
.
Bayangan tadi lenyap entah kemana, tapi aku yakin itu bergerak kemari sebelum lenyap yang mana artinya dari sini entah itu menuju ke langit atau.... kebawah tanah
Kulihat disini berbeda dari area hutan yang lain, seakan tidak ada satupun tumbuhan yang mau tumbuh di area lingkaran yang berdiameter sekitar 7 meter ini, tanah disini nampak gelap dan mengandung sihir pekat seperti yang kurasakan sebelumnya
"Hei kamu dimana?! Oh... Disini rupanya, kenapa kamu sangat ingin mengejar hal tadi?" Yuuna tiba kemari
"Jika apa yang kamu ceritakan sebelumnya itu benar, maka hal tadi itu lah yang merupakan penyebab dari semuanya. Mungkin saja hutan ini menyimpan lebih banyak rahasia dari yang diketahui,"
Daripada menduga-duga, jika itu didalam tanah maka mari kita coba cari tahu.
Aku menggunakan sihir yang sama seperti sebelumnya yakni membuat tanah dibawahku tembus pandang, sekarang aku ingin melihat apakah ada sesuatu dibawah sana
"Ini...."
"Ini termasuk dalam sihir, tidak kah kamu tertarik Yuuna?"
"Menakjubkan," katanya lirih
Sihir memang nampak indah ketika kali pertama seseorang melihatnya, itu nampak seperti... yah... sihir
Namun seiring dipelajari dan digunakan, alasan keberadaan dan perkembangan sihir itu tidak lain adalah perang. Itu juga merupakan alasan dibalik perkembangan teknologi dan peradaban, rasa takut akan tertinggal oleh peradaban lain.
Ngomong-ngomong soal peradaban, dibawah sana nampak ada sebuah makam yang terlihat sangat kuno
"Apakah ini akan jadi situs arkeologi kelak?" Tanya Yuuna setelah melihat itu juga
"Mungkin," jawabku
Hmm? Kenapa darisana seperti ada yang bergerak? Itu tidak terlihat darisini dengan jelas namun.... ah! Kenapa tidak kugunakan kemampuan akurasi milik ku saja? Sudah lama tidak kugunakan
Mari kita lihat.... huh?
Eh?!
"Kemari! Yuuna!!"
"Huh?"
Sial, aku harus yang kesana.
Aku bergerak cepat membatalkan sihir itu, mendekati Yuuna dan langsung menggunakan sihir barrier diatas permukaan tanah, tak butuh waktu lama sehingga alasan dibalik kulakukan itu ketahuan
Kami terpental ke udara karena benturan yang diterima oleh barrier dengan sesuatu dari dalam tanah itu
"Eh?!! Apa yang terjadi?!"
"Pegang tanganku!" Seru ku
Kali ini dia tidak segan untuk menuruti apa yang kukatakan, ketika Yuuna baru menyentuh tanganku, aku langsung berteleportasi dengannya kembali keatas tanah.
Aku dan Yuuna menghela napas karena situasi mengejutkan tadi, tapi disisi lain aku jadi tahu bahwa bayangan itu muncul dari bawah tanah
"Apa itu tadi? Apakah itu sesuatu yang sama dengan yang menyerang kita sebelumnya?" Tanya dia sambil berbaring membelakangi lokasi dan menghela napasnya
"Itu benar, kurasa itu berasal dari makam tadi,"
"Jadi benar jika ada roh terkutuk disini... Kita tidak seharusnya mengganggu dia," Yuuna.... dia sepertinya takut pada cerita takhayul
Tapi mungkin tidak ada yang namanya takhayul di dunia ini, semuanya bisa jadi benar.
__ADS_1
"Aku sedang mempertimbangkan itu tapi... sepertinya tidak akan mudah," kataku sambil menunjuk ke belakangnya
Sesosok wanita berdiri tepat ditengah area lingkaran yang tidak ditumbuhi apapun itu, dia memiliki rambut panjang hingga ke punggung yang sedikit bergelombang, itu berwarna hitam pekat. Wanita itu juga mengenakan gaun serba hitam dan topi lebar yang membuatnya nampak seperti bangsawan dari suatu tempat. Ia mengenakan sarung tangan merah tua dan sepatu hak tinggi dengan warna yang sama.
Sosok itu menatap kearah kami dengan mata kuning kemerahan layaknya api itu dengan serius, tapi tatapannya seakan tidak menginginkan apapun
"Hikkk! Benar apa yang kukatakan!" Yuuna.... padahal dia bisa bertarung namun malah bersembunyi dibelakangku
"Roh jahatnya murka! Ini salahmu karena telah mengganggunya!" Lanjutnya
Dia ini sungguh seperti anak kecil...
"Makhluk yang tidak kumengerti, pertama aku ingin berterimakasih karena sudah membangkitkanku," dia menunduk dan mengangkat gaunnya sedikit
"Sama-sama tapi apa kamu bisa memperkenalkan diri?" Tanyaku
"Namaku adalah Gressila, aku adalah salah satu dari Jenderal Iblis," Huh?
"I-Iblis?! Bukankah itu sangat menakutkan?!"
"Tenanglah Yuuna, kalau dia memang Iblis maka ini akan jadi jauh lebih rumit,"
Bagaimana tidak? Ras itu hampir punah ribuan tahun yang lalu, bahkan di masa kini aku rasa tidak ada yang tahu keberadaan mereka. Dan dia bilang dia adalah Jenderal Iblis, sialan.... keberuntunganku memang sampah jika tidak didekat Kyouka
Sekarang apa yang harus kulakukan? Pergi begitu saja atau....
"Seperti yang kukatakan sebelumnya, kalian adalah ras yang tak kumengerti, memang sudah berapa lama aku tidur?" Tanya Gressila
"Entahlah, yang kutahu adalah peradaban Iblis hancur ribuan tahun lalu,"
"Huh?"
Ia menunduk, aku tidak bisa melihat wajahnya lagi karena tertutup oleh topi lebarnya itu
"Haha.... Hahahaha!!" Eh? Dia tertawa?
"Aku tidak menyangka bahwa perang itu berbelok ke arah ini, jadi rasku yang unggul dalam segala hal itu bisa kalah oleh gagasan buruk seperti koalisi kah? Baiklah-baiklah, kalau begitu aku akan memulai kembali ras Iblis dari awal!"
"H-Hei dia bilang apa tadi?" Tanya Yuuna yang masih takut dibelakangku
Sial, ini tidak akan berakhir baik
"Aku akan mulai dari sini, akan kuhancurkan seluruh koalisi dan kubangun kerajaan Iblis lagi,"
"Itu tidak bisa dilakukan, nona," kataku
Gressila kembali menatap kearah kami
"Ini adalah wilayah Ruby, dan jika anda belum tahu maka kami adalah ras manusia. Anda tidak boleh mendirikan kerajaan disini, itu akan berisiko tinggi untuk pecahnya peperangan,"
"Manusia? Aku belum pernah dengar, maaf karena kurangnya pengetahuanku. Tapi aku tidak peduli soal itu, aku akan tetap memulai semuanya dari sini," katanya
Huh.... tidak ada pilihan lain...
"Aku adalah penanggung jawab militer Ruby, mana mungkin aku membiarkanmu begitu saja,"
"Oh? Jadi kamu juga seorang jenderal? Bagus, itu artinya kita berada di posisi setara untuk berduel," kata Gressila
.
Gressila adalah jenderal ketiga bangsa Iblis yang melayani sang Raja tepat setelah ia bangkit. Karena hal itu, dia memiliki pengaruh besar didalam Kerajaan Iblis dan bisa memiliki apapun yang ia inginkan
__ADS_1
Obsesinya terhadap racun dan sihir membuatnya mendapatkan julukan Witch oleh sesama rasnya.
Dia tidak segan untuk melakukan eksperimen dan membunuh ratusan bahkan ribuan sesama Iblis untuk mendapatkan apa yang ia ingin. Akan tetapi membunuh sesama itu tidak diperbolehkan bahkan oleh ras Iblis, yang boleh itu membunuh ras lain ujar mereka
Sayangnya efek dari sihir yang dihasilkan dari membunuh ras lain tidak sebagus dan seperti yang diinginkan Gressila, apalagi jika ras yang dikorbankan hanya Dwarf atau prajurit Elf, itu tidak sebanding dengan Seraphim yang tentu mendapatkannya akan sulit
Jadi cara termudah adalah dia menculik ratusan Iblis tiap malam untuk obsesinya itu
Setelah puluhan tahun ia melakukannya, Raja Iblis menjadi muak dengan tingkah Gressila yang terus menerus membuang-buang nyawa untuk eksperimennya itu, dia mengutus dua jenderal untuk membunuhnya.
Terjadilah perang saudara yang tak terlalu terkenal karena memang pihak Gressila sangat kecil, dan kecil yang kumaksud adalah dirinya sendiri...
Yah... Selama ratusan tahun dia sudah membunuh puluhan ribu rasnya sendiri loh... siapa yang mau mengikuti orang seperti dia?
Hasil dari perang saudara itu sudah jelas, Gressila kalah dan dikubur jauh dibawah tanah serta disegel menggunakan sihir gelap oleh sang Raja Iblis langsung, selamanya tertidur dan dilupakan oleh dunia.
Ratusan tahun paska itu terjadi, seperti yang kita tahu bahwa Iblis dipojokan hingga ke tempat dimana mereka memulai semuanya, namun berhasil selamat karena masalah internal koalisi itu sendiri.
Ah... itu jadi menjelaskan bahwa Benua Timur dulunya merupakan wilayah Iblis kah? Mau bagaimana lagi... mereka bangsa yang besar dulunya.
.
Kugunakan sihir angin untuk memotong tubuhnya, namun bayangan hitam itu yang bisa membentuk apapun selalu berhasil memotong serangan sihir apapun yang kupakai
"Sihirmu beragam tapi lemah,"
Dia membalas, aku harus menghindar.
Lihatlah, bahkan tanah bekas serangannya itu nampak sangat dalam meski tidak lebar
"Yuuna! Sadarlah! Bukankah kamu mau menjadi petarung terkuat?!"
Serangan lainnya seperti tusukan ia luncurkan, aku bisa menghindari itu lagi dengan bergeser ke kiri mendekat kearah Yuuna
"T-T-Tidak... A-Aku..."
Apa dia sungguh takut akan takhayul atau itu merupakan salah satu skill dari Gressila? Bisa saja dia terkena debuff semacam fear atau apa.
Gawat, karena aku mendekat kearah Yuuna, jika aku menghindar maka Yuuna yang akan terkena serangan Gressila. Aku harus menahannya dengan Barrier lagi, kali ini ayo coba dua Barrier untuk menghentikan hentakannya
Barrier pertama langsung hancur, namun itu berhasil menahan serangan tusukan Gressila yang lain, lalu Barrier kedua hanya tergores sedikit dan masih berdiri kokoh karena tujuannya hanya untuk menahan hentakan
"Oh? Kamu mencoba hal yang mengingatkanku pada kaum Elf yang pernah kuhabisi, mereka mencoba menyatukan sihir pertahanan mereka ke Elf yang kuserang saja, itu berhasil membuat Elf itu hidup namun Elf lainnya berisiko terkena serangan, karena aku bisa melakukan ini..."
Eh?! Bayangannya bercabang!
"Kemari!" Aku menarik Yuuna secara paksa untuk menghindari tusukan bertubi-tubi yang diluncurkan Gressila
Barrier kedua itu hancur seketika hanya dengan satu tusukan dari satu cabang bayangannya.
Kami berhasil menghindar denganku yang menariknya cukup jauh dari tempat itu, kini kami memiliki beberapa waktu untuk berpikir dan mnegusun strategi. Itu kalau Yuuna bisa mengendalikan rasa takutnya...
"Yuuna, lihat aku, hei Yuuna," Dia duduk diatas tanah, menunduk, dan kedua tangannya memegang kepalanya seperti anak kecil yang berlindung dari sesuatu
Ugh! Ini tidak akan berhasil
"Kupinjam katana milikmu, Yuuna," aku menarik pedang di pinggangnya
Dia terus bergumam tidak terlalu jelas, namun kudengar kata "takut" dan "tidak" yang berulang
Aku tidak berani menggunakan sihir pembatal karena mana ku sudah terkuras banyak, aku juga masih perlu beberapa untuk melawan Gressila disini, lalu aku tidak tahu seberapa banyak mana yang Gressila gunakan untuk memasang fear pada Yuuna jika memang benar
__ADS_1
Kalau begitu saatnya bernostalgia, sudah lama aku tidak serius menggunakan pedang. Terakhir ketika aku dimakan amarahku saat melawan pasukan Revolusi Nonna di dunia sebelum ini, aku sungguh mengerahkan semua yang kumiliki saat itu
Mari kita tunjukan pada Jenderal Iblis itu, seberapa besar kekuatan manusia.