
"Ladenvield takluk?!" Seru yang Raja
Orang-orang didalam ruangan ini menjadi diam mendengarnya, mereka sangatlah takut jika kejadian dulu terulang kembali ketika Raja saat itu menggunakan otoritasnya untuk menghancurkan mereka dan keluarga mereka
Yang kumaksud adalah para menteri, mereka takut dengan kekuatan fraksi militer yang mendukung penuh keputusan Raja, dalam kata lain mereka takut pada fraksi ku.
Aku adalah Jenderal untuk pasukan Edelfield yang bertanggung jawab atas sekiranya 10.000 prajurit dibawahku, itu membuatku sebagai orang paling berkuasa kedua setelah Raja, tapi untuk apa memanfaatkan posisiku itu?
Aku bisa saja menggulingkan Raja sekarang, atau menghancurkan para menteri beserta bawahan mereka, namun tidak akan kulakukan jika bukan perintah dari Raja.
Seperti itulah tradisi kemiliteran Edelfield, meski memiliki kekuatan terbesar namun masih dibawah Raja. Karena itu juga ketika dahulu seorang Raja Edelfield memerintahkan kami untuk membantai habis penyihir di kerajaan ini, kami melakukannya tanpa pikir panjang
"I-Itu benar baginda, Ruby telah menaklukan mereka," perjelas seorang menteri
"Sial! Padahal kita harusnya masih bisa mengulur waktu. Lalu bagaimana kondisi dalam pasukan, Jenderal? Apakah kamu pikir dengan itu bisa menaklukan kembali para pengkhianat dan orang pedalaman itu?" Maksudnya Ladenvield dan Ruby
"Saat ini kita memiliki kurang lebih 10.000 prajurit, bahkan jika kita melawan Ruby dan Ladenvield secara bersamaan saya yakin kita masih dapat mengalahkan mereka," jawabku
"Itu melegakan untuk bisa melihat anda begitu percaya diri, Jenderal. Tapi aku juga berharap begitu," Kata Sang Raja memujiku
"Ini perintahku! Kita akan memulai persiapan untuk menaklukan daratan ini secara penuh!" Lanjut beliau
"Baik, Baginda!"
Pertemuan ini selesai dengan perintah tersebut, kami semua kembali ke tempat kami masing-masing untuk mempersiapkan bagian kami masing-masing. Dalam kasus ini bisa dikatakan bahwa bagianku yang paling berat.
Sebelum aku kembali, aku bertemu dengan menteri perdagangan yang juga merupakan teman dari ayahku, Jenderal sebelumnya
"Sir Paul, seperti biasa seorang Jenderal pasti sangat percaya diri ya, sama seperti ayah anda," kata beliau
Aku menghormatinya sama seperti menghormati ayahku sendiri, karena setelah ayahku meninggal dialah yang membantu keluargaku hingga diriku bisa menggantikan ayahku.
"Tuan Richard, kuanggap itu sebagai pujian,"
"Bisakah aku memintamu untuk meluangkan waktu sebentar untuk berbincang denganku?" Tanya beliau
Kami berjalan bersama di lorong megah istana Raja yang terkesan kosong meski banyak benda-benda koleksi milik sang Raja sendiri, bercerita berbagai hal mulai dari masalah kerajaan hingga kehidupan pribadiku
"Kudengar pedagang dari Russky itu cukup keras kepala, apa anda tidak kerepotan?" Tanyaku
"Sebenarnya mereka itu hanyalah menggunakan strategi untuk berdagang, dan strategi semacam itu sudah kami antisipasi sebelumnya," jawab beliau
"Oh? Lalu menurut anda pedagang dari negeri mana yang membuat anda kerepotan?" Aku cukup penasaran
Jika itu Tuan Richard, kuyakin pedagang yang akan ia sebut memiliki skill yang tidak bisa diremehkan
"Setelah puluhan tahun mengabdi di jabatan ini, aku sudah melihat berbagai macam strategi dagang yang digunakan di pelabuhan kita. Jujur hampir semuanya sudah bisa kita layani dengan baik," Memang beliau adalah sosok yang hebat, akan lebih mengejutkan jika ada yang-
"Tapi memang benar ada satu ketika aku merasa kalah," Eh?
"Kalau boleh tahu mereka pedagang dari mana?" Tanyaku sangat penasaran
"Kalau tidak salah mereka bilang mereka dari Khazaria, itu adalah sebuah negeri di Benua Selatan," Aku belum pernah mendengarnya
"Yah, padahal mereka hanyalah anak muda tapi sepertinya aku berhasil diakali, kuyakin mereka untung banyak sehingga tidak pernah kemari lagi,"
Aku memang belum pernah mendengar nama Khazaria, tetapi pedagang dari Benua Selatan itu sangat terkenal karena kemampuan mereka. Buktinya mereka bisa sampai kemari dengan jarak sejauh itu, dan diatas semuanya mereka berhasil mengakali tuan Richard
"Mungkin memang sudah saatnya bagiku untuk pensiun," lanjut beliau
__ADS_1
"Padahal kerajaan ini masih membutuhkan anda, tapi saya akan menghargai keputusan anda apapun itu, tuan Richard,"
"Hohoho, anda juga sebaiknya melakukan yang terbaik, Sir Paul. Aku memang sudah tua, tapi itu juga bukan berarto anda masih muda, berapa umur anda sekarang Sir?" Tanya tuan Richard
"Empat puluh empat tahun, anda benar, waktu bergerak lebih cepat dan jika kita bermalas-malasan maka tak akan ada yang bisa kita capai," jawabku
Kami sampai di pintu keluar istana, dengan adanya dua kereta kuda untuk masing-masing dari kami, kami akan kembali melanjutkan kehidupan dan tugas kami sendiri
"Aku tidak bercanda soal pensiunku, Sir Paul. Segera akan kuperkenalkan penerusku kepada Baginda Raja dan kalian semua," kata beliau sebelum masuk ke kereta kudanya
"Saya mengerti, semoga anda hidup panjang dan sehat selalu, Tuan Richard. Terimakasih atas apa yang telah anda lakukan terhadap keluarga saya dan kerajaan ini,"
Kereta kudanya berangkat dan aku juga masuk kedalam kereta kudaku untuk pergi menuju ke barak, mempersiapkan semua hal yang perlu disiapkan mulai dari senjata hingga prajurit, aku perlu melatih mereka sekali lagi.
Soal Ruby, meski banyak dari eselon atas yang menganggap mereka tidak lebih dari orang barbar atau orang pedalaman, tetapi buktinya mereka dapat mengalahkan Ladenvield yang bahkan kami kesulitan menghadapinya
Dengan dana yang dianggarkan saat ini, sangatlah mungkin kami menaklukan mereka berdua dan membuat pulau ini bersatu, aku harus mempersiapkan semuanya sebaik mungkin.
"Hey pak tua! Ini perintah Ratu loh, kamu mengerti tidak? P-E-R-I-N-T-A-H, apa kamu mau mengabaikannya begitu saja?"
"Diamlah gadis kecil! Disini itu galangan kapal, bukan toko mainan,"
Kugh! Memang benar tubuhku kecil, tapi aku ini sama tuanya dengan Kyouka!
Kesalahanku karena menuju kota ini tanpa membawa surat perintah maupun penjaga, padahal Kyouka sudah memperingatkanku sebelumnya....
Soal kota ini, tidak ada yang menarik disini. Layaknya desa yang cukup sepi, kota ini juga seperti itu. Mungkin karena masih baru juga, hanya ada beberapa toko yang buka di distrik pertokoan yang sudah disiapkan Kyouka
Sepertinya dia juga sadar jika penataan kota Ruby itu buruk, jadi dia berusaha ingin menata kota baru ini dengan baik.
Namun di pantainya terdapat banyak nelayan dan pembuat kapal mulai membangun bisnisnya, ada dermaga yang baru dibangun dan yang masih dibangun juga ada. Kalau benar dijadikan kota perdagangan, kurasa juga tidak buruk, tapi lebih baik dijadikan kota industri perikanan dan galangan kapal saja
Untuk itu aku datang ke salah satu tempat pembuat kapal, malah disangka anak kecil yang mau bermain-main
Aku memang tidak membawa surat perintah atau penjaga untuk meyakinkan dia, tapi aku membawa emas. Dan sebenarnya hanya itu saja sudah cukup
"H-Hei gadis kecil, sepertinya kamu berasal dari keluarga yang kaya kah.... Tapi apa tidak apa membuang uangmu seperti ini?" Kugh!
"Tidak masalah!" Jawabku kesal
"Kalau begitu akan kubuatkan perahu yang bisa mengambang ya?"
"Hoi! Emas sebanyak ini harusnya bisa membeli lima kapal ukuran sedang!"
Huh....
"Aku membawa desain yang dibuat oleh Tuan Diablo, terserah mau percaya atau tidak," lanjutku sembari memberinya gulungan kertas cetak biru
Ia membukanya dan yah... melihat dari raut wajahnya, kuyakin dia sudah berubah pikiran terhadapku
"A-Anda sungguh suruhan dari istana...?"
"Suruhan? Aku ini Rune, orang yang bertanggung jawab atas seluruh hal yang menyangkut militer,"
"Rune?!" Ia terkejut
"Kalau tidak salah Nona Rune memiliki rambut seputih salju dan mata semerah darah...." Kata rekannya mendekat
"Itu berarti dia sungguhan?!" Kata rekannya yang lain
__ADS_1
"Hoi! Tentu saja dia sungguhan! Lihatlah desain ini, orang mana yang bisa menggambar ini selain Tuan Diablo?" Kata dia
Desain milik Maou memang sungguh detail dan jelas, mau berapa kalipun kukatakan dia memang jenius di bidangnya....
"Seluruh perlengkapan diatasnya akan dikirim dari ibukota, kalian hanya perlu membangun kapalnya saja," jelasku
Aku mengambil kantung emas itu dan menuangkan isinya keatas meja mereka, puluhan koin emas itu berjatuhan kesana membuat bunyi logam yang cukup menenangkan
"Jangan berbohong kali ini, berapa kapal yang bisa kalian buat dengan dana ini?" Tanyaku
Reaksi mereka sungguh baik, mereka terkejut melihat koin-koin emas diatas meja, tapi disisi lain....
"Kalau untuk membangun kapal biasa, emas itu dapat membeli setidaknya dua kapal," kata salah satu dari mereka
Dua kah.... hmm? Kenapa reaksi temannya yang lain begitu ketakutan? Oh! Ah begitu rupanya
"Hanya dua? Kalau begitu sepertinya aku akan membawa pembuat kapalku sendiri saja,"
"Eh?! Tiga! Tiga kapal biasa!" Lihat? Dia berbohong
"Lima." Kataku
"L-Lima?"
"Iya, seharusnya ini bisa mendanai lima kapal biasa, tapi karena ini desain baru jadi aku akan meminta dua,"
"Dua itu sudah terlalu banyak, kami harus mempelajari desain ini dan bahkan kami tidak tahu jumlah keseluruhan material yang diperlukan," perjelas salah satu dari mereka
"Seperti yang kukatakan, aku bisa membawa pembuat kapalku sendiri saja jika kalian tidak mau,"
"Dua, sepakat!" Orang dengan wajah ketakutan tadi akhirnya bertindak
Dua kapal untuk 40 koin emas, sementara biasanya bisa sampai lima kapal. Sebenarnya seberapa berharganya koin emas ini?
"Baiklah kita sudah sepakat, lalu aku ingin menunjukan satu lagi desain untuk kalian buat,"
Kali ini kutunjukan kapal tiga tiang yang bahkan membuat aku dan Kyouka terkagum, dan yah jika kami berdua saja terkagum bagaimana mereka yang belum pernah melihat kapal semacam itu.
"S-Sungguh kapal yang terlihat besar meski hanya desainnya saja!"
"Wah! Aku jadi semangat untuk membuatnya!"
Hehe, itu reaksi yang kuharapkan....
"Jika kalian menerima ini, maka kalian mungkin adalah orang pertama yang membangun kapal terbesar diantara kerajaan manusia yang lain," aku mencoba meningkatkan semangat mereka lagi
"Uwogh! Kita harus menerima pesanan ini!"
"Aku setuju! Kita harus menjadi yabg pertama!"
Para pengrajin memang seperti itu seharusnya, memiliki semangat tinggi untuk membuat sesuatu yang baru
"Tapi, bagaimana dengan biayanya? Aku tidak bisa membandingkan kapal ini dengan kapal biasa, jadi aku tidak bisa menghargainya dengan baik," kata orang terakhir
"Khusus untuk desain ini, kalian akan mendapat kehormatan untuk berjalan di aula Ratu dan meminta sendiri hadiah yang kalian inginkan, selama masih batas wajar ya..."
"Ap-"
"Sungguh murah hati..."
__ADS_1
"Kami menerima pesanannya!" Kata mereka bertiga bersama
Bagus