
Kedua gadis itu keluar dari rumah sakit tetapi Aira masih saja memasang wajah yang kesal kepada Yohan.
"Woy...!buruan jalannya dari tadi jalan lambat bener kaya princes aja!"teriak Yohan.
"Cih!!"desis Aira.
"Sudah!kalian jangan pada ribut aja!"lerai Andy.
"Ayo Aira,Annisa naik mobil mana mulai gelap!"ujar Andy.
"Makasih atas tawaran anda!tapi sorry gue gak mau naik mobil orang stress!"balas Aira yang dingin.
"Idih mobil gue juga gak mau kali dinaiki cewek galak kaya lo!lagian lo itu bikannya berterima kasih sama gue!"sahut Yohan yang tak kalah ngegas bicaranya.
Annisa dan Andy pusing sambil menggaruk-garuk kan kepala kedua manusia yang gak akur-akur.
"Annisa lo ikut pulang bateng gie gak?kalau gak mau lo bisa pulang sama orang stress tapi gue gak mau!"ujar Aira.
Annisa hanya menurut kata dari sahabatnya itu,"iya aku ikut kamu aja!"balas Annisa.
Sebelum pergi Aira menatap wajah Yohan dengan tatapan yang sadis,setelah itu Aira pergi disusul oleh Annisa yang mengikuti dari belakang.
Diperjalanan pulang Annisa menanyakan sesuatu kepada Aira,"Ra kenapa kamu gak mau ikut sama Kak Yohan?"tanya Annisa.
Mendengar perkataan Annisa barusan Aira hanya mendegus sesaat,"Kenapa?lo gak suka pukang sama gue yaudah lo ikut saja sama si Stress!"bentak Aira.
"Sans...geh Ra gue juga gak mau kali ikut sama orang yang sohib gue benci!"balas Annisa cengengesan meredakan suasana yang canggung.
Yohan yang melihat didepan mobilnya ada Aira dengan sengaja ia membawa laju mobilnya dikubangan Air,CRETTT!!.
Air itu kemudian mengenai pakaian Aira bahkan wajahnya pula ikut tersiram,emosi yang meluap-luap naik keubun-ubun kepala Aira,"Sad!!anjrr...Yohan.....gue bakal bales yang udah lo lakuin sama gue!"teriak Aira sambil melempar batu kearah mobil Yohan.
__ADS_1
"Sabar!sabar Ra...!"ujar Annisa yang meredakan amarah Aira yang tak terbendung.
Sedangkan Yohan yang asik duduk santuy dimobilnya dengan wajah yang gembira melihat Aira marah-marah,bahkan wajahnya yang putih ketika tertawa akan memerah.
"Han gila ya lo!apa yang barusan lo lakuain kejam banger Han!"ujar Andy.
"Hhh....yang penting gue seneng liat Aira marah-marah!"balas Yohan cengengasan.
Andy yang melihat kelakuan Yohan diluar batas,ia hanya bisa menggeleng-geleng kan kepala saja,"Han pasti lo ada motif di balik ini semua?gue tahu lo suka kan sama Aira?tapi jangan gini juga caranya!keterlaluan tahu"ujar Andy.
"Whatt!gue suka sama Aira ya kali!cewek galak kaya Aira gak pantes buat gue nanti bisa-bisa gue mati muda aja!"ujar Yohan yang menyangkal.
"So!kalau bukan lo suka sama Aira kenapa lo mau bantuin Aira dan lagi lo sampai tinggalin urusan yang sangat penting itu?ayolah gue udah kenal lo dari kecil Han!"ujar Andy panjang kali lebar kaya Matematika aja😅.
"Ooh"balas Yohan supel singkat.kan sad fell.
Mendengar Yohan yang menjawab dengan singkat membuat Andy kesel,"Gue bicara panjang lebar lo jawab cuma 'Oh'kan menyebalkan"
"Sad!!yohan itu gak ada otk!menyebalkan sekali"ujar Aira yang dibuat ancur moodnya.
"Kak Yohan itu cerdas kok!buktinya dia juara 1 umum nasional maupun internasinal,kok kamu bilang gak ada otk kan gak logika!"balas Annisa yang kurang mengerti maksud dari perkataan Aira.
Karena kesal Aira menjitak pelan jidat Annisa,TAKKK!!.
Sontak Annisa langsung menjerit kesakitan,"Aw...sakit Anjrr!"teriak Annisa sambil mengusap-usap kejidatnya.
Ketika kedua gadis itu sedang berbincang-bincang dipinggir jalan tak lama kemudian ada mobil merah tua yang berhenti disamping kedua gadis itu.
"Ra mobil siapa itu?bagus banget"tanya Annisa.
"Mana ku tahu tanya saja sama kamu!"balas Aira yang tak peduli.
__ADS_1
Kemudian orang didalam mobil menurunkan kaca kursi setir,"Hai...kok kalian keluyuran malam-malam begini?"ujar pria itu.
"Kamu!kamu...kan pria yang dirumah sakit itu!"ujar Aira yang malu-malu.ya iyalah secara cowok itu ganteng kaya pangeran.
"Kalian butuh tumpangan?"
Tawaran pria itu disambut baik oleh Aira secara tampangnya aja ganteng mana ada cewek nolak,"Oh iya kebetulan sekali!"jawab Aira.
"Tapi--"ujar Annisa.
"Udah kamu jangan nolak lumayan kita bisa ngirit duit!lagian pria ini tampangnya baik kok,kalau dia ada niatan jahat tinggal basmi aja!"bisik Aira yang memotong pembicaraan Annisa.
Kemudian Annisa tidak bisa menolak keingin Aira dengan wajah yang waspada Annisa selalu mengawasi gerak-gerik pria itu.
Didalam perjalanan pria itu berbicara banyak kepada Aira tapi yang selalu menjawab Annisa.
"Oh ya nama kamu siapa?"tanya pria itu tertuju pada Aira.
"Gue Annisa dan dia Ayu!"sahut Annisa yang jutek.
"Kamu sekolah dimana?"
Lagi-lagi Annisa yang menjawab,"Kepo sekali anda,oh ya sebentar lagi kami sampai,tolong hentikan mobilmu didepan sana!"balas Annisa jutek.
"Wanita ini menyebalkan sekali!"batin pria itu kesal.
Setelah sampai pria itu menghentikan laju mobilnya sesuai yang diberitahukan Annisa,"Oh kalian sekolah disini!tapi gerbangnya masih dideoan kenapa berhentinya disini?"tanya pria itu.
"Kepo amat sih!udah jangan banyak bcot!!"ujar Annisa yang langsung turun kemudian disusul Aira.
Kemudian kedua gadis pergi begitu saja tanpa berterima kasih.
__ADS_1