
Karna sangking panik pria itu sampai tak memberitahukan orang terdekat Aira,dia membawa gadis itu keklinik terdekat,hanya saja karna kondisi Aira yang dibilang lumayan parah akhirnya klinik itu memberikan surat rujukan kerumah sakit yang jauh lebih besar dan juga memberikan dokter ahli.
Sekarang Yohan sedang mondar mandir didepan pintu ruang UGD,ia khawatir sekali.
CEKLEK~~~
Terdengar suara pintu terbuka,menampakkan seorang dokter dan seorang perawat,Yohan pun langsung menghampirinya dengan beribu pertanyaan yang ada diotaknya.
"Bagaimana keadaan dia dok?dia baik-baik aja kan?dia nggak apa-apa kan?Jawab dokter!!"tanya Yohan entah apa dia tak bisa mengontrol emosinya,hingga ia membentak dokter itu.
"Tenang tuan muda,dia baik-baik aja!yasudah saya pergi dulu."ucap dokter yang langsung undur diri dari tempat itu.
3 hari kemudian.
Selama 3 hari gadis itu tak sadarkan diri,pria disamping gadis yang tertidur lelap dikasur rumah sakit dengan setianya pria itu menunggu wanita itu,"Aira lo betah bener tidur dikasur ini!!bukannya buruan bangun gue kangen ganguin lo"ucap pria itu diiringi kerinduan yang amat besar.
Tiba-tiba seorang dokter dan perawat disampingnya berajalan masuk keruangan UGD dan menghampiri pria yang masih setia duduk disamping wanita itu,"Tuan muda,jangan khawatir nona Aira akan segera siuman."ucap Dokter itu.
Pria itu langsung beranjak dari kursinya,dia mendongakkan wajah menoleh dokter disampinya,"Hmm...pokoknya berikan yang terbaik untuk wanita ini!"ucap Yohan sedikit menggretak.
"Baik tuan muda,saya akan usahakan."balas Dokter ketakutan.
"...."
Selang bebrapa menit datang pria dan wanita yang langsung masuk didepan pintu UGD,tatapan mereka pokus melihat pria yang setia menunggu wanita yang etah kemana raganya.
__ADS_1
"Semoga aja mereka akan selalu bersama!"batin keduanya.
Saat Yohan menoleh kebelakang didapati dua manusia yang masih memperhatikan mereka,"Hmm...lo berdua mau jenguk apa mau liatin aja!"ucap Yohan membuyarkan lamunan keduanya.
Annisa yang iba melihat sahabatnya terbaring dikasur rumah sakit,"Ra,lo buruan dong siuman.Gue kan rindu bacotan kita."ucap Annisa sebari menggengam tangan Aira yang masih terpasang selang-selang infus ditangannya.
Sedang Yohan langsung mengahmpiri Andy,"Dy,gue bakalan pergi selama dua hari.Gue titip lo jagain bocah itu!"ucap Yohan yang langsung pergi.
"Siap mas bro.."
Tentu saja Andy sangat kaget melihat kelakuan Yohan yang sangat khawatir melihat kondisi wanita itu,dia yang sangat anti dekat dengan wanita apalagi sampai menyentuhnya.Mungkin Aira yang dikirim Allah untuk pria balok es.
10 menit kemudian.
Setelah berlama-lama tertidur akhirnya gadis itu membukan pasang mata bulatnya,dia mengedarkan mata didapati wanita disampingnya.
"Annisa"
"Iya,are you oke?"
"I'am fine"
Annisa yang sudah menyiapkan sup untuk asupan Aira,dia langsung mengambil mangkuk dimeja dekat kasur sahabatnya,"Ra,kamu makan yaa...?"ucap Annisa yang menyodorkan sendok pada Aira.
Gadis itu membuka mulut,hanya beberapa suapan yang dimakan oleh Aira,"Udah lah gue kenyang."ucap Aira.
__ADS_1
"Oke padahal sedikit lagi"
"Oh yaa...Nis gue kerumah sakit sama siapa?pastinya sama lo yaa?lo memang sahabat terbaik gue"tanya Aira sumbringah.
"Maafin gue Ra,gue harus bungkam."batin Annisa.
"Nis...Nis..Annisa"ucap Aira dikata terakhirnya dia teriak.
Teriakan Aira membuyarkan lamunannya,"oh iya apa?"tanya Annisa memasang wajah polos.
"Lo kan yang bawa gue kerumah sakit?"
"Hmm...."
Akhirnya gadis itu keluar dari kamar dan juga meninggalkan rumah sakit yang sangat melelahkan.hari ini keberuntungan Aira,tak sedikit pun mengeluarkan pundi-pundi rupiah karna sudah ada yang membayarnya.
"Sapa yang bayar ini semua?ahh...bodo amat lah yang penting gue nggak rugi."batin Aira simbringah kesenangan.
Dia berjalan maju keluar dari rumah sakit,tatapannya pokus lurus kedepan.Tiba-tiba ada pria paruh baya mendekati gadis itu.
"Apakah nona ini bernama Aira?"tanya pria paru baya itu.
Sontak saja Aira terkejut,"Emm...iya ada apa yaa?"jawab Aira yang juga balik nanya.
"Silahkan naik mobil disana!"
__ADS_1
Mendengar ajakan pria paruh baya itu,gadis itu hanya mengangguk setuju.Dia hanya positif thinking saja.Gadis itu berjalan maju diikuti pria paruh baya dibelakangnya.Mereka berjalan menuju farkiran rumah sakit.
Saat sampai pak sopir itu membukakan pintu mobil untuk Aira bak putri kerajaan.Aira kemudian masuk kedalam mobil itu.Pak sopir membawa pergi mobil melesat dari rumah sakit itu.