
Kring....kring....
Suara alarm yang tetap setia membangunkan gadis yang masih tidur dikasur dengan pulasnya....Akhirnya gadis itu bangun dengan mata yang pejam,dia langsung pergi kekamar mandi biasa ritual paginya.
Seperti biasa setelah selesai siap-siap gadis itu pergi kesekolah.Dia menyusuri koridor sekolah banyak pasang mata yang menatapnya termasuk para pria yang kagum akan kecantikan Aira,tapi dia sih gak salting ataupun lainnya,malahan tatapannya tajam dan menusuk.
Aira yang langsung bergegas pergi menuju perkumpulan bagi siswa baru,setelah ia baris tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.karena merasa terganggu Aira menoleh kearah yang menepuknya,mata bulatnya terbuka lebar dan tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Annisa!!"ucapnya dengan raut wajah terkejut bukan main.Karna yang Aira ketahui Annisa bersekolah diluar negri.
Annisa Anindia Fadillah adalah teman yang paling setia akan sikap dari Aira,dia terbilang cerewet,cantik dan mengerti akan perasaan teman-temannya.Mereka berdua berteman sejak bangku Tk,SD,Smp dan sampai saat ini.
Kemungkinan sudah terbilang lama mereka jarang bertemu secara langsung,dan berkomunikasi hanya lewat Handphone saja.Gadis itu kemudian memeluk erat tubuh Aira dengan seerat-eratnya.Memang perteman sangat lengket kek permen karet wkk.
"Kok lo--"Ucap Aira kikuk tak percaya.
"Udah nanti gue jelasin!"balas Annisa.
Setelah beberapa menit kemudian kepsek membubarkan semua siswa dilapangan,Aira dan Annisa pergi menuju kelas barunya banyak sekali pasang mata yang menatap mereka berdua kebanyakan tatapan itu dari pria.
"cantik banget itu cewek"
"iya tapi kayanya galak!"
__ADS_1
"asalkan cantik"
Begitulah omongan semua orang sambil menatap wajah kedua gadis itu.Mereka sungguh dibuat terpukau dengan keduannya.
Keduanya menuju kelas mereka,Aira yang duduk masih menjoblo dan Annisa juga murid baru,jadinya keduanya sepakat duduk berdua.Bukan tak ada yang mau duduk dengannya hanya saja Aira menolak dan memilih sendiri.
"Lo tahu gak,gue sekolah disini kenapa?lo pasti kepokan?halah iyakan?"Cerocoh Aira.
"Nggak!"Datar Aira.
"Ih nyebelin!jadi aku tuh sekolah disini itu semua karena bokap lo"Jelas Annisa.
"Terus..."Ucap Aira.
"Waw aku terkejut banget lo!"Ucap Aira berusaha seperti apa yang dikatakan Annisa.
"Ihh mukanya gak gitu juga kali"Ucap Annisa melihat raut wajah Aira yang datar banget.
"Tapi bodo yang penting gue ketemu cogan sekolah"Lanjut Annisa.
"Sana beli detergen,terus diblender sama susu jangan lupa diminum buat bersihin otak lo yang mulai dipenuhi sama cowok!"Cerocos Aira sedikit kesal.
"Nanti aku mati gimana?"Ucap Annisa mengkrucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Dikuburlah!"Datar Aira.
Teng... teng... teng...
Tak lama bel berbunyi,masuk sosok wanita paruh baya dalam kelas X Ips1,wanita itu duduk dengan menghadap semua murid yang duduk rapi dan sejajar.
Annisa dan Aira alim dulu,karena baru awal masuk sekolah jangan bikin keributan dikelas.
"Selamat pagi anak-anak,sebelumnya perkenalkan nama ibu,Dewi Fatimah guru mata pelajaran Matematika sekaligus menjabat sebagai wali kelas X Ips1 ini"Perkenalan wanita itu.
"Pagi bu Dewi"Kompak semua murid dikelas.
"Sebelum kita mulai pelajaran,ibu mau absen satu persatu"
Setelah selesai mengabsen anak didiknya,Dewi langsung membuka materi pertama pelajaran Matematika,lalu mejelaskan sedetail-detailnya pada semua murid,ada yang faham ya faham ada yang gak faham yang bengong aja.
Jam pelajaran Matematika telah berakhir,"Kalian kerjakan halaman 10 dan minggu depan dikerjakan"Ucap bu Dewi beranjak dari kursinya.
"Hadueh!"Keluh kesah Annisa.Pasalnya baru saja ia masuk sudah disuguhi Pr bin riet.
"Giama Ra?"
"Biasa aja!"
__ADS_1
"Amazing kalo gue mah ogah!ngeliatnya aja serem apalagi nanti dikasih tugas bisa-bisa gue dihukum dah,Tapi...tenang kan ada Aira sayang!"balas Annisa.