The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.65


__ADS_3

Yohan yang telah meninggalkan lingkungan rumah Aira,dia pulang membawa kekecewaan yang menyakitkan.


"Ada apa dengan Aira?"Gumam Yohan.


Matahari mulai redup dan tenggelam seperti ditelan bumi,langit yang biru cerah lama lama berubah menjadi warna orange yang indah.


****


Suara hingar bingar terdengar menggema disebuah tempat hiburan malam.Lampu kerlap-kerlip,asap rokok bertebaran dan bau alkohol sangat mendominasi tempat itu.


Yohan bersama kedua temannya menyusuri kerumuman itu,mereka datang hanya sekedar untuk bersenang-senang.


"Ini nih yang paling gue suka dari Club ini."Tukas Padil saat melihat dua orang tengah baku hantam dan tak ada yang melerai.


"Udah biarin aja,gak bakal sampe setahun kita disini."Ucap Andy.


Padil mendengus kesal namun tak urung menurut.Mereka berjalan membuntuti Yohan yang kini tengah menaiki tangga menuju lantai dua.


"Sebenarnya kita cari apaan sih?!Astaga dari tadi mutar muter gak dapet apa yang dicari.Malu gue sama mba baju pink itu,udah lewat eh lewat lagi."Cerocos Andy.


Mendengar ocehan teman-temannya Yohan pun mendengus kesal,dia berhenti dan memutar tubuhnya menatap kedua temannya.


"Busyet"Ucap mereka saling menabrak karena tidak tahu Yohan akan berhenti.


"Kalian duduk disana,pesan makanan minuman sepuasnya.Gue yang bayarin."Ucap Yohan


Tatapan kedua pria itu tertuju yang ditunjuk dagu Yohan tadi.Ternyata sebuah kafe mungil,kondisinya sangat bersih dan terhindar dari hingar bingar yang ada dibawah sana.


"Nah kalau gini kan lo bakal betah disini Dil."Ucap Andy menggosokkan kedua tangannya,Lalu melenggang pergi menuju sofa yang kosong.


Padil hanya mendengus lalu mengikuti Andy dari belakang.

__ADS_1


Selang beberapa menit kemudian Yohan gabung dengan kedua temannya,ia langsung duduk.


"Dari mana Han?"Tanya Andy sambil mengunyah snake makanan.


"Abis cari Jamet"Ucap Yohan.


"Seriusan?"Ucap keduanya berbarengan,dengan mimik wajah melongo.


Pletak...


Jitakan keras dilontarkan pada dahi Andy dan Padil.


"Sakit Anjrr!"Grutu Andy dan Padil,mereka berdua meringis kesakitan sedang Yohan terkekeh kala melihat kedua temannya.


"Lo kira iman gue lemah!Badung-badung gini.gue juga gak lupa sama Sholat Anjirr"Ketus Yohan dengan bangganya.


Hampir Tiga jam mereka bertiga menghabiskan waktu di kafe itu,hingga lupa tuk pulang.


"Lah kenapa?"Tanya balik Padil diangguki Yohan.


"Bisa-bisa gue dikinciin diluar,paginya abis dah gue diomelin ibu negara."Jelas Andy.


Yohan dan Padil terkekeh geli mendengar sahabatnya yang badung takut sama Emak.


"Huh dasar anak mamah"Ejek Padil,lalu dia beranjak dari duduknya.


"Lah lo mau kemana Dil?"Tanya Yohan menatap wajah Padil.


Padil hanya tertawa kuda,"Sama gue juga mau balik."Ucap Padil


"Ngomong aja lo itu sama kaya gue takut Emak!"Cerocoh Andy memonyongkan bibirnya.

__ADS_1


"Hee... takut nanti gak dikasih jatah sama Ibu negara."Ucap Padil.


"Bro kita pergi duluan"Ucap Padil diangguki Andy.


"Hmm..."


Satu demi satu teman-temannya melenggang pergi,begitupula pengunjung kafe yang hampir tidak ada.Dia melangkah menuju kasir membayar semuanya lalu melenggang pergi.


*****


Selang beberapa menit Yohan telah sampai dirumah,ia masuk kedalam dan melihat dua wanita sedang duduk dan menonton TV.


Dia tak perduli dan melanjutkan melangkah menaiki anak tangga,saat dua anak tangga telat dilewati langkahnya teriterupsi oleh teriak seseorang.


"Kamu dari mana?Malam begini baru pulang,Mau kamu itu apa?!"Ucap Maryana.


"Tante kak Yohan baru saja sampai jangan dimarahi kasian."Sahut Meliya.


Pria itu terdiam lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar,lagi-lagi dihentikan oleh Maryana."Yohan mama bicara sama kamu!"Teriak Maryana.


Dia memutar bola matanya menata Maryana,"Apakah itu penting buat mama?Yohan udah gede mah dan mama tanya mau Yohan itu apa,Yohan mau mamah jangan peduli lagi dengan urusan Yohan."Jelas Yohan,die berusaha tak emosi tapi nihil telah tersulut emosi.


Marayana kesal dia berdiri dari duduknya menghampiri Yohan,"Bagus ya,putra mama sekarang berani membentak mamanya sendiri! Ternyata gadis bernama Aira membawa pengaruh negatif pada Kamu Yohan."Bentak Maryana.


Sedang Meliya yang berusaha melerai perdebatan antara anak dan ibu yang bisa dibilang Ronde Sengit.


"Tante,kak Yohan tahan emosi"Lerai Meliya pada Yohan dan Maryana,tapi nihil tak ada yang mengalah.


"Cukup mama!jangan pernah bawa-bawa Aira,dan lagi Aira bukanlah gadis yang mama fikirkan.Dia jauh lebih baik daripada ibu yang melantarkan putranya sendiri"Ucap Yohan.


Maryana yang kalah telak oleh Yohan,dia bungkam seketika dan langsung menjatuhkan tubuhnya pada sofa.

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu,Yohan melenggang pergi mengendarai mobil tanpa makan minum dirumah.Baru saja dia sampai sudah harus pergi lagi.


__ADS_2