The Sended

The Sended
Chapter 16: Fifteen Started, Eighty Returned


__ADS_3

Selang beberapa lama, seorang gadis cantik menggunakan kimono panjang datang ke aula ini, dia didampingi dua pelayan wanita dan dua pasukan dibelakang


Dia memiliki rambut hitam sama sepertiku, namun bermata merah seperti Ryuu. Dia juga mengenakan mahkota miko emas kecil dikepalanya


Gadis itu berjalan perlahan dengan anggunnya dan duduk di antara kami bertiga


Sama seperti Ryuu saat di akademi, dia jarang membuka mata merahnya


"Selamat datang kembali, Kakak," dia bilang


Kakak?


Aku berpikir keras saat mendengar panggilannya terhadap Ryuu, aku melihatnya lalu melihat Ryuu, membandingkan kedua orang ini


Mereka.... benar-benar mirip


"Kalian berempat bisa meninggalkanku, mau bagaimanapun dia ini kakakku," katanya kepada keempat pelayannya


Keempat pelayan itu menunduk dan pergi meninggalkan aula dan taman disekitarnya


Tepat ketika mereka menghilang dari pandangan kami, gadis itu berlari dan memeluk Ryuu. Karena berlari, mahkotanya terjatuh dan menimbulkan bunyi yang keras karena berbahan emas


"Kakak!!, sudah lama sekali aku ingin melakukan ini," katanya gembira sembari menerjang Ryuu dengan pelukan


"Kaguya, aku pulang," jawab Ryuu


Jadi memang benar kalau Ryuu saudari ketua klan ya... benar-benar tidak terduga


"Ryuu, tapi mengapa kamu tiba-tiba kembali? Semenjak kematian ayahmu, kau langsung menghilang begitu saja," tanya pamannya


"Yah.., aku ada permintaan," jawab Ryuu


"Permintaan?"


"Kyouka bisa tolong jelaskan?"


"Y-ya, pasukan Yui memulai ekspansi mereka, kami disini atas permintaan Klan Asagi,"


"Berapa pasukan Oda sekarang?" tanya Ryuu langsung ke intinya


"A-apa yang mau kau lakukan?" tanya pamannya


"Kita akan berperang" jawab Ryuu dengan senyuman sadisnya


Kedua orang itu terkejut mendengar Ryuu, bahkan pamannya sendiri sampai berdiri karena terkejut


"Apa maksudmu?" tanya pamannya lagi


Yah tentu saja...


Dari yang kutahu, Oda adalah klan yang berdiri setelah revolusi berkobar di tanah Kekaisaran. Mereka hanya klan lemah yang mengandalkan reputasi kebesaran mereka di masa lalu


Dan seharusnya pasukan mereka sangat lemah bahkan jika dibandingkan Asagi, apa mungkin mereka bisa membantu Asagi melawan Yui?


"Kita akan berperang." Pertegas Ryuu lagi


"Bagaimana caramu berperang!? Kita klan lemah yang masih bertumbuh," kata pamannya dengan suara keras


"Maka dari itu aku menanyakan jumlah pasukan, agar aku dapat memikirkan sesuatu kedepannya,"


Seluruh ruangan terasa hening, pamannya kembali duduk dan berpikir sejenak


"Empat ribu, itu jumlah pasukan kita diseluruh wilayah,"


Ryuu tersenyum mendengarnya, "itu cukup,"


"Kaguya, kedua keputusannya ada ditanganmu, kita akan berperang melawan klan Yui atau kamu menolak perjanjian dengan klan Asagi," tanya Ryuu


"Apa yang kamu bicarakan, kakak? Lagipula dari awal kamu adalah pewaris sah klan Oda, aku hanya menggantikanmu" jawab Kaguya yang membuatku kaget


Ryuu? Dia... ketua klan yang sah?


Aku melihat Ryuu merasa tidak mungkin, dia malah menatapku balik dan tersenyum. Lalu dia kembali menatap Kaguya


"Memangnya masih aku pewaris yang sah ya....?"

__ADS_1


"Kalau memang begitu, kita berperang," lanjut Ryuu


Kaguya dan pamannya menunduk kepada Ryuu,


"Baik, nona Tokuhime," kata mereka berdua serentak


Seseorang dari dalam keluarga berpengaruh biasanya punya beberapa nama, kuyakin Tokuhime adalah panggilan Ryuu didalam Klan Oda


"Tetapi, meskipun begitu, lawan kita adalah klan Yui, apa yang harus kita lakukan?" tanya paman Ryuu


"Benar juga Ryuu, kekuatan mereka sampai 40.000 kan? Jika melawan dengan jumlah 4.000 rasanya...," kataku


"Ya, kalian benar, tetapi musuh klan Yui itu Asagi dan koalisinya, bukan Oda. Serangan kejut akan berhasil disini," jelas Ryuu


Rupanya Ryuu bukan hanya mahir bertarung, ia juga bisa memikirkan strategi seperti ini, padahal kupikir dia hanya mengandalkan kekuatan dan sifatnya yang cukup menjengkelkan


Tetapi butuh waktu untuk mengumpulkan ke empat ribu pasukan Oda yang terpisah, apa lagi yang memisahkannya adalah pegunungan


Mungkin tidak sampai seminggu baru kami dapat berangkat ke Utara, lagipula klan Yui juga belum menyerang


"Apa yang mau kamu lakukan selama itu?" tanyaku kepada Ryuu


"Tentu saja berperang melawan klan lain, lagipula kita terlambat beradaptasi di zaman negeri berperang ini, pokoknya aku ingin memulainya dengan meriah," jawabnya


Huh?


"Di Selatan ada sebuah klan kecil yang memiliki tanah subur karena dilewati banyak sungai, dari sana persediaan makanan keempat ribu pasukan kita berasal," lanjutnya


Sumber daya, itu sangat penting. Persediaan makanan yang cukup untuk berperang merupakan salah satu unsur dari keberhasilan suatu strategi


Ryuu memikirkan semuanya, darimana makanan berasal, bagaimana cara mengangkutnya, porsi terbaik untuk setiap pasukannya


"Paman, berapa jumlah pasukan di desa ini?"


"Seribu, itu tidak cukup untuk melawan klan Usui di Selatan,"


"Aku setuju dengan itu, lalu bagaimana dengan desa-desa di sepanjang jalan ke Selatan? Berapa total semuanya bila digabung?"


"Itu... seribu juga, jika melawan mereka dengan dua ribu pasukan mungkin..." jawab paman Ryuu


"Iya, patut dicoba,"


Aku melihat mata merah seriusnya dan berakhir menyetujui tawarannya lagi


"Kalau begitu besok kau akan pergi berperang bersamaku, jangan kesiangan ya...."


Eh?


"Tunggu, apa maksudmu?" tanyaku


"Hmm? Maksudku melawan Usui, Oh! apa kamu belum pernah membunuh orang sebelumnya?" jawabnya


"Tentu saja belum,"


Apa yang dia pikirkan sih? Aku tidak bisa bertarung, apa lagi membunuh orang


"Tenanglah, dengan senapan kamu hanya perlu menarik pelatuk maka satu nyawa musuh akan melayang," jelas Ryuu singkat


"Kalau seperti itu aku juga tahu!!"


"Hmm... baiklah, kamu kuberi tugas yang lainnya saja,"


Yah.... kurasa itu memang yang terbaik


Ryuu memberiku tugas untuk mengamati rakyat dan mendengarkan keluhan mereka sambil berkeliling di desa ini


Waktu ini aku gunakan untuk memperhatikan kehidupan sosial beserta masalah didalamnya


Aku mulai mendatangi banyak orang dengan pekerjaan yang berbeda-beda untuk mendapatkan masalah yang berbeda juga


Ketika hari sudah sore, aku kembali ke istana ditengah desa dan mulai memikirkan cara menyelesaikan masalah yang ada


Pertama adalah para petani, pekerjaan ini memiliki satu masalah utama yaitu irigasi yang buruk karena pada dasarnya Oda tidak memiliki sungai yang besar seperti Usui di Selatan


Salah satu cara mengatasinya adalah menggali sumber air baru yang nantinya dialirkan menggunakan saluran irigasi buatan ke seluruh desa

__ADS_1


"Kakak Kyouka, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Kaguya dari belakangku


Aku sedang berada didalam kamar yang diberikan Ryuu kepadaku untuk menginap beberapa saat disini


Tiba-tiba Kaguya datang kesini yang membuatku kaget


"Maaf-maaf, aku lupa mengetuk pintu," katanya sambil tertawa kecil


"Tidak apa, aku sedang memikirkan cara mengatasi masalah pertanian disini,"


"Ah, kalau begitu kurasa aku bisa membantumu,"


Dengan bantuan Kaguya, desain saluran irigasi bisa selesai dengan cepat. Bahkan keesokan harinya konstruksi penggalian sumber air dimulai atas perintah Kaguya


Tidak lupa saluran irigasi juga dibangun dengan baik sepanjang lahan pertanian sehingga sewaktu air ditemukan, saluran ini bisa langsung digunakan dengan baik


Beberapa masalah dalam bidang lainnya juga berhasil aku atasi selama waktu ini


Karenanya, aku diangkat sebagai menteri sosial oleh Kaguya selaku pengganti Ryuu saat ini


"Nona Kyouka, lahan di Utara mulai mengalami kekeringan,"


"Kalau begitu perpanjang saluran irigasi dan perbanyak lokasi sumber air,"


"Dimengerti,"


Mereka mulai memanggilku dengan sebutan nona sejak saat itu


Tidak terasa sudah dua minggu sejak Ryuu meninggalkanku disini. Sebenarnya apa maunya sih? Dia yang mengajak ku kemari tapi dia juga yang meninggalkanku


Tapi... kenapa aku tidak menolak ajakannya saja....


Ah itu tidak penting, lagipula mau sampai kapan dia di Selatan? Bukanlah klan Yui sudah mulai bergerak?


"Nona Kyouka?"


"Ah maaf, aku sedang memikirkan sesuatu,"


"Baik nona, kalau begitu tentang masalah ini..."


Tetapi tentang desa ini sudah memiliki lahan pertanian yang jauh lebih besar dari sebelumnya, mungkin ini akan cukup untuk berperang nanti. Musim gugur tahun depan kuharap akan ada panen yang melimpah


"Lapor, nona Tokuhime telah kembali dari Selatan," lapor seorang prajurit yang berlari kedalam aula istana


"Ryuu sudah kembali!? Berapa banyak korban di pasukannya?" tanya paman Ryuu


"Kalau soal itu..."


Ryuu meninggalkan desa dengan membawa seribu pasukan, dia berniat mengumpulkan seribu lainnya di perjalanan ke Selatan


Namun kini ia kembali dengan membawa lima ribu pasukan yang entah darimana dia dapatkan


Padahal masih ada dua ribu pasukan lainnya yang tersebar di wilayah Oda


Kalau bersatu, maka totalnya ada tujuh ribu, dia benar-benar melebihi ekspetasiku. Rasanya seperti bertemu dengan seorang master taktik yang hebat


Aku berlari ke pintu masuk desa didampingi sekretarisku yang masih muda, disana aku akhirnya melihat Ryuu kembali setelah dua minggu berlalu


"Hei Kyouka, kulihat lahan pertanian kita meningkat ya?"


"Hehe, itu semua atas usaha kerasku"


"Begitu ya? Tetapi karena usaha kerasmu, apakah usaha kerasku ke Selatan jadi sia-sia?" tanya dia


Benar juga... Ryuu pergi melawan klan Usui untuk mendapatkan sumber daya yang nantinya digunakan pada perang di Utara


"Tetapi itu tidak masalah, kita juga mendapat dua ribu pasukan baru," kata Ryuu sambil melihat barisan pasukan dibelakangnya


Dia membubarkan pasukannya dan segera turun dari kuda untuk beristirahat kedalam istana


Kami memasuki istana yang segera disambut Kaguya didalam bersama pamannya. Kaguya memang tidak diperbolehkan keluar karena dia sudah memutuskan sebagai pendeta agung di Oda


Jadi dirinya tidak boleh menikah karena tubuhnya hanya dipersembahkan oleh Dewa seorang


Ryuu segera tertidur di kamarnya, alasannya karena besok adalah hari H yang sudah ditunggu selama ini

__ADS_1


Hari dimana arus pertempuran dimulai, pertempuran untuk membuktikan siapa pemimpin sebenarnya atas tanah ini


Besok, adalah hari keberangkatan kami


__ADS_2