
Teng....teng...teng...
Bel berbunyi kembali yang menandakan berakhirnya jam istirahat.semua siswa berhamburan dari kanti dan masuk kedakal kelas.
Kelas X Ips1~~~
Aira dan Annisa yang sudah duduk dibangku mereka,selang beberapa menit masuk pak Egi guru mata pelajaran PKN.
"Aira tadi malam mimpi apa lo?"tanya Annisa cempreng.
"Syttt,jangan keras-keras nyai,lo mau dihukum pak Egi?"ucap Aira pada Annisa.
"AIRA!ANNISA!jangan ganggu yang lainnya.Kalian fikir ini warung kopi!!"ucap pak Egi menengok kearah dua wanita itu.
"Maaf pak!"ucap Annisa.
Pak Egi mengelengkan kepala dan melanjutkan tugasnya mencatat dipapan tulis.
30 menit kemudian,pak Egi yang sudah selesai memberikan tugas kepada semua siswa siswi.
"Kita lanjutkan mencatat!"ucap pak Egi sebari membuka buku.
"Pak gimana sih kan udah bel pulang dari tadi.Tapi kita belum keluar aja."protes Amara.
"Iya pak..!"sahut Annisa.
Pasalnya sudah 5 menit yang lalu bel pulang berbunyi hanya saja pak Egi dengan sengaja belum membubarkan kelas X Ips1,kelas mengajarnya.
"Sabar-sabar,bapak cuman ngetes kamu doang,ternyata jiwa bar-barnya meronta-ronta."lerai pak Egi sedang merapikan buku-buku.
"Assalamualaikum..."ucap pak Egi langsung keluar dari kelas tersebut.
"Waalaikumsalam..."balas semua siswa.
Aira dan Annisa yang sedang membereskan buku-buku mereka dan langsung memasukannya ditas.
****
"Han,lo mau balik nggak?"tanya Andy.
"Duluan aja,gue mau balik kerumah aja."ucap datar Yohan.
__ADS_1
"Yakin?"ucap Padil.
"Hmm"
"Yaudah kalau gitu,dede mau pulang dulu dadah bebe kuy..."ucap Andy yang nggak ada takut-takutnya.
"ANDY"teriak Yohan mendengar perkataan sahabatnya yang menyebalkan.
Pria itu menyenderkan punggunya ditembok sekolah.dan earphone yang melekat ditelingannya.
Mata pria itu tertuju kepada kedua gadis yang keluar dari kelas,dia fikir sekolah sudah sepi.Saat Aira menoleh kearah Yohan.Dengan cepat Yohan mengalihkan pandangannya.
"Aira,itu bukannya kak Yohan?"ucap Annisa mengangkat dagunya.
"Au ah!"
"Lo bilang gitu bat dah,kak Yohan ganteng bat dah.Apalagi sedang memakai earphone ditelingannya."ucap Annisa berbinar-binar.
"Huh,dasar."savege Aira.
Saat keduanya sampai digerbang sekolah,Annisaa langsung pergi menuju asrama sedangkan Aira menunggu taxi atau angkot.
"Aira gue balik dulu yaa,lo nggak apa-apa kan?"ucap Annisa.
"Iya bebe kuy yang pinter,cantik,taj...dan juga jombs."ucap Annisa yang menggantungkan kata ditengahnya.
"Huh"ucap Aira.
Saat gadis itu mengedarkan pandangannya mencari taxi.Tiba-tiba saja BREMM....!suara geberan motor dibelakang tubuh gadis itu.Tentu saja gadis itu kaget bukan main.
"Rambutan makan nangka!Ehh copot."latah Aira refleks.
Pria itu terkekeh mendengar latahan sang gadis,"Mau nebeng nggak?"ucap Yohan yang sama sekali tak membuka helm.
"Hmm"Ucap gadis itu langsung menaiki motor Yohan.Yohan langsung menstater motornya dan membawa lesat motor tersebut bak Devil.
8 menit diperjalanan akhirnya mereka sudah sampai,hanya saja bukan berhenti dirumah Aira melainkan rumah milik Yohan.
"Turun!!"ucap Yohan sambil membuka helmnya.
"Udah nyampe?kok kayanya bukan kerumah gue?...lo mau culik gue yaa?"ucap Aira penuh selidik.
"Pikun!!"ngegas Yohan.
__ADS_1
"Yaelah ini mah rumah lo bukan rumah gue.."ucap Aira sama-sama ngegas.
Kemudian gadis itu turun dari motornya Yohan dan membuka helm,diikuti juga oleh Yohan.Saat sudah sampai didepan pintu rumah milik Yohan.Bi Ami langsung menyambut keduanya.
"Eh,nona Aira juga mampi kesini lagi?"tanya bi Ami lemah lembut.
"Tuh,si kulkas jalan paksa aku bi."ucap Aira mengangkat dagunya.
"..."tak ada responan dari Yohan,dia langsung masuk begitu saja.Tatapannya yang seperti biasa dia lontarkan kepada semua orang,hanya saja Aira tak mengubris malahan dia balik menatap tajam pria itu.
"Ayo nona masuk"ajak Bi Ami.
Aira menganguk saja tanda ia setuju.karna ia memakai pakaian putih abu-abu yang hari esok akan dipakai lagi.
"Bi,nggak ada pakaian buat ganti Aira gitu?"tanya Aira.
"Gak ada,nona."
Tanpa basa-basi Aira menaiki anak tangga,masuk kedalam kamar milik Yohan. dia langsung membuka pintu lemari,dan dicari-cari pakaian yang cocok untuk dirinya.
"Widih baju sikulkas banyak bener!"gumam Aira.
"Nona jangan diacak-acak takutnya tuan muda nggak suka!"ucap bi Ami gemetaran,pasalnya ia takut dipecat oleh Yohan.
Gadis itu tak menggubris omongan wanita tua disampinya yang gemetaran,tatapannya pokus memilih pakaian.Dan akhirnya ia mengambil sweater kebesaran berwarna putih dan sedikit panjang.
"Waw,perfect."
"Nona jangan yang itu,pasalnya tuan muda sangat menyukai pakaian itu."
Lagi-lagi omongan bi Ami tak digubris Aira,ia jemudian langsung mengganti pakaian sekolahnya dengan sweater itu.Bi Ami yang masih gemetaran dan juga sedikit berkeringat.
"Bi tenang aja aku yang akan tanggung jawab."ucap Aira memegang pundak milik Bi Ami.
-------
Yohan yang sedang memainkan ponsel diruang tamu,tiba-tiba saja matanya tertuju kepada wanita yang memakai sweater kesayangannya.Dengan santuynya Aira menuruni anak tangga,tak menghiraukan jika tatapan pembunuh Yohan mengarah padanya.
"Kenapa lo liatin gue mulu?cantik yaa?"ucap Aira.
"Beran--"
"Udah jangan marah-marah mulu,ini maunya gue!dan lo jangan salahkan bi Ami."ucap Aira memotong pembicaraan Yohan.
__ADS_1
Yohan dengan wajah yang kesal,dia beranjak dari kursinya dan berjalan,Saat berjalan dan Aira juga berjalan tak sengaja gadis itu terpeleset,untug saja ada siYohan yang langsung menyanggap tubuh mungil Aira.Dan disitulan tatapan mereka bertemu.