The Sended

The Sended
Chapter 74: Nobody Wants to Die a Hero's Death


__ADS_3

.


"Sebelum memulai pertarungan kita, alangkah baiknya kita saling memperkenalkan diri, seperti yang dilakukan petarung biasanya, namaku Tadashii Ryuu, seorang petarung dari Selatan,"


"Hmph, nampaknya kamu masih sedikit tahu soal etika petarung huh? Namaku Yuuna, aku lahir dan besar disini di kota ini," jawabku


"Yuuna? Itu nama yang jarang disini bukan? Namamu itu berasal dari wilayah Tenggara sama sepertiku, apa jangan-jangan kita keturunan dari tempat yang sama ya?"


"Hah! Meski jika itu benar maka kelakukanmu sangat memalukan leluhurmu! Akan kuakhiri disini sekarang juga!"


Wajahnya memang bisa membuatku kesal sendiri, senyuman yang seakan mengetahui semua hal itu benar-benar ingin ku tebas dengan pedangku ini


"Ayolah Yuuna... ini hanya sekedar pertandingan kok, ini diadakan untuk hiburan bukan?"


"Hiburan yang kau maksud adalah jalan hidupku kali ini! Ha!!"


.


Rupanya rumor tentang dia tidak dilebih-lebihkan, gadis ini bergerak lebih cepat dari siapapun yang kuketahui sebelumnya. Bahkan jika kecepatan Fengxian dan Percival digabung mungkin masih belum seimbang dengan gadis ini, siapa namanya tadi? Yuuna kah?


Ia kandidat yang cocok untuk menjadi ksatria pengganti Percival, tapi bagaimana caranya agar tidak terlihat seperti aku mengeksploitasi kota ini sama seperti yang dilakukan Zhongyin dan Ming sebelumnya...?


Eh...? Tunggu sebentar.... Apa dia tadi bilang jalan hidupku kali ini? Apakah itu mengandung suatu makna atau memang begitu makna apa adanya? Jika itu makna apa adanya maka.... dia juga orang yang dikirim sepertiku, Kyouka, dan Maou!


"Kau! Reaksimu sungguh cepat, matamu bergerak bahkan sebelum aku dapat menarik pedangku, tapi pergerakanmu sangatlah buruk!" Hmm? Apa dia mengguruiku?


"Yuuna, apa tadi kamu bilang ini jalan hidupmu kali ini? Apa maksudnya itu?"


"Itu bukanlah hal yang perlu kau ketahui, fokuslah ke pertarungan ini! Ha!" Ayunan dari atas, aku hanya perlu menghindar dengan geser sedikit


"Apa teknik menghindar yang seperti ini yang kamu mau?" Kali ini aku tidak berlarian seperti orang bodoh


"K-Kau..?!"


"Jawab pertanyaanku Yuuna, itu hal penting yang perlu kuketahui,"


"Sialan kau!" Tebasan horizontal, kurasa menunduk sudah cukup mengingat ketinggian serangannya


"Baiklah kalau begitu mari kita buat taruhan saja," kataku


Kami saling mundur menuju ke sisi yang berbeda untuk menghentikan pertarungan sejenak


"Apa yang kau usulkan di tengah pertarungan seperti ini?" Dia setidaknya mau mendengarkan


"Jika kamu kalah maka kamu harus menjelaskan tentang dirimu kepadaku, lalu jika aku kalah maka aku akan mengabulkan segala keinginanmu bahkan jika itu membuatku menjadi budakmu,"


"Itu tawaran yang tidak membuatku tertarik tapi untuk apa menolak hal yang sudah jelas huh?" Dia mulai sombong kah...


"Kalau begitu kuanggap deal,"


"Terserah kau penipu!" Ia menyerang lagi, kali ini mari gunakan kemampuan akselerasiku untuk menghindari seluruh serangan yang Yuuna keluarkan


Mungkin dari prespektifnya aku terlihat seperti bergerak sangat cepat menghindari baik itu tusukan, tebasan, atau pukulan, bahkan tendangan yang ia arahkan padaku. Mungkin karena terlalu cepat, aku terlihat sudah terpotong namun nyatanya belum...


Padahal yah yang aku lakukan hanya berjalan menjauh lalu mendekat kearahnya sembari mengamatinya terus untuk melihat kesamaan kami berdua


Rambut putih panjangnya memang mirip sepertiku namun mata emasnya tentu jauh berbeda denganku, itu melambangkan keberuntungan sementara mata merahku dianggap sebagai kutukan bukan disini?


Baiklah, kurasa saatnya untuk mengakhiri ini.


Pedang yang kugunakan adalah pedang karatan yang kubeli dengan harga sangat rendah, sementara pedang Yuuna nampak tajam dan mengkilap, jadi bagiku itu hal yang menguntungkan jika kedua pedang kami hancur


Dan itu yang akan terjadi jika aku membenturkan pedangku kepada miliknya.


Kedua pedang kami patah dan aku langsung mengarahkan tanganku ke lehernya lalu menonaktifkan akselerasi ku


"Kamu kalah, Yuuna," kataku

__ADS_1


"Apa yang bisa dilakukan oleh tanganmu belaka?" Tanya dia


"Sihir." Jawabku


"Itu curang untuk menggunakan sihir yang bukan jenis penguat pada turbamen ini," jelasnya


"Tapi itu tidak mengubah fakta jika aku menang dalam hal kecepatan, bidang yang kamu kuasai benarkah begitu?"


"Ugh.... Bahkan seorang petarung harus bisa mengakui kekalahannya...." kata dia sendiri


Wah itu hal yang bagus karena dia mau mengakui kekalahannya, jadi aku tidak perlu repot untuk membuatnya tak sadarkan diri


"P-Pemenangnya ialah...." Komentator ingin mengumumkan pemenang pertarungan ini


"Rune, penanggung jawab militer Kerajaan Ruby," kataku


Tentu saja karena mendengar ini, para penonton terkejut dan tak percaya, tapi bukan masalah karena sudah sejauh ini


"K-Kau..."


"Sebaiknya kita pergi ke tempat yang sepi, Yuuna,"


.


Kami tiba di ujung kota, dimana tembok kota yang baru selesai dibangun berada. Disini mungkin tempat yang cocok untuk berbicara karena sangat sepi, jadi mari kita tanyai berbagai macam hal kepadanya mulai dari perkataannya sebelum ini


"Tolong jelaskan sedetail mungkin ya, Yuuna,"


"Ugh! Baiklah... Aku tidak tahu harus mulai dari mana,"


Ketika dia mulai cerita, hal pertama yang keluar dari mulutnya adalah insiden Hiroshima dan Nagasaki yang tentu langsung membuatku terkejut, tentang bagaimana kehidupannya sebelum dikahirkan kembali ke Kelfia dan betapa sulitnya itu dengan batasan yang ia dapatkan


Lalu ia bercerita tentang hal yang dirinya lakukan saat terlahir kembali disini, ia ditinggalkan oleh kedua orang tuanya karena kepercayaan mereka tentang kutukan dari rambut putihnya, hingga alasan mengapa dia ingin menang dalam turnamen ini


Itu adalah cerita yang cukup panjang namun aku bisa mengolahnya dengan baik di kepalaku, intinya yah.... dia sama sepertiku yang berasal dari bumi.


"Tidak, itu terdengar masuk akal saja bagiku,"


"Huh? Bagaimana mungkin?" Tanya dia


"Hmm? Tentu saja karena aku juga berasal dari bumi,"


"Eh...?"


.


"Hah?! Kau juga berasal dari bumi?! Kenapa tidak bilang sejak awal?!"


"Mana kutahu kamu juga dari bumi? Kamu sendiri juga yang langsung bertarung denganku," Ugh! Dia benar.... aku yang salah...


"Maaf..."


Mungkin alasanku tidak bisa mengalahkannya adalah karena kemampuan yang dia dapatkan dari Dewa, tapi sebenarnya apa kemampuan yang ia minta?


"Berapa umurmu, Yuuna?"


"Aku hampir 17 tahun, kenapa?"


"Yah.... kamu nampak sangat muda, kamu harus memanggilku kak," katanya


"Huh?! Kamu juga nampak muda! Usia kita juga pasti tidak jauh beda,"


"Mungkin kamu benar, tapi aku sudah menjalani tiga kehidupan...."


Huh? Jadi dia sudah sangat berpengalaman dong? Jadi bukan masalah pada kemampuan yang diberikan oleh Dewa melainkan karena pengalamannya selama ini...?


"Mana aku mau!"

__ADS_1


"Baiklah-baiklah, kamu boleh memanggilku apapun yang kamu inginkan,"


Sifatnya sungguh aneh, dia seakan sedang bermain-main dengan kehidupannya itu namun disisi lain aku bisa merasakan keseriusan didalam kalimatnya


"Kamu bilang dirimu adalah Rune, penanggung jawab militer Ruby? Itu artinya kamu orang penting di kerajaan ini bukan?" Tanyaku


"Mungkin lebih dari itu sih... soalnya aku salah satu orang yang menegakan Kerajaan Ruby hingga seperti ini," jawabnya


Woah! Itu terdengar sangat sulit, itu berarti dia adalah orang yang sangat penting bukan?


"Yah selain itu Ratu Ruby juga adalah temanku," lanjutnya


"Teman?"


"Hmm? Ah, aku belum bilang ya? Dia juga dikirim kemari oleh Dewa dari bumi,"


"Hah?! Apa kerajaanmu isinya orang-orang yang terkirim semua?!"


Itu sangat mengejutkan karena ada banyak yang dirikim oleh Dewa selain aku, tapi pertanyaannya berapa banyak?


"Tidak juga, hanya ada aku, Ratu Ruby, dan tuan penemu yang otaknya sangat cerdas itu," jawabnya


W-Wah ternyata hanya ada tiga orang...


"Kenapa kamu nampak kecewa?" Tanya dia


"Eh? Tidak bukan begitu...."


Ugh....


Lantas sebenarnya apa yang membuatnya sangat ingin tahu? Apakah jangan-jangan dia ingin aku bekerja untuk Kerajaan Ruby?!


"Hei Yuuna, sebenarnya apa yang kamu inginkan?"


Yang kuinginkan?


"Entahlah, ini kesempatan pertamaku jadi kupikir kali ini akan kugunakan untuk belajar banyak hal terutama tentang bertarung. Memangnya apa tujuanmu? Apa yang ingin kamu capai di dunia ini? Apakah kamu ingin menaklukan dunia ini dan menjadi penguasa mutlak diatasnya?"


Aku tidak tahu dengan kebanyakan orang tapi itu benar-benar terdengar membosankan di telingaku, setelah mendapatkan itu lalu apa? Aku tidak bisa memikirkan hal apa yang akan kulakukan jika diriku menjadi penguasa dunia ini


"Dunia ini bernama Kelfia bila kamu belum tahu.... Diambil dari bahasa Elf yang berarti rumah," jelasnya


"Dan tujuanku bukanlah itu Yuuna, bukankah kalau sebatas itu rasanya akan membosankan? Toh kita punya sepuluh kali kesempatan. Menaklukan dunia hanyalah satu langkah besar lainnya untuk mencapai tujuanku sesungguhnya.


Kucerita sedikit tentang kehidupan keduaku, itu bahkan bukan berada di planet ini melainkan di dunia lainnya yang tak bernama. Ketika Dewa bertanya apa yang ingin kulakukan disini, aku bertanya balik, bagaimana caraku untuk menjadi sepertinya?" Lanjutnya


Apa?! Apakah dia ingin menjadi Dewa?!


"Setelah keheningan sesaat, jawabannya adalah untuk menaklukan seisi dunia ini, seluruh ciptaannya, sehingga saat itu tiba maka aku baru punya kesempatan untuk melawannya,"


Dia.... apakah dia sudah gila...?


Bagaimana mungkin, kita yang hanya ciptaannya semata bisa memberontak dan mengalahkan makhluk itu? Aku bahkan hampir tidak bisa bergerak hanya karena berdiri dihadapan Dewa itu


"Kalau tujuanmu hanya belajar, maka tidak masalah jika kamu ikut denganku bukan? Kamu bisa melihat dunia ini secara lebih luas jika bergabung bersama Kerajaan Ruby. Bukankah pemegang gelar yang tak terkalahkan sebelumnya akhirnya mati di tangan Ksatria Ruby? Dunia ini lebih besar dari sebatas satu kota penuh petarung ini loh,"


Ugh.... akhir-akhirnya itu tujuannya.... namun setelah mendengar cerita tadi, pandanganku kepadanya berubah dadi yang tadinya mengira dia orang aneh, sekarang mengira dia sudah tidak waras... tapi disisi lain entah kenapa aku juga tertarik untuk melihatnya berhasil


"Biasanya kulihat dalam novel atau manga, orang-orang yang terkirim ke dunia lain akan berusaha untuk mencari jalan pulang," kataku


"Oh? Apakah kamu ingin pulang? Kamu bisa mencaritahunya, tapi aku tidak mau ikut-ikutan ya... soalnya menurutku dunia ini jauh lebih indah dari dunia kita dulu," kata dia


Itu benar, aku sungguh memahami makna dari balik ucapannya barusan, dunia penuntut itu memang tidak pernah sesuai denganku. Itu juga alasan kenapa aku menerima tawaran dari Dewa tanpa pikir panjang...


"Baiklah, aku setuju untuk ikut denganmu, tapi aku hanya akan bertarung jika aku inginkan. Aku tidak mau menjadi budak kerajaan seperti 'yang tak terkalahkan' sebelumnya,"


"Fengxian, namanya adalah Lü Fengxian, aku sendiri yang memerintahkan Ksatria terkuat Ruby untuk melawannya dan memenangkan pertempuran di Selatan,"

__ADS_1


Wah! Itu sebuah kebetulan yang mengerikan...


__ADS_2