
"Laporkan situasinya," kata Ryuu saat memasuki tenda besar yang berisikan para pemimpin pasukan tingkat atas
Pasukan Yamato sedang berbaris menuju ke lembah yang diberi kode Owari oleh Ryuu, artinya adalah 'selesai' karena setelah pertempuran ini, dapat dipastikan kalau Hojo akan tamat
Ryuu mengambil jalan licik yakni dengan memberi informasi palsu kepada pemimpin klan Hojo, ia ingin agar Hojo yang belum sempat mengumpulkan seluruh kekuatannya langsung menyerang Ryuu
Informasi pertama adalah tentang ketidakmampuan Ryuu sebagai kaisar, Ryuu menjelek-jelekan dirinya sendiri saat memberi perintah ini pada bawahannya. Dikatakan bahwa kaisar hanya sedang mencari kemuliaannya disini, namun sebenarnya kaisar tidak memiliki pengalaman apapun
Dikatakan kalau kaisar ingin menaklukan Hojo agar dirinya mendapat beberapa dukungan dari kaum bangsawan, akan tetapi ia tidak mengetahui sedikitpun soal perang
Rencana ini dapat berhasil karena kebijakan sakoku milik Hojo, mereka tidak tahu apapun dari luar pulau itu
Informasi kedua adalah pergerakan pasukan Ryuu yang menuju lembah berkode Owari ini, agar musuh dapat menghadang Ryuu saat ia sampai, itu yang dia mau
Sekarang kedua pasukan sudah saling berhadapan, senapan pasukan Yamato sudah diarahkan kedepan, begitu juga dengan tombak Hojo
"Begitulah, Kaisar," ucap Jenderalnya ketika selesai menjelaskan situasi kepada Ryuu
Hal yang perlu dilakukan selanjutnya hanya tinggal menunggu, ini hal yang paling sering Ryuu lakukan
Ia pergi menuju tenda miliknya dan membuka katana yang sebelumnya dia pesan
Ryuu memainkan pedangnya sebentar, sebelum akhirnya suara meriam Yamato terdengar hingga ke tempat Ryuu berada
"Sudah dimulai Rupanya," gumam Ryuu
Dia membawa pedangnya, menggunakan kimono merah muda dan rok merah pendek, lalu segera ia keluar dari tenda miliknya
Namun Ryuu dicegat oleh Kyouka saat keluar tenda, dia hanya ingin sedikit mengobrol bersama Ryuu
"Aku... sudah membunuh orang...," kata Kyouka pelan
"Ah.... begitu ya.... dan bagaimana perasaanmu saat membunuh orang?" tanya Ryuu
Kyouka menjelaskan bahwa saat ia membunuh orang pertama, dia merasa sangat takut dan tubuhnya tidak dapat digerakan lagi saking takutnya
Namun perasaan itu hanya sejenak, lalu dia mulai mengarahkan senjatanya lagi dan membunuh orang lainnya. Entah mengapa, dia tidak lagi merasa takut atau apapun
"Tepat sekali, sekarang akan kuberitahu sesuatu," Ryuu memegang pundak Kyouka dengan kedua tangannya dan menatapnya serius
"Saat kita bereinkarnasi, kita bukan lagi seorang manusia,"
Ryuu berkata seperti ini atas pengalamannya sendiri. Dulu saat masih menjadi manusia di dunia lamanya, Ryuu tidak bisa berinteraksi dengan orang disekitarnya
Namun ketika ia tiba di Germanica, entah mengapa ia dapat mengobrol lancar dengan kakek tua itu. Bahkan ia terkesan seperti orang yang asik
Sifat-sifat kemanusiaan yang dimiliki Ryuu berubah saat ia dipindahkan ke dunia ini, dan pada puncaknya di pertempuran Utara melawan Revolusi Nonna
Dia membantai satu divisi pasukan yang mencapai angka 15.000 sendirian tanpa merasa kasihan
"Tidak mungkin...," Kyouka tidak percaya akan perkataan Ryuu
"Kalau tidak percaya, coba lihat pertempuran nanti," kata Ryuu
Itu benar, karena pertempuran nanti sebenarnya tidak cocok jika dikatakan sebagai 'pertempuran'. Lebih tepatnya pembantaian
Tetapi ada kejadian yang tidak diduga oleh Ryuu,
Ketua Klan Hojo, Takeru Hojo, dia datang sendirian ke medan perang sambil membawa pedang besar miliknya
Ada tradisi semacam ini di daratan Yamato, dimana kedua pihak saling mengirim satu pasukan terbaik mereka sebagai penentu kemenangan, singkatnya duel kematian
Sebuah tradisi yang baik bagi Ryuu karena dia juga butuh pasukan Hojo dalam pasukannya nanti
"Bukankah itu malah bagus?" kata Ryuu
"Apa maksudmu, Ryuu?" tanya Kyouka
"Maaf Kyouka, sepertinya kata-kataku sebelumnya tidak bisa direalisasikan sekarang"
Tentu saja Ryuu lebih memilih duel melawan Takeru ketimbang membantai pasukan Hojo, ia perlu tenaga manusia milik mereka dan kalau begini maka kebencian terhadap kekaisaean jadi tidak terlalu besar nantinya
__ADS_1
"Kyouka, apa kamu mau melawannya?"
"Ma-mana mungkin kan!!?"
"Hehee.. tenanglah, aku hanya bercanda,"
Ya, itu karena Ryuu sendiri yang akan melawannya
Ryuu yang sudah siap bertarung semenjak meninggalkan perkemahan, langsung maju sendiri mendekati Takeru di lembah Owari
Ia berhenti sekitar lima meter dari posisi Takeru berada
"Namaku Hojo Takeru, tuan atas tanah ini, apa tujuanmu datang ke tanah yang damai seperti ini? Apakah hanya membawa perang? Atau ada maksud lain? Apapun itu, aku akan menghentikanmu,"
"Namaku Tadashii Ryuu, Kaisar Yamato, pemilik sah dari tanah ini. Aku datang kemari hanya untuk mengambil kembali tanah yang dipinjam olehmu, aku tidak mengharapkan pertumpahan darah,"
"Apa!? Tanah ini dengan susah payah disatukan menggunakan darah klan Hojo kami, dan kau seenaknya mengklaimnya?!" dia mengangkat pedang besarnya dan mengayunkan kearah Ryuu
Saking kerasnya ayunan Takeru, suara hantamannya terdengar sampai ke dua pihak yang berperang
Takeru merasa kalau Ryuu terkena serangannya dan tubuhnya langsung hancur karena kekuatannya yang tidak manusiawi
"Cih, kenapa aku harus mengerahkan seluruh tenagaku untuk gadis seperti dia.. aku akan menanggung malu seumur hidupku," katanya lirih
"Hojo Takeru.. kan?" suara Ryuu membuat Takeru melihat kearah pedangnya lagi
"Hmm.. kamu baik juga ya... tetapi sayangnya aku bukan gadis seperti biasanya, kalau kamu berpikir seperti itu.. kamu bisa mati loh. Oh sayang sekali karena kamu memang sudah mati,"
Ryuu menghindar dari serangan pertama tadi dan langsung memenggal kepalanya dengan kemampuan akselerasi tingkat dewanya
Karena serangan yang sangat cepat itu, kepala Takeru tidak terpotong bahkan sampai berpuluh-puluh detik kemudian
"Selamat Tinggal, Takeru," ucap Ryuu sambil memegang pedang besar Takeru yang menancap tanah itu dengan lembut
Pada akhirnya kepalanya lepas kemudian, darahnya bahkan sampai menciprat ke pipi kanan Ryuu
Tubuh besar Takeru kemudian jatuh diatas lembah Owari beserta pedangnya, sementara Ryuu memanggil pelayannya untuk membersihkan darah dari pedang miliknya
"Pasukan Hojo, kuserahkan kepadamu, tolong buat mereka mau bergabung denganku ya...," bisik Ryuu ke telinga Kyouka
《Ryuu POV Start》
Perang disini kurasa seharusnya sudah selesai, lebih baik aku segera mandi dan membantu Kyouka nanti. Yah... aku terlalu merepotkan dia
Wajahku jadi penuh darah, sudah lama aku tidak mengalaminya.
"Hmm hmm hmm.. mandi.. mandi..."
Aku memasuki pemandian air panas khusus miliku yang baru selesai dibuat, dan membuka pakaianku
Karena sudah biasa melihat tubuh wanita ini, aku jadi tidak nafsu lagi saat melihatnya. Itu benar, aku pernah melihat ke cermin dan sangat menikmati pemandangan itu
H-Habisnya! Tubuh ini sangat indah tahu! Kulit putih pucat, rambut yang juga putih, serta mata merah terang seperti darah dibawah rembulan, siapa yang tidak suka melihatnya kemarilah dan akan kubunuh kau!
Aku mengikat rambut panjangku ini, dan berendam didalam sana sampai dua jam atau mungkin lebih
"Setelah ini, saatnya mencari target lain selain wilayah Kekaisaran lama,"
Setelah berpikir panjang, aku melihat buku yang baru datang dari Mughal bersama beberapa barang terbaru dari mereka
Aku membacanya di sini saat aku mandi, bahkan aku sampai sempat hampir akan menjatuhkannya kedalam air setelah melihat sebuah fakta,
United Of Middle America, atau UOMA singkatnya, kalah dari Germanica dua tahun yang lalu di perang Atlantica, hal ini membuat Germanica dapat melakukan invasi ke tanah mereka di seberang samudra
Kini yang tersisa dari mereka hanya sebagian wilayah mereka, angkatan laut yang masih beroperasi di samudra Timur, serta negara jajahannya yaitu Phines
Sebagian wilayah UOMA telah ditaklukan oleh Germanica dua tahun lalu, kini pusat kekuatan mereka berada di kepulauan Phines yang ada di Selatan dekat dengan wilayahku
Benar juga, kurasa sekarang saatnya meningkatkan kekuatan laut Yamato. Aku akan membeli satu kapal dari masing-masing kelas dari Mughal, lalu akan kubiarkan para peneliti untuk mempelajarinya agar kelak kami dapat memproduksi sendiri lalu-
"Kaisar! Kurasa anda harus melihat ini", pelayanku membangunkanku dari lamunan masa depanku
__ADS_1
Apa sih? Padahal aku sedang merencanakan masa depan negeri ini sambil bersantai didalam pemandian
"Baiklah, aku akan segera datang", jawabku
Aku keluar dari dalam sana dan mengeringkan tubuhku, baru aku memakai pakaian yang sudah disiapkan
Setelah aku selesai, aku menuju ke tendaku yang mana sudah ramai dengan para pemimpin pasukan tingkat tinggi
"Kaisar...."
Aku dibawa menuju ke pesisir wilayah Hojo lainnya, dan melihat sesuatu apa yang tidak bisa kupercaya
Kapal induk yang sangat besar serta kapal kelas Battleship, berada diatas pasir putih itu dan dilengkapi dengan dekorasi-dekorasi yang sepertinya berbau kepercayaan
"Apa itu?" tanyaku sambil menunjuk kearah salah satu dekorasi pita
"Sepertinya Hojo mengira bahwa ini barang sakral yang perlu dipuja,"
Mana ada yang seperti itu kan? Aku berani bertaruh bahwa Hojo tidak tahu cara menggunakannya, jadi mereka mengunci kapal-kapal ini di pesisir
Rupanya setelah diselidiki ada sekitar 40 kapal dari kelas yang berbeda tersebar di hampir seluruh pesisir pulau Yamato
"Baiklah, bawa kapal-kapal ini ke Goryeo untuk diperbaiki,"
Suasana menjadi hening setelah aku selesai berkata seperti itu, ah.. aku lupa, kekaisaranku juga tidak mengerti cara menggunakannya kan... lagipula bagaiman cara membawa monster ini?
"Baiklah aku mengerti, kirim utusan ke Goryeo dan Ming, sebar kabar kalau kita membutuhkan veteran angkatan laut,"
"Dimengerti, Kaisar,"
Tapi yah, tidak kuduga juga kalau kapal-kapal Kekaisaran sebelumnya semuanya berada di Yamato, memangnya apa perintah Kaisar sebelumnya yang berkenaan dengan angkatan laut?
Sampai-sampai tidak ada satupun kapal modern di Goryeo maupun Ming
Dengan kapal-kapal ini, mengalahkan UOMA adalah hal mudah, menyamakan teknologi dengan Germanica lah hal tersulit
Negara superpower seperti itu tidak memiliki saingan berarti semenjak kemenangannya di benua Utama melawan empat musuh sekaligus, seperti Apex Predator
karenanya, aku menandatangani perjanjian dengan Mughal
Sebentar lagi, kami akan mendapatkan teknologi terbaru yang berasal dari Barat, diantara mereka pasti ada yang bisa kukembangkan sendiri lalu dari sana sifat manusia bekerja
Adalah sebuah sifat dari manusia untuk mendorong dirinya keluar dari dalam kotak, sebuah sifat yang sangat mencerminkan manusia dari dulu hingga masa ku
Ketika tubuh kita tidak mampu menghadapi, otak kita yang bekerja untuk melawan ketidakmampuan itu. Dari sinilah teknologi bangkit
Biarkan saja para ahli di Kekaisaran Yamato menemukan hal-hal baru yang membantu kehidupan didalamnya
Sama seperti kebanyakan negara-negara di benua utama, maka teknologi akan maju dengan sendirinya
Salah satu faktor majunya teknologi adalah peperangan, dari sana mulai muncul inovasi-inovasi di bidang lainnya
Bahkan komputer yang dulu sering kumainkan juga muncul dari gagasan Amerika untuk membuat mesin pertahanan saat perang dingin
Perang juga adalah salah satu sifat manusia yang selalu hadir disetiap sejarah
"Kaisar, dua kapal kelas Destroyer sudah siap untuk bertempur di lautan,"
"Luncurkan segera,"
Kehidupan setelah perang melawan Hojo cukup damai sampai aku bingung mau berbuat apa, alhasil aku hanya bermalas-malasan di istana sambil mengamati perkembangan Kekaisaran
Disisi lain, Kyouka semakin sibuk dengan masuknya daratan Yamato kedalam kekaisaran
Aku jarang melihatnya belakangan ini karena dia sering pergi ke Yamato dan menetap beberapa saat
Sudah kuputuskan
Target selanjutnya adalah Phines milik UOMA, penyerangan akan dilakukan saat pesanan kapalku tiba dari Mughal
Akhirnya pertempuran di laut lagi, sudah lama sejak terakhir kali aku berada di situasi itu
__ADS_1