
Tepat setelah kekalahan Kekaisaran di Utara dulu, prajurit Kaisar kembali ke seluruh penjuru negeri membuatnya tidak memiliki kekuatan lagi untuk menghentikan gelombang besar pemberontakan terbuka
Namun pemberontakan berkobar sebelum para pasukan dari Yamato mencapai pulau itu, sehingga di sana mereka tidak memiliki satupun prajurit veteran yang berpengalaman dalam perang modern
Oleh karena itu klan Hojo memberlakukan kebijakan Sakoku dimana berarti negara terkunci, tidak ada yang bisa masuk dan tidak ada yang bisa keluar
Mereka menggunakan teknologi terlama Kekaisaran dan membentuk pasukan kembali dari nol tanpa mengetahui konsep militer modern, mereka nampak sangat rentan untuk ditaklukan
Itu benar jika menyerang mereka tentunya akan menjadi sangat mudah, namun jika ingin menguasai Yamato, mungkin beberapa orang harus berpikir beberapa kali
Pertama, penyerang memperlukan angkatan laut yang cukup setidaknya untuk mengantar pasukan kesana. Di poin pertama ini saja sudah banyak yang gagal memilikinya, bahkan klan Yui selaku klan terkuat di daratan Ming
Yang kedua adalah tentang rampasan perang, di pulau Yamato tidak ada sumber daya alam untuk keperluan industri modern, semuanya sudah dikeruk habis oleh bangsa Barat ketika Kekaisaran Timur Raya masih tidak berdaya
Juga pertambangan sumber daya alam ini meski sudah tertutup selama bertahun-tahun, dampaknya masih sangat terasa contohnya membuat banyak lahan jadi tidak subur
Namun bahkan jika seperti itu pun, Ryuu tetap ingin menyerang Hojo dan menaklukan pulau Yamato
《Ryuu POV Start》
Beberapa minggu lagi mungkin rencana ini dapat dilaksanakan....
"Kaisar, kami mohon untuk anda menghadiri rapat yang akan dilakukan dalam beberapa menit lagi,"
"Ya, aku akan datang," jawabku
Semakin besar wilayahku, semakin banyak pula masalah yang harus ku hadapi. Meskipun begitu, aku mulai jarang mengucapkan kata-kata saat rapat
Itu karena kedudukanku yang mulai dipandang tinggi oleh para rakyatku sehingga suaraku kini dianggap sebagai suara Dewa yang terlalu agung
"Pembuatan kapal pengangkut sudah ada di batasnya, kalau diperbanyak lagi, maka tidak ada ruang yang cukup bagi para nelayan,"
"Tetapi kapal-kapal ini adalah rencana awal kita, kalau menghentikan pembuatannya mungkin saja hasil akhir tidak tercapai!!"
"Kapal kita sudah lebih dari cukup untuk digunakan melawan Hojo!!"
"Tidak ada kata cukup bagi Kaisar!! Apa kau menghinanya!?"
"Tanpa rakyat, maka tidak ada seorang Kaisar!! Oleh karena itu....
Kaisar, berikan perintahmu," seorang petinggi itu memohon di ruang rapat
Semua orang disana juga ikut berlutut dan menunggu suaraku untuk keluar
"Sudah lama semenjak orang dari luar Yamato dapat memasuki pulau itu, jadi sediakan satu perahu bagi mata-mata untuk mengintai, lalu kirim sebuah kapal untuk mempelajari kondisi geografi bagian pesisir
Lalu soal pembangunan kapalnya, memang sudah berapa banyak yang kita buat?" tanyaku
"Baik, kapal yang kita punya sekarang sudah mencapai angka dua puluh", jawab petinggi yang mendukung penambahan kapal
Dua puluh huh? Berarti hanya sekitar 12.000 prajurit yang bisa kubawa, perbandingannya cukup jauh dengan klan Hojo dengan pasukan Hojo. Tetapi....
"Baiklah, kita tidak akan menambah kapal lagi, sebaliknya mulai pembentukan pasukan di Goryeo. Dalam beberapa hari, kita mulai operasi ini, itu perintah yang kuberikan,"
"Baik!!"
Aku menamakannya, Operasi Reconquista, penaklukan kembali
Nama ini kuambil dari sebuah periode di duniaku dulu. Dimana pada semenanjung Iberia dulunya berdiri kerajaan-kerajaan yang akhirnya ditaklukan oleh penganut Muslim
Kerajaan Muslim yang berdiri juga pada akhirnya ditaklukan kembali oleh penganut Keisten atas perintah Paus yang dikenal sebagai Reconquista atau penaklukan kembali
Penaklukan ini dimulai pada abad ke-8 yang berakhir pada akhir abad ke-15, atau menjelang penemuan benua Amerika
Setelah operasi ini, sudah kusiapkan rencana selanjutnya yang akan dipimpin oleh Kyouka,
Operasi Renaissance adalah namanya
Artinya adalah pembaharuan, adalah sebuah periode gerakan budaya yang berkembang dari zaman pertengahan ke zaman modern di benua Eropa
__ADS_1
Periode ini berlangsung mulai dari abad ke-14 sampai abad ke-17
Aku menghela napasku saat berbaring di tempat tidur yang sangat nyaman di kamarku, sejak aku menjadi Kaisar aku memulai kehidupan mewah di istana
Tanpa sadar aku tertidur di siang hari karena kelelahan mengurusi rencana penaklukan Yamato, Operasi Reconquista
Saat aku membuka mataku kembali, aku melihat langit-langit kamarku yang biasa kulihat saat bangun. Baru sekarang aku sadar bahwa aku tertidur
"Kau sudah bangun, Ryuu?" masuk kedalam kamarku
"Kyouka? Ya, ada apa?"
"Ini tentang masalah di Barat, kota perbatasan kekurangan sumber daya karena pasukan disana memeras mereka," katanya sambil melihat kesebuah kertas
"Aku mengerti," aku bangkit dan berdiri, dan berjalan meninggalkan kasur
"R-Ryuu? A-apa yang akan kamu lakukan seperti itu?" kata Kyouka sambil menutupi kedua matanya menggunakan tangannya
"Huh? Apa maksud-" kalimatku terpotong setelah melihat tubuhku dari cermin yang hanya mengenakan pakaian dalam
Aku ingat bahwa siang tadi aku ingin mendinginkan kepala dan tubuhku sehingga melepas semua pakaian Kaisar yang sangat panas itu
Tetapi bukankah seorang gadis yang melihat tubuh gadis lainnya itu biasa? Maksudku, saat mereka selesai berolahraga bukankah mereka ganti baju bersama?
"Kenapa memangnya? Apa jangan-jangan, kamu sebenarnya lelaki?" tanyaku terkejut
"Mana mungkin kan!!? Aku perempuan, namaku juga Kyouka di kehidupanku yang dulu!!" Kyouka membuka matanya dan memperlihatkan wajahnya yang memerah
"Benarkah? Sebelumnya aku seorang pria jadi... yah...." kataku sambil berjalan menuju lemari pakaian
"K-kau... sebenarnya seorang pria!?", Kyouka mundur sedikit karena terkejut mendengar pernyataan ini
"Ya, begitulah," jawabku sambil menggunakan pakaian yang ada di dalam lemariku
Dia masih tidak percaya akan hal ini, tetapi mau bagaimanapun dia harus percaya karena kebenarannya seperti itu
Kota di perbatasan Barat kekurangan sumber daya karena pasukan disana memeras mereka, hal ini kurasa wajar saja karena prajurit yang kurang disiplin, kami hanya perlu mendisiplinkan mereka
Namun aku juga perlu mengirim sumber daya yang cukup untuk pasukan dan rakyat disana, dan juga pastinya seseorang yang bisa mendisiplinkan mereka
Kasus ditutup....
"Lalu di Selatan, gudang makanan sudah penuh dan membutuhkan pembaruan, masalahnya adalah pembaruan membutuhkan proses jadi mau diapakan bahan yang diproduksi selama proses itu?" tanya Kyouka
"Enaknya diapakan?" balas tanyaku meminta saran Kyouma
"Eh? Umm.. mungkin dibagikan kepada rakyat yang melarat saja," jawabnya
"Lakukan semaumu, kamu datang kesini bila masalahnya seperti yang terjadi di Barat saja, jika seperti yang di Selatan bukankah kamu bisa mengurusnya?"
Kyouka terdiam sejenak, dia lalu menunduk dan mulai berkata serius
"Ryuu, sebenarnya.... aku berpikir bahwa, aku mungkin bisa membantumu dalam penguasaan dunia, aku.... aku... aku ingin bersama denganmu di medan perang, dan mengalahkan musuh disana, lalu menciptakan perdamaian bersamamu!!" teriak Kyouka
"Hmm? Jadi, apa kamu sudah memutuskan untuk mau membunuh orang?"
"Itu.... Iya! aku sudah melihat banyak orang mati dengan sengsara di dunia ini, lalu aku sadar bahwa kita perlu membunuh untuk kepentingan yang lebih besar, perdamaian."
Yah.. seharusnya tidak begitu sih, tetapi kalau dia tidak bisa membunuh, mungkin selama reinkarnasi selanjutnya, dia yang akan kesulitan
"Baiklah, aku akan memberimu misi khusus dalam perang melawan Hojo besok,"
"Eh? Apa itu?" tanya dia lagi
"Datanglah kesini seminggu lagi, sekarang pergilah ke Selatan untuk mengurus pembangunan," kataku
"Ya, sampai jumpa," jawabnya dan meninggalkanku sendiri
Sekarang, sebaiknya aku pergi keluar istana dan melakukan kontak dengan rakyatku. Aku sebenarnya tidak mau dianggap sebagai Dewa atau semacam itu kelak
__ADS_1
《Kyouka POV Start》
Aku tidak percaya telah mengatakan itu kepada Ryuu, tetapi aku sudah siap akan hal ini
Kira-kira apa yang dia rencanakan kepadaku minggu depan....?
"Nona, semuanya sudah siap tinggal menunggu perintah saja," kata seorang pelayan kepadaku
Aku tinggal di sebuah gedung yang berdekatan dengan istana besar milik Ryuu, disini aku bisa bekerja dengan lebih baik bersama beberapa anak buahku
"Ya, berangkat kapan saja," jawabku
Kini aku sudah berada didalam kereta kuda dengan tujuan stasiun kereta ibukota. Dari sana aku akan naik kereta dan menuju ke Selatan
Perjalanan ini cukup dimudahkan dengan adanya kereta yang baru selesai dibuat beberapa bulan yang lalu. Dengan kebijakan Ryuu yang baru, negeri ini semakin maju dalam segala bidang
Ryuu lebih mementingkan rakyat ketimbang keegoisannya untuk menguasai dunia. Katanya, akan merepotkan bila rakyat sampai marah
Meskipun aku tidak mempelajari sejarah seperti Ryuu, namun semua orang harusnya paham apa artinya itu
Pertama kali aku berada di stasiun, aku melihat keramaian dimana-mana. Itu karena alat transportasi berupa kereta ini yang masih baru sehingga banyak orang ingin mencobanya
Apalagi jalurnya yang panjang dan cepat, sehingga menarik perhatian banyak orang untuk berebut mendapatkan kursi
Aku mendapat kursi khusus di dalam kereta itu yang berada di gerbong depan bersama para bangsawan lainnya
Disini aku melihat tiga orang yang sepertinya sedang bersedih, dua orang dewasa dan satu gadis kecil
"Anu, kalau boleh tahu, ada apa?" aku mendekati mereka dan bertanya
"Kami memesan tiga tiket ke Selatan, namun hanya mendapat dua, petugas tidak bertanggung jawab akan hal ini karena disangka kami yang menghilangkan tiket,"
Begitu ya, kurasa petugas melakukan tugasnya dengan baik, namun kesalahan berada di bagian pemesanannya
Korupsi seperti ini menurut Ryuu adalah wajar karena negara yang masih belum stabil sepenuhnya, apa yang bisa dilakukan hanya membuat hukuman berat bagi koruptor
"Bagaimana kalau kamu ikut denganku?" aku melihat gadis kecil itu sambil tersenyum
"Lalu kalian bisa menggunakan dua tiket itu," lanjutku
Mereka setuju untuk melakukan hal ini meski agak khawatir sebagai orang tua, tapi setelah kujelaskan siapa diriku, mereka langsung memperbolehkan gadis kecil itu ikut bersamaku ke gerbong depan
Kami duduk berjejeran sambil berbincang-bincang tentang apa yang ia lakukan selama ini
"Aku belum tahu namamu, namaku Kyouka"
"Fu...-"
"Fu?"
"Fumino," jawabnya
"Baiklah Fumino, kamu tinggal dimana?"
Banyak pertanyaan yang kutanyakan kepadanya agar dia merasa nyaman, tidak sesekali dia membalas bertanya kepadaku
Setidaknya perjalanan ini tidak terlalu membosankan karena keberadaan Fumino ini
"Kakak, apa kamu bekerja untuk Kaisar?" tanya dia sambil memandangku
"Iya kamu benar, aku mengurus masalah rakyat dan mengatasinya atas izin Kaisar," jawabku
"Wah! keren, aku juga ingin seperti kakak!" kata Fumino sambil menatapku dengan mata yang berbinar
Aku jadi teringat adiku Kei, dia sekarang berada di sekolah di ibukota setelah aku menjemputnya bulan lalu
Akhirnya dia turun di stasiun sebelum stasiun tujuanku, dia memeluk kedua orang tuanya di stasiun itu dan melambaikan tangan kepadaku saat kereta berjalan lagi
Yah... lagipula aku memiliki pekerjaan untuk diselesaikan, pemberhentian selanjutnya adalah yang terakhir. Disanalah pembangunan akan dilakukan
__ADS_1