
Sebelum Inggris pada akhirnya bersatu, mereka adalah negeri yang lemah dibandingkan negeri lain di tanah Eropa seperti Norwegia, Denmark, dan Prancis. Keuntungan mereka hanyalah posisi mereka yang berada di seberang lautan, mempersulit musuh untuk melakukan invasi
Tetapi bahkan dengan itupun musuh dengan kekuatan laut yang besar juga bisa menginvasi mereka, contohnya adalah para Viking dari Denmark yang berhasil melengserkan Raja dari bangsa Saxon dan menggantinya dengan bangsa mereka
Maju beberapa saat, mereka tiba-tiba menjadi negeri dengan kekuatan laut terbesar di Eropa hingga saat aku meninggalkan dunia itu. Mereka berhasil menahan pasukan Prancis Napoleon, dan menahan pasukan Jerman Nazi untuk tidak mendaratkan kaki di tanah air mereka
Sebenarnya apa yang terjadi?
Alasannya ada banyak dan jika dijelaskan mungkin dapat membuat satu buku untuk dimuat, akan kukatakan intinya saja
Pertama adalah kebutuhan pokok sebuah negeri, sebuah negeri perlu kekuatan laut untuk berbagai hal mulai dari berdagang hingga perlawanan terhadap musuh baik itu perompak maupun kekuatan laut dari negeri lain
Kedua, teknologi, tanpa disadari banyak dari ilmuan mereka yang antusias untuk mengembangkan teknologi kelautan, membuat mereka memiliki teknologi paling maju di bidang itu pada masanya
Ketiga adalah komitmen nasional, semakin berkembangnya zaman membuat keperluan di bidang ini kian melonjak. Apalagi dengan meningkatnya jumlah bajak laut di seluruh arah mata angin
Keempat adalah karena persatuan terutama dengan Skotlandia, angkatan laut Skotlandia kian menjadi ancaman di perairan mereka, hal ini membuat Inggris perlu sebuah angkatan laut yang kuat
Kelima adalah perdagangan, seperti yang diketahui bahwa julukan mereka adalah Kekaisaran dimana matahari tidak pernah terbenam, kekayaan mereka berasal dari seluruh penjuru dunia yang tidak lain karena perdagangan ini. Dengan hasil dari situ, mereka dapat membangun angkatan laut yang lebih besar lagi
Yang terakhir adalah pengalaman di laut, setelah semua tadi dan perjalanan panjang Inggris di laut, kini mereka memiliki para pelaut yang berpengalaman untuk dimuat kedalam kapal-kapal berteknologi terbaru mereka.
Seperti yang sudah diketahui, sepertinya Ruby disini agak mirip dengan Inggris di bumi dulu. Dan mungkin saat ini adalah masa dimana kami masih belum menjadi kekuatan dunia, sama seperti Inggris dahulu
Kami perlu itu semua pastinya. Kami memiliki Maou untuk mendesain dan merancang teknologi kelautan, kami berkomitmen untuk menjadi kekuatan dunia, kami akan segera mempersatukan pulau ini, kami akan segera memulai perdagangan besar dari Edelfield, yang tersisa hanyalah pengalaman
Dan hal itu tidak bisa didapatkan begitu saja, namun tentunya bisa dilatih dengan kondisi tertentu. Siapa yang lebih baik dalam melatih pelaut kecuali pelaut itu sendiri bukan?
Aku pernah mengkomandoi kapalku sendiri meski memiliki desain dan teknologi yang berbeda, tapi kurasa itu tak akan menjadi masalah..... kan?
Oleh karena itu aku memutuskan untuk membangun sebuah akademi angkatan laut disini.
"Halo Kyouka, kamu sedang tidak sibuk kan?" Aku menghubunginya lewat sihir
"Uwah! Kamu mengejutkanku! Tentu saja aku selalu sibuk, tapi setidaknya aku bisa mendengar apa alasanmu menghubungiku," jawabnya
"Bagus! Aku berencana untuk membangun sebuah akademi disini,"
"Huh?"
"Iya, akademi angkatan laut untuk merekrut kadet-kadet baru," lanjutku
"Hah.... kamu memang sangat menyukai laut ya...." Eh? Benarkah begitu?
"Tidak juga, kalau disuruh memilih maka aku akan memilih pertempuran di daratan, tapi karena aku sudah punya pengalaman di laut jadi kenapa tidak kupakai?"
"Jadi apa alasanmu menghubungiku adalah untuk mengirim material kesana?" Tanya dia
"Tidak juga, aku ingin kamu mengiklankan lewat poster saja tentang akademi ini, aku akan urus sisanya,"
"Baiklah kurasa aku bisa menyuruh orang untuk itu," syukurlah....
__ADS_1
"Terimakasih! Kita akan membutuhkan banyak orang untuk operasi militer ke Edelfield,"
"Iya-iya,"
Aku menutup saluran sihir komunikasinya.
Sekarang.... Mari kita bangun gedung akademi nya diatas sini saja, diatas ngarai yang menjulang langsung kelautan. Mungkin ini tempat yang strategis? Entahlah....
Aku menuju ke kota untuk menyewa beberapa orang untuk membangunnya, serta membeli banyak material dan peralatan untuk digunakan mereka. Semua itu bisa didapatkan hanya dengan dua puluh koin emas, tapi mungkin akan sedikit lebih banyak ketika semuanya selesai
Karena tidak memiliki desain, jadi aku membuatnya se efisien mungkin, sebuah gedung untuk belajar materi, lalu sebuah lapangan dimana ada fasilitas.
Hampir semuanya terbuat dari kayu, jadi pembangunannya tidak akan selama membangun sebuah rumah pada umumnya, seminggu mungkin adalah waktu yang cukup untuk akademi ini dapat berdiri
Sebelum itu sebaiknya aku mencari guru untuk mengajar disana. Tidak ada yang lebih baik untuk mengajari seorang pelaut kecuali pelaut lain yang lebih berpengalaman bukan? Ayo cari pelaut, kuyakin ada banyak dibawah sana
"Halo!"
"Huh? Kalau tidak salah...."
"Dia adalah Nona Rune bukan?!"
Oh? Ini akan menjadi mudah
"Kalian adalah pelaut Ruby yang datang dari Edelfield bukan?" Tanyaku
"I-Iya, kami berasal dari Edelfield yang mencari keuntungan disini bersama keluarga kami, Ratu Lofi menjanjikan itu pada kami...." katanya dengan menunduk ketakutan
"Tidak perlu begitu ketakutan, aku kemari hanya untuk satu tujuan, yakni karena kalian adalah pelaut, bukan karena kalian mantan penduduk Edelfield,"
Mendengarnya mereka bingung namun sekaligus lega.
Aku menjelaskan semuanya pada mereka dan meminta mereka untuk menjadi guru di akademi baru ku nanti, dan seperti dugaanku mereka tidak mungkin langsung mengiyakannya, habisnya mereka sudah punya pekerjaan
Jadi aku tidak akan memaksa, mereka boleh datang kapan saja untuk mengajar, dan disaat mereka tidak ada maka aku yang akan mengajar
"Tentu aku akan membayar kalian setiap kalian datang, bagaimana dengan itu?"
"Kalau seperti itu maka kami tidak akan tolak," yah lagipula mereka yang untung disini
Tidak masalah, soalnya dalam jangka panjang juga kami yang akan untung, memiliki banyak pelaut handal dan angkatan laut terbaik di wilayah manusia, itu terdengar bagus
"Nona, apa anda orang terkenal?" Seorang remaja bertanya demikian
Ia memiliki wajah polos namun sekaligus wajah penasaran dengan mata yang besar, dan rambut pendek agak berantakan berwarna coklat gelap. Pakaiannya bukanlah yang terbaik dari segi kualitas, namun juga tidak seburuk ketika kami menjadi budak, itu pakaian biasa
Dia datang kemari ketika para pelaut tadi sudah bubar dan kembali ke kapal mereka untuk melanjutkan pekerjaan mereka, ia kemari membawa sebuah keranjang berisi bahan-bahan segar seperti buah dan daging serta garam, suatu komoditas yang dulunya mahal namun mungkin kini akan menurun harganya
"Oh? Kamu tidak tahu siapa aku, memangnya kamu sendiri siapa?" Balasku bertanya
"Ah, namaku Gilles, anak dari seorang pesuruh keluarga bangsawan," jawabnya
__ADS_1
"Anak pelayan?"
"Tidak, ayahku adalah seorang penjaga kuda," oh....
Ada juga profesi seperti itu ya.... kupikir itu sudah jadi tugasnya pelayan
"Lalu apa kamu tertarik, nak? Bergabung kedalam angkatan laut baru dan berjuang demi bangsamu?"
"Eh? T-Tapi sesuai yang kubilang, aku hanyalah anak dari seorang pesuruh," Katanya lagi
"Tidak masalah, sejak awal militer bukanlah platform untuk naik jabatan atau kasta, mungkin di beberapa negeri iya tapi tidak disini,"
"Umm.... baiklah, tapi aku akan bertanya kepada kedua orang tuaku dulu," hehe rekrutan pertama
"Aku akan menunggumu diatas sana," kataku sambil menunjuk atas ngarai tempat akademi berada
Dia melambaikan tangannya dan berlari sambil memeluk keranjangnya, namun ia segera berhenti dan berbalik untuk bertanya kepadaku
"Anu, jika ditanya oleh ayahku maka aku harus berkata anda siapa?" Benar juga, aku belum memperkenalkan diriku
"Katakan saja aku Rune, bahawan Ratu Lofi," jawabku
Dia mengangguk dan lanjut berlari menuju ke rumahnya, sepertinya masih ada juga yang tidak tahu siapa aku....
Dua bulan berlalu terlalu cepat, meski perkataanku itu terkesan buruk namun masih ada keuntungan dibaliknya. Itu berarti kami akan segera menuju ke Selatan dan menaklukan pulau ini sepenuhnya, mengakhiri perpecahan diatas pulau ini yang sudah ada sejak manusia pertama kali menginjakan kakinya disini
Selama itu aku terus mengatur dan memeriksa ulang seluruh hal yang berkaitan dengan kampanye militer ku, sebuah peperangan akan dimenangkan dengan sebuah strategi besar yang sangat mendetail, itulah doktrin yang kutanamkan kedalam militer Edelfield
Sekarang kami memiliki jumlah total 12.000 prajurit dengan perlengkapan yang hampir merata, kami masih belum melengkapi mereka semua namun kurasa dalam seminggu kami bisa menjalankan kampanye ini.
Kami memesan senjata dari Hohenzollern, selain karena mereka adalah negeri yang paling dekat, mereka juga sedang kelebihan senjata setelah perang mereka melawan Franca dahulu. Jumlah prajurit mereka kini lebih sedikit dari jumlah senjata yang mereka miliki
Dan sepertinya ketimbang menyimpannya di gudang sampai berkarat, Hohenzollern cukup cerdas karena memutuskan untuk menjual senjata mereka dan menghasilkan uang yang bisa digunakan untuk keperluan lain seperti infrastruktur
Kudengar ada sebuah jalan besar terbuat dari batu yang menghubungkan Hohenzollern hingga bagian selatan Castille, tapi karena itu sangatlah tua dan sudah retak atau hancur, kini tidak bisa lagi digunakan
Soal infrastruktur, negeri ini tidak pernah memiliki infrastruktur yang baik. Aku tidak tahu kemana uang yang kami dapatkan dari pajak agrikultur dan perdagangan selama ini, tidak mungkin semuanya habis untuk membeli senjata
Sepertinya ada yang mencurigakan diantara menteri Raja, tapi karena aku adalah orang militer jadi aku tidak berhak ikut campur kedalam hal itu, kecuali jika sang Raja memerintahku secara langsung.
"Ayahanda," suara kecil itu memanggilku dari pintu ruang kerjaku yang terbuka sedikit
Ia adalah putraku, dan layaknya seorang ayah, aku sangat membanggakannya
"Putraku, apa yang membawamu malam-malam kemari?" Dia masih sepuluh tahun, tapi aku sudah mulai memberinya pelajaran soal militer
"Ibunda bilang jika ayah bekerja terlalu keras selama dua bulan terakhir, aku ingin ayah untuk beristirahat,"
Dia dan istriku benar, sepertinya aku memang bekerja terlalu keras selama ini. Tapi itu bukanlah hal yang buruk mengesampingkan kesehatanku tentunya, demi Edelfield aku harus melakukan segala hal yang bisa kulakukan
Meski begitu, kurasa cukup untuk hari ini.
__ADS_1
"Baiklah, ayah akan beristirahat, begitu juga denganmu, ayo ayah antar ke kamarmu," aku menutup buku berjudul The Warrior Queen yang sedang kubaca dan pergi bersama putraku.