The Sended

The Sended
Chapter 9: What a Hell of a Shot


__ADS_3

Strategi yang digunakan oleh Jenderal Alexei sebenarnya sangat baik bila dikembangkan lebih lanjut, petinggi militer Germanica ingin menggunakan strategi itu untuk menghabisi Francia dan mengakhiri perang ini


Dengan mobilitas dari pasukan darat yang cepat disertai tembakan artileri yang membuat musuh tidak dapat keluar dari paritnya, ketika pasukan sudah dekat barulah tembakan dihentikan


Dengan strategi ini maka keuntungan jumlah adalah hal penting karena pasukan akan bertempur dari dekat


Oleh karena itu senjata baru mulai dibuat


Tank adalah senjata yang pertama dibuat oleh pihak sekutu pada masa perang dunia pertama di bumi, dengan penggunaannya maka pasukan Jerman berhasil terpukul mundur beberapa KM. Namun Tank sangat sulit digunakan pada medan lumpur karena beratnya lebih dari 65 ton


Di dunia ini, Germanica adalah negara pertama yang mengembangkan teknologi ini. Tidak heran karena uang milik militer sebagian besar diinvestasikan untuk Heer


Disamping itu di pelabuhan, aku yang bangun pagi sudah menunggu pasukanku di sana sejak beberapa menit yang lalu


Sebenarnya aku dapat bangun juga karena semalam aku tidur lebih awal, alasannya karena tidak ada hal yang dapat kulakukan selain tidur


Setelah beberapa saat, pasukanku datang seutuhnya dan kami siap untuk berangkat ke armada


"Pasukan, apa kalian tidur nyenyak? Kalau belum cukup tidur, kalian dapat tidur di dalam kapal. Aku serius, karena misi selanjutnya ada di tempat yang dingin, maka aku tidak mau kalian tidur saat di wilayah musuh,"


"Baik kapten!!"


Karena hari sudah mulai siang, kami pun berangkat ke lautan untuk menemui armada Baltic


Sebenarnya armada ini akan berangkat nanti malam, namun kami perlu persiapan yang matang karena musuh berjumlah dua kali lipat dari armada kami


Semua rencana telah dibuat oleh laksamana, kini kami hanya harus melaju ke Utara dan biar alam yang menentukan nasib kami


Saat kami keluar dari wilayah Germanica, cuaca mulai memburuk seperti yang diharapkan. Langit menjadi gelap dan badai mulai muncul


Kami tidak dibolehkan menyalakan cahaya apapun kecuali untuk melihat kompas, karena posisi yang sudah ditentukan dan jalur serta perkiraan waktu yang sudah diatur, kami hanya perlu memastikan bahwa laju kapal benar benar menuju ke Utara


Entah mengapa, tiba-tiba suasana menjadi hening dan hanya terdengar suara badai yang kencang. Semua pasukanku takut akan Royal Navy yang muncul secara tiba-tiba dengan kekuatan besar


Aku tidak tidur semalaman hanya untuk melihat kompas agar tidak melenceng dari arah Utara, tetapi bukan hanya itu saja


Terkadang ketika kita menaati peraturan, masih saja ada orang yang melenceng dan kita ikut menerima imbasnya. Aku mengawasi sekitaran kapalku dan menjaga agar kapal disekitarku tetap berada di posisinya


Caranya adalah dengan menghubungi mereka bila posisi mereka tidak benar


Karena sudah tidur sedari pagi, banyak pasukanku yang berjaga di malam hari dalam cuaca buruk itu. Sebaliknya, aku malah mulai mengantuk


"Victoria, mulai sekarang kamu adalah wakil kapten. Jadi lakukan tugasku ketika aku tidak ada ya...."


"Hah...?Ba-Baik kapten!!"


Ini memang pilihan terbaik mungkin, karena dia sudah berkontribusi banyak saat di kapal, mungkin dia dapat menjadi kapten yang baik


Aku masih belum melupakan tujuanku dalam misi ini, yaitu memperlihatkan kemampuan sesungguhnya di hadapan kapten lainnya


Aku terbangun karena kedinginan di dalam kabin, ternyata hari sudah pagi dan seperti harapan, kabut menyelimuti lautan ini


"Kapten, kita akan sampai laut Baltic dalam 30 menit,"


"Ya, lanjutkan,"

__ADS_1


Ombak laut yang tenang ini cukup mengerikan menurut instingku. Meskipun begitu, pasukanku mulai saling mengobrol untuk memecah keheningan itu


Aku menatap kedepan ke arah kapal bendera yang memimpin di paling depan, lalu ketika aku melihat sedikit ke kanan, aku segera membuka saluran telekomunikasi dan mengabari akan sesuatu


"Laksamana, disini kapten Archen. Ada karang di sebelah kananmu, kuulangi ada karang disebelah kananmu. Mohon diizinkan untuk berbelok menghindarinya,"


"Disini laksamana, izin diberikan. Terimakasih sudah mengingatkan, kapten Archen,"


Untung saja, jika dibiarkan maka armada ini akan hancur sebelum bertemu musuh


"Kapten, kita akan sampai laut Baltic dalam dua menit," lapor Victoria


"Seluruh armada, mulai perhitungan mundur", kata Laksamana dalam radio


"Hitungan mundur dimulai, 2 menit"


01:59, 01:58, 01:57.....


Akhirnya kami akan segera sampai ya... setelah perjalanan selama setengah hari, apa yang akan menungguku disana ya?


"Tiga, dua, satu, kita keluar dari laut britania"


"Bagus, sekarang Brits tidak akan mengganggu kita lagi,"


Meskipun Royal Navy sudah tidak ada, namun 50 kapal bukanlah angka kecil dibanding 20 kapal


Disana juga sangat dingin namun untung saja kami datang di musim yang tepat dimana es yang menutupi perairan disana mulai mencair


Misi ini merupakan misi penyerangan pertama yang dilakukan Kriegsmarine diluar laut britania, tetapi laut Baltic sudah cukup terekspos oleh Luftwaffe yang terus terbang di laut ini


"Kapten, itu..", tunjuk Victoria ke arah Timur


Kami sedang membicarakan rencana yang sudah dibuat oleh laksamana sebelumnya ketika Victoria melihat destroyer musuh


"Otto, kau disana?", tanyaku melalui radio


"Ya kapten, aku selalu disini,"


"Target terlihat di sebelah Timur, tetapi itu terlalu jauh untuk ditembak," sindirku


"Baiklah, menargetkan target di Timur," jawab Otto mengabaikan sindiranku


Aku suka dengan si Otto ini, dia adalah penembak yang baik bahkan mungkin yang terbaik di Germanica setelah diriku. Di pertempuran sebelumnya, aku tidak turun tangan ke ruang kendali meriam dan menyerahkan semua kepadanya


"Menunggu perintahmu, kapten,"


"Tembak,"


Suara itu membuat seisi armada terkejut, ternyata tidak ada diantara mereka yang melihat destroyer ini


"Kapten Archen, apa yang kau lakukan!?" tanya Laksamana melalui radio


"Menembak target, pak," jawabku


Tembakan itu mengenai bagian destroyer nonna namun tidak fatal, aku langsung mengejek kemampuan menembak milik Otto karenanya

__ADS_1


"Apa itu? Aku bisa menghancurkan target dalam satu tembakan," ejeku


"Berisik! kalau begitu turun kesini dan tembak sendiri!!" jawabnya


Tetapi memang dia adalah penembak yang baik, nyatanya jarak ini sangat jauh sehingga seisi armada tidak ada menyadarinya


Tentu saja kapal musuh yang merasa tidak terlihat itu panik, aku bisa melihatnya dengan kemampuanku sebelumnya. Kapten mereka bergegas menyuruh seisi kapal untuk formasi tempur


"Yosh Otto, tembak sekali lagi,"


"Dimengerti pak, menembak dalam 3...2...1..."


Ini merupakan peluru terakhir yang dapat diterima oleh musuh, setelahnya kapal mereka jatuh ke dasar laut Baltic yang gelap ini


"Tembakan yang menakjubkan darimu Otto, kamu anggota Kriegsmarine pertama yang menenggelamkan kapal Nonna,"


"Aye-aye sir,"


Selera humor Otto juga mirip denganku, dia juga tidak memandang bulu ketika berbicara. Dia berbicara kepada siapapun juga seperti itu


Satu kapal tenggelam, masih ada 49 lainnya. Sebaiknya Federasi tidak membuang-buang kapal seperti ini, atau laut Baltic akan menjadi milik Germanica


Laksamana mulai mengerti dengan kemampuan kapalku, dia menyuruh kami berada didepan untuk mendeteksi musuh yang ada. Aku juga cukup beruntung bisa mendapat kru hebat seperti ini


Otto sebagai penembak, Victoria sebagai pelacak, bahkan jika kuserahkan kendali kapal kepada Victoria-pun kurasa dia dapat menenggelamkan beberapa kapal dengan kemampuan Otto


Aku jadi bersyukur karena tidak perlu melakukan semuanya sendiri....


"Victoria, gantikan aku sebentar ya..." kataku sambil melambaikan tangan dan pergi


"Eh? Tu-tunggu sebentar, kapten. Kapten mau kemana?"


"Tidak kemana-mana kok, hanya berkeliling di kapal saja melihat kondisi kru,"


Baru kali ini semenjak aku menjadi kapten aku melihat seisi kapalku, aku juga mengenal lebih banyak orang dan bergurau bersama mereka. 'Dia bukan kapten yang buruk', agar pikiran mereka seperti itu terhadapku


Mereka juga bercerita tentang kehidupan sehari-hari mereka, petani, pedagang, pekerja, nelayan, dan masih banyak lagi. Otto merupakan seorang petani sebelumnya, sedangkan Victoria bekerja disebuah bar untuk membiayai sekolahnya


"Kapten dimana anda?", suara Victoria dari radio kapal


"Aku ada di ruang kendali meriam, ada apa?" jawabku menggunakan radio di tempat Otto


"Laksamana ingin agar kapal kita maju pertama kedalam kawasan hantu es,"


Laut Baltic berbatasan langsung dengan kutub Utara membuat cuaca disana terus dingin mau apapun musimnya. Namun karena ini musim yang tepat, es keras yang menutupi laut mulai mencair


Namun disebuah wilayah, es ini tidak pernah mencair sempurna sehingga pada musim inipun masih ada pulau-pulau es besar di area itu. Wilayah ini dinamakan hantu es karena banyak pulau es yang mengambang disana mirip seperti hantu yang tidak pernah hilang


Hal seperti ini membuat takut laksamana heh? Tetapi memang mungkin saja kita disergap, jadi kami ditugasi untuk masuk lebih dulu


Wilayah Hantu es ternyata melebihi ekspetasiku, tadinya kupikir bahwa wilayah ini sama seperti lautan hanya dengan beberapa pulau es dimana-mana. Namun, ini lebih seperti aliran sungai yang bercabang sangat banyak


Tidak terdapat cukup ruang untuk dua kapal untuk berjalan bersampingan, namun dibeberapa titik juga terdapat permukaan luas seperti danau


Wilayah Ini merupakan jalan satu-satunya menuju Laut baltic

__ADS_1


Akses masuk laut Baltic dari laut Britania adalah melewati sebuah selat yang cukup besar dan lebih dangkal dari kedua lautan ini, oleh karena itulah selat ini dapat sepenuhnya tertutup es ketika musim dingin tiba


Dibagian tengah selat inilah yang disebut sebagai wilayah hantu es dimana es tidak pernah mencair di musim apapun, semoga saja kami dapat melewati wilayah ini tanpa berhadapan dengan armada Federasi


__ADS_2