The Sended

The Sended
Chapter 68: Place in The Sun


__ADS_3

Uwah ini dia! Aku menantikan ini, pertarungan antara pejuang tiada tanding melawan ksatria terkuat. Aku bertaruh tinggi pada Percival, meski kutahu bila Fengxian bukanlah lawan yang mudah, yah.... bagiku sih mudah, tapi bagi Percival....


"Namaku Percival, Ksatria Ratu Lofi dibawah Kerajaan Ruby,"


"Aku Lü Fengxian, mari bertarung dengan adil,"


Mereka berdua turun dari kuda, lalu memasang kuda-kuda mereka sembari bergerak memutar untuk memperhatikan apa yang ingin lawan lakukan, keduanya nampaknya adalah pejuang yang ahli karena tidak langsung menyerang


untuk menit-menit awal, mereka berdua hanya terus melakukan itu


Lalu selanjutnya, serangan dimulai oleh Fengxian. Ia berputar dan mengayunkan tombaknya dari atas, mendapatkan momentum yang sempurna untuk memberikan dampak yang besar kepada percival tapi...


Percival berhasil menahan itu dengan pedang yang ia gunakan seperti tombak, dimana tangan kanannya dia gunakan untuk memegang bawah tempat pegangan pedang berada, lalu tangan kirinya tepatnya lengannya ia gunakan untuk menahan ujung pedang lain yang tajam. Dia menggunakan seluruh tubuhnya untuk menahan serangan Fengxian namun tidak ada yang tahu itu


Baik itu Shin dan Zhongyin, keduanya tidak percaya bahwa ada yang berhasil menahan serangan Fengxian secara penuh. Hebat bukan, ksatria Ruby?


Tidak sampai disitu, Percival bahkan mendorong dan menghempaskan kembali tombak Fengxian lalu melakukan ayunan yang mengarah ke bahunya. Fengxian berhasil menahan itu, namun tidak berhasil menghalau serangan Percival lainnya yang merupakan tendangan


"Ini akan menarik," kata Fengxian


Dia sekali lagi maju menyerang dan Percival terpaksa harus bertahan kembali dari tusukan bertubi-tubi yang Fengxian arahkan, baru ketika serangan Fengxian berubah dari tusukan ke ayunan, Percival mulai menyerang balik


Kali ini tebasan horizontal, Fengxian berhasil menahannya dengan bagian tengah tombak yang dia genggam erat-erat. Lalu dia pukul pedang Percival dengan bagian bawah tombaknya sehingga kini gantian pedang Percival yang dihempas keatas


Karena hal itu, bagian depan Percival sangat terbuka untuk diserang


"Ha!" Fengxian menusukan tombaknya ke bagian itu


Namun Percival itu bukanlah seorang ksatria terkuat biasa loh, mungkin dalam sebuah pertarungan Fengxian memiliki banyak pengalaman untuk menang melawan musuhnya, namun Percival itu memiliki pengalaman dalam pertempuran dimana jauh lebih banyak hal yang harus diperhatikan ketika bergerak


Jika kamu sudah menjatuhkan musuhmu dan bersiap untuk mengakhirinya, jangan kehilangan fokus terhadap pertempuran yang sedang terjadi. Karena masih ada ayunan pedang, tusukan tombak, anak panah yang melayang, dan beberapa hal lain yang bisa membuatmu berakhir lebih dulu


Percival ingin menguji hal ini kepada Fengxian dengannya yang tidak bergegas meletakan pedangnya di posisi bertahan melainkan langsung mengayunkannya dari atas ke bawah


Intinya yah.... dia ingin mengadu keberanian....


"Ap-"


Seperti yang Percival inginkan, Fengxian membatalkan serangannya dan memutuskan untuk menghindar.


"Keberanianmu patut dipuji, tapi mengadu nyawa seperti itu bukanlah cara berduel yang biasa," kata Fengxian


Dia tidak bilang itu curang kah? Berarti dia memang tidak sedang mencari alasan. Yah.... mana mungkin seseorang dengan gelar tiada tanding itu suka mencari alasan? Namanya pasti tidak akan melambung tinggi jika begitu


"Sudahi ucapanmu itu, aku disini demi kemenangan negeriku," Percival melesat maju


Ia menggunakan pedangnya untuk menusuk, yang mana Fengxian tangkis dengan ayunan tombaknya


Lalu dia berputar searah dengan laju pedangnya ketika ditangkis tadi, melayangkan ayunan yang berat terhadap Fengxian. Namun lagi-lagi itu berhasil dihentikan dengan tombak Fengxian


"Perkataanmu itu membuatku semakin menyesal karena masuk kedalam pasukan, Percival," kata Fengxian


Dia mendorong pedang Percival dan keduanya kembali menjaga jarak


"Kau tahu, dulu aku bukanlah seorang prajurit melainkan petarung, aku bertarung melawan siapapun yang kuinginkan tapi bukan berarti aku menindas yang lemah, aku mencari lawan yang lebih kuat dan lebih tenar dariku, hingga tak lagi kutemukan mereka...."

__ADS_1


Fengxian menunduk dan menurunkan kuda-kudanya, di sisi lain karena melihat hal itu, Percival juga melakukan hal yang sama. Ia mendengarkan cerita Fengxian dengan seksama, aku bisa melihat itu dari pergerakan tubuhnya karena memang aku tidak bisa melihat wajahnya....


"Tuan Dong mengangkatku menjadi putranya dan disinilah aku berdiri sebagai pejuang tiada tanding, namun kebebasan yang kurasakan dulu seperti terkunci di dalam diriku. Namun nampaknya itu karena aku hanya mencari di Benua Timur ini." Dia menghentakan tombaknya ke tanah


"Kau membuktikan padaku bahwa masih banyak pejuang manusia lain yang sekuat diriku di sisi lain Kelfia. Jadi berjanjilah padaku, Percival! Siapapun yang memenangkan duel ini, harus menjadi yang terkuat diantara manusia!" Dan akhirnya Fengxian menodongkan tombaknya kembali


"Apa yang kau katakan, Fengxian?! Kau mau mengkhianati-"


"Bersumpahlah!! Percival!" Katanya dengan keras


"Hmph! Apapun untuk membuatmu diam dan segera mengakhiri pertarungan ini,"


Mereka berdua kembali memasang kuda-kuda bertarung mereka, lalu setelah beberapa saat diam... Fengxian menggunakan sihir api yang ia alirkan ke tombak miliknya, lalu dia hempaskan itu ke arah Percival


Sial, itu membuatku terkejut, kuyakin Percival juga merasa demikian. Namun hebatnya dia karena bisa bergerak untuk menghindar disaat pikirannya masih diselimuti oleh keterkejutan itu


"Hei, apa itu? Tidak kah itu curang?"


"Iya, padahal katanya ini pertarungan yang adil,"


Prajurit Ruby dibelakangku tentu mulai panik karena sihir yang digunakan Fengxian, bukan salah mereka karena belum pernah melihat sihir seperti itu tapi.... kalau diingat memang tidak ada yang mengatakan bahwa duel ini tidak boleh menggunakan sihir


"Apa yang kalian katakan? Duel maut adalah duel sakral dimana kalian harus menggunakan seluruh kemampuan kalian, hanya dengan begitu maka kita dapat menghormati lawan," jelas Shin


Begitu rupanya, itu cukup menarik


"Tapi... hanya perasaanku saja atau Tuan Percival memang tidak bisa menggunakan sihir? Maaf bila aku salah, tapi Fengxian juga baru kali ini menggunakan sihirnya," lanjut Shin


"Maksudmu?" Tanyaku


"Sebenarnya karena ini duel maut, biasanya petarung akan merapal sihir-sihir penguat kepada dirinya dan senjatanya, namun baik itu Fengxian maupun Tuan Percival tidak melakukan itu,"


"Jangankan hanya Percival, di kerajaan Ruby hanya ada tiga orang yang bisa menggunakan sihir," kataku


"Eh?!" Memangnya aku belum bilang kepadanya ya?


Pertarungan itu semakin panas karena akhirnya Percival bisa memotong jarak dan mendekat kearah Fengxian lalu melakukan banyak serangan dalam waktu singkat, tiap serangannya menimbulkan percikan api ketika itu ditangkis oleh Fengxian


Begitu juga sebaliknya, ketika Percival menangkis tombak Fengxian, muncul kobaran singkat di area tangkisan itu.


Pada satu titik, Fengxian berhasil menyayat armor Percival di bagian perutnya, namun Percival berhasil memotong dua ekor ciri khas yang berada diatas kepalanya itu


Paska serangan barusan, mereka menjaga jarak, namun tidak lama hingga mereka akan segera mengadu serangan kembali. Dimana kali ini, kurasa adalah serangan penentu


"Ha!!" Seru Fengxian


Percival berhasil menahan itu dengan ayunannya sendiri, namun efek yang dihasilkan terlalu besar sehingga mereka berdua sama-sama terhempas. Jadi bukan akhirnya ya....


Tapi selanjutnya, Fengxian memasang kuda-kuda yang belum pernah dia gunakan sebelumnya, aku mendapat firasat buruk tentang ini


"Ini dia," kata Zhongyin lirih


Dia maju, Percival juga melakukan hal yang sama, mereka kembali beradu senjata namun ketika selesai, Fengxian langsung memutar tombaknya dengan cepat dan memukulkan ujung bawah tombaknya keras ke perut Percival


Dari situ muncul kobaran api yang cukup besar melahap Percival, kami tidak bisa lagi melihatnya dari sini karena seluruh tubuhnya ditelan oleh api itu selama beberapa detik

__ADS_1


"N-Nona?" Shin mulai khawatir


"Sir Percival!"


"Sir Percival!"


Para prajurit Ruby pun demikian


Setelah api, muncul asap hitam pekat menutupi seluruh area bertarung mereka, namun tak lama hingga muncul bayangan dengan ekor diatas kepalanya meski sudah pendek, dia Fengxian


"Itu pertarungan yang bagus," katanya


Segera setelah dia berniat untuk berbalik, sosok lain muncul dari asap itu, Percival


"Pertarungan yang bagus ini belum selesai," katanya


"Ap-"


Percival melakukan tebasan vertikal, kali ini Fengxian dipukul mundur olehnya


"Eh? Nona, bagaimana bisa...?"


"Sesuai yang kukatakan, ada tiga orang yang bisa menggunakan sihir di Ruby, Ratu kami adalah salah satunya namun begitu juga dengan penemu jenius kami, dia juga yang merancang zirah itu dengan berbagai material, salah satu material itu bernama tungsten,"


Jadi tungsten adalah logam yang memiliki titik leleh tertinggi, itu yang membuat Percival berhasil menahan api yang secara langsung dipatik di tubuhnya itu


"Helm ini sungguh mengganggu ku, itu mengacaukan pengelihatan dan napasku, membuat seranganku jadi tidak tepat dan lebih cepat melelahkanku. Sekarang kita bisa sama-sama menggunakan kekuatan maksimal kita,"


Woah apa dia baru saja mengkritik temuan Maou?


"Itu bagus! Ha!!" Ayunan Fengxian


Ditahan oleh Percival, bahkan kali ini dia sampai mementalkan tombak Fengxian jauh lalu dilanjutkan dengan serangan balik berupa tebasan yang lain


Kali ini kecepatan mereka seimbang, mereka saling beradu kekuatan yang mana nampak bahwa Percival sedikit diatas angin, perbedaan sekecil itu dapat menjadi besar jika dimanfaatkan dengan baik


"Aku lahir di keluarga pejuang, tumbuh melihat keluargaku bertarung melawan penjajah, besar menjadi ksatria, jujur aku tidak tahu bualan apa yang kau katakan tadi!"


Ia memantulkan kembali serangan Fengxian, dan dapat kulihat ekspresi tak percaya Zhongyin di sisi lain dari area ini, bahkan kuda yang ia tunggangi sampai agak panik karena melihat kekuatan Percival yang sebenarnya


Oh! Lalu satu lagi, Percival sejak tadi mengincar satu titik yang sama pada senjata Fengxian, bisa diketahui kemana arah pertarungan ini bukan?


Fengxian memasang kuda-kuda itu lagi, dimana ia akan menggunakan sihirnya


Keduananya maju untuk beradu, seperti sebelumnya Fengxian mengayunkan bagian atas tombak Ji miliknya, lalu segera memutarnya untuk memukul dan membakar Percival sekali lagi


Meski pedangnya agak terhempas menjauh, kali ini Percival langsung mengayunkannya sekuat tenaga lagi kepada Fengxian


Sekali lagi, mereka beradu keberanian dengan saling melancarkan serangan


"Ha!!"


"Hmm!"


Fengxian sampai lebih dulu karena panjang senjatanya, Percival terbakar lagi tapi kali ini dia tidak berhenti sejenak, kali ini dia melanjutkan tebasan vertikalnya tanpa mempedulikan luka yang ia terima di bagian wajahnya

__ADS_1


Fengxian meski terkejut, sama seperti Percival sebelumnya dia berhasil bergerak untuk menangkis serangan Percival itu. Tapi yah.... tombaknya terbelah menjadi dua, begitu juga dengan dirinya


Hari ini, sepertinya Percival berhasil menyandang nama lain untuk dirinya sendiri.


__ADS_2