
Maryana yang masih tertunduk,dia mengusap kasar wajahnya dan kemudian bangkit dari duduknya.
"Meliya tante lelah,kamu istirahat saja."Ucap Maryana yang lalu melenggang pergi meninggalkan Meliya.
"Baru saja gue sampai keindonesia udah menyaksikan perang dunia ketiga antara anak dan ibu,kalau gue jadi produser udah gue jadiin Film layar lebar berjudul 'Pertarungan sengit antara Emak dan anak'"Ucap Meliya dia pun ikut kembali kedalam kamar.
Didalam Kamar Maryana terdiam diri,dia berdiri dibalkon kamarnya dan kemudian menatap layar ponselnya.
Sepertinya wanita paruh baya itu tengah menelpon seseorang yang tak kunjung dijawab,dia terlihat sangat frustasi menghadapi putranya yang makin hari semakin berani membentaknya.
"Gara-gara gadis itu,putraku sendiri berani membentak mamanya sendiri,sialan!"Grutu Maryana.
Sepenuhnya dia akan tetap menyalahkan gadis itu,mau sebaik apapun Aira.Maryana akan tetap geram dan membencinya.
___________ ___________
Sedang disebrang sana terlihat gadis yang sedang duduk di depan teras rumahnya,sambil menikmati secangkir teh hangat.Dia hanya melihat lalu lalang kendaraan yang melintas,bahkan saat melihat orang pacaran melintas ingin sekali gadis itu menimpuk pake sendalnya.
Tak lama kemudian datang mobil putih sport berhenti ditepi jalan rumahnya.Orang didalam mobil langsung keluar menghampiri gadis yang sedang duduk.
Tentu saja mata Aira tertuju pada pria itu,dia sedikit malu tapi bagimana lagi orang itu datang tanpa mengabarinya.
__ADS_1
"Harby?"Ucap Aira.
Pria itu ikut duduk didepan teras rumah Aira,gadis itu tak mempersilahkan Harby masuk kedalam rumah,karena Aira tinggal sorang diri.Tapi tenang saja mata-mata Andika selalu siap siaga mengawasi gerak gerik Nona mudanya.
"Gue gak bisa nyuruh lo masuk kedalam rumah,lo tau kan?"Ucap Aira.
Harby paham maksud dari perkataan Aira barusan,jadinya dia mengangguk setuju.
"Lo pasti ingin tahu kan?gue tahu alamat lo dari mana?"Ucap Harby.
Aira hanya nyengir kuda dan mengangguk,mendengar omongan Harby yang tidak mungkin Aira tolak.
"Hee... iya"
"Jadi gue tahu dari Mira,gebetannya Mira sahabat gue."Ucap Harby.
Jika Harby benar-benar normal,dia pastinya melihat Aira sangatlah Sexi.Bagaimana tidak Kaos putih lengan pendek dan Rok sepaha,uuh bikin ngiler wkk...
Sedang dari kejauhan ada sosok pria yang memperhatikan Aira dan Harby yang tertawa lepas dengan emosi yang meluap-luap,entah apa yang membuat Aira tertawa begitu lepas,karena Harby selalu melontarkan lelucon lucunya pada Aira walau kadang-kadang Garing.
"By,udah malam nih,kamu buruan pulang gih.Ntar pak RT datangin kita lagi,1×24 Jam tamu wajib lapor Hee..."Lelucon Aira terdengar garing.
__ADS_1
Terlalu asik mengobrol dengan gadis itu,membuat Harby lupa waktu.Dia menoleh pada Jam yang melingkar ditangannya,"Yaudah gue balik dulu,besok mau gue jemput gak?"Tanya Harby yang barusan satu langkah melenggang dari Aira.
"Gimana besok aja"Ucap Aira.
Harby masuk kedalam mobil,tak lupa sebelum pergi dia melambaikan tangan dan membunyikan klakson.
Aira pun membalas lambaian tangan Harby,yang lalu masuk kedalam rumah.
_______ ________
Wanita paruh baya yang masih pusing memikirkan masalah tadi,dia hanya memijit pelipisnya.
Meliya yang masuk kedalam kamar Maryana tak lupa mengetuk pintu kamar,hanya saja Maryana hanya diam.
Gadis itu meletakkan secangkir teh hangat dinakas,dia duduk dipinggir kasur lalu memijat pundak Maryana"Tante jangan marah-marah mulu,kasihan kak Yohan.Dia malah merasa ibunya tak peduli pada dirinya"Ucap Meliya.
Mendengar perkataan gadis disampinya,Maryana mendongak lalu menggengam kedua tangan gadis itu"Tante gak salah pilih kamu untuk Yohan,kamu lebih pengertian terhadap tante."Ucap Maryana.
"Bisa aja tante"Ucap Meliya malu-malu kucing.
Dibalik baiknya Meliya pada Maryana tersimpan keinginan yang harus ia capai,walau apapun taruhannya.Ternyata gadis ini bermuka dua dan sangat licik cocok karakter dari sosok Maryana.
__ADS_1