
Teng... teng... teng...
Bel pulang sekolah berbunyi,semua murid-murid berhamburan keluar kelas mereka masing,ada yang pulang kerumah ada juga pulang keasrama.
Pria yang tengah duduk di teras depan kelasnya sambil memainkan ponsel dengan pokus,dia sedang menunggu seseorang keluar dari kelasnya.
Kemudian mata bulatnya tertuju pada Kedua gadis yang tengah berjalan menuju gerbang sekolah sambil berbincang-bincang.
"Aira,gue duluan ya."Ucap Aira tak lupa kissbye nya.
Aira mengangguk,dia sedang mengedarkan pandangan dan di dapati seorang pria yang juga tengah menatapnya,gadis ini langsung membuang muka tak ingin mata mereka bertemu.
"Ngapain Yohan di sana?"Gumam Aira.
"Ikhh ngapain juga peduli!"Ucapnya.
"Lo pulang sama gue"Ucap Yohan pada gadis yang tengah berdiri.
Aira menoleh sekilas,lalu membuang muka,karena ia tak ingin malu sendiri jika membalas omongan Yohan yang sepertinya bukan untuknya.
Aira pun mengedarkan pandagannya dan tak di dapati siswa maupun siswi yang melintas.
"Woy gue ngomong sama lo"Teriak Yohan kala melihat gadis itu bingung.
Aira menoleh kembali pada Yohan."Lo ngomong sama gue?"Tanya Aira menunjuk diri sendiri.
"Gak ngomong sama angin!"Ketus Yohan.
"Oh"
"Gue itu ngomong sama lo lah!masa iya ganteng-ganteng gomong sendiri kaya orang gila!"Cerocos Yohan.
"Ya elah biasa aja kali ngomongnya jangan nyerocos juga!"Balik Ketus Aira pada Yohan.
"Lo balik sama gue"
"Gak mau"
"Kenapa?"
"Gue mau balik sama Harby"Dusta Aira,lalu ia menatap layar Hp nya.
Cowok yang kini berdiri di depan Aira pun berubah drastis air mukanya.
"Lo harus pulang sama gue!"Ucap Yohan yang kini terdengar sanngat memaksa.
Aira memutar bola matanya jengah"Kok lo maksa sih!"Ucap Aira menatap sinis Yohan.
Mereka berdua saling melempar tatapan tajam,bahkan mereka saling bertatapan tanpa berkedip.
Tidak ada balasan dari Yohan,dia malah menarik tangan Aira untuk memasuki kelas Yohan yang sama sekali tidak ada orang lain di sana,ya! hanya mereka berdua.
Yohan menyudutkan Aira setelah menutup pintu kelas,"Lo suka sama Harby?"Tanya Yohan yang masih menatatap tajam Aira.
"Memangnya itu penting buat lo?dan lo siapa gue?!"Ketus Aira.
Sejujurnya saat ini Aira sangat merinding,Yohan benar-benar menyudutkanya dan membuat Aira bisa merasakan hembusan nafas Yohan.Aira tidak berani menatap manik mata Yohan di saat seperti ini.
Pria itu masih menatapnya tajam dan membungkam.
"Jantung gue hampir copot!siapapun tolongin gue."Jerit Aira dalam hati.
Setelah cukup lama terjadi keheningan diantara mereka,Akhirnya Yohan menjauhkan dirinya dari Aira.Aira menghebus nafas lega.
Di sini lah Aira,di parkiran bersama Yohan,setelah sekian banyak paksaan dari Yohan,Akhirnya Aira memutuskan untuk pulang bersama Yohan.
"Masuk!"Seru Yohan yang sudah duduk di kursi kemudi.
Gadis itu menurut dan langsung masuk kedalam mobil.
Didalam mobil terjadi keheningan,Aira yang bisanya banyak bicara kini hanya bungkam dan jika Yohan bertanya ia akan mengangguk dan menggeng.
"Lo suka sama Harby?"Tanya Yohan.
__ADS_1
Kali ini Aira tak menggeleng atau pun mengangguk,dia memilih bungkam.
Karna tak ada jawaban dari Aira,Yohan dengan sengaja injak rem secara mendadak.Tentu saja Aira keget dan mendongak kearah Yohan.
"Lo gila ya?mau bikin gue mati!"Ketus Aira.
"Gue mau Lo jawab pertanyaan gue tadi!"Ucap Yohan.
Aira mendengus dan kembali menatap kedepan,"Memangnya itu penting?"Datar Aira.
"Iya itu penting bagi gue"Ucap lembut Yohan dan menatap gadis disampingnya itu.
Mendengar perkataan Yohan barusan,jangan ditanya lagi bagaimana saat ini jantung Aira.
"Kenapa?"Batin Aira.
"Karna lo itu sahabat gue,gue gak mau lo disakiti orang lain."Jelas Yohan.
Jleb...
"Sahabat,jadi selama ini gue hanya sekedar sahabat.Aira... Aira... banyak menghalu ingin lebih dari Yohan."Batin Aira sedih.
Tak sadar bulir bening meluncur mulus di pipi Aira,dengan cepat ia menyembunyikan semua itu.
Ternyata Yohan pun mengetahui jika gadis disampingnya tengah menangis,"Lo nangis?"Tanya Yohan.
"Gue mau balik!"Ketus Aira.
Yohan hanya mengangguk dan langsung menstater mobilnya.Apakah dia salah bicara pada Aira?atau Aira yang sedang dalam keadaan mood ancur?begitulah pertanyaan yang terlintas di kepala Yohan.
Saat sampai didepan rumah Aira,dia turun dan langsung masuk kedalam rumah tampa berterima kasih pada Yohan.
Begitupula pria itu yang juga bingung menghadapi gadis yang sering berubah-ubah moodnya.Dia kembali melajukan mobilnya pergi.
Ditengah perjalanan tiba-tiba ponsel dikantung saku Yohan bergetar,dia meminggirkan mobilnya.Lalu merogok Hp nya.
"Mama"Gumam Yohan dan langsung menggeser tombol hijau.
"Di jalan!"Datar Yohan.
"Kamu buruan pulang dan langsung jemput Meliya dibandara sekarang juga!"
"Aku gak bisa!"
"Kamu harus nurut,apa kamu mau perusahaan kita tak mendapat bantuan dari perusahaan Meliya!"Paksa Maryana disebrang sana.
Tutt... tutt... tutt...
Kini Yohan yang memutus panggilan dari mamahnya,dia sangat kesal dan hanya bisa menuruti kemauan mamahnya itu.
*****
Di lain tempat Maryana yang tahu jika dia berkata seperti itu,putranya yang keras kepala akan langsung menurut.
"Sayang,Yohan akan menjemputmu"Ucap Maryana pada Meliya yang berada disebrang sana.
"Masa iya tante?"Ucap Meliya kesenangan disebrang sana.
"Iya,kamu tunggu saja ya."
"Yes,yaudah kalau gitu Meliya mau tunggu Kak Yohan dulu,by tente."Ucap Meliya.
Setelah berkomunikasi diponsel,Maryana langsung bergegas pergi meninggalkan rumah,tak lupa wanita paruh baya itu memakai kaca mata hitamnya.
Bandara~~~
Mobil hitam mengkilat berhenti di samping gadis yang memakai kaos lengan pendek dan celana jeans hitam tak lupa kaca mata hitamnya,semua pandangan tertuju pada sang gadis itu.
Pria didalam mobil keluar dan langsung menghampiri gadis itu tanpa mengganti seragam sekolahnya,kini ia tak salah dengan siapa wanita didepannya itu.
Gadis itu membuka kaca mata dan menatap pria yang gantengnya gak usah ditanya lagi.Senyuman manis terukir dari wajah sang gadis kala melihat pria didepannya itu,tapi tak bagi Yohan yang malah membuang muka.
"Apakah ini kak Yohan?... Omg kok gantengnya malah bertambah 100% lebih"Teriak Meliya dalam hati.
__ADS_1
"Kamu meliya?"Datar Yohan.
Gadis itu mengangguk dan terlihat masih terpukau akan ketampanan Yohan.
"Buruan masuk"Ucap Yohan yang langsung masuk kedalam mobil.
Gadis itu pun menurut dan langsung masuk kedalam mobil.Koper-koper Meliya sudah dibawa oleh para pengawal Maryana.
Gadis itu tak sedikit pun membuang pandangan dari Yohan,bahkan tanpa berkedip dan diselangi senyumam yang amat lembut.
Yohan bukan senang malahan dia sangat risih jika terus-terusan ditatap oleh gadis itu,"Kamu mau menatap wajah gue aja."Ucap yohan.
Sontak Meliya langsung mengalihkan pandangan dari Yohan,"Hee... soalnya kak Yohan berubah pesat sih"Ucap Meliya yang menampilkan sederet giginya.
"Kamu juga sangat cantik"Ucap Yohan yang tatapannya pokus kedepan,iya lah kalau kebelakang pastinya auto tabrakan.
"Kak yohan bilang gue cantik?emm... manisnya"Batin Meliya malu sendiri.
Sedang dilain tempat,mobil Putih melesat dan berhenti di gang perumahan yang notabenenya jauh dibilang kata mewah.
Tepat sekali dia menghentikan mobil didepan rumah sederhana milik gadis yang kini ia selidiki,ya itu rumah milik Aira.
Hanya dengan menoleh kearah pengawalnya,salah satu pengawal langsung tahu maksud dari lirikan Maryana.
Pengawal itu berjalan menuju pintu utama rumah tersebut dan langsung diketuknya.
Tokk... tok... tok...
Ceklek~~~
Suara pintu terbuka didapati gadis yang memakai kaos hitam lengan pendek dan rok sepaha.Gadis itu sungguh bisa dibilang sangat sexi.Karena ia tak akan kemana-mana jadinya ia memakai rok mini.
"Ada apa ya?"Tanya Aira pada pria paruh baya memakai pakaian hitam dan juga sedikit garang.
"Nyonya kami sedang menuunggu"Ucap pria paruh baya itu.
Kemudian mata Aira tertuju pada sosok wanita paruh baya tengah berdiri dengan menyenderkan tubuhnya dimobil dan dua orang disampingnya.
"Silahkan ikut kami"Ucap pria itu,gadis itu pun mengangguk dan langsung mengikuti dari belakang pria itu.
Maryana sangat sinis menatap gadis itu,dia bahkan tak mau melepas kaca mata hitamnya.
Saat sampai gadis itu dibuat bingung,karena ia tak mengenal ataupun pernah melihatnya.
"Siapa ibu itu?dia sangat berwibawa tetapi kayanya agak galak."Batin Aira.
"Maaf ada apa ya?anda mencari saya?"Tanya Aira bernada sopan santun.
Maryana melepas kaca matanya dan langsung melontarkan tatapan tajam pada Aira.
"Jauhi putra saya!"Balas singkat Maryana ketus.
Aira mengangkat satu alisnya,"Maaf putra anda siapa ya?"Tanya Aira.
"Huh dasar gadis muda tidak bermoral,pandai memanfaat kan kebaikan putra saya."Ucap Maryana menatap hina Aira.
"Saya kurang paham maksud nyonya?"Ucap Aira,karena benar-benar Aira tidak paham bukan pura-pura bodoh.
"Masih saja anda pura-pura bodoh,Mengapa putra saya suka pada gadis yang miskin ini!"Ketus Maryana.
"Jangan-jangan nyonya ini... Omg gak mungkin!"Teriak Aira dalam hati.
"Apakah nyonya ini ibu dari Yohan?"Tanya Aira.
"Ada manfaat juga otak anda!"Cetus Maryana.
Jlebb...!
"Itu omongan bikin nusuq jantung gue aja,untung aja ibu galak ini mama dari pria yang gue suka,kalau bukan udah gue bogem tuh muka nyolotnya!"Batin Aira.
Setelah sekian lama Maryana memaki gadis itu,Akhirnya dia melenggang pergi meninggalkan gadis yang kini tengah terpukul akan perkataan menyakitkan mama dari Yohan.
Matahari yang cearah kini langsung ditutupi Awan hitam seperti pearasaan sang gadis itu,rintikan hujan yang kini mulai semakin deras bak Air mata gadis itu.Aira mata tumpah berbarengan dengan Air hujan yang kini telah tercampur.
__ADS_1