
.
Uwah! Udara segar, akhirnya aku bisa menghirup udara segar lagi!
Dibawah sana, meski aku masih bisa bernapas tapi rasanya sangat sesak, kurasa adalah kemampuan Iblis yang lain sehingga bisa hidup di tempat itu tanpa kesulitan. Ah! Atau mereka berevolusi?
Mungkin dulu kami juga memiliki kemampuan yang sama, namun karena ribuan tahun berlalu jadinya kemampuan itu pudar.
Hmm... Tapi aku tidak keluar dari lubang yang kumasuki sebelumnya, niatnya sih aku ingin melakukan itu... Tapi sepertinya aku mengambil jalan yang berbeda di labirin gua tadi dan sampai ke lubang didepan kota Qing
Beruntungnya tidak ada orang yang melihatku, aku lupa menggunakan sihir pendeteksi suhu tubuh tadi...
Biarkan aku hirup udara segar ini dengan tenang sebentar.
Ah... Aku ingin segera mandi...
Setelah beberapa saat menikmati udara segar, aku pergi mengelilingi tembok kota mencari pintu gerbangnya
Tembok kota Qing cukup tinggi juga, lebih tinggi dari milik Jin, akan tetapi keduanya sama-sama agak miring karena begitulah teknik pembuatannya di zaman ini, menggunakan gravitasi sehingga temboknya cukup kuat
Yah... tidak ada artinya jika kami menggunakan menara pengepung sih
"Ah! Ketemu," akhirnya aku menemukan pintu gerbangnya setelah memutar
Aku ingin segera masuk tapi kurasa tidak mungkin karena antrean panjang didepannya
"Biarkan kami masuk!"
"Ya!"
Entah apa motivasi mereka untuk masuk tapi keributan terjadi karena mereka sudah lelah menunggu
Padahal saat pertama kali datang kemari tidak seramai ini, kira-kira kenapa ya?
Ah! Bukankah karena kekacauan Iblis sebelumnya? Jika benar mereka naik ke seluruh wilayah Qing maka pantas saja banyak orang yang mengungsi kedalam kota
"Perintah telah dikeluarkan! Kota sudah penuh jadi harap warga sekalian kembali ke rumahnya masing-masing!" kata penjaga gerbang
"Apa?!"
"Kau mau kita semua mati oleh monster?!"
Monster?
"Separuh desaku musnah karena serangan goblin!"
"Itu benar! Punyaku hancur karena direwolf!"
Sepertinya.... Ada suatu hal yang tidak kuketahui
"Seluruh prajurit Qing tengah dikerahkan untuk masalah itu! Keadaan akan kembali normal secepatnya jadi mohon kembalilah dengan tenang!"
Hmm, jadi alat itu juga mengendalikan monster untuk mengacaukan Qing kah? Kami akan mencari tahu hal ini secepatnya tapi... Sepertinya akan sulit karena pelakunya tidak meninggalkan jejak
"Oh! Nona Ryuu!"
Hmm? Wah ada Li disana
Dia berlari menghampiriku dan lelah karena itu
"Nona Ryuu, kemana engkau pergi di hari itu? Aku tidak pernah melihatmu lagi hingga sekarang," tanya Li
"Aku hanya ingin melegakan rasa ingin tahu ku, tapi apa yang sebenarnya terjadi disini?"
"Eh? Bagaimana bisa kamu belum tahu? Dimulai dari hari itu hingga sekarang, ada serangan monster di seluruh wilayah Qing, orang-orang jadi tersiksa selama dua minggu ini,"
__ADS_1
Jadi begitu rupanya, Qing menjadi tidak stabil karena serangan monster yang dikendalikan, kalau begitu- eh? Tadi Li bilang selama berapa lama?
E-E-Eh?! Aku salah dengar kan?! Dia tidak bilang dua minggu tadi kan?!
"A-Anu... Berapa lama tadi kamu bilang?"
"Hmm? Dua minggu, kemana saja kamu di waktu itu Nona?"
Eh?!! Jadi sungguhan dua minggu?!!
Memang benar aku jadi tidak tahu waktu dibawah sana tapi dua minggu?!!
.
Hahh.... Dua minggu terbuang begitu saja... Padahal aku sudah cepat-cepat untuk keluar loh...
"Ayolah, jangan murung terus nona, ini coba makan ini bersamaku," dia memberiku cup berisi sesuatu
"Hahh.... Apa ini?"
"Katanya sih jajanan dari Benua Selatan, tapi kurasa ini hanya es dari pegunungan dan ditambah saus buah plum, entah apa rasanya..."
Ini es serut....
Rasanya tentu dingin, lalu asam dan manis yang berasal dari saus buah plum juga membuatnya menjadi sebuah jajanan yang pantas diminati oleh warga Benua Selatan, soalnya disana pasti lebih panas dari wilayah manusia manapun
"Woah! Aku baru pernah merasakan makanan semacam ini!" Li nampak antusias disebelahku
"Iya... Kurasa Ruby juga harus mempopulerkan ini untuk jajanan di musim panas..."
"Ayolah nona, kenapa kamu masih terdengar lemas begitu?"
Benarkah? Yah... Kurasa karena aku kurang tidur... Habisnya dua minggu sih...
"Hmm... Begini saja, kamu hari ini beristirahat di penginapan, besok kita akan menuju ke kediaman keluargaku," kata Li
"Iya! Bukankah nona ingin mempelajari soal pil mana?"
"Aku menantikannya," aku meraih tangan Li membuatnya terkejut
Semoga saja waktu yang kuhabiskan disini menjadi lebih berguna, ugh! Aku ingin kembali untuk membantu perang melawan Ming tapi kalau sudah dua minggu harusnya Ruby sudah menang
Tinggal menunggu ocehan Kyouka...
.
Kota ini menjadi lebih sesak dari sebelumnya benar, tapi suasana jalanan malah terkesan lebih sepi meski banyak orang yang terkapar di pinggiran jalan. Soalnya hampir tidak ada orang yang berjualan sama sekali, entah kemana gerobak dan toko mereka, kota ini menjadi seperti kota yang terkena wabah penyakit
Yah itu sangatlah mungkin terjadi juga, jika satu orang mulai terjangkit maka seisi kota akan runtuh, menghancurkan stabilitas negeri ini yang sudah di ujung tanduk ini.
Ini masih sore, tadinya aku ingin jalan-jalan sambil mencari makan malam tapi tidak kutemukan apapun sepanjang jalan besar yang mengarah ke akademi ini, aku juga hampir tidak menemui penginapan yang belum penuh
Beruntungnya ada, tapi yah... Ini adalah sebuah kandang kuda yang dibersihkan, kasurnya terbuat dari jerami yang hanya ditutupi kain di bagian atasnya. Hanya begini saja harganya selangit...
Itu berarti permintaannya sedang sangatlah besar, tidak heran karena kota ini dijadikan destinasi pengungsi sih, tapi sepuluh emas untuk semalam?! Di kandang kuda ini?!
Hahh.... Tidur dan lupakan itu semua saja lah...
.
Huah! Selamat pagi
Di hari yang indah ini, aku akan mempelajari teknik pembuatan pil mana, aku sungguh menantikan itu jadi mari kita singkirkan kemurungan sebelumnya. Ya! Di hari yang indah ini-
"Jangan bercanda!"
__ADS_1
Huh?
Suara itu datang dari luar sana, dan karena ini hanyalah kandang kuda jadi suara dari luar dapat terdengar jelas.
Perkelahian di pagi hari huh? Kota ini menjadi kota yang kacau jadi itu hal yang wajar, mungkin....?
Sial, aku sangat lapar karena kemarin berakhir tidur tanpa memakan apapun selain es serut pemberian Li, tapi memangnya aku punya pilihan? Kan tidak ada siapapun yang berjualan sore itu
Kuharap pagi ini ada yang menjual sarapan...
Aku keluar dan menjumpai bahwa keributan tadi masih berlangsung, bukan seperti aku menghindarinya sih, toh aku tidak terlibat sama sekali kedalam itu. Aku hanyalah satu diantara puluhan ribu orang didalam kota ini yang tidak tahu apapun tentang itu
Oh lihat itu! Bukankah itu tenda penjual sup? Wah, melihat api yang menyala dibawah tungku itu artinya masih hangat
Secara tidak sadar tubuhku tertarik ke depan tungku itu, aku sangat lapar dan aroma supnya meski hambar tapi bahkan hanya dengan beberapa rempah itu akan menggugah selera makan seseorang yang lapar
"Tolong satu mangkuk porsi besar," kataku
"Segera datang!" kata sang penjual semangat
Ku ambil satu koin emas didalam saku ku, meski harganya hanya 40 perak yang mana sudah sangat mahal untuk ukuran sup ini, tapi aku tidak meminta kembaliannya
Aku jarang menggunakan uang soalnya, dan juga emas itu cukup berat jadi lebih baik menyingkirkannya, dan cara ter efektif adalah dengan membeli makan atau menyewa penginapan karena itu tidak menambah beban bawaanku
"Anu, perkelahian itu soal apa?" Tanyaku kepada sesama pembeli sup disana
"Kudengar karena semangkuk bubur gandum, tadinya di sebelah sana ada penjual bubur gandum dan ketika hanya tersisa semangkuk, mereka berdua berkelahi untuk itu," jelasnya
"Yang benar saja? Bukankah masih ada sup ini? Juga masih ada penjual makanan yang lain,"
"Entahlah..."
Manusia... Terkadang mereka sungguh bodoh demi ego mereka yang tinggi
Lanjut makan saja lah...
Hmm, apa yang harus kukatakan pada Kyouka ya? Penemuan pil mana dulu atau masalah Iblis dulu? Tapi biasanya dia akan tetap marah karena aku pergi tiba-tiba, apalagi di saat aku diperlukan seperti pertempuran yang ia katakan sebelumnya
Argh! Aku kan juga ingin bertempur melawan Ming! Aku ingin melihat keruntuhan bangsa itu dan berkibarnya bendera Ruby di atas kota Chengdu, sialan... Andai saja aku punya sesuatu untuk mengetahui waktu
Kuharap Maou dapat membuat jam...
"Oh! Nona Ryuu!"
Wah bagaimana dia menemukanku disini? Padahal kan aku saja tidak tahu jika aku akan menginap di kandang kuda ini
Dia menghampiriku dengan berlari dan lagi-lagi kelelahan didepanku.
"Kutebak kamu ada disini karena di pagi hari inilah jalanan kuliner," katanya
Aku malah tidak tahu soal itu... Tapi jika sup hambar adalah kuliner yang ia maksud, maka entahlah... Harusnya orang-orang Benua ini memiliki selera yang tinggi dengan mudahnya akses ke rempah-rempah, tapi jika makanannya sama hambarnya dengan yang ada di Benua Barat maka....
Mungkin karena kekacauan yang berlangsung kah? Lagi-lagi kualitas hidup diturunkan
Ah mengenai itu aku jadi penasaran bagaimana kehidupan para bangsawan?
"Dimana kamu tidur semalam Li?" Tanyaku
"Di akademi, meski ditutup hingga pengumuman selanjutnya tapi kini itu menjadi tempat tinggal yang luas sehingga bisa menampung ratusan orang,"
Rupanya para murid bisa tinggal disana, begitu juga dengan para profesor.
"Hei Li.... Sepertinya, situasi negerimu sedang sangat kacau ya? Biasanya di saat-saat seperti ini akan muncul ular ataupun tikus yang bersedia memakan kalian apapun status kalian sebelumnya,"
"Eh? I-Iya... Tapi... Kemana pembicaraan ini akan mengarah, Nona Ryuu?"
__ADS_1
"Hehe, apa maksudmu? Ini hanyalah basa-basi semata kok,"