The Sended

The Sended
Chapter 20: An Empire to Lead


__ADS_3

Ryuu berhasil menghancurkan kekuatan klan Yui di tanah milik koalisi dan menepati janjinya kepada Funomiya Asagi


Kini giliran Funomiya yang harus membayarkan hutang karena telah meminta bantuan Ryuu


"Jadi, apa yang kamu minta kepada kami?" tanya Funomiya langsung ketika rapat berlangsung


Dengan ditemani Kyouka, Ryuu pergi menuju benteng Hotaru untuk berunding atas pembayaran ini


Disana dia bertemu dengan beberapa pemimpin klan koalisi seperti klan Riku dan Shizu, juga dengan Asagi


"Hmmm, sebenarnya aku juga masih bingung dengan apa yang ingin ku minta," jawab Ryuu


Di sebuah ruangan yang besar, di tengahnya terdapat meja berbentuk persegi panjang. Hanya ada satu kursi dimasing-masing sisi lebar, kursi ini diisi Ryuu dan Funomiya


Sementara sisi panjang terdapat beberapa kursi, kursi-kursi ini ditempati oleh para pemimpin klan koalisi dan Kyouka yang berada di sisi kanan paling dekat dengan Ryuu


"Bagaimana kalau koalisi dijadikan miliku saja?" kata Ryuu sambil mengacungkan jari telunjuknya


"Apa kau bercanda!?" teriak pria besar pemimpin klan Shizu


"Itu benar, mana mungkin kami mau menyerahkan wilayah yang sudah lama kami urus sendiri begitu saja, kalau iya pun kenapa kami harus menyerahkannya kepada Oda ketika Yui juga menginginkannya, toh mereka punya kesempatan lebih besar," kata gadis kecil pemimpin klan Riku


Ryuu kembali tenang dan serius dalam rapat ini, dia menutup matanya dan bernapas ringan


"Lalu, bagaimana jika aku mendeklarasikan perang kepada kalian saja saat ini seperti klan Yui?" tanya Ryuu sambil membuka matanya perlahan, membuat tekanan di ruangan itu


《Brak!!》


"Sialan!! Apa kau pikir bisa mengalahkan pasukan koalisi!!" teriak pemimpin klan Shizu kembali sambil memukul meja dan berdiri


"Dan mengapa kamu berpikir bahwa aku, orang yang menghancurkan pasukan utama klan Yui tidak bisa mengalahkan kalian? Pasukan Oda berada di luar benteng, kenapa tidak lekas mencobanya saja?", jawab Ryuu atas pernyataan itu


"Tenang dulu kalian berdua, aku perlu mendengarkan rencana Ryuu bila dia mendapatkan apa yang dia mau," lerai Funomiya


Pemimpin Shizu kembali duduk dan mendengarkan Ryuu bicara,


"Mengapa hal itu jadi pertanyaan? Tentu saja aku akan mendirikan Kekaisaran kembali," jawab Ryuu sambil tersenyum


"Ke-"


"Kaisaran?"


Seisi ruangan terkejut mendengar hal ini, bahkan tidak terkecuali Kyouka yang ada di pihak Ryuu


"Koalisi memiliki perekonomian yang baik untuk menjadi sumber daya besar kekaisaran, klan Yui memiliki wilayah yang besar serta persenjataan modern, lalu Oda memiliki aku,"


"Kekaisaran huh?" kata pemimpin Shizu


Setelah hening beberapa saat, akhirnya ada yang menjawab pernyataan Ryuu


"Ini menarik sekali, tapi klan Yui bahkan belum dikalahkan, ketika kamu berhasil melakukan itu maka kami klan Riku akan menjadi klan pertama yang bergabung dengan Kekaisaran,"


"Aku setuju, lebih baik seperti ini ketimbang ditaklukan oleh Yui, klan Asagi siap bersatu dengan Kekaisaran,"


"Sial kalian semua, klan Shizu juga akan bergabung,"


Satu persatu klan koalisi lainnya setuju untuk membangun kembali Kekaisaran yang telah hancur hanya ketika Ryuu membuktikan dirinya mampu menjadi Kaisar lewat jalur perang, padahal mereka sendirilah yang menghancurkan kekaisaran ini


Akhirnya pada hari itu, sebagian dari wilayah Ming kini berada di dalam satu koalisi yang sama untuk mengalahkan klan Yui


Ryuu sendiri ditunjuk sebagai Jenderal besar dari Koalisi Yamato, nama yang Ryuu berikan


Tak butuh waktu lama hingga mereka berhasil mengalahkan klan Yui, hanya sekitar 2 bulan sesuai apa yang Ryuu katakan pada Kyouka sebelumnya. Kini semua klan yang membuat janji dengan Ryuu harus menepatinya


Riku, Shizu, dan Asagi serta koalisi awal semuanya setuju untuk bergabung, ini membuat wilayah Selatan dan Tengah benua Ming bersatu dibawah panji Kekaisaran Yamato


Namun sebagian klan di Utara memilih untuk melanggar janji dan membuat koalisi mereka sendiri, Ryuu menghancurkan pasukan mereka tanpa ampun namun mengampuni wilayah mereka


Perdamaian terjadi didalam wilayah Ming yang kini sepenuhnya menjadi milik Ryuu, ini saat-saat dimana Ryuu tidak begitu berguna sebagai Kaisar perang

__ADS_1


"Ryuu, karena perdamaian telah tercipta, apa yang harus kulakukan?" tanya Kyouka di ibukota baru


Ryuu tersenyum menanggapi pertanyaan Kyouka,


"Via Romana," kata Ryuu pelan


Via Romana adalah sebuah istilah yang berarti jalan romawi, namun mengandung arti yang lebih dalam


Pada abad sebelum masehi hingga keruntuhan mereka, Roma membuat serangkaian jalan untuk menghubungkan ibukota Roma ke seluruh wilayahnya seiring perkembangan wilayah itu sendiri


Untuk mendukung militer di daratan seluas itu, dibutuhkan jalan-jalan yang sangat panjang untuk dilalui prajurit sehingga tidak perlu melewati medan-medan tertentu


Jalanan ini dibuat dengan sangat meminimalisir adanya belokan, juga dibuat agak cembung sehingga menghindari genangan air


Dikatakan bahwa jalanan ini dibuat dengan meratakan bebatuan, membelah bukit, dan melubangi gunung


Semuanya dilakukan untuk mempercepat mobilisasi pasukan Roma dalam menaklukan wilayah-wilayah disekitarnya


Ryuu bermaksud untuk melakukan pembangunan jalan seperti itu agar memudahkan pasukan bergerak bebas di dalam satu negeri


"Kamu tahu banyak sejarah ya Ryuu... kalau aku sih..


hanya tidur saat kelas sejarah," kata Kyouka mengalihkan pandangannya dari Ryuu


"Tentu saja, semua hal untuk membantuku memenangkan gameku, aku mempelajarinya " jawab Ryuu


Dan Kyouka adalah orang yang bertugas untuk membangun itu semua, apalagi bukan hanya jalanan yang harus dia urus


Melainkan seluruh masalah yang berkaitan dengan rakyat, Ryuu limpahkan kepada Kyouka


Oleh karena itu, dia sangat mahir dalam mengurus masalah rakyat yang tiada habisnya


Tidak disangka bahwa kedamaian ini tidak berlangsung lama, apalagi karena Ryuu membangkitkan Kekaisaran yang sudah susah payah dihancurkan, itu berarti Ryuu harus berperang dengan seluruh klan yang terpecah


Soalnya masih banyak klan diluar wilayah Ming, contohnya di Manchu, Goryeo, dan tentunya Yamato


Ryuu membawa separuh pasukannya untuk meredam beberapa pemberontakan yang terjadi terutama di wilayah Yui


Butuh beberapa bulan hingga Kyouka menyelesaikan proyeknya sehingga kebutuhan rakyat terpenuhi dan rakyat mulai membela Kekaisaran Yamato, bukan menolaknya


Hal ini membuat Ryuu dapat kembali ke ibukota karena pemberontakan yang terus menyusut juga berkat kerja keras Kyouka


Kemenangan terus-menerus ini membuat semangat juang pasukan Yamato terus naik, reputasi mereka kini menjadi tak terkalahkan


Bahkan beberapa klan setuju untuk bergabung tanpa perlawanan


Sekarang, mata Ryuu tertuju ke Timur, melewati lautan ke sebuah pulau bernama Yamato


Pada perang dunia kedua, disaat Jerman menyerang Soviet, Hitler mentargetkan tiga kota. Bila ketiganya berhasil ditaklukan, maka menurutnya Soviet akan kalah


Yang pertama adalah Leningrad atau sebelumnya dan kini dikenal sebagai Saint Petersburg, kota dimana Vladimir Lenin memulai revolusi merahnya yang menjadikan Rusia komunis


Lalu Stalingrad, kota yang dinamai dengan nama diktator saat itu ini memiliki kekuatan industri yang dapat digunakan untuk menopang militer Soviet


Yang terakhir adalah Moskow, ibukota Soviet sendiri


Disini Hitler membuat suatu kesalahan karena menurutnya Moskow adalah sebuah simbol, namun Stalingrad adalah penggerak militer Soviet


Menurutnya, Stalingrad lah yang perlu lebih dulu ditaklukan sehingga militer Soviet tidak bergerak. Namun kenyataannya tidak begitu


Dengan masih berdirinya Moskow, semangat tentara merah belum padam sehingga pertempuran Stalingrad terus berlangsung bahkan setelah pasukan merah terpukul mundur


Disinilah merupakan titik balik perang dunia kedua dimana musim dingin datang dan pasukan merah berhasil memukul mundur pasukan Jerman hingga ke Berlin


Sama halnya dengan Yamato, sebuah pulau yang bisa dikatakan adalah simbol seperti Moskow, jika memiliki pulau itu berarti Kekaisaran akan kembali bangkit dan klan lain mulai segan menyerang Ryuu


Tetapi masalahnya hanya satu,


"Kita tidak memiliki kapal tempur ya....?" kata Ryuu

__ADS_1


Klan Yui merupakan klan militer namun tidak begitu berminat untuk menguasai lautan. Jadi mereka hanya memiliki beberapa kapal angkut untuk mendukung kekuatan darat mereka


Tidak ada cara lain selain membuatnya sendiri, namun tentunya tidak ada yang mengetahui cara pembuatannya


Ryuu memutuskan untuk membangun kapal-kapal pengangkut saja, kali ini dengan skala besar karena dia ingin menaklukan Yamato dalam sekali jalan


Sementara itu, Via Yamato yang dikerjakan oleh Kyouka kini telah menghubungkan seluruh wilayah Ming


Pergerakan militer jadi semakin cepat karena pembangunan jalan kereta juga masih terus dilakukan


Hanya dalam beberapa bulan, Kekaisaran Yamato menjadi kekuatan baru dunia yang perlu diwaspadai oleh semua pihak tidak terkecuali Germanica


Meskipun begitu, Ryuu baru berhasil menaklukan Goryeo dan pesisir daratan Manchu. Masih butuh waktu hingga Kekaisaran Yamato kembali seperti Kekaisaran Timur Raya dulu


Tetapi ini sudah lebih dari cukup, Ryuu mencoba sebisa mungkin untuk menghindari pertumpahan darah sehingga rasa kekeluargaan dapat tercipta dengan mudah


Namun untuk kasus Yamato, itu berbeda


Mereka berada di seberang lautan, dengan teknologi yang tertinggal, mungkin mereka akan menolak mentah-mentah pengaruh Kekaisaran


Daratan Yamato sendiri dikuasai oleh klan Hojo yang memiliki 60.000 pasukan melebihi klan Yui


Namun Ryuu memiliki 90.000, meskipun dia hanya akan membawa 50.000 menuju Yamato


"Namun pengetahuan adalah kekuatanku," itulah prinsip Ryuu hingga sekarang


Sebelum bertindak, dia ingin mencari informasi sebanyak mungkin tentang klan Hojo yang menduduki daratan Yamato


Bagaimana mereka memimpin, kondisi rakyat saat ini, kondisi pasukan mereka. Bukan hanya masalah seperti itu tetapi juga tempat untuk pendaratan dan bagaimana jalannya peperangan nantinya


Ryuu sudah bisa memikirkannya jauh-jauh hari, jadi hasil akhirnya tidak terlalu berbeda jauh. Mungkin saja ada kejutan yang tak terduga oleh musuh, namun hal itu juga memiliki cara penyelesaiannya sendiri


Kekaisaran Yamato hidup makmur dari sumber yang beragam, militer mereka terus diperkuat seiring dengan ekonomi mereka


Jadi mungkin saja peperangan nanti adalah pertama kalinya dalam sejarah dunia ini bahwa ketika suatu negeri berperang, perekonomian mereka masih stabil


Untuk mewujudkannya itulah Kyouka ada, dia bisa berinteraksi dengan orang-orang lebih baik dari Ryuu


Saat Kekaisaran Yamato baru terbentuk, beberapa pemberontakan terjadi di wilayah dari berbagai klan di wilayah Kekaisaran


Untuk itu, Ryuu pergi secara langsung demi menumpaskan para pemberontak ini meskipun mengancam nyawanya


Ada satu alasan dibalik itu,


Dahulu di daratan Cina, terjadi sebuah pemberontakan besar dimana para pemberontak mengenakan serban kuning di kepala mereka


Hal ini terjadi karena pemimpin mereka berpikir bahwa mandat surgawi yang dilimpahkan kepada kaisar telah hilang


Pemberontakan itu begitu besar sehingga kaisar meminta tolong penguasa lokal untuk menumpasnya sendiri karena prajurit kekaisaran terbatas


Dan hasilnya pemberontakan ini padam, namun itu bukan akhir dari cerita


Penguasa lokal yang mulai memiliki rasa percaya diri, memisahkan wilayah mereka


Satu persatu wilayah dari kekaisaran pun pergi dan era perpecahan dan tiga kerajaan dimulai


Ryuu turun langsung untuk menghadapi pemberontak karena alasan seperti ini


Dia ingin agar rakyatnya tahu kekuatan kaisar sehingga rasa cinta kepada Kekaisaran lebih besar ketimbang kepada wilayah mereka


Hal serupa pernah terjadi saat perang saudara Amerika serikat dimana rakyat lebih mencintai negara serikatnya ketimbang pemerintah federal Amerika


Akibatnya saat perang saudara meletus, banyak Jenderal memilih bergabung dengan konfederasi ketimbang persatuan. Contohnya Robert E. Lee


Dianggap bahwa dia adalah Jenderal terbaik Amerika pada masa itu dan dia memilih untuk mendukung negara serikatnya yang mana bergabung di kubu konfederasi


Jadi untuk mencegah itu, segera setelah semuanya siap, pasti Ryuu akan langsung menjalankan rencananya


"Untuk sekarang, kurasa damai dulu saja," ujar Ryuu

__ADS_1


__ADS_2