The Sended

The Sended
Chapter 77: This But a Scratch


__ADS_3

.


Cepat, aku harus lebih cepat dari ini! Akselerasi maksimal!


"Sebelumnya kamu memang sudah cepat, namun kini jauh lebih cepat lagi huh? Kamu mungkin sosok tercepat yang pernah kutemui atau kudengar, bahkan Raja Iblis tidak secepat kamu," bicaralah semaumu, tapi kemenangan ada di pihak ku


"Sayang sekali pergerakanmu sangat mudah terbaca! Matilah!"


Dia menusukan bayangannya kearahku, bagaimana caranya tahu jika aku ada disini? Tapi bukan masalah, karena....


Jika dia bisa membaca pergerakanku maka artinya aku belum cukup cepat, aku meningkatkan lagi kecepatanku dengan Akselerasi dan menghindari serangannya itu, menuju ke punggungnya yang terbuka lebar, lalu mengayunkan pedang Yuuna yang kupinjam ini


Huh?


Dia bahkan bisa menahan ini?!


"Sudah kubilang pergerakanmu terbaca," ia menggunakan bayangannya seperti cambuk kepadaku


Dan ini adalah kali pertama serangannya terkena ke tubuhku secara langsung, biar kukatakan... itu sungguh menyakitkan


"Argh!"


Aku terpental karena cambukannya itu, hanya berhenti setelah menabrak pohon di punggungku dan mengeluarkan darah dari mulutku karena tabrakan itu. Kapan terakhir kali aku merasakan rasa sakit seperti ini? Entahlah...


"Julukanku mungkin adalah Witch, akan tetapi aku lebih mahir dalam pertarungan jarak dekat, jadi jangan meremehkanku meski aku tidak bergerak sedikitpun dari sini,"


"Iblis sialan..." Aku masih kesakitan, tapi ada yang harus kulakukan jadi aku bangkit lagi


Aku menerjang kearah Gressila dan mencoba menebasnya langsung, namun lagi-lagi dia menepis seranganku dengan bayangannya. Kucoba lagi dan dia menepis itu lagi, terus menerus seranganku tak satupun yang mendarat ke tubuhnya, bayangan Gressila selalu berhasil menahan mereka


Hah.... rasanya sangat melelahkan untuk mengayunkan pedang sebanyak ini, tubuh Rune milik ku ini belum terlatih untuk hal seperti pertarungan jarak dekat...


"Sudah menyerah? Kini giliranku,"


Menyerah? Yah... dalam sebuah peperangan aku tahu kapan harus menyerah, tapi saat ini? Pilihanku hanyalah menang atau mati, tak ada pilihan ketiga seperti menyerah!


"Angin..."


"Hmm?"


Aku menggunakan sihir sekali lagi untuk menyerang Gressila, kali ini aku memang nampak seperti menggunakan sihir angin seperti sebelumnya, namun kenyataannya aku memodifikasi sihir itu sedikit


Karena itu aku harus mengucapnya meski lirih untuk memperkuat imajinasiku


Gressila lagi-lagi sadar akan hal itu dan langsung membuat barrier dari bayangannya untuk menutupi bagian bawahnya dimana seranganku memang tertuju, tapi kali ini sepertinya dia sungguh mencoba membaca seranganku dari pergerakan tubuhku


Padahal sihir ini jauh lebih lambat dari pergerakanku menggunakan pedang, mungkinkah...?


Jika iya maka bodohnya aku karena menunggu informasi yang keluar dari mulut musuhku


Aku berpikir bahwa Gressila memiliki semacam sihir area yang ia rapal disekitar posisinya, sihir itu mungkin adalah sihir gelap yang bisa melihat masa depan meski hanya sesaat, oleh karena ini ia bisa secara teknis "membaca pergerakanku"


Lalu mungkin ada alasan lain mengapa dia tidak bergerak dari posisinya itu... mungkin itu menjadi alasan mengapa pergerakanku kian melambat dan tubuhku terasa semakin berat


Sihir angin itu memang bertujuan untuk menyayatnya seperti yang sebelumnya, dan Gressila berhasil menghalau itu namun.... aku menambahkan efek paska sihir dimana ada sayatan kedua, meski tidak fatal namun berhasil memotong topi lebar Gressila setelah menerbangkan topi itu


Ia nampak kesal


"Ras rendahan dengan trik kecil mereka," katanya


Tapi tak akan kubiarkan kebingungannya sampai disini saja, aku akan memanfaatkan itu lagi, kali ini dengan cara yang lebih baik.


Aku melemparkan pedangku padanya, lalu merapal sihir tanah saat melakukan itu


Gressila menepis pedangnya dengan mudah dan itu kini melayang di udara, yang mana.... teleportasi!


Yang mana aku akan berteleportasi kesana untuk meraih pedang itu, lalu sihir tanah tadi bekerja disini, sihir itu mengangkat Gressila mendekat kearahku dimana aku sendiri sudah bersiap untuk menebasnya

__ADS_1


.


Dengan upaya yang Ryuu berikan, sepertinya Gressila menjadi terkejut akan kemampuan ras rendahan seperti manusia. Meski lagi-lagi Gressila berhasil menahan itu dengan bayangan, namun ada hal tak terduga terjadi


Hal ini mungkin akan merugikan Ryuu nantinya tapi sekarang itu cukup menguntungkan


Itu karena pedang Ryuu yang ia pinjam dari Yuuna tersebut patah ketika ditahan oleh Gressila dan serpihannya berhasil melukai pipi Gressila, disisi lain Ryuu kehilangan sebuah senjata


Nampaknya senjata terbaik yang dibuat di Chang'an tidaklah sebanding dengan skill milik seorang Jenderal Iblis huh?


"Eh?"


"Sialan! Makhluk rendahan!"


Teleportasi!


Entahlah, aku berteleportasi sekitar lima meter ke belakang tanpa memikirkan apapun, untungnya aku hanya beberapa centi diatas udara dan tidak ada objek apapun disini


"Bahkan Seraphim tidak membuatku kesal seperti ini, dirimu akan kucabik sampai mati,"


Wah-wah menakutkan sekali....


Memang aku mungkin sangat kacau saat ini, namun aku sudah berhasil tahu rahasia serangannya, selanjutnya akan lebih mudah.


"Matilah!"


Tusukan bayangan, aku akan menahannya dengan dua Barrier


"Trik itu lagi?! Hah! Mari kita lihat apakah kamu bisa menghindari akhir yang sama dengan para Elf itu!"


Ap-?! Sial, makhluk terkutuk ini menargetkan Yuuna yang ada di sisi seberangku, memang dia adalah target yang sangat mudah sedari awal tapi tak kusangka Gressila memanfaatkan itu untuk melawanku


Teleportasi!


Ugh! Aku mengeluarkan darah lagi dari mulutku, perutku seperti mau meledak, ini adalah dampak dari penggunaan mana berlebih. Pernah sekali dulu waktu aku berlatih menambah kapasitas mana terjadi hal yang sama, rasa sakitnya akan terus ada selama seminggu...


"Yuuna! Hei!"


Sihir pembatal!


Kulihat ekspresinya sudah berubah, yang tadi seperti putus asa dan ketakutan, kini menjadi bingung. Aku tidak berniat untuk membuatnya bingung lebih lama


"Yuuna! Larilah!"


Serangan Gressila tiba.


Double Barrier!


"Eh? T-Tadi rasanya diriku tidak bisa mengontrol kesadaranku sendiri," aku tahu itu, larilah bodoh!


Kugh! Aku menahan diriku untuk muntah darah, alhasil darah itu keluar dari hidungku seperti mimisan


"Bagaimana denganmu?!" Tanya dia


"Pikirkan dirimu sendiri dulu bodoh, aku akan menahannya untukmu!"


.


Barrier milik Ryuu mungkin bisa menahan satu serangan Gressila, namun jika serangannya datang bertubi-tubi maka tak mungkin hanya sebatas dua Barrier bisa menahan itu. Kedua Barrier milik Ryuu pecah dan selanjutnya mungkin akan sedikit tidak enak dipandang


Ryuu menggunakan tubuhnya untuk melindungi Yuuna dibelakangnya, beberapa bayangan milik Gressila yang membentuk tombak itu menusuk Ryuu hingga menembus ke belakang tubuhnya, tapi Yuuna berhasil selamat dari serangan itu.


Disana Yuuna menyadari sesuatu


Dia selama ini tidak pernah memiliki saudara kandung baik itu kakak maupun adik, ia hanya memiliki ayahnya di dunia sebelumnya dan bahkan di Kelfia ia tidak memiliki satupun keluarga


Namun saat ini, disana, dia sadar bahwa jika ia bisa memiliki kakak, Yuuna rasa Ryuu adalah kakak terbaik untuknya

__ADS_1


Y-Yah Ryuu menjadi kakak? Entahlah...


"Kak Ryuu!" Serunya


Sementara Ryuu yang masih belum kehilangan kesadarannya itu menggunakan serangan sihir lagi, menaikan tanah dibawah Gressila dan menurunkan sayatan angin dari atas, titik buta Gressila


Gressila berhasil terangkat lagi namun bayangannya melindungi dirinya dari sihir angin Ryuu, ia juga sudah mengantisipasi angin kedua dengan menutup bagian atasnya secara penuh.


Disitu mungkin harusnya sudah berakhir, Ryuu mulai kehilangan kesadarannya setelah Gressila menarik bayangannya untuk membentuk barriernya itu


Yuuna meraih tubuh Ryuu yang terjatuh.


"Kudengar kamu memanggilku kakak...?"


"Jangan mati, Kak Ryuu!"


"Tidak perlu bersedih apalagi menangis.... kesempatanku masih tersisa banyak...."


Ryuu memejamkan matanya, ia merasa bahwa kesempatannya kali ini telah usai, tapi tidak begitu...


.


"Tadashii Ryuu,"


Semua warna menjadi hitam-putih, tanah yang kuinjak teksturnya berubah menjadi seperti genangan air, seluruh suara menghilang, dan waktu terhenti seperti sebelumnya


"Kita bertemu lagi, Dewa," sapaku


Ternyata memang aku belum sekuat yang kubayangkan, mungkin diantara manusia lain memang mungkin tidak ada yang bisa menandingiku namun di Kelfia...


Jenderal Iblis Gressila yah...? Aku tidak tahu apakah ada yang lebih kuat dari dia namun Gressila adalah lawan terkuat yang pernah kulawan selama ini tanpa pertanyaan. Kurasa kali ini aku meninggal secara normal?


"Aku ingin segera kembali hidup, jadi cepatlah hidupkan aku. Permintaanku kali ini adalah-"


"Soal itu, nampaknya aku membuat sebuah kesalahan sebelumnya." huh?


"Fujiwara Kyouka sudah kuberikan kompensasi atas berpindahnya dia ke dunia ini, namun kamu belum," Huh?! Bagaimana dia bisa melupakan hal sepenting itu?!


"Apa yang ia minta?"


"Fujiwara Kyouka hanya meminta agar dirinya menjadi lebih kompeten,"


Itu menjelaskan bagaimana dia bisa mengerjakan banyak tugas sebagai seorang Ratu.... Tapi disisi lain sifat iba nya mulai berkurang. Aku masih ingat ketika dulu ia terus bertanya apakah pertumpahan darah harus terjadi, memikirkan korban jiwa dan keluarga mereka


Sekarang dia memang masih memikirkan korban jiwa dan keluarga mereka.... tapi pertumpahan darah haruslah terjadi


"Jadi apa maksudmu, aku bisa meminta dua hal sekarang atau bagaimana?"


"Tidak, saat ini kamu boleh meminta satu hal, dan sebagai gantinya kamu tidak akan mati,"


E-Eh...?


Sebaiknya aku meminta hal yang tidak merusak atau merubah sifatku, itu mungkin akan buruk kedepannya.


Lalu apa yang harus kuminta?


Saat ini.... kurasa hanya satu jawabannya


Aku melihat kearah Yuuna yang menangis memangku ku yang sedang berbaring, bayangan Gressila sedang melesat menghampirinya namun itu semua sedang berhenti saat ini


Senjata yang Yuuna pakai sudah hancur jadi kurasa dia tidak bisa melakukan banyak hal bahkan untuk bertahan, sudah semestinya aku meminya sebuah senjata


"Aku ingin sebuah senjata... tidak perlu yang aneh-aneh, sebilah pedang saja cukup. Aku ingin senjata itu bisa memotong apapun, supaya bahkan kekuatan bayangan Gressila itu bisa kupotong,"


"Kukabulkan, sebuah pedang akan muncul jika kamu memikirkannya, namun karena pedang itu bisa saja merusak tatanan dunia maka bayaran yang ditanggung tiap kamu menggunakannya akan sama seperti penggunaan sihir, mana. Mana yang akan dipakai adalah separuh dari kapasitasmu, jadi gunakanlah sebijak mungkin, Tadashii Ryuu."


Tidak perlu dia katakan juga aku sudah mengerti, aku tidak mau menggunakan kekuatanku seenaknya seperti itu. Bukankah karena itu aku mendirikan sebuah kerajaan? Maksudku yah... jika aku memang orang yang seenaknya maka yang akan kulakukan selama ini hanya membantai semua makhluk yang kutemui dengan kekuatanku

__ADS_1


Oh... itu sungguh terdengar membosankan, mungkin akan menyenangkan diawal namun....


"Selamat melanjutkan hidupmu,"


__ADS_2