
setelah hari demi hari berlalu sejak Kyouka mengerjakan proyeknya di Selatan, Ryuu akhirnya selesai mengumpulkan 12.000 prajurit terlatih Kekaisaran di semenanjung Goryeo
Ia juga sudah memindahkan kapal transportasi ke selat pemisah Goryeo dan Yamato, kini dia hanya menunggu kedatangan Kyouka
Kyouka datang sehari setelah persiapannya selesai, begitu datang dirinya langsung menuju tempat Ryuu untuk menanyakan perihal misi yang akan dilimpahkan padanya
"Permisi," kata Kyouka sembari membuka pintu ruangan itu
"Kyouka! Apa pekerjaanmu lancar?" Tanya Ryuu
"Iya, tidak ada masalah, lalu soal misi yang kamu katakan dulu...."
"Akan kujelaskan sekarang,"
Seperti yang diketahui, pulau Yamato sudah sepenuhnya dikendalikan oleh klan Hojo setelah melalui berbagai pertempuran berdarah yang tidak kalah kacaunya dengan di Ming atau wilayah Kekaisaran lama lainnya
Sekarang ketika perdamaian sudah datang ke tanah itu, pemimpin klan mereka malah mengalami paranoid dan tidak percaya pada siapapun apalagi diluar klannya, diluar Yamato
Kebijakan Sakoku dibuat, menutup pulau Yamato dari dunia luar. Tidak ada satupun orang asing boleh masuk kedalam sana, bahkan kaisar sekalipun
Mereka membangun pertahanan laut di tempat-tempat strategis seperti di pantai yang akan Ryuu gunakan sebagai zona pendaratan
"Misimu adalah mengacaukan pertahanan ini, sebelumnya kamu bilang mau berubah dan mencoba membunuh orang bukan?"
"Aku bilang mau berubah dan membunuh jika memang diperlukan! Kamu mengatakannya seakan aku ini sedang mencoba jadi pembunuh berantai!" Jata Kyouka kesal
"Haha.... maaf, tapi misinya tetap sama. Kamu masuk kesana bersama satu kompi, lalu kacaukan mereka,"
Intinya adalah, Ryuu ingin menjadikan Kyouka sebagai kunci kemenangan di pertempuran pertama
"Apa maksudmu?" Tanya Kyouka
"Kalau kamu gagal, aku dan 12.000 prajurit lainnya kemungkinan besar akan mati,"
"Huh?!! Lalu kenapa malah menunjuk ku?!" Kyouka histeris lagi
Dia terus mengoceh soal bagaimana dia akan gagal, sepertinya Kyouka memang kurang percaya diri
"Aku tidak mau misi ini gagal loh ya...,"
"Maka jangan pilih aku sebagai pemimpinnya dong!" Kyouka masih kebakaran jenggot
"Maka jangan sampai gagal."
Ryuu mengajak Kyouka keluar menuju kapal yang akan ia gunakan untuk misi ini, Ryuu juga mempertemukan Kyouka dan anggota yang akan dia bawa. Mereka semua ini yang paling terlatih dari yang lain
Lalu Kyouka melihat ada tiga kapal yang baru datang, Ia menanyakan ini pada Ryuu. Rupanya kapal itu berasal dari Asagi dan koalisi lamanya di Selatan. Ryuu bilang kalau Kekaisarannya masih belum memiliki desain yang baik untuk kapal, jadi daripada menggunakan desain lama untuk membangun kenapa tidak membeli yang sudah jadi saja?
Ryuu membeli semua kapal milik para daimyo dan memintanya untuk dikirim kemari, begitulah dia mendapatkan transportasi yang cukup untuk dinaiki 12.000 prajurit
"Ryuu.... aku tidak yakin..."
"Jangan begitu, aku percaya kamu akan berhasil,"
Mendengar Ryuu, Kyouka sedikit bersemangat lagi
"Yah, kalau kamu beruntung sih...." kalimat ini membuat Kyouka kembali drop
Kyouka memarahi Ryuu karena bergantung pada rencana yang mengandalkan keberuntungan sebagai dasarnya
Namun dia teringat akan sesuatu yang penting
"Ya!! Kita akan berhasil!!" kini Kyouka berkata dengan penuh semangat dan percaya diri
Ryuu tidak tahu apa maksudnya namun dia ikut senang karena Kyouka mendapatkan kepercayaan dirinya, jadi dia tidak perlu terus membujuknya....
Selanjutnya hanya tinggal keberangkatannya saja, strategi mulai dibagikan sampai ke kelompok kecil dalam pasukan
Pasukan Yamato dibagi dalam tujuh kelompok sama seperti sebelumnya, dimana di masing-masing kelompok juga dibagi menjadi beberapa bagian yang lalu dibagi lagi hingga kelompok terkecil berjumlah tujuh prajurit atau sebuah regu
Ryuu mengundang Kyouka beserta prajurit pelumpuh untuk menjelaskan strateginya,
"Soal butuh keberuntungan ini, aku tidak main-main," kata Ryuu
__ADS_1
Lokasi yang dijadikan pendaratan pasukan khusus Kyouka adalah sebuah tebing ditepi laut, tentu saja hal ini membutuhkan keberuntungan yang besar bahkan kemungkinannya sangat kecil
Alasannya karena ombak disana itu sangat kuat, kemungkinan besar kapal milik Kyouka akan terhempas dan menabrak tebing ini
Meskipun begitu sebenarnya di lokasi ini bisa saja ombaknya menjadi tenang karena menghantam batu karang didekat sana
Tetapi ini semua tergantung ketinggian lautnya. Ketika air laut tinggi, maka ombak akan semakin cepat dan menghempaskan kapal, namun ketika air laut rendah maka kapal bisa saja terdampar di karang
Perlu ketinggian air yang pas agar dapat melakukan misi ini. Sebenarnya ini misi yang sangat sulit, namun Ryuu memberikannya kepada Kyouka untuk alasan tertentu
Dia ingin agar Kyouka merasakan derita di kehidupan ini, berada di situasi dimana hanya Dewa yang menentukan nasibnya. Yang dia tidak tahu adalah kemampuan Kyouka yang Dewa berikan....
"Baiklah Kyouka, pergilah," kata Ryuu tepat setelah menjelaskan rencana ini
"Eh? Sekarang?" tanya Kyouka bingung
"Tentu saja sekarang, kami akan menyusul besok," jawab Ryuu
Kyouka beserta prajurit pelumpuh segera menuju ke dermaga dan menaiki kapal pertama yang akan melintasi selat yang memisahkan Yamato dengan daratan luas
Di dermaga yang ramai itu sudah banyak kapal besar yang bersandar, mereka bersiap untuk melakukan perjalanan nanti
Untuk sekarang, hanya ada satu yang pergi meninggalkan dermaga, milik Kyouka
Lokasi pendaratan mereka ada di balik garis pertahanan laut Hojo, tepatnya di bagian paling Selatan Yamato
Ryuu melihat kepergian Kyouka merasa sedikit bersalah karena memberinya misi yang hampir mustahil itu, dia berdiri di pinggir pantai, melihat kapal itu perlahan menghilang di cakrawala
《Ryuu POV Start》
Yah.. aku merasa sedikit bersalah karena hal ini, padahal aku ingin menggantikan perannya. Tetapi tiba-tiba dia setuju dan itu membuatku bingung
Tetapi saat ini bukanlah saat untuk memikirkan hal seperti itu, dadu sudah dilempar dan sekarang masih berputar diatas meja menunggu hasil akhirnya ketika itu berhenti
"Perintahkan mereka untuk berbaris," kataku kepada jenderalku
"Dimengerti, kaisar," jawabnya
Selama perang di Utara dulu, aku suka menggunakan sebilah pedang untuk mengimbangi senapanku yang sedang panas
Bahkan hampir separuh korbanku kubunuh menggunakan pedang, sisanya menggunakan senjata lain seperti senapan, pistol, sesekali senjata musuh juga kupakai, bahkan benda yang ada didekatku seperti batu atau bahkan dengan tangan kosong sekalipun
Karena aku kaisar sekarang, aku bisa melakukan apapun. Aku memesan sebuah katana tajam dari penempa terbaik yang akan kubawa ke perang ini
Aku membuka sebuah kotak yang isinya adalah pedang itu, dan mengangkatnya dengan tangan kananku
Aku menarik pedang itu dari dalam sarungnya dan menempelkan jari telunjuku ke mata pedangnya
Saat kulihat lagi, jariku memiliki luka sayat dan mengeluarkan sedikit darah karenanya. Pedang ini benar-benar tajam
Lalu aku memakai kimono merah muda yang hanya sampai di pinggulku, sedangkan aku memakai rok pendek berwarna merah. Ini bukanlah cara seorang kaisar berpakaian bukan? Sebenarnya aku lebih suka begini, dibandingkan dengan pakaian tebal yang sangat panas itu....
"Kaisar, pasukan sudah siap," ucap pelayanku dari depan pintu kamarku
"Ya, aku akan segera keluar," jawabku
Saat aku menuju pantai, sudah terlihat 20.000 prajurit yang berbaris secara rapi menghadapku
Sudah tidak terhitung berapa lama aku berada di dunia ini hingga mendapatkan posisi yang kuinginkan, hanya tinggal beberapa saat sampai aku menguasainya
Sebelum bertempur, pastinya pemimpin akan menyampaikan beberapa kata untuk membakar semangat pasukannya
Tetapi moral pasukanku sedang tinggi-tingginya karena tidak pernah kalah sekalipun, dan akan ku usahakan untuk tidak akan pernah kalah
Jadi mungkin mereka tidak butuh hal seperti itu, lagipula mereka pasti menang entah apa yang terjadi disana
Meskipun kurasa begitu....
"Apa itu kaisar?"
"Eh? Kaisar ikut bertarung?"
"Jangan bodoh, dia sendiri adalah petarung yang baik,"
__ADS_1
"Yah.... kalau dilihat lagi, dia cantik juga"
"Apa kau cari mati? Bodoh,"
"Tapi kalau kaisar ikut, bukankah ada kemungkinan dia mati?"
"Terlebih apa-apaan pakaian itu?"
Meskipun jauh didepan mereka, aku masih dapat mendengar bisik-bisikan mereka. Banyak yang penasaran kenapa aku ikut bertarung, jadi sebaiknya aku jelaskan saja
"Namaku Tadashii Ryuu, atau Tokuhime Oda, terserah kalian mau memanggil apa... aku adalah kaisar pertama Kekaisaran Yamato, dan yap aku ikut bertarung bersama kalian agar kalian tidak mengecewakanku saat kembali lagi kesini nanti
Lebih baik kecewakan aku di medan perang sehingga aku dapat memperbaikinya segera, tapi aku harap kalian tidak akan mengecewakanku bukan? Kalau begitu, langsung saja masuk kedalam kapal kalian! Kita hajar para pasukan Hojo di pantai mereka!"
Bukan pidato yang baik, tapi setidaknya mereka jadi tahu alasanku ikut bertarung
Meskipun aku sudah membuat rencananya, tetapi realitanya tidak selalu berjalan lurus dengan ekspetasi, pada saat itu, aku bisa mengatur lagi strategiku
Kapal di dermaga mulai berangkat satu persatu menuju Yamato, setiap kapal membawa prajurit terbaik dari Kekaisaran yang siap mati untukku
Aku sendiri berada di kapal kelas Destroyer yang dimiliki oleh salah satu klan di Goryeo, dan berada di tengah armada saat ini
Melihat pemandangan ini, aku teringat invasi Mongolia ke Jepang
Bangsa Mongol yang sudah berhasil menaklukan Cina, ingin memperluaskan wilayahnya ke Timur. Mereka menginvasi Jepang
Invasi pertama berujung kegagalan karena armada besar Mongol disapu oleh tornado di lautan, tornado ini disebut oleh orang Jepang sebagai Kamikaze atau angin Dewa
Tetapi yang tidak mereka tahu adalah Mongol tidak hanya meluncurkan invasi sekali, namun dua
Invasi kedua Mongol berhasil menghancurkan pertahanan Jepang di pantai dan beradu kekuatan dengan para samurai
Tetapi tetap saja berujung pada kegagalan karena tornado Kamikaze di laut yang menyapu kapal logistik mereka sehingga pasukan yang ada di darat sekarang tidak memiliki apapun untuk dimakan
Hal ini berakhir dengan pulangnya bangsa Mongol ke daratan Korea, tidak pernah lagi datang menginvasi Jepang
Teringat hal ini, bukannya menjadi takut, aku malah menjadi semangat untuk menghadapi tornado yang dirasakan bangsa Mongol dahulu
Tidak akan kubiarkan kekuatan Dewa menghalangiku menjadi penguasa dunia
Tidak akan... ya, tidak akan.....
"Kaisar? Apa anda sudah bangun?"
Eh? Kapan aku tertidur? Seharusnya aku masih ada di meja dan memandangi peta wilayah Hojo kan?
Lalu aku sadar jika aku tidur di meja itu, sialan hal ini membuat tubuhku sakit semua
"Ya, aku sudah bangun, masuklah,"
Dua pelayan memasuki ruanganku didalam kapal ini, mereka membawakanku baju ganti selama aku di kapal
"Bagaimana keadaannya?" tanyaku
"Jenderal bilang bahwa dalam tiga jam kita akan melihat daratan Yamato," jawab salah satu dari mereka
"Kalau begitu tolong siapkan pakaian ini selama itu ya...,"
"Dimengerti, Kaisar,"
Segera setelah memakai pakaian itu, aku pergi keluar dan melihat lautan yang dipenuhi kapal-kapal Kekaisaran
Aku menghirup udara laut yang sudah tidak pernah tercium semenjak reinkarnasi keduaku, jujur saja aku sangat senang
Aku jadi teringat Victoria dan Otto, bagaimana kabar mereka sekarang ya....
Mau dipikir seperti apapun pastinya Victoria memiliki pangkat yang tinggi, dan Otto pasti memiliki reputasi penembak yang mengerikan
Sudah lama sejak aku meninggalkan kru ku di Germanica, memangnya mereka masih bertempur sekarang?
Aku kesampingkan hal itu dulu, sekarang aku sudah bisa melihat Yamato dari jauh. Jadi tidak ada tornado atau semacamnya huh?
Kurasa dia mencoba mempermudahku huh? Mungkin Dewa tidak seburuk yang kupikirkan
__ADS_1