The Boyfriend President Miliarder

The Boyfriend President Miliarder
Kenangan Termanis


__ADS_3

Yohan memberikan uang dan segera pergi kembali kesekolah,pria itu mengetuk pintu kamar mandi.


Dia memberikan barang yang dipesan Aira,dengan memalingkan wajahnya karena sudah jelas wajah Yohan yang memerah sampai ketelinga.


"Heee, maaf ngerepotin"Ucap Aira


5 menit kemudian Aira keluar dari kamar mandi.


"Han,kamu beli kaya orang mau buat toko aja"Ucap Aira


"Nggak tahu,gue gak ngerti"Ucap Yohan sedikit kesal.


Gadis itu menatap Yohan dan menahan tawanya.


Yohan melirik Aira tajam,dia benar-benar kesal,pertama kali dan seumur hidupnya baru kali ini Yohan membeli barang keramat itu.


"Gue janji deh gak bakal ngerepotin lo lagi"


"Oke gue duluan,makasih Btw"Ucap Aira


Tapi sebelum Aira pergi,Yohan dengan cepat meraih tangan Aira.


"Habis nyuruh gue,lo pergi begitu saja?!"Ketus Yohan dengan kalimat panjang membuat Aira melotot.


"Kan gue udah bilang makasih dan minta maaf sama lo"Ucap Aira tak terima.


Yohan memberikan kantong penuh snack penuh pada Aira dan menariknya keparkiran.


"Astaga lo mau dagang?beli snack banyak bingit"Ucap Aira polos.


"Hmm"


Aira dan Yohan dalam perjalanan pulang,tapi jalan yang dilewati Yohan bukanlah arah menuju rumah Aira.


"Lah itukan pengkolah kerumah gue,kita mau kemana sih?"Protes Aira.


"Brisik banget sih!"Ketus Aira.


Aira menghela nafas dan memilih berdiam sambil menikmati snack itu.


Tak lama kemudian Yohan memberhentikan motornya didepan Apartement.


"Ngapain kesini?"Tanya Aira.


"Turun!"Ketus Yohan.

__ADS_1


Kemudian Aira turun dia menatap Yohan sangat was-was.


"Ngapain kesini?"Tanya lagi Aira.


"Gue bukan cowok brengsek!"Sahut Yohan singkat.


Aira mengangguk,dia memberi kepercayaan pada pria didepannya ini.


Kemudian dia berjalan menyusul Yohan yang sudah berada didepannya.


Pria itu melirik Aira saat hendak masuk kedalam Lift.


Ting...


Pintu Lift terbuka mereka berjalan lagi,Yohan menatap Aira sangat gemas dan mengapit kepala Aira.


"Ihh Han susah jalan onyon"Kesal Aira.


Yohan melepasnya,dan tersenyum tentu saja Aira tak mengetahuinya.


Yohan membuka pintu Apartemennya,dan bau maskulin langsung menyeruak penciuman Aira.


Apartemen Yohan sangat rapi,bersih tentunya sangat harum.Mungkin saja Aira akan betah.


"Heh,siapa suruh duduk?"


Aira reflek langsung berdiri dan menatap Yohan.


"Ikut gue"Lanjut Yohan dan diangguki oleh Aira.


Ternyata Yohan membawa Aira keruang TV,gadis itu duduk dan Yohan pun ikut duduk disampingnya.


"Han,kok nggak pulang kerumah?"Tanya Aira.


"Suka-suka gue"


Aira mendengus kesal,"Ditanya baik-baik kok sewot!"Kesal Aira.


Yohan menyalakan Televisi dan menyandar pada sofa.


"Berarti lo disini sendiri dong?"Tanya Aira.


"Gak"


"Lah,sama siapa?"

__ADS_1


"Temen"


"Diamana temen lo,kan cuma ada kita berdua?"


"Hanya gue yang bisa lihat"Ucap Yohan santai.


Gadis itu melotot,dia dibuat ketakutan,"SUMPAH DEMI APA!"Teriak Aira refleks merapat pada Yohan.


"Berisik"


Gadis itu segera menutup mulutnya dan menengok kearah Yohan,"Yakin lo bisa lihat kaya gituan?gak horor tah?"Tanya Aira berbisik.


Pria itu menggeleng,"Dia ada disamping lo"Ucap Yohan santai.


"Ada apa disamping gue?"Tanya Aira.


"Dia suka sama lo"Ucap Yohan datar.


"YOHAN,GUE TAKUT"Refleks Aira,dia berteriak dan langsung memeluk tubuh Yohan.


"Jangan teriak!"Ketus Yohan.


"Ya ampun setan aja demen sama gue,secantik itukah gue?"Gumam Aira.


"Dihh"


"Ehh Btw,lo bilang disamping gue?suka sama gue?"


Pria itu mengagguk.


"Kan disamping gue itu,lo"Ucap Aira tersenyum jahil.


Yohan terkejut dan langsung memasang wajah sedatar datarnya.


"Bukan gue"Ketus Yohan.


"Bodo amat!"Ketus Aira.


Aira menyenderkan kepalanya pada bahu Yohan dan fokus menatap film action yang ditampilkan diTv,dengan memakan snack.


Yohan pun tak menolak.


Sesekali Aira menyuapi snack pada Yohan dan Yohan menerimanya.


Aira menguap dan merenggangkan tubuhnya,dia menengok kearah Yohan yang fokus menonton.Perlahan-lahan matanya semakin tertutup,pandanganya mulai menggelap dan terlelap.

__ADS_1


__ADS_2