
Tak terasa sudah 2 bulan Aira meninjakkan kaki di sekolah itu.
Setelah pulang sekolah,kedua gadis itu terus berjalan menuju asrama mereka,Aira yang pokus menatap kedepan sedangkan Annisa mengikutinya.
"Nis Nis,Annisa!"Teriak Aira kesal karena Annisa tak menjawab,memang benar tatapan Aira lurus kedepan tanpa menoleh kebelakang dan kesamping.
Kemudian gadis itu menghentikan langkah kakinya,memutarkan tubuh menoleh kebelakang untuk memarahi Annisa,tapi orang yang hendak dimarahi tak ada batang hidungnya,dia menhela nafas dan menghentak kaki ketanah beberapa kali seperti anak kecil.
"Awas lo,Annisa!!"Teriak Aira greget,setelah itu ia pergi untuk mencari kemana perginya jin iprit.
Beberapa menit mencari tuh anak,ia tak menemukan batang hidungnya,karena lelah ia menghentikan langkahnya dan duduk dikursi panjang bawah pohon rindang.
"Kemana perginya lagi!"Grutu Aira sambil menyeka keringat.
Kurang lebih tiga meter berdiri gadis melihat punggung gadis yang sedang duduk dibangku bawah pohon rindang,dia melangkah maju tanpa mengluarkan suara,niatannya untuk mengagetkan sigadis itu tapi...
"Satu,dua,ti--"
"Gue nggak kaget!"ucap Aira memotong pembicaraan Annisa.
Annisa malu sendiri dia mau mengejutkan malahan dia yang dikejutkan,apalagi Aira mengetahui leluconnya.
"Ahh...nggak seru lah,kamu kenapa bisa tahu sih?nggak lucu bercanda sama Aira mah.Ehh...Aira gue ada informasi bagus...mau tau nggak?"ucap Annisa.
"Nggak"
"Tapi aku mau cerita aja,jadi tadi itu aku bertemu pria Handsome bat dah,kalau kamu tahu pastinya kamu klepek-klepek!"
"Gak penting!"
"Huh dasar!"
"Udah lo jangan ngomongin cowok mulu,ayok balik!"Ucap Aira,lalu beranjak dari kursi dan melangkahkan kaki melenggang pergi meninggalkan gadis yang masih mendumel itu.
Kedua gadis itu berjalan pulang menuju asrama mereka,tanpa ada suara yang keluar dari mulut Annisa apalagi dari mulut Aira.
__ADS_1
Annisa akhirnya mengeluarkan unek-enek nya yang menggagu fikirannya,"Aira,menurut kamu kalau kamu ditakdirkan berjodoh dengan pria yang kamu benci bagaimana?"entah apa yang membuat Annisa ingin sekali menanyakan hal tersebut.
"Entah!"Singkat Aira.
Annisa hanya greget mendengar perkataan Aira yang dibilang sudah biasa gak ada manis-manisnya.
Ditengah perjalanan Aira menghentikan langkahnya secara tiba-tiba membuat Annisa menabrak tubuhnya.
"Aww,kalau berhenti bilang-bilang ogeb!"Kesal Annisa dengan menepuk pundak Aira.
Aira tak bergeming dia hanya mencoba mengingat apa yang telah ia lupakan.
"Ada apa sih?"
"Oh gue baru inget kalau--"Ucap Aira subringah dengan menggantung kata terakhirnya.
"Apa,apa??"Tanya Aira begitu penasaran dan menujukkan wajah lucu.
"Aaa gue mau keperpustakaan!"Sahut Aira.
"Lo mau ikut gak?"Ajak Aira.
"Males!Mending gue rebahan"Ketus Annisa.
"Oh"
Setelah itu Aira memutar balik jalan menju kembali kedalam lingkungan dan Annisa pula melenggang pergi menuju asrama.Aira menuju perpustakaan karena jam segini bu Yani belum pulang.
Saat sampai diperpustakaan gadis itu masuk,suasana disana sangat tenang,yaa...tentu namanya juga perpustaaan,Aira mengedarkan matanya untuk mencari buku yang ia cari.
Aira akhirnya bisa melihat buku yang ia cari.Tetapi,nihil tubuh mungilnya tidak bisa menggapai buku yang diletakkan lebih tinggi darinya.Apa yang harus dia lakukan?
Saat Yohan keliling mencari buku di barisan yang sama dengan Aira,ia melihat gadis galak.Kelihatannya gadis itu kesusahan,Bahkan Aira sampai loncat-loncat.Yohan melihat gadis itu yang terkesan menggemaskan.
Aira tak sadar ada yang memperhatikannya,Mata besar itu menyorot sebal.Sambil berkacak pinggang menatap sebal buku yang menjadi sasarannya.
__ADS_1
"Heh,coba saja gue tinggi pastinya gue bakal ambil buku itu,yaa...Allah kenapa aku pendek?eh..bukan pendek hanya saja aku itu mungil.Awas lo buku kalau gue tinggi gue nggak bakalan loncat-loncat segala!"dumel Aira.
Yohan ingin rasanya tertawa besar mendengar dumelan cewek itu,ingin rasanya ia mengejek...
Aira berusaha mengambil buku yang ia cari.Alangkah terkejutnya tangan panjang nan kekar menggapai buku yang Aira inginkan.Dapat dia rasakan bau parfum yang sangat menyengat dari belakang tubuhnya.Siapa yaa...pria dibelakangnya?
Yohan mengambil buku yang Aira inginkan,dia tak membutuhkan buku itu hanya saja dia ingin mempermainkan gadis mungil didepannya.Gadis yang memiliki tubuh yang pendek,tinggi gadis itu hanya sebahu naik dikit,Aira buru-buru menjauh dari tubuh pria itu karna terlalu dekat.
Alangkah terkejutnya melihat Yohan didepannya,sontak dia mundur menjauh dari pria yang menyebalkan.
"Yohan!!"cetus Aira savege.
"Makasih sudah mengambilkan buku itu,buruan gue mau balik keasrama!!"pinta Aira namun dia membuang muka dari pria dihadapannya.
Yohan hanya tersenyum mengejek sambil terkekeh geli mendengar permintaan gadis mungil itu.Gadis ini percaya diri sekali sampai ingin tertawa besar.Melihat Aira menengadahkan tangannya
"Buruan balikin buku itu!!"
"Kalau gue nggak mau gimana?!"
"Balikin!!"
"Nggak mau"
"Balikin!"
"nggak!"
"I hate you!!"
"I love you..."
"Oke fiks,yang waras ngalah!"gadis itu memilih mengalah dari pada berdebat dengan Yohan yang nggak mau ngalah.
Pria itu terkekeh geli melihat wanita didepannya,Sedang wanita itu memilih pergi dari perpustakaan.Saat hendak melangkah kan kaki,mungkin lantainya terlalu klimit hingga pijakan yang diberikan gadis itu membuatnya terjatuh kelantai bahkan sampai kepalanya terbentur.
__ADS_1
Yohan fikir gadis itu terjatuh hanya berpura-pura saja,tetapi saat digoyangkan tubuh Aira.Gadis itu tak sadarkan diri.Yohan sangat panik dan langsung membopong Aira pergi menuju klinik terdekat sekolah.