
Gadis itu menghampiri Aira yang tengah duduk dan tak menggubris kehadirannya,Meliya menampilkan senyuman Smirknya,"Oh jadi ini yang namanya Aira"Ucap Meliya,"Hmm... cantik juga"Ujar Meliya terdengar mengejek.
Amara dan teman-temannya pun ikut menampilkan senyuman smirknya dengan tatapan yang mengejek.
"Woy ada apaan nih!"Teriak seseorang dari belakang,"Pagi-pagi udah bikin rusuh kelas aja!"Kesalnya.
Aira yang tadi tertunduk,kemudian mendongak menatap orang itu,"Annisa"Satu kata itu yang keluar dari mulutnya.
Meliya dan yang lainnya pun ikut menengok menatap tajam Annisa,sepertinya mereka tak menyukai perkataan Annisa barusan.
Amara mendengus,"Jangan ikut campur!ini gak ada urusannya sama lo!"Ketus Amara menujuk wajah Annisa.
Menyunggingkan senyuman Devil,ya itu yang saat ini terukir di wajah Annisa menggambarkan betapa tidak sukanya Annisa,"Apa lo bilang bukan urusan gue?!"Ucap Annisa,"Dia sahabat gue!jadi urusan dia urusan gue juga!Camkan!"Tegas Annisa.
"Dan untuk lo!jangan pernah usik kehidupan orang,It's ok!lo suka sama Yohan!tapi ingat jangan pernah sakiti sahabat gue!!"Tegas Annisa sambil menujuk wajah Meliya.
Sedari pagi kepala Aira sudah pusing dan hari ini harus mendengar ocehan mereka,sepertinya kepala Aira hampir meledak.Dia yang bungkam akhirnya buka mulut,"Udah Nis,biarin mereka mau bilang apa tentang gue"Ucap Aira.
Mata Annisa seketika melotot tak percaya dengan apa yang barusan Aira sampaikan,"Why?!"Ucap Annisa,dia benar-benar bertanya-tanya.
__ADS_1
"Huh dasar cewek sok lugu,nyatanya hatinya Bangs*t!!"Hardik Amara,memandang rendah Aira,"Memang Bangs*t itu cocok punya muka dua!!"
Moodnya telah hancur oleh mereka semua,Aira beranjak dari duduknya menggebrakkan meja kasar,"Mau lo itu apa anj*ng!!"Kesal Aira,"Gue diem lo usil gue gak diem lo tetap usil!!Gue gak mau main kasar sama lo semua!!"Tegas Aira dengan menarik kasar kerah baju Amara.
Amara ketakutan sampai menelan salivanya,semua orang yang berada di kelas tercengang melihat sifat buas Aira yang terpendam.
"Kenapa!lo takut sama gue!!segitu doang nyali lo!gak sesuai sama nacotan lo!!"Bentak Aira semakin erat mencengram kerah baju Amara.
Annisa yang melihat sifat buas Aira,segera mungkin meleraikan ketegangan saat ini,"Ra,udah Ra"Lerai Annisa,"Gue gak mau lo masuk Bk"
Aira yang tadinya menatap tajam Amara,kemudian perlahan cengkraman di kerah baju Amara dihentikan,"Gue bilang jangan sampai gue main kasar!"Ucap Aira sambil merapihkan kerah baju Amara.
Amara menggidik ketakutan,sampai meremas rok sekolahnya.Mungkin bisa dikatakan Amara hampir pingsan,untung saja para antek-anteknya menahan tubuh Amara.Setelah itu ia berlari menuju kamar mandi dengan mata yang hampir menangis.
Saat ini Amara tengah berlari menuju kamar mandi.Di tengah perjalanan ia tak sadar jika menabrak seseorang hingga terjatuh.
"Aww"Ringis Amara,karena bahunya terasa sakit.
"Eh lo gak apa-apa?"Tanya orang yang ditabrak Amara.
__ADS_1
Amara menatap orang itu tajam,kemudian melanjutkan berlari dengan mengeluarkan Air mata.Sedang Fadil yang ditabrak pun hanya mengernyitkan dahi kebingungan.
"Masa iya dia yang nabrak kok malahan nangis,bukannya gue yang nangis"Ucap Fadil,"Eh gue kan cowok cool masa iya cengeng!"Lanjut Fadil,kemudian melanjutkan langkahnya yang telah terpotong.
__________ __________
"Oh ternyata sifat buas lo terbongkar juga!"Cetus Meliya dengan tangan yang dilipat di dada.
Aira terkekeh mendengar perkataan gadis di depannya,kemudian ia memajukan kepalanya menatap tajam gadis itu hingga membuat Meliya merinding,"Kenapa!lo takut sama gue?!Hah!"Ucap Aira.
"Eh busyet si Aira buas banget kalau lagi marah"
"Nyeremin anjirr!"
"Gila,keren banget"
Ya itulah lontaran semua murid yang berada dikelas.Mereka jelas-jelas kaget melihat Aira yang begitu kasar.
"Si-Siapa yang takut sama lo!"Sangkal Meliya,"Udah capek gue ngomong sama orang gak guna!"Ucap Meliya terdengar meremehkan Aira.
__ADS_1
"Apa lo bilang gak guna!"Kesal Aira.
Hanya mendengar tekanan Aira,Meliya langsung kembali menuju tempat duduknya dengan wajah yang terlihat pucat.