimana?Mamang gak mau hampitan sama mobil bagus,bisa-bisa tergores nanti mamang kena denda lagi."Ucap supir terlihat panik.

__ADS_1


"Biarin mang,lebih cepat aja."


Pak sopir mengangguk dengan terpaksa mengemudikan angkot dengan cepat.Dan dibelakangnya Yohan mengejar dengan berteriak.


__ADS_2