The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.94


__ADS_3

yohan :" Aira maafin aku ya,udah bikin kamu menderita,tapi aku sebenarnya sayangnya sama kamu😘😔"


Yohan : "Aira.


p


p


Aira lo gak marah kan?Aira?"


Sayank..


Kamu gak sakit kan?😣😟."


Aira yang melihat chat dari Yohan,dia hanya yimak bae.


"Whatt!!Yohan chat gue,gak salah ni!!"ujar Aira yang beribu-ribu kaget.


Beberapa menit kemudian ponselnya berdering kembali sepertinya ada chat yang sampai.seperti biasanya Aira hanya yimak bae.


Yohan: "Aira kamu kok gak bales sih,aku tau aku gak pantes dimaafkan tapi pliss maafin aku😔😟😣."


Aira :"Ooh👌😴."


Balas Aira singkat yang langsung melempar ponsel jauh dari jangkauannya,sebenarnya Aira juga merasa bersalah balas chat yang singkat tapi gimana lagi dia juga udah cape.

__ADS_1


"Sad!!lo Yohan kalo lo ada disini aja gue basmi lo pake wipol kaya basmi kuman"ujar Aira yang kesal melempar-lempar bantal.


***


Disisi lain Yohan yang diacuhkan Aira bahkan balas chat aja singkat buat Yohan makin greget sama Aira.


"Aira...Aira gue makin cinta deh sama lo,apalagi kalo lo cemburu...beh bikin jantung gue deg-deg ser-ser an gity"Ujar Yohan yang mulai halu sambil terkekeh.


Tokk!!tokk!tokk!!


suara ketukan dibalik pintu kamar Yang menghentikan tawa Yohan.


"Siapa?"teriak Yohan.


"Meliya kak!"balas Meliya dibalik pintu kamar Yohan.


"Yaudah deh,padahal aku datang mau bilang kalo bi Ami dirumah sakit!!"ujar Meliya.


Yohan yang mendengar perkataan Meliya barusan langsung bangkit dari kasurnya dan membuka kan pintu kamar.


"Dimana bi Ami,jawab gak lo!awas aja kalo bi Ami kenapa-napa lo bisa mati!!"tanya Yohan bernada menekan.


"Huh!!kalo udah denger tentang Aira sama bi Ami aja,kaya orang stress!!"batin Meliya yang menatap wajah Yohan.


Meliya yang gak jawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya membuatnya Yohan kesal langsung pergi dari kamar.

__ADS_1


"Mah"


"Mah....mama...mah"teriak Yohan yang memanggil Maryana kaya anak kecil.


Maryana langsung menemui Yohan yang dari tadi memanggil nya terus-menerus,"Ada apa Yohan?"tanya Maryana.


"Udah gak usah basa-basi lagi,Yohan tanya diamana bi Ami?"tanya Yohan yang sangat khawatir.


Gimana lagi Yohan udah ngangep bi Ami bukan sekedar pelayan asuh tetapi melainkan seperti Ibunya sendiri.jadi kalo denger sesuatu tentang pelayan asuhnya,Yohan langsung marah besar.


"Yohan!bi Ami ada dikamarnya!!"balas Maryana.


Yohan langsung lari menuju kamar bi Ami berada,akhirnya sampai juga walupun rumah yohan sangat luas tapi dirumahnya terdapat beberapa lift hanya khusus untuk bi Ami.


"Bi..bi.."teriak Yohan sampai ngos-ngosan didepan pintu kamar bi Ami.


"Ya..ampun tuan muda,anda repot-repot datang kekamar bibi!ada yang bisa dibantu tuan muda"ujar bi Ami yang tiduran tetapi melihat Yohan datang ia langsung hendak bangun tapi dihadang Yohan.


"Bi jangan bangun,tiduran saja!Yohan seneng liat bi Ami yang sudah kembali"ujar Yohan yang menggengam tangan bi Ami.


"Bi Yohan mau tanya kenapa bibi bisaa sakit!dan lagi kenapa bibi pulkam gak bilang-bilang Yohan.karna selama ini bibi selalu bicara"tanya Yohan yang bertubi-tubi.


"Eh..Anu..tuan muda,bibi sakit kar---"balas bi Ami yang dipotong oleh Maryana


yang tiba-tiba datang membuat bi Ami sangat terkejut.

__ADS_1


"Yohan bi Ami lagi sakit kamu jangan banyak tanya!"sahut Maryana.


Yohan hanya mendengus sesaat mendengar ucapan Maryana.


__ADS_2