
Aira dengan cepat menghilangkan perasaannya,dia tersenyum Devil kala melihat wajah Yohan yang menahan tawa,tiba...
Bughh...
Pukulan keras yang dilayangkan Aira pada perut Yohan,membuat pria itu meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.Sedang Aira hanya terkekeh sambil melipat tangannya di dada dan menatap tajam pria itu.
"Aw,Aira lo itu cewek apa cowok sih?sakit bener pukulannya"Tanya Yohan serak-serak ala orang kesakitan.
"Makanya gak usah bohongin gue!"Kesal Aira menatap tajam pria itu,tak lupa senyum Devil yang mana boleh di tinggalkan.Setelah itu Aira mengambil tas ranselnya di atas meja dan melangkahkan kaki keluar apartemen Yohan.
Belum sempat satu langkah,tangan kekar Yohan lebih cepat dari langkahnya Aira,Yohan menarik tangan Aira hingga membuatnya terjatuh di dada bidang milik Yohan.
"Aaa..."
Terjatuhnya Aira di dada bidang milik Yohan,membuatnya bisa merasakan bau parfum di tubuh Yohan,bahkan tangan Aira bisa merasakan roti sobek milik Yohan.
"Lepasin gue"Lirih Aira.
"Gue tau lo mau merasakan tubuh gue kan?"Ucap Yohan terkekeh,pasalnya tangan Aira tak lepas dari roti sobek miliknya.
__ADS_1
Mendengar perkataan Yohan,Aira mendorong keras tubuh Yohan dan berjalan menjauh dari Yohan,"Dih sok tahu lo!"Ketus Aira.
"Gue mau pulang,anterin!"Pinta Aira,akan tetapi membuang muka dari Yohan.
Yohan berjalan maju menghampiri gadis yang tengah membuang muka,kedua tangannya di masukan disaku celananya ya memang itu kebiasannya,setelah wajahnya dekat dengan wajah Aira,"Gue gak mau!"Datar Yohan gak ada dosa.
Aira memutar bola matanya menatap tajam pria di depannya itu,dia mendengus kesal,untuk apa Yohan membawanya kesini jika tak mau mengantarkan dirinya pulang.Kemudian gadis itu merogok ponsel di tas ranselnya.
Yohan menoleh malas menatap gadis itu,dia menaikkan satu alisnya bingung dengan apa yang dilakukan Aira pada ponselnya.
"Lo lagi apa?"
Kemudian Yohan menarik tangan Aira keluar dari apartemen,"Gue yang anter!"Ucap Yohan.
Ting.
Suara lift yang terbuka.
Aira hanya terpaku dan diam,karena dia merasa sangat aneh dengan Yohan,kadang dia dingin sedingin kutub utara,kadang dia Datar sedatar-daratnya,perkataan yang tajam seperti ujung pisau yang lancip.
__ADS_1
Karena Aira diam saja,Yohan terpaksa menarik tangan Aira agar cepat masuk kedalam lift yang sudah terbuka.
Yohan diam tak bergeming,apalagi Aira yang juga diam tanpa satu kata,dia hanya menatap wajah Yohan intens.Saat bersamaan Yohan pun menatap wajah Aira dan disanalah tatapan mereka bertemu.
"Apa liatin gue mulu?ganteng ya?"Tanya Yohan datar.
"Cih!gak sengaja"Kesal Aira membuang muka.
Ting.
Lift kembali terbuka,mereka berdua keluar dari sana.Mereka berjalan menuju mobil milik Yohan,Yohan masuk kedalam mobil dan langsung menghidupkan mobilnya,dia kembali menoleh keluar jendela dan didapati Aira yang masih berpatung diluar.
Tinnnn....
Suara keras klason yang dibunyikan oleh Yohan,sekejap membuat Aira tersadar dari lamunanya.
"Anjirr *** kucing bau!"Latah Aira refleks.
Yohan terkekeh,sedang Aira menatap kesal Yohan.Dia masuk kedalam mobil bahkan membanting kasar pintu mobil.Sumpah serampah dilontarkan gadis itu meski dalam hati,ingin sekali mencabik-cabik wajah menyebalkan Yohan.
__ADS_1