
" Im lonesome since i crossed the hill
And over the moor that sedgy
Such heavy though my heart do feel
Since parting with my Sally
I seek no more but fine and gay
For each just for remind me
How sweet the hours i passed away
With the girl i left behind me "
Ku terbangun dari mimpiku, dengan napas berat kumulai hari ini karena itu merupakan salah satu mimpi terburuk yang pernah kusaksikan dalam hidupku
Aku melihat kearah jendela disamping kamarku, masih dengan berpakaian kacau dan keringat yang memandikan tubuhku, disaat itu kuingat kembali mimpi yang kulihat barusan
Adalah seorang gadis, meski dengan kegelapan malam, mata merahnya seakan menyala seperti darah yang memantulkan cahaya bulan, ia berdiri di ujung kapal dan menoleh kearahku dibelakangnya
Lalu didepan sana nampak sebuah kota yang sedang kapal ini tuju, dan seketika pemandangan kota yang tenang dalam heningnya malam itu langsung berganti dengan kota yang sama namun dengan keadaan terbakar
Suara jeritan-jeritan yang terdengar samar dari sini itu sangatlah menakutkan....
Setelah itu aku seakan berpindah kedalam kota tersebut dan melihat pembantaian yang sedang terjadi didalam kota yang sama sekali tidak familiar di pikiranku, warga biasa tergeletak dimana-mana, tak bernyawa
Aku berjalan ditengah kota itu dan akhirnya menjumpai hal yang lebih buruk, pembunuhan masal oleh sekelompok prajurit kepada puluhan warga yang lain
Melihat hal itu aku langsung berlari tanpa tujuan, yang penting aku harus menjauh dari sana secepatnya. Kulewati lebih banyak hal mengerikan yang dilakukan terhadap orang-orang tak bersalah itu selagi berlari entah kemana
Sepertinya aku terlalu banyak menggunakan kata mengerikan ya? Tapi sungguh itu karena aku tidak bisa memikirkan kata yang lain
Setelah akhirnya aku sampai didepan gerbang dan kubuka gerbang itu dengan susah payah, hanya ada tumpukan besar mayat yang menggunung disisi lain gerbang tersebut. Betapa terkejutnya aku melihat hal itu
Yang lebih membuatku terpikirkan adalah sosok gadis sebelumnya, dia berdiri diatas itu semua membelakangiku dan menoleh kepadaku lagi. Namun kali ini ia tersenyum sinis, dan wajahnya serta pakaiannya penuh dengan bercak-bercak darah
Disitulah mimpi buruknya berakhir, dan syukurlah aku bisa bangun kembali dari itu
"Tuan muda, saya masuk,"
Salah satu dayang masuk membawakan pakaian dan air untuk membasuh wajahku, ia terkejut melihatku dan wajahnya menjadi memerah seperti cabai
"Ah, letakan saja itu disana,"
__ADS_1
Ia meletakan pakaian dan air bersih di salah satu meja di kamar luas ini, lalu pergi dengan berlari kecil
Namaku adalah Shin Shaozu, seorang keluarga ternama di kerajaan kota Jin. Keluargaku adalah pemilik sebagian besar pelabuhan di kota ini dan aku sebagai tuan muda berinisiatif untuk membuka perdagangan dengan bangsa diseberang lautan
Perdagangan ini kulakukan karena ancaman dari kerajaan Ming sudah kucium jauh-jauh hari sebelumnya, tarif perdagangan tadi dapat kugunakan untuk membeli senjata.
Jin memang bukanlah kerajaanku, tapi di masa depan itu pasti, karena selain aku adalah tuan muda keluarga ternama ini, aku juga merupakan tunangan putri satu-satunya Raja Jin sebelumnya yang sudah mangkat hampir setahun yang lalu
Dan setahun adalah waktu yang diberikan bagi rakyat kerajaan untuk berkabung, yang mana hanya setelah itu pengangkatan Raja baru boleh dilaksanakan. Itu salah satu budaya kami, budaya kerajaan Jin.
Ia bernama Jin Zhi, tunanganku. Meski kami dijodohkan, tapi sebenarnya aku dan dia adalah teman masa kecil yang sangatlah akrab. Aku sering bercerita tentang keseharianku, begitu juga sebaliknya dirinya bercerita tentang kehidupan membosankan di istana
Apalagi setelah kematian ayahnya, khusus bagi keluarga terdekat Raja, mereka diharuskan untuk terus menetap di kamar mereka selama setahun penuh tanpa boleh menemui siapapun. Bisa dibayangkan betapa membosankannya itu?
Setelah selesai dengan persiapanku, aku keluar dari kamar dan berjalan menuju ke luar rumah keluargaku ini
Di lorong, aku ditemui oleh salah seorang bawahanku yang berkata bahwa sahabatku telah kembali dari misi perdagangannya, kini ia sedang berada di pelabuhan menurunkan muatan
Mendengar itu aku sangatlah senang, Lü Buwei merupakan seorang pedagang yang tulen dan memiliki kemampuan untuk bersaing dengan pedagang-pedagang Benua Selatan, namun kesampingkan semua itu dia tetaplah sahabatku
Ia kuutus kedalam misi untuk berdagang dengan negeri di Benua Barat, terjauh dari kami, kuyakin ia sudah berhasil melakukan hal itu
"Buwei!" Panggilku
"Shaozu! Hahaha!" Aku memeluknya karena sudah beberapa tahun kami tidak berjumpa
"Perjalanan membosankan macam apa yang lancar-lancar saja? Tentu saja perjalananku sangatlah menantang dan seru!" Bodohnya aku karena bertanya
Dia memang seperti itu, pencari tantangan dan keseruan
Mungkin karena keberaniannya itu, aku mengirimnya ke titik terjauh dari ekspedisi dagang pertama kami.
Kulihat kearah kapalnya, dan kutemui adanya wajah asing, sesosok wanita.... Kudengar ada yang mengatakan bahwa wanita diatas kapal akan membawa kehancuran ke kapal itu sendiri. Tapi kesampingkan hal itu, aku juga tidak pernah melihatnya
"Jangan iri tapi itu istriku," kata Buwei
Hal itu sontak membuatku terkejut, tapi mengingat kepribadiannya yang eksentrik maka memang pantas banyak orang yang tertarik padanya
"Bagaimana aku bisa iri ketika aku dijodohkan dengan gadis terbaik di Jin,"
"Eh? Eh?! Kamu sungguh dijodohkan dengan Jin Zhi?!" Kali ini gantian dia yang terkejut
Wajar saja karena sesuai perkataanku, Jin Zhi adalah gadis yang paling rupawan di kerajaan Jin, bahkan mungkin di Benua Timur ini. Aku orang yang beruntung karena menjadi jodohnya
"Hahaha apa-apaan reaksimu itu? Sudahlah, kenapa tidak kamu ceritakan saja hal apa yang sudah kamu lalui,"
__ADS_1
"Oh! Itu ide yang bagus, aku punya banyak cerita untukmu, ayo pergi ke salah satu tempat makan, sudah lama aku tidak makan hidangan Benua Timur," kata dia
Sebuah bar di pinggir pelabuhan adalah tujuan kami, disana kami minum dan menikmati banyak hidangan dengan lahap serta bercerita hingga malam tiba, hingga jalanan mulai sepi dan suara jangkrik mulai terdengar keras
Ia bercerita tentang pengalamannya di negeri dengan budaya yang jauh berbeda dari sini, di Benua tempat perang tidak pernah berhenti menghantui sejarah mereka
Mulai dari negeri bernama Lithuania yang tidak lebih dari boneka negeri lainnya bernama Castille, hingga kerajaan di ujung Utara Benua dimana salju turun lebih dari setengah tahun bernama Russky
Semua yang dia katakan tidak masuk ke akalku, mungkin karena perbedaan antara kami dengan mereka yang terlalu besar. Namun sepertinya ia sungguh menikmati perjalanannya itu, kubisa mengerti melihat ekspresinya saat bercerita, sekaan ia ingin segera kembali ke negeri-negeri itu
"Aku juga membeli sebuah barang ketika bersinggah di Benua Selatan," ia mengeluarkan sebuah kotak yang ia buka dan menunjukan barang yang terlihat aneh bagiku
"Barang ini dapat menunjukan peta tempat-tempat yang pernah itu lewati, dan dalam kasusku, benda ini sudah memetakan jalur dari sini ke Benua Barat," jelasnya
"Bukankah itu hebat? Dengan itu kita bisa mencari jalur yang aman untuk menjadi jalur utama kita,"
"Kamu benar. Masih ada banyak hal menarik lain yang dapat dibeli di bazar di negeri-negeri Benua Selatan, namun harganya juga tidak murah," kata Buwei
Ia berkata jika benda yang ia tunjukan itu bernilai setidaknya lima meter kain sutra, hal itu cukup mahal untuk seukuran benda kecil ini.
Setelah tegukan terakhir, kami kembali keluar menuju ke pelabuhan untuk melihat keindahan malam disana. Dulu kami sering melakukan hal ini bersama, pelabuhan adalah taman bermain kami berdua. Terkadang Jin Zhi kuajak diam-diam kemari, dan tidak jarang juga dia dimarahi saat kembali ke istana
Pelabuhan ini menyimpan banyak kenangan bagiku, bagi teman-temanku, bagi keluargaku, dan bagi semua orang yang hidup di kota Jin ini, aku harus pastikan bahwa semuanya terus berjalan seperti adanya
Serangan Ming yang tidak terhentikan itu harus gagal pertama kali didepan tembok kota Jin kami, atau mereka akan melahap seluruh kerajaan kota Benua Timur, bahkan pusat Benua yakni kerajaan kota Qing....
"Apa kamu juga membeli apa yang kuminta?"
"Tentu saja, senjata bukan? Kebetulan negeri bernama Franca dan Hohenzollern sedang menjual harga murah, aku juga menawar barang yang akan mereka kirimkan ke pulau yang terpisah dari Benua Barat dengan harga yang lebih tinggi, mereka menerima tawaran itu," jawabnya
"Bagus, dalam misi keduamu, kuharap kamu bisa membawa lebih banyak muatan, akan kusiapkan sekitar tiga kapal untukmu lagi, dua diantaranya khusus untuk membawa senjata,"
"Karena sudah seberani itu, apakah situasinya memang sangat gawat? Sampai mana pasukan Ming saat ini?" Tanya Buwei
Lima tahun sejak kepergiannya, wajar jika dia tidak mengerti situasinya, aku akan menjelaskan padanya sesederhana mungkin
"Ming saat ini memiliki empat pasukan yang dipimpin oleh empat Jenderal besar mereka, dan salah satunya sedang menyisiri wilayah perbatasan laut,"
Jin merupakan kota terbesar kedua setelah Qing, itu karena letak kami yang strategis di pinggir laut sebagai pusat perdagangan di Benua Timur. Karena itu, pasukan Ming yang menyisiri perbatasan laut pastinya akan sampai kemari dan mencoba menaklukan kami
Hal itu tidak boleh terjadi.
"Kalau sudah seperti itu, sebenarnya aku punya kenalan di Benua Selatan yang memiliki gudang senjata cukup besar, lalu karena disana juga jarang ada perang jadi kita bisa membeli banyak," kata Buwei
Namun karena mereka dari Benua Selatan, harga yang mereka pasang pun hampir tiga kali lipat lebih tinggi dari senjata Hohenzollern maupun Franca
__ADS_1
"Lama tapi murah atau cepat tapi mahal ya...."