The Sended

The Sended
Chapter 19: Resolute Resolution


__ADS_3

Sial! kalau begini terus, kami tidak akan bertahan sampai lusa. Sebenarnya dimana Ryuu sekarang?


"Nona Funomiya, bala bantuan musuh telah tiba yang diperkirakan sampai lima ribu unit," lapor seorang prajurit


"Lima ribu?!"


"Sial, kalau mereka terus datang, bahkan benteng Hotaru....,"


Mereka datang di saat yang buruk, kami sudah cukup kelelahan dengan yang ada disini. Tapi sebenarnya aku sudah tahu kalau akan ada bala bantuan musuh, soalnya di masa seperti ini informasi sangat penting, aku mengirim puluhan mata-mata ke wilayah Yui


Tapi.... bukankah seharusnya jumlah pasukan bantuan sampai sepuluh ribu?


Tunggu sebentar, kalau seperti ini berarti ada yang tidak beres dengan pasukan mereka. Apa yang sudah terjadi sampai pasukan mereka berkurang setengahnya?


Tetapi, mungkin juga karena perang saudara di Utara sangat besar sehingga memakan korban hingga separuh pasukan


Kami sudah bertahan selama lima hari semenjak kedatangan pasukan utama Yui, dengan datangnya pasukan kedua dapat dipastikan besok adalah kekalahan kami


"Tuan-tuan, terimakasih atas kerja sama kalian selama ini, aku Funomiya Asagi merasa senang karena bisa bertarung bersama kalian. Kita akan mempertahankan benteng ini sampai prajurit terakhir, karena menyerah kepada klan Yui sama saja dengan mati, jadi lebih baik bila kita mati di medan perang, ketimbang mati dengan belenggu di leher kita!!" ucapku dengan tegas kepada para pemimpin klan yang ada disana


Harapan kami mulai pudar karena gelombang demi gelombang pasukan Yui terus dilancarkan dari hari ke hari


Gerbang benteng yang ditutup rapat-rapat juga mulai rapuh karena meriam dan pendobrak klan Yui


Meskipun begitu, sebuah pembawa pesan tidak dikenal mengantarkan surat berisikan beberapa kata yang mungkin..... mungkin dapat mengubah situasi saat ini


'Besok pagi-pagi sekali, keluarlah dari dalam sarangmu. Bersama matahari, kita bangkit dan menang


-Tadashii Ryuu-'


Bertahan di benteng Hotaru bukanlah sebuah taktik untuk menang, ini adalah taktik untuk kalah lebih lama. Dengan hadirnya pesan dari Ryuu, hanya ini harapan satu-satunya untuk memenangkan pertempuran, aku hadus mempercayainya dan dia harus datang


Atau kami semua akan mati dengan terhormat di medan perang depan benteng Hotaru


"Dengarkan pasukanku!! Nampaknya hari yang kita tunggu telah tiba. Jika kita bisa menahan mereka hari ini, maka kemenangan itu akan datang kemudian. Maka dari itu bangkitlah!! Jangan biarkan mereka menang sekarang, karena kitalah yang akan menang besok!!" seruku lagi


Tapi aku sudah berkata dengan kalimat yang sama berulang kali, dari sini aku melihat para prajurit yang mulai hilang harapan, mereka bahkan hampir tidak bisa berdiri


Semoga saja Ryuu dapat menepati janjinya, karena hanya dia satu-satunya harapan


"Funomiya, apa yang kamu katakan itu benar?" tanya seorang gadis kecil yang adalah pemimpin klan Riku, sebuah klan koalisi yang berada di atas gunung


"Ataukah itu hanya kata-kata penyemangat saja seperti yang sebelumnya?" tanya seorang pria besar yang merupakan pemimpin klan Shizu, klan yang berbatasan langsung dengan klan Yui


Klan Shizu juga yang sebenarnya memiliki benteng Hotaru ini


"Entahlah, aku juga belum tahu," jawabku kepada mereka semua


Besok adalah pembuktiannya. Ryuu, aku mempercayaimu, jangan kecewakan kami pasukan koalisi


《Ryuu POV Start》


Karena sudah mengirim pembawa pesan kepada Funomiya, sekarang kami hanya perlu istirahat sampai pagi. Setelah itu baru langkah terakhir dilakukan


Sebuah penyelesaian dalam pertempuran ini.


"Pasukan, bagaimana kabarmu?" tanyaku keliling perkemahan


"Saya baik, Nona," jawab prajurit yang sedang bermain kartu dengan prajurit lainnya


Aku berkeliling menginspeksi semua prajurit yang kubawa dalam perang ini, agar kami dapat lebih akrab dan saling percaya


"Kyouka, kamu sehat-sehat saja?" aku memasuki tenda perawatan lagi


"Tidak, aku bosan," jawab Kyouka


"Tenanglah, besok akan menjadi hari terakhir dalam pertempuran ini,"


Memang benar bahwa besok adalah hari terakhir di pertempuran ini, namun perang ini akan terus berlanjut hingga klan Yui takluk dibawah bendera Oda


Kami bersama melewati malam terakhir sebelum kemenangan besok, dengan korban yang kurang lebih 300 jiwa dan 500 luka-luka, dapat kukatakan aku menang besar

__ADS_1


tujuh ratus orang untuk lima ribu orang huh? Pertukaran yang menguntungkan bukan? Tapi tidak mungkin aku mengatakan hal ini didepan pasukanku, pasti kesanku akan jadi buruk nantinya


Perlahan aku memejamkan mataku, terlarut dalam sebuah mimpi buruk yang kurasa pernah lihat sebelumnya


Aku terbaring diatas lantai besi yang panjang, perlahan air asin itu membasahi pipiku dan tak butuh waktu lama hingga tubuhku tenggelam oleh air bersama dengan lantai besi itu


Aku terbangun dan menyadari bahwa hal itu hanya mimpi, lalu segera membasuh wajahku dengan air. Sudah dua kali aku melihat mimpi ini, sebenarnya apa maksudnya?


"Hoi Ryuu, bukankah penyelesaiannya sebentar lagi?" kata Kyouka yang berada disebelahku


Dia melihatku bergegas menuju sumber air dan membasuh wajahku, mungkin saja dia penasaran dan membuntutiku dan akhirnya menemuiku


"Ya, pasukan sedang disiapkan oleh para pemimpin mereka, itulah gunanya pemimpin setiap pasukan ada," jelasku kepadanya


Benar juga....


"Nanti, tim medis akan ikut ke lapangan," kataku


"Apa!?" tanya Kyouka terkejut


"Pertempuran penyelesaian ini berbeda dengan sebelumnya, tidak ada satu pasukan pun yang mundur untuk mengantarkan yang terluka. Tim medis yang harus langsung turun ke pertempuran," jelasku lagi


"Ba-Baiklah, aku juga akan ikut ambil bagian,"


Aku ingin Kyouka melihat realita kehidupan di dunia ini, dimana perang terus terjadi di semua daratan. Tidak ada kehidupan nyaman seperti sebelumnya, kita harus membunuh untuk dapat melangsungkan hidup kita sendiri, setidaknya sampai aku menguasai dunia


Dunia ini terdengar sangat mengerikan ya....?


Aku mengambil seekor kuda dan menungganginya sambil membawa senapan yang sudah dilengkapi bayonet, sebuah pistol, dan sebilah pisau


Lalu menggunakan kuda itu aku bergerak menuju barisan 7.000 pasukan Oda yang sudah bersiap, didepan mereka sudah ada lima orang yang adalah pimpinan mereka


"Apa yang kalian tunggu? Ayo!" kataku dan bergerak meninggalkan mereka


"Semua pasukan, bergerak!!" perintah salah satu pimpinan


Mereka bergegas mengambil perlengkapan dan bagi penunggang kuda, mereka mengambil kuda-kuda mereka di kandang


Rencananya simpel, pasukan penunggang maju di depan sedangkan yang berjalan kaki berada dibelakang mereka. Tim medis sendiri ditempatkan paling belakang


Pasukanku mulai melepas tembakan mereka pada jarak tembak terbaik sehingga menimbulkan banyak korban


Musuh sendiri tidak punya waktu untuk mempersiapkan diri, apalagi pasukan kedua mereka yang aku yakin pasti langsung istirahat setelah sampai sini, kini malah diserang lagi....


Namun masalahnya ada di jumlah mereka, untuk itulah pembawa pesan kukirim kedalam benteng


《Funomiya POV Start》


"Nona, pasukan musuh nampaknya memfokuskan prajurit ke bagian belakang mereka," lapor seorang pengintai


"Apa yang terjadi?" tanya pemimpin klan Riku


"Nampaknya ada sepasukan yang menyerang mereka dari belakang," jawab pengintai itu lagi


Aku bersama para pemimpin klan lainnya segera menuju atas benteng untuk melihat kejadian itu. Benar saja, pasukan musuh yang sebelumnya mengelilingi benteng ini sekarang berfokus pada bagian belakang perkemahan mereka


"Warna dasar merah dan logo itu, mereka adalah klan...," ucap pemimpin klan Shizu yang kupotong


"Oda, mereka klan Oda yang berada jauh di Selatan," potongku


Apa yang sedang terjadi disini? Bagaimana klan kecil itu tiba-tiba ada disini? Tetapi apapun itu, inilah kesempatan kami untuk mengakhiri perang ini


"Kita keluar!! Serang klan Yui!" seruku kepada pasukan didalam benteng


"Ya!!" jawab mereka serentak


Gerbang yang sudah hampir hancur ini, akhirnya terbuka dari dalam. Ribuan pasukan kami keluar dengan cepat dan menghabisi prajurit Yui yang sedang fokus ke bagian belakang mereka


Kami para pemimpin klan juga ikut turun dalam pertempuran ini


Disertai dengan kabut tebal, kami menghabisi pasukan Yui satu persatu dan meninggalkan mayat mereka dibelakang kami

__ADS_1


Kurasa arus pertempuran sudah berbalik, dan hal itu disebabkan oleh klan kecil dari Selatan?


《Ryuu POV Start》


Sudah lama semenjak aku membunuh begitu banyak orang, apa lagi di situasi seperti ini. Kabut tebal menutupi pandangan kami namun itu bukan masalah untuku


Aku merangsek maju meninggalkan pasukanku dibelakang dan mulai membantai klan Yui yang berani mengarahkan senjatanya kepadaku


Atas pemberian 'Akselerasi' oleh Dewa, bahkan peluru berkecepatan tinggi sekalipun dapat kuhindari dengan mudah


Aku terus membunuh....


Dan membunuh....


Hingga pada titik ini aku tersadar bahwa pasukan Yui mulai lari meninggalkan medan pertempuran ketimbang melawanku meski bersamaan


Aku mengusap wajah penuh darah ini dengan tangan kananku, lalu kulihat tangan ini, tangan penuh dosa huh?


Ketika aku masih melihat tanganku, teriakan mulai kembali muncul dari depan. Aku mengira bahwa itu adalah pasukan Yui yang lain


"Haa!"


Namun tidak sampai aku melihat wanita yang familiar di mataku, dia Funomiya. Dirinya juga sedang terkejut melihatku


Dia berdiri sendirian sambil memegang sebuah katana tanpa ada pasukan disampingnya


"Tadashii Ryuu?" tanya Funomiya


Aku masih menghela napas karena menggunakan 'Akselerasi' terlalu sering, lalu secara tiba-tiba seorang prajuritku berlari dari belakangku bersiap menikam dengan sasaran Funomiya


Ketika dia sudah berada didekatku, aku menghentikannya


"Hentikan!!" teriaku


Matahari mulai terbit yang menghilangkan kabut tebal ini secara perlahan, pasukan Oda dibelakangku dan pasukan koalisi dibelakang Funomiya akhirnya nampak dengan jelas seiring hilangnya kabut pagi hari ini


Tidak hanya prajurit satu itu, semua pasukan dibelakangku juga ikut berhenti karena mendengar perintahku


"Mulai dari sini kalian tidak akan menjumpai pasukan Yui lagi, jadi lebih baik memutar dan cari mereka dibelakang," kataku


"Baik, Nona!!" jawab mereka


Funomiya nampaknya masih terkejut dengan apa yang dia lihat, tentu saja karena dia tidak tahu sebelumnya kalau aku ini pemimpin sebuah klan


"Sudah kutepati janjiku, lebih baik kamu membayarnya dengan mengkabulkan permintaanku," kataku kepadanya


"Tenang saja, aku sudah mempersiapkan diri," jawabnya


Aku berpaling dari Funomiya dan berjalan menjauh kebelakang untuk berkumpul kembali dengan pasukanku


"Bersama dengan matahari, kita bangkit dan menang huh?" kata Funomiya dari kejauhan


Heh... bahkan matahari belum terbit sepenuhnya, tetapi musuh sudah terkalahkan


Aku cukup puas dengan hasil ini, korban di pihak kami tidak sampai seribu, sedangkan musuh kehilangan seluruh pasukannya


Aku membasuh wajahku seperti sebelumnya dengan air bersih dan mengusapnya dengan kain. Yah.. wajahku penuh dengan darah dan debu soalnya


"Ryuu, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Kyouka dari belakangku saat aku sedang mengusap wajah


Aku berbalik dan menatapnya masih dengan sedikit darah di wajahku, lalu dia berhenti dan tubuhnya gemetaran melihatku


"Ah, maaf ini salahku, seharusnya aku tidak menunjukan mataku apalagi setelah membunuh begitu banyak orang," kataku sambil menutup mata dan memalingkan pandanganku


"Tidak, tidak apa... tetapi apa itu? Kenapa aku langsung merinding saat menatap matamu setelah berperang?" tanya Kyouka lagi


"Entahlah, mungkin nyawa yang baru kuambil dapat dilihat olehmu melalui mata merahku ini," jawabku


Aku sendiri sadar bahwa mata merahku ini tidak enak dipandang bagi orang-orang di wilayah ini terutama setelah aku merenggut banyak nyawa, namun tidak dengan orang-orang Oda.


Karena mata merah ini pasti dimiliki oleh keturunan sang pemimpin klan, meski milik ku adalah sebuah pengecualian karena seakan menyala cukup terang

__ADS_1


Mata darah mereka bilang, itu julukan bagi kami anggota klan Oda. Namun julukan mataku adalah mata darah dibawah rembulan


Ah benar juga, ngomong-ngomong aku akan menagih hutang Funomiya. Kira-kira imana dia sekarang ya....?


__ADS_2