The Sended

The Sended
Chapter 79: One Cannot Fight With Empty War Chest


__ADS_3

.


"Putraku... Putraku..."


"Kami akan meninggalkan anda berdua, pangeran,"


Orang-orang di kamar ini mulai pergi setelah berpamitan singkat dengan ayahku yang berada di ranjangnya sekarat, entahlah siapa yang tahu tapi sepertinya ia mulai kehilangan kesadarannya


Aku mendekat kesana menjawab panggilan ayahku.


"Ya, ayahanda?"


Dia menggerakan bibirnya perlahan, mengatakan sesuatu yang sangat lirih. Aku harus mendekatkan telingaku sampai keatas mulutnya baru bisa kudengar apa yang ia maksudkan


Terkejut mungkin adalah ekspresi yang paling cocok untuk menjelaskan situasiku saat ini, bagaimana tidak? Kalimat yang ia keluarkan itu meski sudah sangat tertebak namun ketika dirinya yang berkata secara langsung, itu sangat berbeda


"Kuserahkan Brandenburg padamu,"


Dilanjutkan dengan hembusan napas panjang sekaligus yang menjadi terakhir kalinya, dia meninggal diatas ranjangnya itu


Satu Raja hebat telah gugur dalam damai, semoga engkau nyaman di alam sana.


"Sang Raja telah mati! Hidup panjang sang Raja!"


"Hidup panjang sang Raja!!"


.


Mari kita bedah ekonomi bangsa ini


Meski dengan keagungan militer Ruby yang tak pernah kalah lagi sejak Kak Ryuu mengambil alih, dengan perkembangan teknologi terpesat dan termaju di wilayah manusia, dan dengan pemimpin dan orator hebat seperti Kak Kyouka, ekonomi Ruby bahkan tidak lebih efisien dari Jin yang hanya sebuah kerajaan kota kecil


Umm.... mungkin tidak seharusnya aku membandingkannya dengan Jin, soalnya jauh lebih mudah mengatur ekonomi pada negeri sekecil itu.


Perekonomian Ruby sangatlah buruk, kukatakan ini dengan jujur...


Tidak ada sistem rinci yang mengatur itu semua, kami bergantung atas pajak domestik namun tidak mempedulikan pendapatan dan pengeluaran rakyat yang membayarkannya.


Hingga saat ini mungkin mereka tidak ada yang memprotes karena kami masih terus menang dalam pertempuran, namun segera tapi pasti mereka akan melakukan itu.


Aku membagi rakyat kami menjadi tiga kelompok, kelas bawah, kelas menengah, dan kelas atas. Aku membaginya atas pekerjaan dan pendapatan yang mereka peroleh tiap minggunya, jangan salah paham...


Kelas bawah adalah petani, buruh, ahli mesin, juru tulis, hingga budak. Mereka mendapat gaji yang paling sedikit diantara ketiga kelas dan dengan itu maka mereka hanya sanggup membeli beberapa hal diluar kebutuhan pokok mereka


Disini akan jadi sedikit lebih rumit, jika kita menambah jumlah produksi barang maka yang kita tahu adalah harga akan semakin murah dan penjual akan rugi, itu memang benar dalam jangka pendek, namun dalam jangan panjang maka itu tak akan berarti


Jadi jika kita lihat, dalam hal konsumsi alkohol, teh, atau tembakau, ketiganya adalah komoditas yang sebenarnya tidak begitu diperlukan untuk menjalani hidup, namun ketiga kelas memperlukannya sebagai bentuk hiburan


Baik itu harganya mahal atau murah, kurasa jika sudah ketagihan maka uang tidak terlalu berpengaruh. Kecanduan atau ketagihan inilah yang juga yang akan membuat kelas bawah semakin miskin


Dan ketika mereka begitu maka yah... kami yang akan disalahkan...


Menaikan produksi barang-barang ini akan membuat harga menjadi menurun benar, namun permintaan juga akan semakin melonjak.


Kelas menengah adalah mereka yang lebih memiliki kualifikasi untuk bekerja dalam pekerjaan rumit seperti birokrat, insinyur, pemimpin keagamaan, pekerja kantoran, pemilik toko, hingga pengajar akademi


Mereka memiliki kebutuhan yang lebih banyak sekaligus mendapat uang lebih banyak juga tiap minggunya.

__ADS_1


Kebutuhan kesenangan mereka seperti wine dan barang yang sudah kusebutkan tadi juga perlu ditingkatkan.


Kelas terakhir dan yang tertinggi adalah mereka yang menggerakan roda perekonomian dibawah mereka, contohnya pemilik perusahaan besar dan aristokrat. Mereka bisa berinvestasi besar pada hal tertentu dan memiliki pengaruh dalam pemerintahan


Kebutuhan mereka pun sangat tinggi, mulai dari pakaian mewah, perabotan mewah, barang antik, dan berbagai hal yang tidak mungkin bisa kelas bawah bayangkan untuk beli


Pada barang-barang inilah yang harus kami pajak, kurasa mereka tidak akan protes jika kami memberikan pajak pada barang-barang mewah bukan? Itu hanya akan membuat mereka tampak miskin...


Intinya begini...


Semakin murah suatu barang maka semakin banyak uang yang bisa disimpan oleh pembeli dan secara otomatis standar kehidupan atau keinginan hidup mereka akan meningkat, dan jika begitu maka tidak akan ada yang kesal bukan?


Tapi pertama-tama aku harus melakukan reformasi terhadap regulasi dagang, mereka harus menyebar dan menyeluruh ke semua wilayah Ruby, untuk itu kami perlu infrastruktur yang baik


Untungnya meski dengan alasan lain, Kak Ryuu sudah mengajukan proposal pembangunan jalan di seluruh wilayah Ruby yang sudah Kak Kyouka setujui. Selain bisa menggerakan pasukan dengan cepat, jalan-jalan ini juga bosa menggerakan perekonomian Ruby lebih lancar


Dengan infrastruktur yang bagus, kami bisa mulai membangun sektor industri, pertanian, pertambangan, dan sektor penggerak ekonomi lainnya tanpa khawatir jika itu akan merugi karena tidak ada konsumen


Mungkin saja ada tapi jaraknya terlalu jauh bukan?


Lalu mengenai itu juga, aku berencana untuk mengumpulkan produsen-produsen yang sama dalam satu tempat, seperti di Ruby kudengar kaya akan mineral pegunungannya, maka disana akan dibangun pertambangan, pabrik besi, pabrik baja, blacksmith dan beberapa kompleks lain untuk memaksimalkan produksi


Baru nanti baja atau senjata yang dihasilkan dari situ akan diperdagangkan dalam negeri.


Semua hal tadi akan meningkatkan GDP secara perlahan, seiring berjalannya waktu ketika lebih banyak produk yang dibuat dan peluang pekerjaan semakin mudah, maka mungkin Ruby akan menjadi Kerajaan dengan perkembangan ekonomi terbaik di Kelfia.


"Kak Kyouka," aku masuk kedalam kantor milik Kak Kyouka di istana kota Fuzhou


"Hmm? Yuuna kah? Ada apa Yuuna? Apa kamu kesulitan dalam sesuatu?" Tanya dia


Ngomong-ngomong soal kertas, itu didapatkan dari produsen kertas yang membuatnya dari kayu dimana harga kayu di pasar sedang mahal jadi mereka membuat lebih sedikit kertas tiap harinya. Dan jika sebab-akibat ini terus ditarik maka kita bisa menjumpai bahwa pengeluaran pemerintah yang mana sebagian besar diluangkan untuk komoditas yang mana kertas adalah yang terbanyak diantara daftar itu


Dan itu semua lagi-lagi karena sebatas harga kayu yang mahal karena permintaannya melebihi jumlah produksi...


Jika kami bisa meningkatkan produksi kayu maka pengeluaran kami otomatis akan menurun sendiri. Lebih sedikit pengeluaran, lebih tinggi GDP


"Wah, aku sungguh tidak pernah memikirkan ini sebelumnya," kata dia


"Ini baru permulaannya saja, aku juga berniat untuk menambah kuantitas penebangan kita di seluruh negeri,"


Itu juga hanyalah satu langkah lain untuk mencapai tujuanku...


"Hmm... baiklah, aku serahkan sisanya padamu," Kak Kyouka menandatangani itu dan memberikan cap Kerajaan sebagai bukti sahnya


Ia memberiku kembali kertas berisi reformasi ekonomi yang kutuliskan itu


"Terimakasih kak, ah! Sebelum aku pergi, apa kamu tahu dimana Kak Ryuu berada?" Tanyaku


Aku sudah tidak melihatnya sejak dua hari lalu dimana aku dilantik menjadi menteri perekonomian.


.


Wah-wah sepertinya pemerintahan Ming sedang lebih kacau dari yang kubayangkan sebelumnya...


"Kita perlu memperlambat produksi kita!"


"Tidak! Kita perlu lebih banyak senjata untuk berperang!"

__ADS_1


"Kita mungkin bisa melakukan itu beberapa waktu yang lalu, namun setelah tiga kota menghilang maka kita bahkan tidak bisa menopang biaya satu pasukan!"


"Lancangnya kau! Kita bukan negeri miskin!"


"Joseon juga tidak pernah menyerah untuk memberontak, itu hanya menyisakan Chengdu sebagai kota terakhir kerajaan ini!"


Mereka tidak bisa lagi menopang empat pasukan, satu pasukan dengan 60.000 prajurit didalamnya adalah yang terbaik yang bisa mereka kumpulkan. Namun jika mereka mengumpulkannya di Chengdu maka tidak ada yang menjaga Joseon, yang mana yah... mereka adalah kota yang seharusnya mereka jaga


Kami Ruby bisa menunggu sampai Ming jatuh dengan sendirinya, itu juga berarti kami tidak perlu menyerang kemari.


Ah! Aku lupa menjelaskan bagaimana aku bisa sampai ke ruang takhta Kerajaan Ming


Aku menyamar sebagai dayang, mengenakan pakaian kain yang nyaman dan kini sedang berdiri di samping ruangan bersama puluhan dayang lain, menunggu untuk ada yang memanggil karena perlu sesuatu.


Hmm? Woah! Raja mereka bangkit berdiri dan suasananya menjadi senyap karena mereka semua menunduk kepadanya


Sepertinya dia sudah memutuskan sesuatu setelah mendengar perdebatan panas tadi.


"Kita akan mengurangi jumlah pasukan menjadi satu berjumlahkan 60.000 prajurit, lalu mereka akan pergi ke Joseon untuk menghancurkan pemberontakan sekali untuk selamanya," maksudnya adalah pembantaian...


"Maaf baginda, tapi saya rasa-" ada yang tidak setuju


"Ruby lebih penting?" Tebak sang Raja Ming


"Memang benar jika Ruby adalah ancaman terbesar kita, meski begitu mereka bukan ancaman yang harus kita perhatikan saat ini. Jika Joseon memberontak dam berhasil maka itu akan merusak citra Ming yang saat ini sedang buruk," Kurasa dia memiliki poinnya sendiri


Citra adalah hal yang harus diperhatikan terutama jika pemerintahannya dipimpin oleh seseorang, mereka adalah sosok yang selalu disalahkan jika ada kejadian buruk terjadi. Pemberontakan adalah salah satunya


Namun...


Kurasa kalah perang adalah hal yang jauh lebih buruk...


Kekaisaran Russia runtuh karena pemberontakan kaum pekerja benar, namun yang membuatnya besar adalah karena mereka kalah perang melawan Kekaisaran Jepang sebelumnya. Citra Kaisar terakhir mereka, Nicholas II, yang sudah buruk sejak dirinya dilantik, menjadi anjlog setelah kekalahannya


"Hamba tercerahkan,"


Begitukah? Jadi perang melawan Ming sepertinya akan tertunda lebih lama, aku tidak akan mengeluh karena itu... soalnya kami juga perlu waktu untuk memulihkan ekonomi kami, tidak ada yang bisa berperang jika peti kami kosong


Yuuna akan melakukan tugasnya dengan baik, aku tahu itu. Jadi aku disini melakukan pengintaian juga agar kerjaku lebih baik lagi dengan informasi yang kudapatkan


"Anu... aku belum pernah melihatmu sebelumnya, apa kamu baru?" Bisik tanya dayang disebelahku


Gawat, kalau dilanjutkan bisa-bisa dia curiga dan aku ketahuan, kalau begitu ayo coba pakai sihir hipnotis


Aku ingin dia tidak sadarkan diri secara pikiran.


Selagi sihirnya bekerja, aku langsung berteleportasi kembali ke ruangan kerja Kyouka di kota Fuzhou. Karena aku sudah hafal letak, jarak, dan ketinggiannya maka aku bisa berteleportasi dengan tenang.


.


"Ah! Sebelum aku pergi, apa kamu tahu dimana Kak Ryuu berada?" Hmm?


Rupanya ada Yuuna disini, namun aku tidak melihat adanya Maou, kurasa dia sedang sangat sibuk mengurusi pertambahan tenaga kerja di bidangnya itu


"Entahlah, dia bisa berada dimanapun, di pinggir kota, di pasar, di wilayah Ming, atau bahkan di benua lainnya," jawab Kyouka


"Atau.... berada disini," kataku menambahnya

__ADS_1


__ADS_2