
"Gue harus cari informasi."gumam Yohan sambil mengacak-ngacak rambutnya,kemudian Yohan berjalan menuju rooftop,untuk menenangkan dirinya.
Kediaman Hans~~~
Aira turun menuruni anak tangga yang masih menggunakan baju tidurnya.Langlahnya tertuju kepada kedua orang tua yang sedang duduk dibangku ruang makan.
Ternyata gadis itu selama satu malam sudah memutuskan dan memilih apa yang akan ia hadapi nantinya.Setelah sampai diruang makan,dia menarik satu kursi yang tepat berhadapan langsung dengan papanya.
"Sayang,kamu sayur ini?."tanya Sandra membuyarkan suasana mencekam ini.
"Terserah mama."singkat Aira.
Tatapan gadis itu tertuju kepada papanya yang masih menggunakan wajah datar tanpa ekpresi,dia memulai perbincangan.
"Aira sudah memutuskan akan menuruti kemauan papa,sekolah diJerman."ucap Aira.
Tentu saja Sandra sangat terkejut mendengar hal itu,apalagi Aira memutuskan mengikuti kemauan papanya.
"Bagus."balas datar Andika.
"Sayang,kamu serius?dengan apa yang kamu putuskan?dan Yakin ini yang terbaik?."tanya Sandra sebari duduk dibangku makannya.
"Aku serius kok,aku memilih penerbangan Jam 11 malam nanti."ucap Aira.
"Serius,gak besok aja?kan kamu belum pamit sama teman-teman kamu?!"ucap Sandra.
"Gak perlu,lebih cepat lebih baik.Dan yaa ini keputusan Aira,mama jangan salahkan papa."ucap Aira seraya beranjak dan pergi meninggalkan ruang makan,tanpa menyentuh dan memakan sedikit pun.
"Baru itu putri papa."
Sandra hanya menghela nafas dan sesekali menoleh kearah suaminya si muka datar.
Setelah sarapan Sandra dan Andika langsung bergegas meninggalkan rumah untuk menuju sekolah putrinya,karna ada yang mengetahui jika keluarga hokay akan pergi menuju SMAN GARDEN X11 banyak sekali wartawan yang memburu poto dan juga berusaha mewawancarai mereka.
Tentu saja Andika paham konsekuensinya,ia sudah siap dengan para bodyguard yang melindungi mereka berdua.
Kepsek yang mengetahui sekolahannya akan didatangi oleh orang paling penting,dia sudah menyiapkan yang terbaik dan meminta semua siswa wajib dikelas tanpa ada keluar karna takut ada keributan.
"Kalian semua dilarang keluar kelas tanpa ada perintah kepsek,Ok."
Begitulah anjuran yang diperintahkan oleh wali kelas kepada semua siswa/i nya.
"Memangnya ada apa pak?"tanya salah satu siswa.
"Ada orang tua murid akan datang kesekolah ini,dan ini sangat langka sekali."balas wali kelas.
"Memangnya siapa?"tanya Amara.
"Orang tua dari Aira."sahut Annisa meleraikan kericuhan didalam kelasnya.
__ADS_1
"Omg,gue kok penasaran yaa.Mau lihat Milyuner dunia."
"Pastinya dikawal bak president tuh."
"Minta poto yuk."
"Syuttt,kalian jangan ribut.Kalian mau sekolah ini kena masalah karna kalian sudah menghina Aira?makanya jangan pernah pandang dari materi."ucap wali kelas,tentu saja kelas yang ricuh melebihi pasar kini sepi melebihi kuburan.
❄❄❄
Selang beberapa menit orang tua Aira mendatangi sekolah itu,tentu saja diikuti beberapa pengawal untuk menghalang wartawan-wartawan itu.
Orang tua Aira menaiki mobil pantastis mahalnya jangan diomongin lagi,Bugatti LVN.
"Wah,itu tuan Andika sudah datang.Ayo buka gerbangnya."ucap kepsek.
Semua pengawal Andika turun dari mobil menghalang semua wartawan agar tidak menghalangi jalan tuan dan nyonyanya.
Karna penasaran salah satu murid mengintip dijendela sekolah,dia dibuat terpukau akan kedatangan orang tua Aira yang sangat elegan dan juga berwibawa.
"Woy!!lihat tuh bokap nyokap Aira udah datang,amazing kerennya mobil itu.Sampe kepsek sendiri yang menyambut mereka."teriak salah satu siswa membuat kelas menjadi ricuh dan mereka semua mengintip dari balik jendela.Tak bagi Annisa yang bisa dibilang bosen.
"Annisa lo nggak mau lihat ortu Aira?"tanya Mira.
"Males lah gue mah udah bosen lihat paman dan tante."balas Annisa tentu saja membuat kelas tambah ricuh.
Mendengar perkataan Annisa semua siswa langsung kembali duduk kebangku masing-masing dengan tenang dan damai.
****
Yohan yang tak masuk kedalam kelas,dia pergi kerooftop.Saat Yohan pergi meninggalkan rooftop.Langkahnya ditengah koridor terhenti ketikan melihat kedua orang tua Aira baru saja keluar dari ruangan kepsek.
"Kenapa?"tanya Yohan bingung.
Saat Yohan hendak menghampiri orang tua Aira,tapi nihil mereka sudah terlanjur pergi meninggalkan sekolah.
Saat sudah pulang sekolah,Yohan diam dan bingung mencari keberadaan Aira,rumah keluarga Hans pun tertutup rapat.
Dari jauh Annisa dan Andy menatap sendu Yohan,"Sorry Han."gumam keduannya.
"Annisa,Aira milih penerbangan nanti jam 11 malam"ucap Wira.
"Serius lo."kaget Annisa dan juga Andy.
"Aira mintanya kaya gitu."ucap Wira.
****
Pukul 10 malam cuaca sangat mendung.
__ADS_1
"Kamu yakin sayang?"tanya Sandra.
"Iya mah,mamah tenang aja."jawab Aira.
"Airaaa iihhh kok cepet banget."teriak Annisa diambang pintu kamar Apartement Aira.
Dia berlari menuju Aira dan langsung menghamburkan pelukan kepada sahabatnya.
"Hikss...gue gak bisa lepas lo."ucap Annisa menangis.
Gadis itu pun ikut menangis,"Jangan bikin gue berat,Nis."
Kemudian mata Aira tertuju kepada pria dibelakang Annisa"Jaga Annisa,Dy."ucap Aira.
Andy mengangguk.
Memang benar mereka berempat sengaja menutup-nutupi kepergian Aira,karna ini perintah dari Aira yang menolak Yohan menemui dirinya.
Disisi lain,Yohan terus menghubungi Aira,dan juga mencari informasi.Dia bahkan lupa makan dan minum.
Dia mencari Annisa,Wira dan kedua sahabatnya.Tapi empat orang berpengaruh itu tidak ada dirumah maupun diasrama.
"ARGHHH."Yohan Frustasi dia menatap langit malam yang makin mendung,dia baru saja dari apartement Wira,tapi nihil orang dicari tidak berada dan juga sulit dihubungi.
"Jangan hukum kayak gini,Aira."gumam Yohan mengacak-ngacak rambutnya.
"Kepala sekolah?!"
Yohan dengan cepat mengendarai laju motornya menuju rumah kepala sekolah.
Sampai dirumah kepala sekolah,Yohan melepas helmnya,dia sangat terkejut melihat Mamanya ada disana sedang berbincang-bincang.
"Permisi,bu."
"Lho Yohan kamu ngapain malam-malam kerumah ibu?"kaget kepala sekolah.
"Bu kasih tahu saya,kenapa waktu tadi pagi orang tua Aira datang kesekolah?"
"...."
"Tolong,Bu kasih tahu saya."ucap Yohan dia merasa yakin jika ada yang tidak beres,tubuhnya meluruh pada lututnya.
"Orang tua Aira kesekolah,karena ingin memindahkan Aira ke Jerman."ucap kepala sekolah.
Maryana hanya menatap sendu,dia merasa bersalah akan tindakkannya.Tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur.
"Deg!"
Tiba-tiba Yohan merasa tubuhnya lemas,jantungnya berdetak sangat kencang.
__ADS_1