The Sended

The Sended
Chapter 59: Hence The Battle Start


__ADS_3

Tiba-tiba mereka pergi begitu saja? Meninggalkan perbatasan beserta desa penting ini? Itu terdengar tidak masuk akal


"Jenderal, warga desa sepertinya mengkonfirmasi informasi yang kita dapat dari mata-mata, pasukan musuh kini berada sedikit ke selatan di dekat hulu sungai,"


"Baiklah, kita segera bergerak,"


"Jenderal?" Apa aku kurang jelas memberi perintahnya ya?


"Ada apa?" Tanyaku


"Itu.... apa yang harus kita lakukan pada para pengkhianat di desa itu?" Maksudnya warga desa


'Pengkhianat' kah? Kurasa sebutan itu sudah menjadi kata untuk memanggil orang-orang Ladenvield, tapi kini pengertian kata itu semakin meluas hingga tertuju pada mereka yang bermigrasi keluar Edelfield


Baik itu menuju ke Ruby, maupun ke kerajaan di Benua Barat yang lain, mereka akan disebut sebagai pengkhianat.


"Perintah Raja adalah untuk menaklukan pulau ini, jika kita membantai mereka disini maka kebencian mereka yang lain akan melonjak. Dan meski nantinya kita berhasil menaklukan seisi pulau, namun apa kamu mau terus berada disini untuk meredakan pemberontakan?"


Lebih baik untuk tidak memicu pemberontakan sejak dini, selain menjaga citra Edelfield yang pernah rusak karena seorang Raja di masa lalu, itu juga akan lebih mempermudah mereka yang mengelola wilayah ini nantinya


"Kita akan bergerak, kirim kavaleri ringan untuk mengintai lokasi musuh, katakan untuk kembali jika sudah mengetahuinya,"


"Baik, Jenderal!" Dia segera pergi


Ketika ia pergi, satu lagi prajurit datang untuk memberi laporan


"Jenderal!" Ia memberi hormat


"Katakan keperluanmu, prajurit,"


"Baik! Karena kita akan segera berangkat, itu artinya kita dapat menghemat logistik, Jenderal. Namun semakin jauh kita pergi maka menjaga jalur logistik akan semakin mahal, saya sudah menghitung perkiraan jumlah yang dibutuhkan," Ia memberi papan kertas yang ia bawa


Aku melihatnya, kurasa kampanye kali ini adalah yang termahal ketimbang kampanye Edelfield sebelum-sebelumnya, tapi karena Raja yang berkata untuk melakukan apapun demi ini jadi kurasa tidak masalah dengan jumlah itu


Segera kutandatangani dan memberinya papan kertasnya kembali


"Kerja bagus," kataku sembari memberi itu


"Baik, Jenderal,"


Saatnya melaju lebih dalam ke wilayah Ladenvield yang kini menjadi wilayah Ruby.


Ini sudah beberapa jam sejak aku mengirimkan kavaleri ringan Edelfield untuk mengintai musuh, jika benar jarak mereka dekat maka seharusnya unit kavaleri itu sudah kembali sejak tadi


"Jenderal!" Itu.... salah satu dari unit kavaleri ringan tadi akhirnya kembali menuju kearahku


Ia sampai kemari dan aku bisa melihat betapa kacau penampilannya itu


"Kemana unitmu yang lain? Apa yang sebenarnya terjadi?"

__ADS_1


"Lapor Jenderal, ketika sampai di sebuah bukit, unit kami diserang dengan ratusan anak panah yang melayang dari balik bukit tersebut. Awalnya komandan ingin kami sampai keatas bukit dulu untuk melihat kekuatan musuh, namun gelombang demi gelombang anak panah terus menghujani kami, mengikis jumlah kami hingga tersisa separuh dari jumlah sebelumnya, Jenderal,"


Anak panah.... Kudengar Ruby menggunakan potensinya dengan maksimal, busur buatan Ruby memiliki kekuatan dan jangkauan yang lebih jauh dari milik Ladenvield, dan milik Ladenvield sendiri adalah kualitas standar yang pasukanku juga pakai


"Lalu dimana unitmu?"


"Tidak jauh dari sini, Jenderal, dan dari tempat itu hanya setengah jam untuk sampai ke lokasi kami diserang," jawabnya


Kami segera bergerak menuju tempat yang ia katakan, dan sampai setelah sekitar 20 menit. Benar saja, setelah kuhitung aku hanya mendapatkan angka separuh dari jumlah yang kukirimkan


Tempat ini juga cukup bagus untuk mendirikan perkemahan, karena musuh ada didepan sana jadi aku harus membuat perkemahan disini saja


"Sir Hal benar?" Tanyaku


"Siap! Benar, Jenderal," dia adalah komandan unit kavaleri


"Berikan laporanmu,"


"Siap! Saya sudah mengirim beberapa mata-mata yang semuanya sudah kembali dan memberikan laporan mereka, Jenderal. Berikut adalah jumlah musuh dan medan didepan sana," dia memberiku papan kertas


Setelah melakukan kesalahan dengan berkuda menerjang gelombang demi gelombang anak panah Ruby, dia ingin memperbaikinya dengan memberi laporan yang lengkap kah? Itu tidak masalah, tapi separuh adalah jumlah yang besar.


Mari kita lihat, dibalik bukit didepan sana terdapat dataran rendah, namun sedikit kedepan lagi terdapat bukit lain dengan ketinggian yang sama kah? Perkemahan musuh ada dibalik bukit itu. Lalu di sisi Barat terdapat sungai pembatas hutan Ruby


Kurasa aku bisa gunakan hutan untuk menutupi pergerakan memutar kavaleri Edelfield, meski kemungkinan besar Jenderal mereka akan memposisikan sebuah unit disana untuk jaga-jaga, tapi tidak ada yang bisa menghentikan kavaleri berat milik Edelfield, bahkan tombak-tombak Ladenvield.


"Mereka pasti akan menggunakan hutan untuk menutupi pergerakan kavaleri mereka," kataku pada mereka berdua


Hmm....


Kudengar dari prajurit Ladenvield yang bergabung di pasukanku kali ini kavaleri Edelfield dibagi menjadi dua unit, unit ringan dan unit berat. Unit ringan biasa digunakan untuk melakukan pergerakan cepat seperti pengejaran, sementara unit berat itu biasanya digunakan untuk memecah baris depan


Unit ringan bisa diatasi dengan tombak-tombak mereka, namun unit berat akan sulit....


"Jika tombak tidak mempan maka kavaleri unit berat mereka pasti memiliki armor lengkap dan tebal, perlu latihan bertahun-tahun untuk bisa melakukan itu," kataku


"Begitu juga dengan pengawalku, namun jumlah kami berbeda jauh," kata Kyouka


Itu benar, karena jika tidak maka aku sudah mengirim mereka untuk melawan unit berat itu langsung....


Jadi mari kita akali saja.


Hutan Ruby adalah hutan yang telah tumbuh sangat lama, itu menjadi sangat subur dan ditumbuhi banyak tanaman yang menutupi seluruh bagian hutan. Kami memang membuka jalan untuk berpergian, namun sebagian besar masih tertutupi oleh tanaman liar


Bagian hutan disana adalah sebagian dari yang tertutup tanaman liar, karena itu adalah ujung dari hutan jadi tidak ada yang mau tinggal disana. Sebenarnya akan sulit untuk melewati hutan itu dengan kavaleri berat, tapi bukan mustahil


Jadi.... Kenapa tidak kita naikan saja tingkat kesulitannya ke yang paling maksimal?


"Maou, apa kamu bisa mengatakan artileri apa saja yang kamu bawa?" Tanyaku

__ADS_1


"Aku membawa lima balista, lima manjanik dalam satu hari, lalu artileri barunya yakni scorpio, itu adalah... Kuyakin kamu sudah tahu bukan?"


Scorpio, singkatnya itu adalah artileri yang melontarkan tombak. Mekanismenya mirip seperti crossbow, namun ukurannya bisa sampai dua kali lebih besar. Scorpio ini sebenarnya lebih cocok dipanggil sniper ketimbang artileri, karena benda ini memiliki akurasi dan kekuatan yang sangat tinggi


Hal semacam itu bagus untuk melawan gajah perang dengan hanya kekuatannya, dan jika bisa melawan gajah perang maka menembus armor kuda juga bisa. Aku berencana untuk menggunakannya melawan kavaleri musuh sejak awal


"Berapa scorpio yang kamu miliki?"


"Aku hanya membawa enam, tapi aku menambahkan mekanisme peluru berulang kepada mereka jadi kurasa kekuatannya akan berkurang sedikit," H-Huh?!


Dia bilang mekanisme peluru berulang?! Maksudnya seperti Chu ko ni?!


Musuh berada didepan, dibalik bukit itu. Aku sudah melakukan segala persiapannya, sekarang tinggal bagaimana musuh bergerak


Dari balik sana, biar kujelaskan apa yang kami lihat.... Pertama adalah bendera Edelfield, puluhan bendera muncul dan secara perlahan meninggi. Lalu kami dapat melihat ribuan ujung tombak yang mengarah keatas yang terus meninggi layaknya bendera tadi


Dan baru sesudah kedua hal tadi, kami akhirnya dapat melihat rupa musuh kami.


Ribuan prajurit Edelfield yang memiliki senjata dan perlengkapan yang lebih baik dari Ladenvield, lebih baik dari kami, bergerak menutupi bukit didepan sana dengan jumlah mereka


Kavaleri berada di sisi kanan dan kiri, sementara sebagian besar pasukan mereka masih diisi oleh infantri. Tapi jika kukatakan begitu maka akan terlihat mereka memiliki perbandingan yang kecil huh? Jumlah mereka ini dua kali lipat lebih banyak dari kami.


Jenderal mereka berada di belakang, tetapi bukan yang paling belakang, dia ada ditengah-tengah barisannya untuk mempermudah pemberian perintah. Bagaimana aku tahu dia jenderal? Bagaimana tidak...? Lihat! Dia memberi perintah untuk berhenti.


Sebelum lanjut, kujelaskan dulu situasi dan posisiku saat ini. Aku, Maou, dan Kyouka berada di atas bukit, sementara pasukan kami kukirim ke tengah-tengah kedua bukit, itu artinya mereka ada di daratan rendah diantara itu. Ini mungkin terdengar gila karena memberikan keuntungan bagi musuh, tapi sebenarnya tidak


Sebenarnya unit kavaleri itu akan efektif bila digunakan di lahan terbuka yang sangat luas, contohnya pada pertempuran pertamaku melawan Ladenvield. Di medan yang seperti ini keefektifan mereka akan menurun


Jangan percaya pada film-film yang memperlihatkan serbuan kavaleri dari atas bukit, percaya saja padaku.... kebenarannya tidak begitu


Dengan medan seperti ini musuh tidak akan berani mengirim kavaleri mereka untuk menerjang pasukan kami, dengan kata lain mereka tidak perlu meletakan pasukan tombak didepan untuk menghentikan kavaleri musuh, aku mengganti barisan depan dengan pasukan perisai


Itu akan meminimalisir korban jika musuh ingin mencoba melayangkan anak panah mereka, dan mereka sungguh melakukan itu sesuai yang kupikirkan.


Ratusan anak panah kini melayang menuju kearah pasukan kami dibawah sana, tapi mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan dan segera mengangkat perisai mereka


Korban tentu ada, namun hanya beberapa. Akan tetapi yah jika mereka terus menerus mengikis jumlah kami seperti ini maka rencanaku bisa hamcur....


Saatnya membalas serangan mereka berkali-kali lipat lebih mengerikan


Kami melapisi bebatuan yang akan kami lontarkan dengan minyak, lalu membakarnya dengan obor, dan tentunya melempar itu menuju ke barisan musuh dengan manjanik dan balista kami


Kukuku, aku tidak akan bisa terbiasa dengan ekspresi musuh ketika bebatuan itu melayang kearah mereka....


Lihat jenderal mereka sampai...... Woah! Meski dia agak panik namun dia tetap bisa memberikan perintah dengan cepat, aku harus menghargai itu. Meski korban sudah berjatuhan tentunya, karena Maou telah mengukur jarak yang tepat sebelumnya


Uh jenderal itu melihat kearahku, lalu memerintahkan seluruh pasukannya untuk maju menghabisi pasukanku dibawah sana


Hehe, meski terdengar ceroboh tapi sebenarnya pergerakan ini tidaklah buruk, karena memang hanya itu yang dapat mereka lakukan, tidak termasuk mundur loh ya....

__ADS_1


Ia tahu jika mereka memulai pertempuran dengan pasukan kami dibawah sana maka artileri dibelakangku tidak mungkin menembak lagi, kecuali jika aku tidak mempedulikan nyawa mereka semua, tapi beruntung karena dia benar.


Dan jika dia benar sekalipun, tetap saja sudah masuk ke dalam rencanaku


__ADS_2