The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Yohan fart.2


__ADS_3

Teng....teng...teng....


Suara bel menandakan masa berakhirnya belajar dikelas,Annisa dan Aira yang sedang membereskan buku-buku.Setelah itu kedua gadis itu pergi meninggalkan kelas.


Kantin....


Saat sampai dikantin banyak sekali pandangan tertuju pada Aira,tapi Aira cuek aja.Mereka berdua memilih kursi yang akan diduduki.


"Aira,gue mau pesan makanan,Lo mau apa?"teriak Annisa.


"Nasgor aja sama es teh."balas Aira yang langsung duduk dibangku yang mereka pilih.


Tidak butuh waktu lama bagi Annisa,karna banyak sekali cowok yang menyukai Aira,dia tinggal teriak 'Ini punya Aira'sontak semuanya langsung minggir.


"Gue nggak lama kan?"tanya Annisa yang langsung duduk disamping Aira.


"Ya iyalah gue kan cantik,hee..."ucap Annisa menjawab pertanyaan sendiri.


Saat sedang khusyu makan,tiba-tiba saja ada yang memanggil Aira.


"Aira!!"teriak seseorang membuat Aira terkejut.Bukan Aira melainkan semua yang ada dikantin.


Saat gadis itu menoleh kearah yang memanggilnya,ia dibuat terkejut karna itu adalah Yohan.


"Omg,kak Yohan manggil Aira?"


"Rugi banget gue jadi anak kelas 3 nggak bisa terus melihat ade kelas yang ganteng ini"

__ADS_1


"Cowok yang nggak pernah bicara sama cewek,sekarang...oh my god"


Ucapan ciwi-ciwi dikantin.


Aira hanya menggeleng dan kembali melanjutkan makan nasgor yang dia anggurkan gara-gara Yohan.


Pria itu yang diacuhkan oleh Aira,membuatnya geram dan juga menatap sinis wanita itu,dia berjalan menghampiri Aira dan langsung menarik pergelangan tangan Aira.


"Lo ikut gue"ucap datar Yohan.


"Ternyata temen gue doyan cewek juga"batin Andy dan padil.


Sontak saja semua seisi kantin langsung ambyar melihat Cool boy menarik tangan wanita.


"Nggak lagi halu kan?"


"Yohan yang nggak pernah pegang cewek sekarang..."


Ucap semua cewek menampakkan wajah yang lesu dan tak berdaya.Melihat cowok idamannya merangkul tangan cewek lain.


Halaman belakang~~~


Yohan yang membawa Aira kehalaman belakang sedikit serem sih tapi sejuk,mana pohon bringin yang besar kaya gedung pencakar langit.


"Duduk!!"ucap datar Yohan dan melepaskan tangan Aira.


Gadis itu hanya menatap penuh dengan tanda tanya?apa yang akan Yohan lakukan?

__ADS_1


"Duduk apa mau gue paksa!!"bentak Yohan dengan manatap tajam Aira.


Gadis itu menghidik khawatir dan langsung mengikuti kemauan pria didepannya,"I-iya,gue duduk nih."cetus Aira.


Pria itu juga ikut duduk dibangku didekat pohon bringin,"Gue mau bicara sama lo!!"ucap datar Yohan tanpa ekpresi,yang membuat Aira sulit menebak jalan fikir pria disampingnya.


"Ok,apa langsung to the point aja,gue nggak ada waktu bicara sama lo!"cetus Aira.


"Yakin,yaudah gue lapor aja."ancam Yohan.


"Ihh,nyebelin banget sih!!buruan."ucap Aira tertekan.


Pria disampingnya hanya terkekeh kecil melihat ekpresi gadis itu kesal,sangat imut.Saat Aira menoleh kearah Yohan,tatapan keduannya bertemu namun dengan cepat Yohan membuang muka.


"Apa?"ucap Aira polos.


"..."tak merespon dia masih membungkam mulutnya.


"Woi,ngomong napa?"cetus Aira.


"..."


Gadis itu sudah habis kesabaran menghadapi pria disampingnya yang selalu membungkam dan sedikit pun tak bergerak.


"Yohan!!bis--"teriak Aira,yang langsung dibungkam oleh tangan Yohan.


Karna mereka begitu dekat sekali,wajah gadis itu seketika merah merona.Sedang Yohan hanya terkekeh melihat raut wajah wanita itu.Dia langsung melepaskan tangan dari mulut Aira.

__ADS_1


"Kalau pake blas on jangan banyak-banyak tuh wajah lo pink banget."goda Yohan.


"Ihh,yebelin."ucap Aira langsung berdiri hendak meninggalkan pria itu,namun tangannya ditarik oleh Yohan.Aira menghibaskan tangan Yohan dan kemudian pergi.


__ADS_2