
"Keputusan sang Ratu!
Seluruh warga Ladenvield mohon mendengarnya baik-baik! Bagi yang tidak bisa hadir, mohon disampaikan dengan jelas dan tepat oleh mereka yang hadir disini!
Perjanjian telah dibuat dan disetujui oleh pihak Ruby dan Ladenvield, bahwa:
Satu, Ladenvield akan sepenuhnya dilebur kedalam kerajaan Ruby
Dua, Rakyat Ladenvield akan diberikan persamaan hak, namun sekaligus persamaan kewajiban menjawab panggilan kemiliteran
Tiga, sesuai nomor satu, maka Ladenvield akan diturunkan tingkatannya menjadi provinsi dan akan dipimpin oleh seorang gubernur
Empat, Gubernur pertama akan dipilih secara langsung oleh sang Ratu dan semua orang harus mengakuinya sebagai pemimpin yang sah
Lima, jabatan gubernur akan berlaku empat tahun, setelah itu gubernur kedua dan selanjutnya akan dipilih dengan pemilihan langsung oleh rakyat seperti yang tercantum dalam sistem pemerintahan Ladenvield sebelumnya
Enam, Ladenvield harus menyerahkan seluruh senjata mereka ke gudang persenjataan Ruby untuk dikelola lebih lanjut
Tujuh, Tidak seorangpun warga Ladenvield yang boleh memegang senjata kecuali mereka yang sudah lulus inspeksi
Delapan, kota Ladenvield boleh memiliki pasukan bersenjata yang sudah di inspeksi namun hanya berjumlah seratus orang untuk mengatur ketertiban
Sembilan, Industri persenjataan Ladenvield akan menjadi milik negara, sementara Industri pertambangan akan dijual kepada rakyat dengan pengawasan ketat agar tindakan monopoli dapat dihindari
Demikian hasil dari perjanjian antara pihak Ruby dengan perwakilan Ladenvield! Semuanya harap mematuhi kesembilan hal tadi!"
Pengumuman sudah diberikan, kini yang harus kami lakukan hanyalah menunggu reaksi publik Ladenvield. Jika mereka menerimanya maka bagus, jika tidak maka perlu diberikan pengertian yang lebih
Jika masih tidak bisa, kurasa kami akan mengepung kota ini sekali lagi ketika mereka mulai memberontak.
Kini aku sedang duduk di salah satu gerai yang buka di dekat alun-alun tempat pengumuman tadi di keluarkan, aku menikmati secangkir teh yang tentunya bisa tumbuh di dataran tinggi seperti lokasi Ladenvield ini
Sebelumnya ada beberapa orang yang ada disini, tapi ketika aku datang mereka seperti buru-buru menyelesaikan pesanan mereka dan pergi dari sana. Yah, mereka adalah orang Ladenvield yang masih takut kepadaku....
Ngomong-ngomong itu berarti akhirnya aku terkenal seperti Kyouka dan Maou! Setelah semua usahaku..... Tapi kalau dikenal karena menjadi penghancur kota mereka maka itu tidak bagus, tidak seperti aku memperdulikannya juga.
Kembali soal teh, aromanya harum dan memiliki rasa buah yang segar, di kota Ruby sendiri teh dihargai cukup tinggi karena dianggap komoditas mahal, itupun rasanya hambar seperti hanya menyeduh air panas dengan daun liar dari hutan....
"Orang macam apa yang kemarin meratakan sebuah kota, besoknya menikmati secangkir teh di kota yang sama?" Itu Kyouka
Aku mengangkat tangan
"Kenapa kamu membawa segitu banyak pengawal hanya untuk kemari, Kyouka?" Tanyaku
"Aku akan kembali ke Ruby sekarang, perlu kamu ketahui bahwa permasalahan disana tidak lebih sedikit dari yang ada disini. Maou juga akan segera menyusul ketika dia sudah selesai mengevaluasi manjanik dan menara pengepungnya," jawab Kyouka
"Ok aku mengerti, aku juga akan pergi dari sini,"
"Eh? Kamu tidak akan mengawasi kota ini? Tidak kah kamu khawatir akan terjadi pemberontakan?" Kata Kyouka
"Tenang saja, aku akan meninggalkan seribu prajurit disini, sisanya akan kukirim ke perbatasan Ladenvield-Edelfield dibawah pimpinan Percival, aku sendiri akan kembali ke ibukota besok,"
__ADS_1
"Itu artinya kamu tidak akan langsung menyerang Edelfield kah, kalau butuh persediaan makanan sepertinya aku bisa meluangkan pasokan selama satu bulan, kalau soal senjata bukankah kita baru mendapat senjata dari sini?" Itu akan membantu tapi...
"Edelfield itu kota yang besarnya hampir tiga kali lipat Ladenvield, mereka juga memiliki kualitas prajurit yang lebih baik dari kita, kita perlu persiapan yang matang dan tanpa ada pengalih lainnya,"
"Maksudmu seperti keluhan rakyat? Kuyakin saat ini ada banyak.... terutama oleh rakyat Ladenvield yang baru menjadi bagian dari Ruby...." katanya
"Oleh karena itulah sebaiknya kamu kirim persediaan makanan kepada mereka lebih dulu, aku bisa menyerang Edelfield kapanpun,"
"Baiklah, akan kulakukan sesuai yang kamu katakan, sebenarnya untuk apa aku menjadi seorang Ratu sih..... kalau akhirnya kamu yang menghadapi semuanya...."
Kyouka berbalik dan pergi menunggangi kudanya perlahan menuju ke ibukota Ruby
Aku kembali meminum teh dan beberapa saat kemudian saatnya melakukan hobiku selain berperang, hobiku di dunia ini yaitu membaca buku
Kenapa? Tidak percaya? Yah memang sulit untuk dipercaya apalagi untuk orang sepertiku.... Tapi informasi selama ini kudapatkan melalui itu, hanya sedikit yang kudapat lewat bertanya langsung dengan orang lain
Bagaimana dekrit pemusnahan penyihir keluar hingga penyatuan Kerajaan Hohenzollern di seberang lautan, aku mengetahuinya lewat buku. Itu karena biasanya buku menyediakan informasi yang detail dan tepat, aku suka itu
Maka dari itu, hari ini sepenuhnya akan kudedikasikan diriku untuk membaca buku di perpustakaan Kerajaan Ladenvield. Sebelumnya perpustakaan ini tidak dibuka untuk umum, mungkin karena ada beberapa informasi rahasia entahlah
Kini siapa yang berani melarangku kan? Kekeke....
"A-Anda!?" Sepertinya penjaga perpustakaannya mengenaliku
"Disini tidak terkena batu dari manjanik kami bukan?"
"Tidak Nona, maaf tapi apa yang ingin anda baca? Mungkin saya bisa membantu mencarikan," katanya
"Itu tidak perlu, aku akan mencari buku ku sendiri sembari melihat-lihat,"
"Dimengerti, tolong buat diri anda nyaman,"
Mari kita lihat..... Area ini adalah buku fiksi, sebelahnya adalah rak untuk buku pengetahuan, kurasa Maou akan menyukai ini tapi kalau dia mau maka datanglah sendiri. Aku mengambil beberapa buku dari tiap raknya, lalu aku membawa buku-buku itu ke meja yang sudah disediakan
Fiuh, nampaknya stamina ku masih sama seperti dulu, toh aku tidak pernah melatih bidang itu
"Nona membaca buku sebanyak ini, jika anda berkenan saya dapat menunjukan ruang privasi untuk anda menghabiskan waktu seharian," dia sungguh seseorang profesional ya...
"Ya, tolong tunjukan ruangannya,"
"Silahkan ikuti saya, mari saya bantu juga,"
Dikisahkan bahwa dahulu pulau ini tidak berpenghuni, sampai akhirnya sebuah suku pertama mendarat di pantai dan mendirikan peradabannya sendiri, mereka adalah Kerajaan Edelfield
Dikatakan bahwa mereka berasal dari tanah Hohenzollern sebelum bangsa Hohenzollern menempati tanah tersebut. Dan ketika bangsa-bangsa Hohenzollern seperti Brandenburg, Habsburg, Alemani, Frissia, dan lainnya mendirikan peradaban di tanah lama mereka, Edelfield telah memiliki peradaban yang serupa
Perseteruan pernah terjadi ketika bencana melanda tanah Hohenzollern, mengakibatkan banyak dari mereka yang menyeberang ke pulau ini, namun karena memiliki niat buruk juga jadinya Edelfield tidak membiarkan hal itu
Perang terjadi antara Edelfield dan para imigran ini, yang mana berakhir dengan kemenangan Edelfield. Dekrit pemusnahan penyihir dikeluarkan setelah kejadian ini, ketika Raja mereka menjadi paranoid
Setelah itu seperti yang kita tahu bahwa rakyat mereka mulai sengsara dan bermigrasi kemari dan mendirikan kota Ladenvield, memusuhi saudara lama mereka dan berniat memperbudak Ruby
__ADS_1
Mungkin Ruby sendiri adalah para imigran yang berhasil kabur dari perang itu, tapi mungkin juga kami adalah salah satu cabang dari suku Edelfield yang gagal membangun koneksi dengan mereka dari awal, keduanya mungkin benar tapi juga salah.
Ah! Benar, melihat kisah ini aku teringat dengan Britania, dari namanya saja bisa dijelaskan bahwa iti berarti tanah orang Britons, sebuah bangsa yang dulu berada disana ketika bangsa Romawi datang
Ketika Romawi runtuh, banyak suku dari Jerman seperti Saxon yang melewati selat untuk sampai disana, dan sama seperti Edelfield maka para Britons juga berperang melawan Saxon. Bedanya mereka kalah, tanah mereka diambil alih, dan mereka lari ke Barat dimana disana hanya terdapat dataran tinggi seperti Ladenvield ini
Di masa inilah legenda Raja Arthur dipercaya berlatar, dia adalah Raja orang-orang Britons ini yang sekarat karena pengkhianatan sahabat dan anaknya, dan akan kembali dari Avalon mengambil alih kerajaannya dari bangsa Saxon
Entahlah tapi hingga aku dipindah ke dunia ini sih aku tidak mendengar kabar dia kembali....
Aku jadi penasaran apakah Dewa Kelfia itu banyak melakukan plagiatisme seperti ini? Bahkan sejarah perangnya saja sangat mirip, perbedaannya hanya ada di akhir tentang siapa pemenang dari perang itu
"Ryuu? Kamu disini juga rupanya," Maou datang
"Hei ini ruangan privasi loh...."
"Untuk itu saya mohon maaf, saya mengatakan bahwa rekan tuan Diablo juga sedang ada disini, lalu beliau ingin bertemu dengan anda meski berada di ruang privasi," jawab penjaga perpustakaan itu
Bukan berarti aku tidak boleh diganggu sih,
"Masuklah, tapi jangan lakukan hal yang aneh-aneh padaku ya...."
"Tidak akan!"
Maou membawa bukunya sendiri, kutebak itu dari area ilmu pengetahuan yang menyangkut fisika...
Jadi karena pada dasarnya ini adalah perpustakaan, meski kami berada di ruangan privasi kami tetap menghargai tempat ini dengan tidak banyak berbicara. Toh kami memiliki buku yang harus dibaca
Selanjutnya adalah buku ini ya? Judulnya Albion...
"Lihatlah ini Ryuu, bahkan konsep ketapel perang dan menara kepung sebenarnya sudah ada sejak seribu tahun yang lalu di dunia ini," Maou menunjukan bukunya
"Woah! Desainnya nampak mirip denganmu,"
"Benar, tapi menara kepung ini akan mudah terbakar karena tidak memiliki pelindung," lanjutnya
Kalau tidak salah seribu tahun yang lalu ada masa dimana sebuah kerajaan besar dari benua Barat menguasai hampir seluruh bagian luar benua, mereka sampai berhasil menyeberang dan mendapat wilayah di benua Selatan
Mungkin saja pengetahuan buku itu berasal dari seribu tahun yang lalu
Eh?! Hari sudah malam?! Padahal aku baru membaca tiga atau empat buku, sisanya belum terbaca....
"Kurasa saatnya bagiku untuk kembali," Maou bangkit dan menutup bukunya
"Baiklah, kalau aku sih akan menginap malam ini,"
"Di perpustakaan?!" Tanya dia terkejut
"Mana mungkin.... perpustakaan juga perlu tutup,"
Aku akan tidur kalau tidak di tenda lagi maka aku akan tidur di penginapan Ladenvield didalam kota yang bisa buka pada saat seperti ini.
__ADS_1