
Pada saat yang bersamaan gerimis juga mulai membasahi bumi yang perlahan semakin deras.
Gadis itu hanya bisa pasrah,merasa mobil yang ia tunggangi terpental.Dan tangannya tak henti menggenggam sebuah jaket.
Satu tetes Air mata mentetes,bersamaan dengan suara dentuman dan hilang kesadaran.Mobil itu hancur,hujan semakin deras bak Air mata,membuat semua orang terkejut.
Orang berbondong-bondong menghampiri mobil yang sudah tak berbentuk lagi.
"ADA DUA ORANG!!"Teriak salah satu orang.
"PANGGIL AMBULANCE."
Darah segar mengalir bercampur air hujan,bau amis sangat menyengat,diiringi suara petir yang mengglegar.
Sedangkan dibandara~~~
"Aduh pah,lima menit lagi pesawatnya take off."ucap Sandra khawatir.
"Papa jadi khawatir."sahut Andika yang langsung menghubungi putrinya.
Tak lama kemudian pengumuman dibandara jika penerbangan malam ini ditunda karena keadaan cuaca yang ektrim.
"Andy,perasaan gue nggak enak."Bisik Annisa pada Andy.
"Gak apa-apa mungkin Aira sekarang sedang dalam perjalanan menuju bandara."Reda Andy.
__ADS_1
"Kok gue kefikiran sama si Aira ya."batin Wira dan Padil bersamaan.
☆☆☆☆
Sedangkan dilain sisi,Yohan yang masih mengejar waktu,dikarenakan jarak bandara yang sangat jauh.
Pria itu melihat kearah jam tangan,dia menghela nafas dan langsung meminggirkan motor.
"Jam 11"Gumamnya.
"Gue terlambat."
Pria itu menengadahkan wajahnya membiarkan Air mata bercampur dengan tetesan Air hujan.
Jam menunjukkan pukul 23:30 Wib malam,dia merebahkan tubujnya dikasur,saat ini yang dia inginkan adalah memeluk tubuh gadisnya yang sekarang entah jauh dimana.Perasaan gelisah,mata mulai berat.
"Yohan."
Suara lembut yang membuat tubuh pria itu seketika merinding,dia menoleh kebelakang didapati sosok wanita cantik dan juga bersinar.
Gaun putih yang tersingkap karna tiupan angin,wajah putih bersinar,dan tersemai senyuman yang manis.Membuat jantung Yohan berdegup kencang,dia melangkah menuju sang gadis yang berdiri dihadapannya.Mendekati dan langsung memeluk erat tubuh gadis itu.
"Maaf"
Gumaman Yohan,tak sadar cairan bening menetes begitu saja,biarlah dia yang keras sedikit lemah dihdapan gadis itu.
__ADS_1
"Nggak ada yang salah,kita sama-sama salah."Ucap Aira.
Gadis itu perlahan-lahan melepaskan pegangan tangan pria yang masih menundukkan wajah,Pria itu berusaha mengapai tangan Aira dari cahaya itu.
"Aira sayang Yohan."
Teriakan gadis itu perlahan-lahan menghilang terbawa oleh cahaya putih.
Yohan terbangun dengan nafas yang terengah-engah,itu semua hanyalah mimpi belaka.Matanya ia tolehkan kearah jam dingding tepat sekali pukul 24:59 Wib malam.
Dia bangun dan turun untuk mengambil Air minum,entah apa dia ingin sekali menyalakan TV.
"Yohan."panggil Maryana yang berjalan menuju putranya.
Yohan tak merespon tatapannya ia pokuskan menatap TV dan tepat sekali sedang menyiarkan berita
"Berita utama malam ini:Telah terjadi tabrakan tepatnya pukul 11 malam dini hari,Sebuah mobil Sedan yang diketahui akan mengarah badaran Internasional Soekarno Hatta.
Diketahui sang supir menyalahi aturan lampu lalu lintas sehingga Truk dari arah berlawanan yang melaju cepat menabrak mobil tersebut.
Kecelakaan ini memakan banyak kerusakan kendaraan yang berada disekitar,Tak ada korban jiwa hanya saja penumpang dan supir mobil Sedan mengalami kritis."
"Deg"
Entah apa jantung Yohan berdegup sangat kencang.
__ADS_1