The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.62


__ADS_3

Sedang dari kejauhan seseorang memperhatikan Aira yang tertawa lepas bersama pria lain,entah apa yang membuat Aira tertawa.


Emosi yang membara,kepalan tangan yang sudah siap menghajar.


"Lagi ngapain Han?"Tanya Andy,karena sedari tadi Yohan hanya berdiri di depan pintu tanpa berkumpul dengan teman-temannya.


"Gak,lagi lihat langit yang mendung"Datar Yohan.


"Iya betul kayanya akan hujan nih."Ucap Andy karna ia melihat langit yang mulai gelap.


Yohan kembali masuk kedalam kelas,dia agak kesal melihat Aira berduan dengan Harby.Dia duduk langsung menyembunyikan wajahnya.


Andy dan Padil hanya mengeleng,sudah tak aneh lagi jika Yohan banyak Fikiran pastinya melakukan itu.Dan lagi mereka berdua tak mau mengganggu beruang sedang hibernasi.


*****


Setelah sampai di dalam kelas,Aira langsung duduk di bangkunya,dan langsung meletakkan Novel di mejanya.


Saat hendak membuka lembaran pertama,tangannya langsung di tahan oleh Annisa yang langsung bertanya padanya.


"Aira,gue mau nanya?"Ucap Annisa.


Gadis itu mendongak dan sedikit mencondongkan kepalanya menatap wajah sahabatnya itu.


"Barusan saja lo nanya."Ucap Aira sambil terkekeh.


"Bukan itu ogeb!"Kesal Annisa kala mendengar celotehan sahabatnya itu.


"Iya gue canda weh jangan ambekan mulu."Ucap Aira yang masih terkekeh.


"Sebenarnya lo itu kenal sama wakil ketua basket itu udah lama apa belum?"Tanya Annisa serius.


"Memangnya mau apa!"Ketus Aira.


"Dih nyai bikin gue kesel aja."Cemberut Annisa mengkrucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Gue kenal sama Harby gak kenal banget sih,dan lumayan sih."Balas Aira.


"Maksud gue lo itu suka gak sama Harby!lama-lama tulen banget sih."Ketus Annisa,dia benar-benar gregat sama Aira.


Pletakk...


Jitakan keras mendarat di dahi milik Annisa.


"Sakit Anjirr."Teriak Annisa meringis kesakitan dan mengusap-usap dahinya.


"Ya lo lama-lama kelamaan gak nyambung banget,yang ditanya apa yang dijawab apa!"Cetus Aira menatap sinis wajah Annisa.


"Hee... maaf atuh nyai ronggeng yang cuantiknya kaya bebek jalan."Ucap Annisa nyengir gak ada takut-takutnya.


"Apa lo bilang gue kaya bebek jalan,mau gue jitak lagi!"Dingin Aira mulai darah tinggi oleh Annisa.


"Hee... canda weh jangan galak-galak ntar mahkota nyai ronggeng runtuh."Ucap Annisa terkekeh geli.


Dia sangat menyukai sifat Aira yang gampang marah dan kesal.Jadinya dia berusaha agar Aira marah walau kadang dia juga kena batunya.


Saat hendak menjitak kembali Annisa,tiba-tiba bel masuk menginterupsi tindakannya.


****


Di lain tempat,mamahnya Yohan selalu mengawasi gerak gerik putranya yang selalu bersama dengan Aira.


"Siapa gadis yang selalu bersama Yohan?gak bisa dibiarkan!"Gumam Maryana kesal.


"Kalian terus awasi Tuan muda dan juga gadis bernama Aira Putri."Perintah Maryana.


Para pengawalnya mengangguk dan kemudian langsung pergi meninggalkan majikannya itu.


Tak butuh waktu lama,para pengawal Maryana langsung kembali dengan membawa Informasi mengenai gadis yang bernama Aira Putri.


"Kami sudah mendapatkan Informasi yang Nyonya cari"Ucap salah satu pengawal yang menyodorkan Dokumen itu.

__ADS_1


Maryana menerima Dokumen yang di bawa oleh para pengawalnya,sedang para pengawal langsung keluar dengan menunduk.


Dia membawa Dokumen itu keruang pribadi miliknya,lembaran pertama ia buka.


Pasang matanya menyorotkan kekesalan pada gadis yang bernama Aira itu,karna dia fikir Aira berasal dari keluarga dengan status yang melambung tinggi,tapi tak sesuai dengan apa yang ia fikirkan.


NAMA : AIRA PUTRI


USIA : 17 TAHUN


TANGGAL LAHIR : 20 OKTOBER 2002


ASAL SEKOLAH: SMAN GARDEN X11


JALUR PRESTASI : JUARA UMUM MATEMATIKA,JUARA 1 TINGKAT NASIONAL BAHASA INGGRIS,JUARA 1 TINGKAT INTERNASIONAL MATEMATIKA,dan lain sebagainya.


CATATAN : MENDAPAT BEASISWA KESEKOLAH GO INTERNASIONAL (SMAN GARDEN X11)


NAMA ORANG TUA :


AYAH : YANDY


IBU : DIANA


PEKERJAAN ORANG TUA :


AYAH : TANI


IBU :IBU RUMAH TANGGA.


.......


"Zaman sekarang punya ilmu tak punya harta untuk apa!!"Gumam Maryana tersenyum penuh misteri.


Tak ada rasa bangga dari raut wajah Maryana,dia malah memandang hina gadis itu,meremas Dokumen tersebut yang kemudian dilemparkan kedalam tong sampah.

__ADS_1


__ADS_2