The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.109.


__ADS_3

Ya...ya...mau semua orang bilang apa tentang Gadis ini,it's oke dia nggak peduli,prinsif selalu ditegakkan dalam hidupnya.Anggap saja semua orang bilang masuk telinga kanan keluar telinga kiri daripada mendengarkan omongan orang nggak ada manfaatnya.


Tidak seperti teman ternyata Sahabat lebih peduli yang dirasakan Sahabatnya saat susah,seperti yang dialami oleh Annisa yang sangat geram melihat kelakuan Meliya yang setiap harinya berbuat semena-mena terhadap Aira,tatapan yang tajam diberikan Annisa kepada Meliya.Tapi tidak bagi Gadis itu yang tenang-tenang saja,terlihat dari cara ia memandang dan berjalannya.


Kedua gadis itu berjalan menuju tempat duduknya,kemudian meletakkan tas mereka masing-masing dimeja.


Ya...Meliya sangat kesal pastinya karena dia bicara mau selebar apapun tak akan didengarkan Aira.Emosi yang membara terlihat di wajah Gadis yang masih berdiri disana,seketika wajah yang tadinya marah langsung menampakkan senyuman aneh.


"Aira tunggu saja,gue punya kejutan bagus bue lo"batin Meliya.


Disisi lain gadis yang duduk disamping Aira,masih memendam amarah.Rasanya ingin sekali menjambak rambut dan juga mencabik-cabik wajah yang paling wanita itu sombongkan.


"Kesel banget gue lihat wajah Si Meliya,pingin aja gue nampol wajahnya biar kapokk.Lagian sih Ra,kenapa gitu lo nggak mau bales?lo itu wanita terbuat dari apa sih?kayanya nggak mempan gitu mau di cemooh juga."tanya Annisa yang masih terlihat kesal.


Gadis itu hanya menoleh sambil menepuk pelan pundak sahabatnya Annisa,PUKK...

__ADS_1


"Kok lo nanya sih?kan semua orang tahu kalau manusia itu terbuat dari tanah pastinya gue juga kan?udah jangan difikirin omongan Si Meliya gue aja santuy"


"Terserah lo aja,intinya gue paling sebel sama Si Meliya."balas Annisa memanyunkan bibir.


Sedikit mendengus sambil menoleh kembali kearah Annisa,"Udah ya Nis,jangan difikirin omongan orang.Mau dia hina,mau dia cemooh gue.Bagi gue kehidupan gue itu dunia gue! biarkan orang lain menganggap gue sebagai sampah!cukup tau aja udah cukup bagi gue,berarti dia peduli bagi gue."balas Aira.


***


Pada saat jam istirahat,semua siswa pergi menuju kantin sekolah tidak bagi Amara yang mulai mencari perhatian dari guru BK tak lain adalah Wira,sedari tadi Amara sudah sibuk membenarkan makeup dikamar mandi.


Teman-temannya menganggukkan kepala mendengar perkataan dari incesnya, Amara.


"Udah mantul cantikknya inces Amara nggak ada duanya,disekolah ini hanya inceslah yang paling oke"sahut Mimin.


"Hh...muka kaya balongan aja dibilang cantik,cantik aja kaya gini apalagi jeleknya"sahut Angga yang datang tiba-tiba kekamar mandi,iya Angga adalah wakil osis yang paling pro disekolah hanya saja sikapnya dingin sekali bicara kaya gunung berapi meletus.

__ADS_1


"Omg hello,inces di bilang mukanya kaya balong,hello te dello lo aja sirik sama gue,secarakan lo itu pernah ditolak sama gue"balas Amara nyinyir.


"Dih emang dulu gue buta tapi sekarang gue udah oprasi jadi bisa bedain cewek normal sama nggak normal..."ujar Angga langsung pergi dari sana.


"Dasar pria idiot,masa inces dibilang nggak normal,tapi bener juga kata si Angga"sahut Mimin teman Amara yang paling telmi.


Mendengar anggotanya mengejek dirinya,Amara tak segan-segan memukul dengan kipas yang selalu ia bawa kemana pun,PUKK!!.


"Sakit inces,maaf deh Mimin ngaku salah"ujar Mimin meringis kesakitan.


"Gitu dong!!,yaudah inces nggak mau marah-marah nanti makeup inces ancur lagi...Oke girl kita cari my honey sweety Wira"ujar Amara manja-manja giman gitu.


"Sebelum pergi yel-yel jangan lupa girls"


"Maju...Maju...jangan ada yang rempong,hayu...meluncurrr....girs..."

__ADS_1


Begitulah yel-yel para bigos sebelum pergi, sambil menggerakan tangan keatas kebawah.Mereka bertiga langsung meninggalkan kamar mandi demi mencari sang idola paling lope-lope gitu.


__ADS_2