The Sended

The Sended
Chapter 64: Si Vis Pacem, Para Bellum


__ADS_3

"Buwei!" Istrinya memanggil dari kejauhan


Ia melambai dan mendekat kearah kami berdua dengan berlari


"Ada apa wahai separuh hatiku?" Tanya Buwei dengan nada lembut


"Tidak biasanya kamu menggunakan kata seindah itu, apa terjadi sesuatu?" Balas tanya istrinya itu


"Hahaha! Tidak ada yang salah, hanya saja kita sedang berada di Benua Timur tempat kelahiranku, dimana bahkan budak bisa bersyair," jelas Buwei


Aku disampingnya hanya bisa tersenyum menanggapi itu, mereka berdua nampaknya adalah pasangan yang cocok. Istri Buwei sendiri memiliki kepribadian yang berbeda dari wanita pada umumnya, dia terlihat tidak mempedulikan sikapnya yang mungkin lagi-lagi adalah hal yang wajar di negeri kelahirannya sendiri


"Aku belum memperkenalkan sahabatku ya? Ini adalah Shin Shaozu, tuan muda salah satu keluarga ternama di Jin, sekaligus calon Raja Jin di masa depan," jelasnya pada istrinya itu


"Wah! Jadi kamu orang penting ya? Aku Jasmine, aku berasal dari kerajaan Malwa di Benua Selatan,"


Ia bercerita soal tanah kelahirannya itu, di benua penuh pasir emas, tempat dimana kudengar perdagangan tak pernah redup


Malwa, sebuah kerajaan yang berada di pesisir seperti kerajaan Jin ini, mereka juga terletak di sisi muara sungai yang membuat tanah mereka jauh lebih subur dari tempat lain di Benua itu. Ia berkata bahwa ada satu buah yang di luarnya berwarna hitam agak kecoklatan, namun rasanya sangat manis


Buah itu tumbuh dan menjadi komoditas mahal yang Malwa produksi. Disana terdapat berbagai jenis hal yang mengandung unsur dari buah ini, mulai dari makanan, minuman, hingga barang sehari-hari yang dibuat dengan kulit buah itu yang akan mengeras jika dikeringkan


Sungguh cerita yang menarik, itu membuatku berpikir bahwa Jin hanyalah sebuah bintang kecil di angkasa luar sana.


"Shin, apa kamu mengenal kapal itu?"


Ku melihat kearah cakrawala yang kini hanya diterangi oleh cahaya rembulan, disana tampak sebuah kapal, namun memiliki desain yang belum pernah kulihat sebelumnya


"Sayang sekali tidak, apa kamu tahu darimana mereka?" Tanyaku balik kepada Buwei


"Aku pernah melihat desain yang mirip, tapi..."


Buwei menyerahkan benda lainnya yang ia bawa dari misi perdagangannya


"Itu adalah benda yang kudapat dari Lithuania, kerajaan dibawah Castille, coba gunakan itu didepan matamu,"


Dengan kuikuti instruksi yang Buwei berikan, aku takjub karena kapal yang jauh itu bisa menjadi terlihat dekat di mataku


"Di Lithuania, ada kapal dengan desain yang mirip, tapi tidak sebesar itu,"


Bendera mereka juga aneh, dasarnya berwarna merah lalu ada tiga lambang yang identik berjejeran, aku tidak tahu lambang apa itu


Di Benua Timur hanya ada satu kerajaan yang benderanya berupa gambar bukannya tulisan, itu adalah Qing. Mereka memiliki bendera dengan gambar naga yang berniat melahap matahari


Sementara kerajaan lain seperti Jin ku dan Ming, benderanya hanya sebuah huruf Han berwarna hitam yang ditulis diatas background warna tertentu, untuk Jin adalah warna coklat dan Ming adalah kuning


"Tiga tiang, tujuh layar, aku yakin bahkan dengan ukuran kapal itu yang begitu besar, mereka tetap bisa menandingi kecepatan kapal kita," kata Jasmine


"Apa yang akan kamu lakukan, Shin? Kulihat mereka memiliki persenjataan lengkap diatas sana, aku ragu jika mereka adalah kapal pedagang sepertiku," kata Buwei

__ADS_1


Jika itu kapal militer maka menurut protokol kerajaan, kami harus bersiaga tempur dan mengirim mereka kembali ke laut. Tapi mereka hanyalah satu kapal, ada kemungkinan jika mereka tersesat atau dalam keadaan darurat


Dan jika kami tidak bersedia membantu mereka.... aku khawatir Jin hanya akan menambah satu lagi musuh setelah Ming. Meski letak Benua Barat itu yang terjauh dari sini, tapi melihat kapal mereka harusnya mereka memiliki kekuatan militer untuk berlayar kemari dalam jumlah besar


"Aku akan menemui mereka di pelabuhan. Buwei, bawa token ini dan tunjukan ke pos militer dalam kota yang paling dekat, minta mereka untuk segera bersiaga di pelabuhan,"


"Eh? Jadi kamu mau kesana tanpa pengawalan?" Tanya Buwei


"Iya, mau itu musuh atau bukan aku hanya bisa mengetahuinya lewat tatapan dan pembicaraan,"


Segera saja kami berpencar untuk melakukan apa yang sudah kujelaskan, aku cepat-cepat menuju ke bawah ke pelabuhan tepatnya di dermaga yang kosong yakni di sebelah dermaga kapal Buwei disandarkan.


Tak butuh waktu lama hingga kapal besar itu sungguh kemari, dengan segala kebesarannya ia melambat di depanku persis dan berhenti di tempat yang kumaksud sebelumnya


Tanpa sebuah undangan maupun permohonan untuk berlabuh, mereka memasuki perairan Jin dengan kapal yang nampak baik-baik saja itu.


Dari sisi samping kirinya, mereka mengeluarkan papan untuk mereka turun dari atas kapal itu. Satu persatu sosok asing turun dengannya dan berbaris berjejeran di dermaga, mereka menggunakan jubah merah yang sangat gelap


Diantara mereka ada sesosok gadis, sosok yang kukenal dari mimpi yang hampir kulupakan....


Ia menggunakan jubah yang identik seperti orang asing lainnya namun berwarna putih bersih, membuatnya yang paling mencolok diantara mereka semua.


Dia juga lah yang berjalan menuju kearahku ketika yang lain menurunkan kargo dan hal lainnya


Gadis dengan surai putih dan mata merah terabg seperti darah dibawah sinar rembulan, berjubah putih dengan bulu berwarna hitam di bagian lehernya, lalu ada sebuah lencana emas menghiasi bagian dada jubah itu


Gadis itu berhenti didepanku dan menatapku dengan mata terkutuknya itu. Ah! Tidak seharusnya aku menyebut mata merah sebagai kutukan, mungkin memang benar di Benua Timur bahwa ada kisah tentang kutukan semacam itu, namun di sisi lain Kelfia pasti berbeda


Ia menatapku dengan tajam, apa dia tidak tahu bahasaku?


"Aku hanyalah pelayan Ratu Lofi yang melayaninya dan Kerajaan Ruby, namaku Rune, tujuanku datang kemari hanyalah untuk menjual dan membeli beberapa barang," dia pedagang?


"Ku tak pernah mendengar nama kerajaan Ruby sebelumnya," Buwei datang membawa puluhan prajurit Jin yang langsung mengepung kapal Rune


Situasinya semakin memburuk karena orang-orang didalam kapal itu keluar dan menodongkan senjata mereka pada kami, memang kami duluan sih tapi ini tanah kami loh


"Aku adalah pedagang yang pernah melewati tiga Benua, aku tahu kerajaan apa saja yang terdapat di Benua Barat, Ruby bukanlah salah satunya," lanjut Buwei


"Itu mungkin benar karena negeri kami bahkan belum ada di peta manapun tiga tahun lalu,"


Jika lebih dari ini, aku takut jika perkelahian pecah di pelabuhan dagang Jin ini, sebaiknya kuarahkan saja gadis bernama Rune ini agar berbincang bersamaku seorang saja.


Aku membawa dia ke kantorku di pelabuhan, sementara bawahannya ia suruh untuk menjaga kapal. Sepertinya dia juga tidak ingin ada keributan


Ku tutup pintu rapat-rapat, bahkan Buwei dan istrinya juga tidak masuk. Disini hanya ada kami berdua


"Mari kita mulai dari awal, nona... Jadi kedatangan anda kemari hanya untuk berdagang?"


"Itu benar," jawabnya

__ADS_1


"Lantas mengapa kapal yang anda bawa memiliki persenjataan terlengkap dari seluruh kapal militer yang pernah kulihat?"


"Itu karena aku tidak membeli barang biasa, aku membeli informasi,"


Huh? Jadi memang benar jika dia bukanlah pedagang


"Informasi.... seperti apa?"


"Benua Timur. Aku bisa membayar harga tinggi untuk itu," jawabnya


Setelah kupikir lagi, sepertinya memang dia memiliki niat buruk, jadi sebaiknya aku mencari tahu apa itu sebelum mengusirnya secara halus


"Apa yang anda inginkan? Sebagai putra keluarga ternama, aku memiliki beberapa informasi penting,"


Ia tersenyum mendengar ini, kurasa aku pernah melihat senyuman itu


"Kalau begitu,"


Yang ia minta rupanya tidak seperti yang kupikirkan, ia hanya menginginkan informasi dasar dari Benua Timur seperti kerajaan apa saja yang berdiri, garis wilayah, hingga medan. Aku tidak keberatan memberikan semua itu


Selanjutnya adalah politik, ia ingin tahu bagaimana keadaan politik Benua Timur, yang mana kujawab sesuai dengan yang kutahu dan mengerti, tentang Ming yang sedang menyerap semua kerajaan kota yang ada disini, dan Jin yang akan segera menjadi salah satunya....


Mungkin terdengar tidak baik kubeberkan situasi buruk kami, mereka bisa saja memanfaatkan hal itu. Tapi ada juga kemungkinan jika mereka malah bersimpati pada kami dan bersedia menjual beberapa senjata.


Aku membawa Rune keatas tembok Jin yang masih terasa hangat meski udara di malam ini sangat dingin, ia nampak menikmati udara ini hingga memejamkan matanya itu


Rambut putihnya tergerai karena hembusan angin yang sebelumnya ia masukan kedalam jubahnya, baru kusadari bahwa itu sangat indah. Aku sempat terpaku melihatnya, namun kembali sadar ketika ia membuka mata dan menatapku


Aku kembali menjelaskan bahwa Jin adalah kerajaan kota perdagangan terbesar di Benua Timur, kami bisa menghidupi kota ini hanya dari sektor itu


"Oleh karena itu kami bersedia mengeluarkan uang untuk membeli beberapa senjata anda, nona Rune,"


"Hmm.... Sebenarnya aku memiliki usulan yang lebih baik daripada senjata, apa kamu tertarik untuk mendengarnya?" Kata dia


"Tentu nona, apapun untuk menghentikan Ming,"


Ia tersenyum ketika aku mengatakan itu, karena senyuman mengerikan itu aku menyadari bahwa aku baru saja melakukan kesalahan dalam perkataanku


"Kalau begitu pertama-tama biar kuperkenalkan diriku sekali lagi, aku adalah Rune, penanggung jawab militer Ruby, dengan kata lain aku adalah Jenderal Ruby," Ap-


"N-Nona?"


"Begini saja.... Kerajaan kami mengenal konsep atase militer yang mana kami bisa mengirim seseorang ahli militer ke negeri lain dalam misi diplomasi, tujuannya adalah untuk membantu militer negeri tersebut. Dan dalam hal ini aku menawarkan diriku untuk membantu,"


Eh? Aku masih belum bisa mencerna semuanya


Pertama, gadis ini adalah seorang Jenderal? Itu berarti dia berstatus tinggi di kerajaannya, lalu dia bersedia membantu kami dengan jasanya begitu? Bagaimana bisa dia memutuskan itu tanpa konsultasi dengan atasannya?


Atau.... Dia adalah tangan kanan langsung Ratu Lofi yang ia katakan sebelumnya itu?

__ADS_1


Jika iya maka aku harus mempertemukannya dengan Jin Zhi langsung, akan tidak sopan bila seseorang tamu penting dari kerajaan lain tidak ditemui oleh pemimpin kerajaan Jin yang saat ini adalah Jin Zhi


"Nona Rune, mohon ikut saya,"


__ADS_2