The Sended

The Sended
Chapter 78: Blood, Toil, Tears, and Sweat


__ADS_3

.


Aku kembali membuka mataku di tubuh Rune ini, hanya untuk melihat Yuuna yang sedang menangisiku sembari memangku diriku yang sebelumnya berbaring tak berdaya. Melihat tangisannya... rasanya tidak enak saja


Tapi aku tidak boleh berlama-lama berada di posisi ini, karena setahuku Gressila sedang meluncurkan bayangan tombak miliknya itu ke arah Yuuna, kearahku


"Sudahi tangisanmu itu Yuuna,"


"Eh...?"


Tanpa basa-basi lebih jauh, aku menggunakan kemampuan akselerasiku untuk berdiri, menghadap Gressila sekali lagi yang secara tidak mengejutkan terkejut melihatku yang kembali bangkit dari kematian yang sebelumnya dia sendiri yang beri


Barrier!


Gressila harusnya bisa menghancurkan barrierku lagi dengan mudah, namun dia menarik bayangannya kembali karena keterkejutannya itu


Anehnya tubuhku menjadi ringan kembali, seperti sebelum terkena serangan Gressila- tidak... kurasa tubuhku seringan diriku ketika masih berada di dunia sebelumnya, tubuh Tadashii Ryuu yang terlatih dalam mengayunkan pedang


"Kak Ryuu?" Tanya Yuuna takjub melihatku


"Kita tidak seharusnya mati dengan begitu mudahnya bukan, Yuuna? Lagipula kehadiran kita disini cukup curang, biar kutunjukan padamu hal itu, Jenderal Iblis Gressila,"


"Kau bangkit dari kematian hanya untuk merasakannya lagi!" Ia meluncurkan puluhan bayangan tombaknya kearahku yang mana tidak mungkin ditahan dengan barrier


"Percayalah Gressila, ini bahkan bukan kali keduaku,"


Ku ambil napas dalam-dalam


Jika sesuai yang dikatakan Dewa itu maka aku seharusnya bisa memanggil pedangku itu hanya dengan menyebut namanya, tapi nama apa yang akan kuberikan ke pedangku itu?


Hanya ada satu nama yang terlintas di pikiranku saat ini, dan mungkin karena terpengaruh dari katana milik Yuuna juga. Itu adalah...


"Kusanagi!"


Ame no Murakumo no Tsurugi, atau pedang pengumpul awan surgawi adalah nama pedang yang didapatkan oleh Dewa Susanoo ketika dirinya berhasil membunuh monster naga berkepala delapan Yamata no Orochi


Dikatakan bahwa setelah Susanoo memotong kepala naga itu satu persatu, dia pergi menuju ekornya untuk dipotong juga, namun pada ekor keempat dia menjumpai sebilah pedang yang berada didalam tubuh Yamata no Orochi itu


Dia menamai pedang itu Ame no Murakamo no Tsurugi.


Beberapa generasi kemudian pada masa pemerintahan kaisar Keikō, pangeran Ōsu atau yang kelak dijuluki Yamato Takeru karena keberaniannya, dia menerima pedang itu dari bibinya yang merupakan penjaga kuil besar Amaterasu di Ise


Ada suatu waktu dimana pangeran Ōsu ditipu oleh musuhnya, dia digiring menuju padang rumput dan dijebak disana dengan api yang dinyalakan melingkar dari rumput yang menyala dibakar oleh anak panah api, itu seakan mengurung dia di tengah-tengah dan hanya tinggal menunggu pangeran Ōsu terbakar hidup-hidup


Di waktu yang tegang ini, pangeran Ōsu mengayunkan pedang Ame no Murakumo no Tsurugi yang diberikan oleh bibinya itu, memotong rumput dan menghentikan kobaran api disekitarnya


Itulah tujuan awal pangeran Ōsu, namun sisitu ia belajar bahwa pedangnya bisa mengendalikan angin dengan membawa angin itu searah dengan ayunan pedangnya


Jadi dia ayunkan kobaran api yang terbawa oleh angin dan memberikan tebasan api kepada musuh-musuh yang menipu dia.


Mulai sejak itu ia merubah nama pedangnya menjadi Kusanagi no Tsurugi atau pemotong rumput...


Aku tahu itu bukan nama yang indah.... tapi alasan


pangeran Ōsu menamai pedangnya seperti itu adalah karena ia ingin mengingat kejadian pinggir jurang kematiannya tersebut.


.


Sebuah katana muncul didepanku, melayang begitu saja dengan memancarkan cahaya emas yang teramat terang seperti menatap matahari secara langsung. Tanpa pikir panjang aku langsung meraihnya dan menggenggamnya erat, ketika kulakukan itu cahayanya meredup sedikit


Oh baiklah... saatnya mencincang seorang Iblis


Jika Dewa itu benar-benar mengabulkan permintaanku, maka terpotonglah bayangan terkutuk sialan ini!


"W-Wah..."


Itu sungguh terpotong

__ADS_1


Meski aku ragu mengayunkan pedang ini sekuat tenaga karena takut pedangnya yang hancur seperti sebelumnya, tapi bahkan hanya dengan itu masih tetap terpotong juga...


Gawat, aku mulai mengingat rasanya membantai satu divisi... aku lampiaskan saja pada Gressila, mungkin tidak masalah karena dia ini musuh


"Apa itu...?" Gressila tak menyangka bila bayangannya bisa terpotong olehku


"Senjata untuk membunuhmu,"


Ku melesat maju, lurus menuju kearah Gressila dengan cepat menggunakan skill akselerasi, kali ini tidak ada trik, aku akan menebasnya.


"Cih! Kita lihat siapa yang lebih cepat!" Serunya


Tapi yang ia maksud bukanlah serangan untuk ku melainkan ia lagi-lagi mengarahkan bayangan tombaknya kepada Yuuna dibelakang sana


Entah mengapa aku sempat ragu dengan skill akselerasi ku dan berniat untuk mundur menyelamatkan Yuuna lagi, tapi rupanya Yuuna bisa menghindar sendiri, untuk sesaat aku lupa bahwa dia adalah yang tercepat...


Namun karena aku kehilangan fokus, kurasa seranganku tidak akan berhasil jadi aku tetap mundur.


"Kamu tidak apa kan, Yuuna?"


"Iya, aku setidaknya bisa menghindar jadi jangan khawatirkan aku kak Ryuu," W-Wah... apa aku berhasil mendapat kepercayaannya?


Bukan saatnya untuk kagum karena itu, aku akan mengakhiri pertarungan ini sekarang. Saatnya beraksi!


Gressila yang memang seharusnya sudah muak itu menggunakan seluruh kemampuannya kepadaku, dia meluncurkan bayangannya, puluhan, kepadaku. Namun mari coba percaya pada skill akselerasiku kali ini


Akselerasi!


Dengan super cepat aku mencincang bayangan-bayangan yang Gressila kirimkan menjadi bagian-bagian sangat tipis seperti helaian rambut, oh sungguh aku menikmati hal ini


"Matilah!! Makhluk rendahan!!"


Teleportasi!


Aku menuju ke belakang Gressila persis dan membiarkan sisa bayangannya menancap ke posisiku sebelumnya didekat Yuuna


"Yang akan mati itu kamu, makhluk terkutuk,"


Dia menarik seluruh bayangannya dan membuat barrier seperti bola untuk menutupi sekujur tubuhnya.


Mari kita lakukan uji coba


Aku ingin memotong bayangan yang melindungi Gressila.


Kuayunkan Kusanagi ku dan itu merobek barrier bayangan milik Gressila layaknya merobek gelembung plastik dengan sebuah pisau. Ah... ini sangat menyenangkan sampai aku menyeringai dengan sendirinya


Hmm? Oh! Gressila sudah terlihat setelah kurobek gelembung bayangannya ini, dan ia sepertinya sangat terkejut dan ketakutan


Membuat seorang Jenderal Iblis ketakutan.... Apakah itu sebuah pencapaian yang besar? Entahlah


"Haha.... Hahahaha! Halo Gressila! Lalu sampai jumpa lagi di neraka, di tempat dimana seharusnya kalian para Iblis berada,"


"S-Sial..."


Kupenggal kepalanya segera setelah aku berkata hal itu. Tidak ada trik, Gressila benar-benar tamat kali ini, seluruh bayangannya memudar dan tubuhnya jatuh tergeletak diatas tanah yang sama sejak kami memulai pertarungan


Bersamanya, pedang Kusanagi ditangan ku menghilang secara perlahan tanpa menyisakan apapun. Aku pun merasakan efek sampingnya sekarang, mana yang tersisa dalam tubuhku hanya tinggal separuh kurang, sesuai apa yang Dewa katakan


Kalau begitu aku harus kembali menambah kapasitas milik ku, meski aku tidak berniat untuk terus menerus menggunakan pedang Kusanagi dalam melawan tiap musuhku sih... Soalnya itu terkesan curang.


"Kak Ryuu... kamu baik-baik saja?"


"Hmm? Yah rasanya seperti bangkit dari kematian," jawabku atas pertanyaan Yuuna


"Tapi kamu memang bangkit dari kematian," aku tahu...


"Lantas apa yang akan kita lakukan dengan tubuh Gressila?" Lanjut tanya dia

__ADS_1


Pertama-tama aku ingin menyampaikan kekagumanku karena darah Iblis rupanya secara mengejutkan berwarna merah.... kupikir itu akan berwarna agak gelap seperti bayangannya tadi, namun itu berarti mereka tidak berbeda dengan makhluk kelas menengah seperti kami


Elf dan Dwarf juga memiliki warna darah yang serupa, mereka sekelas dengan kami manusia dan Iblis


Entah apa warna darah Seraphim tapi aku berharap itu emas atau putih...


"Sepertinya kita harus menguburnya disini,"


Aku menggunakan sihir tanah untuk menenggelamkan tubuh Gressila yang.... sudah terbagi menjadi dua bagian itu kedalam tanah dan menguburnya kembali ke peti dibawah sana, kali ini kurasa dia benar-benar mati?


Warna tanah di area ini juga perlahan menjadi sama seperti tanah di area hutan yang lain, seekor burung juga sudah menghinggap di pohon dekat sini untuk pertama kalinya


"Itu benar-benar praktis ya.... maksudku sihirmu," kata Yuuna


"Kenapa kamu tidak mempelajarinya untuk dirimu sendiri? Ini sangat berguna loh, kamu bisa melakukan segala hal dengan lebih mudah,"


"Aku akan melakukannya nanti, sekarang kurasa aku akan mempelajari seni berpedang lebih jauh,"


Mempelajari pedang lagi...? Mungkin itu sudah menjadi obsesinya


"Sudah kuputuskan, diriku akan bergabung dengan kalian," lanjutnya


"S-Sungguh?"


"Iya, kenapa kamu malah tidak percaya?" Y-Yah bukankah ada banyak hal yang membuatku tidak percaya?


Aku tidak menyangka dia akan bergabung begitu saja seperti ini...


"Kamu sudah menyelamatkan nyawaku, Kak Ryuu... M-Mungkin dengan ini aku bisa membalas budi," kata dia lagi


"Begitukah? Kamu sudah memanggilku kak bukan?"


"E-Eh? J-Jangan diperjelas!"


"Tidak, itu bukan maksudku... melainkan jika begitu maka kamu harus memanggil dua orang lainnya dengan sebutan itu juga,"


"Kalau boleh tahu siapa nama kedua orang ini?" Tanya Yuuna


"Yah... kamu kenalan saja sendiri,"


.


Ini adalah kali pertama pidato pengangkatan menteri baru yang mana kali pertama juga penyiaran sihir dilakukan diseluruh penjuru wilayah Ruby, yah... teknologi baru lainnya oleh Maou


Menteri yang kumaksud adalah Yuuna, dia diangkat menjadi menteri ekonomi oleh Kyouka atas rekomendasi ku


Ini bukan nepotisme atau apa loh ya... soalnya Yuuna itu katanya calon mahasiswa di bidang ekonomi jadi aku yakin dia memiliki ilmu yang cukup. Dianya juga tidak menolak, begitupun dengan Kyouka dan Maou yang senang dengan kehadiran Yuuna


Meski pada awalnya tidak berjalan mulus...


"R-R-R-R-Ryuu! Apa dia anakmu?!" Kyouka sampai menumpahkan tehnya di kantornya saat aku membawa Yuuna masuk kedalam sana


"Hei!"


"Ryuu, bukankah kamu bilang kamu tidak tertarik dengan laki-laki karena dulunya kamu juga laki-laki?" Tanya Maou yang juga ada disana


"Dengarkan aku dulu, sialan!"


Yuuna memang sangat mirip denganku, mungkin kami ditakdirkan untuk menjadi saudara kembar entahlah... tapi yang membedakan adalah mata kami dan tentunya pakaian


Mataku merah seperti darah, sementara Yuuna emas seperti... yah.... emas?


Pakaianku saat ini adalah seragam militer ketat berwarna putih dengan banyak lencana berkilauan terkena sinar matahari di dadaku, ini pilihan Kyouka seluruhnya.... meski bahan pakaian ini Maou yang buat


Kubilang saat ini karena biasanya aku hanya menggunakan mantel hangat merah tuaku.


Itu karena hari ini adalah hari spesial dimana kami yakni Kyouka, Maou, aku, dan Yuuna akan ditayangkan secara langsung ke seluruh wilayah Kerajaan dimana Yuuna akan berpidato singkat tentang pengangkatannya

__ADS_1


"...Kita, kini sedang berada pada tahap ekspansi paling besar dalam sejarah manusia, dimana kita mengambil aksi disini di Benua Timur, dan harus memulai persiapan di Benua Barat. Dimana perang melawan Ming masih belum berakhir, dan kepentingan dalam negeri tidak boleh dilupakan, dalam hal ini adalah perekonomian, tugas yang harus saya tempuh dan kelola.


Saya bisa menjamin perkataan saya kepada anda sekalian rakyat Ruby, seperti yang sebelumnya saya katakan pada orang-orang yang berada di kursi pemerintahan: Saya tidak bisa menawarkan apapun selain darah, kerja keras, air mata, dan keringat."


__ADS_2