The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
eps.116.


__ADS_3

Yohan yang yang melesat menuju rumah milik Aira,saat sudah sampai dia langsung keluar dari mobil tanpa basa-basi masuk kedalam rumah Aira,karna malam-malam begini mengapa pintu rumah Aira tak dikunci.suasana yang begitu dingin dan perasaan yang bercampur-campur.


"Aira,aira...Aira...dimana kamu??"teriak Yohan yang mencari dikamar,di dapur dan di sekeliling rumah.Akan tetapi gadis itu tidak ada di rumah.


selang beberapa waktu Wira juga sampai di rumah sepupunya,dia yang berniat mengembalikan tas,saat menolehkan wajah di dapatinya mobil berwarna hitam pekat.


"kayanya gue kenal sama tuh mobil,hm...mau ngapain tuh bocah kerumah Aira,gue harus cari tahu..."ucap Wira yang langsung masuk kedalam rumah,saat sampai di pintu didapati seorang pria sedang kebingungan dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


"Aira dimana?"tanya Wira di depan pintu sambil menggenggam tas milik Aira,tatapan yang bingung saat ini ia rasakan.


Yohan mendongakkan wajahnya melihat kearah sumber suara tersebut,dengan wajah yang panik.Kemudian Yohan berdiri menghampiri Wira yang masih bertanya.


Karna sedikit emosi yang menyulut,Yohan langsung menarik kerah baju milik Wira,"Gue nanya dimana Aira,katakan!!"bentak Yohan dengan sambil membogem wajah Wira,tanpa mendengar penjelasannya.


BUGHH!!


Wira terhuyung kebelakang,karna..Yohan memukulnya dengan sangat keras.


Wira mendongakkan kepalanya,terlihat sudut bibirnya sobek dan berdarah.dia meringis kesakitan sambil memegang bibirnya.


"Maksud kamu apa?tiba-tiba mukul gue??gue nggak ngerti dengan maksud lo!!coba selesaikan dengan bijaksana."ujar Wira yang juga mulai tersulut emosi.dia bangun sambil menyusut bibirnya.


BUGHH!!


Wira memukul Yohan hingga tersungkur ketanah.


"Stopp!!"teriak Annisa terkejut bukan main,melihat keduannya saling memukul.


Teriakan Annisa meleraikan pertengkaran Mereka berdua menoleh kearah Annisa dengan tatapan yang bingung,"Ngapain si Annisa kesini,bukannya dia tinggal di asrama?!"batin keduannya.


Cie...yang udah mulai sejalan fikiran,mudah-mudahan nggak berantem lagi,kasian tuh muka mulusnya...


"Ada apa?mengapa kalian ini kaya anak kecil berantem..."ujar Annisa.


"Tunggu,ngomong-ngomong lo mau apa kesini?dan juga cowok tengil ini juga mau apa?"ujar Wira,karna terkejut Yohan datang tiba-tiba begitu pula Annisa yang datang tengah malam.


"Oke,gue kesini karna ada yang mau gue omongin sama kalian berdua,soal gue tahu kalian disini karna...bla..bla......seperti itu"jawab Annisa panjang lebar sebari melipat tangan di dada.


"Dan lo Yohan!?"tanya Wira sambil menujuk wajah Yohan.


"Gue kesini karna gue khawatir,saat sampai gue lihat pintu rumah Aira terbuka jadinya gue masuk kedalam,tapi Aira tidak ada!"balas Yohan.


"jangan-jangan Aira di culik orang?karna bisa jadi aja.mengapa coba pintu terbuka tetapi Aira nggak ada?"sahut Annisa sambil meletakkan jari telunjuk di bibir.


Tanpa tunggu lama Yohan langsung melesat meninggalkan tempat itu,dan mencari keberadaan Aira.Dia juga menghubungi para bodyguardnya untuk menelusuri keberadaan Aira.

__ADS_1


"Sampai keujung dunia manapun gue akan cari lo Aira...dan gue akan bunuh siapa yang melakukan ini kepadamu!"batin Yohan kesal.


Tak butuh lama para mata-mata Yohan langsung mengetahui dimana keberadaan gadis itu.


Drtt...drtt...


Suara Ponsel milik Yohan bergetar,ada sebuah panggilan dari para Agennya.


Agen : "Maaf tuan muda kami sudah mengetahui dimana keberadaan nona Aira,beliau berada di klub malam XXV"


Yohan : "....terima kasih,kalian urus yang lainnya."


Setelah mengetahui kabar itu Yohan langsung melesat menuju Klub Malam XXV,"Gue harus gerak cepat,gue nggak bisa biarkan Aira di nodai manusia brengsek!"batin Yohan kesal.


****


Sedang di klub malam yang mayoritas di isi oleh para wanita penghibur,dan pria pria brengsek,apa coba yang di inginkan penculik membawa Aira kalau bukan di jual.


Kamar 108.


Aira mengerjapkan kedua matanya,kepalanya sangat pusing,ketika ingin bangkit Aira tersungkur kembali.


"Gue ada dimana!"ujar Aira pelan sedikit pusing sambil memegang kepala,penglihatan yang kurang jelas.Dia menolehkan wajahnya kekanan di dapati seorang wanita paruh baya sedang duduk manis sambil menatap hina.


"Sudah bangun ya..."ucap wanita paruh baya berjalan maju menghampiri gadis lemah itu.


Wanita itu menghampiri Aira sambil tersenyum,gadis itu mulai sadar ternyata dia tidak berada di rumahnya,melainkan tempat yang asing dan dia menganga terkejut melihat wanita dihadapannya tak lain adalah Maryana ibu dari pria yang di cintainya.


"Tante Maryana??!"tanya Aira bengong,berfikir mengapa Maryana membawa Ia.


Tatapan Maryana sangat tajam,bahkan tersimpan kebencian yang mendarah daging akan gadis di hadapannya.


"Hh...kamu pasti bertanya-tanya untuk apa saya membawa kamu??jawabannya sangat singkat Di nodai"katanya sambil mencengkram pipi milik Aira dengan sangat kuat,Aira hanya mengeleng susah payah melepaskannya.


Tubuh gadis itu bergetar ketakutan di sertai air mata yang mulai mengalir,Maryana melepaskan cengkraman pipi Aira di sertai tamparan yang sangat kuat.


Plakk!!


Gadis itu tersungkur kelantai,sakit yang ia rasakan terlihat di sudut bibirnya robek dan berdarah.


"Ini hadiah untuk kamu,saya sudah peringatkan jangan dekati putra saya,kalian itu berbeda Status"ucapnya melontarkan kalimat yang kesekian kalinya kepada gadis itu.dan diakhir kata Maryana menekannya.


"Dasar ibu jahat,percuma nyonya melakukan apapun cinta kami akan selalu bertahan.Ini adalah takdir"ujar Aira yang bangkit dari lantai.


"Simpan kesombonganmu....,aku berikan gadis ini untukmu sebagai hadiah.."ucap Maryana kepada pria pengusaha yang sudah lanjut usia.

__ADS_1


"Tante tolong jangan tinggalkan aku disini...hiks..tante...Yohan...tolong aku...hiks YOHAN..."ucap Aira berlari menuju pintu tetapi nihil pintu itu telah dikunci.


Brakk...brakk...


Gebrakan pintu yang di lontarkan Aira berkali-kali,akan tetapi tidak ada yang membukannya.


"Tolong...tolong saya...tolong"teriak gadis mungil itu mulai diterpa rasa ketakutan.


Gadis itu ditinggalkan bersama seorang pria gemuk,tua dan juga sangat menjijikan dari tatapannnya penuh dengan nafsu...membuat gadis itu ketakutan.


"Teriak,teriak...sekeras mungkin,nggak bakalan ada yang mendengarnya...Hhh...gadis imut kamu telah diberikan kepada om"


"Dasar tua bangka,menjauh dari gue...atau Yohan akan membunuhmu!!"balas Aira.


"Jangan seperti itu sayang,,ini nggak bakalan lama,aku yakin nggak akan sakit kok...hanya ingin mencicipi tubuhmu yang indah ini"ujar pria bangkot sudah telanjang dada.


gadis itu berjalan mundur dan akhirnya berhenti karna menabrak tembok,jika saja Aira tidak di cekoki Alkohol mungkin saja sudah membinasakan pria bangkot itu.


"Jangan mendekat,saya mohon jangan mendekat,papa saya akan memberikan uang berapapun asalkan anda tidak menyentuh saya...hiks...papa mama...tolong Aira"teriak Aira.


"Ciih...kamu fikir saya miskin,jangankan uang emaspun om nggak akan melepaskan kamu...hhh..."ujar Pria tua disertai senyuman kemenangan.


"dasar pria ********...hiks..hiks..Yohan...Yohan tolong aku..!!"teriak Aira sudah tak berdaya tubuhnya mulai lemah karna efek dari minuman Alkohol itu.


Pria bangkot itu mengurung badan mungil Aira didekapannya.bahkan telunjuknya menggrayangi wajah milik Aira,gadis itu tak berdaya.dia hanya memohon perlindungan Allah saja.


*****


Yohan yang sudah sampai di klub malam XXV dia langsung berlari menyusuri koridor tempat itu,setiap kamar diperiksa hanya saja Aira tidak berada di sana.Hanya ada satu kamar nomor 108 VViv yang telah dipesan oleh pengusaha kaya,dengan cepat Yohan menendang pintu kamar itu.


Brakk...!!


Belum sempat tua bangkot itu mencicipi tubuh Aira,sudah ada yang menendangnya dari samping,pria tua yang hendak meniduri Aira langsung terjatuh kelantai,Tendangan itu berasal dari Yohan.


Tersulut emosi Yohan menarik tubuh pria itu dan langsung dilayangkan pukulan bertubi-tubi tanpa ampun.


BUGH!!BUGH....BUGH...!!


Pria itu terhuyung kebelakang,Dengan wajah yang tersulut emosi Yohan melontarkan bogeman berkali-kali,bahkan wajah pria itu tak lagi terlihat hanya dipenuhi dengan percikan darah yang mengalir,Ringisan kesakitan dari teriakan pria itu.Dapat dipastikan pria itu lompuh total bahkan akan berujung kematian.


"Berani sekali kamu menyetuh wanita milikku...bangst!!"ujar Yohan memukul kembali wajah pria tua.


BUGHH!!


"Yohan..."ucap Aira dengan rambut acak-acakan,meringis melihat Yohan kasar tanpa ampunan.

__ADS_1


Yohan menoleh menatap wajah Aira,Aira berlari dan memeluk tubuh Yohan,teriak dan isak tangis yang ia keluarkan didekapan Yohan.


__ADS_2